Jalan-jalan dan Mengenal Galeri Nasional Indonesia

Apakah anda tahu Apa itu Museum Seni? dan dimanakah museum seni di indonesia berada? Museum umumnya dan lazim disebut juga sebagai sebuah galeri, yaitu suatu ruang untuk memamerkan hasil karya seni, dan biasanya hasil karya seni yang biasa dipamerkan adalah seni visual seperti Lukisan, Ilustrasi dan seni ukir atau seculpture. koleksi dari gambar-gambar dan koleksi cetakan asli yang sudah tua biasanya tidak dipajang di ruang pamer museum, akan tetapi disimpan di dalam ruang khusus penyimpanan. Selain itu museum seni bisa juga mengkoleksi hasil seni terapan, termasuk keramik, seni logam, furnitur, buku seni dan objek-objek lainnya.

Dalam sejarah, Museum Seni yang di bangun pertama di Dunia terdapat di Eropa, yaitu Uffizi Gallery di Florence, Italia. Pada saat dibangun, gedung tersebut diperuntukkan bagi hakim kota Florence, namun kemudian gedung-gedung itu berubah fungsi menjadi tempat memajang berbagai lukisan dan patung-patung yang dikoleksi oleh keluarga Medici atau keluarga pejabat lainnya, dalam perkembangannya, bangunan ini berubah fungsi menjadi museum modern pertama di Eropa. Dengan banyak permintaan dari masyarakat sejak abad ke 16, pada tahun 1765 galeri ini secara resmi dibuka untuk umum.
Namun jangan salah, Museum pertama yang di buka untuk umum adalah The British Museum yang terletak di Kota London, museum ini pertama kali dibuka secara gratis untuk umum pada tahun 1759 yang dibangun beberapa tahun sebelumnya, yakni mulai tahun 1753. Sedangkan untuk Museum Seni yang paling populer san terkenal di dunia saat ini adalah Museum Louvre di Kota Paris, Prancis. Museum ini didirikan pada tahun 1793. Museum ini memamerkan benda-benda seni milik kerajaan. Selain itu adapula museum seni yang masuk dalam daftar museum seni tertua di dunia, yakni museum Czatoryski di kota Krakow yang dibangun pada tahun 1796 oleh Princess Izabela Czartoryska.
Di Indonesia juga terdapat banyak sekali contoh museum atau galeri seni yang mengkoleksi berbagai karya seni yang bernilai tinggi misalnya saja Galeri Nasional Indonesia

Sejarah Museum 


Galeri Nasional Indonesia adalah sebuah lembaga museum seni yang bernaung di bawah Departemen Kebudayaan Republik Indonesia. lembaga galeri atau museum ini diresmikan pada tanggal 8 Mei 1999. Museum atau Galeri Nasional Indonesia memiliki luas tanah 17.600 M2, yang dibangun berbagai gedung dan fasilitas penunjang lainnya seperti Kantor, Pameran Temporer, Pameran Permanen, Perpustakaan, Auditorium, Wisma Seniman, Laboratorium, Storage, Gallery Cafe dan Galeri Shop. yang menjadi kelebihan museum seni ini adalah letaknya yang strategis berdekatan dengan tempat-tempat penting lainnya yakni Museum Nasional, Perpustakaan Nasional, Monumen Nasional, Kantor Pemerintahan dan Istana Negara sehingga para pengunjung bisa mengunjungi berbagai tempat penting dalam sejarah Nasional Indonesia. Awalnya gedung ini digunakan sebagai sekolah dan asrama khusus wanita dan sekolah ini merupakan sekolah pertama yang ada di Hindia Belanda.Gedung ini dibangun pada tahun 1900 oleh  Yayasan Kristen Carpentier Alting Stitching (CAS).

Hingga pada tahun 1955, pemerintah Indonesia melarang segala aktifitas komunitas Belanda yang berakibat pengalihan gedung menjadi milik Yayasan Raden Saleh meskipun masih dibawah gerakan Belanda yang bernama Vijmetselaren Lorge. Tetapi, pemberhentian total baru dilakukan pada tahun 1962 atas perintah tertinggi presiden Sukarno sehingga Yayasan Raden Saleh dibubarkan dan segala peralatan diserahkan ke Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Dari sini lah cikal bakal galeri bertaraf nasional dirintis dengan nama awal Wisma Seni Nasional / Pusat Pembangunan Kebudayaan Nasional. Prof. Dr. Fuad Hasan sebagai kepala Menteri Pendidikan dan Kebudayaan merancang ulang gedung tersebut menjadi Gedung Pameran Seni Rupa Depdikbud pada tahun 1987. Perjuangan pengembangan dan perubahan nama menjadi Galeri Nasional Indonesia baru diperjuangkan oleh Prof.Edi Sedyawati sejak tahun 1995 yang pada akhirnya memperoleh penyetujuan oleh Menko Pengawasan Pembangunan dan Pendayagunaan Aparatur Negara pada tahun 1998. Pada masa pengurusannya, Galeri Nasional sempat diurus oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata lalu berpindah ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Koleksi 
Galeri Nasional Indonesia Galeri Nasional Indonesia Mengkoleksi berbagai koleksi karya seni diantaranya: Seni Rupa : Lukisan, Sketsa, Grafis, Patung dan Fotografi Seni Kriya dan Etnik dengan estetika tertentu : Keramik, Batik dan Wayang. Hingga sampai sekarang ± ada 1.700 hasil karya seniman Indonesia dan mancanegara yang menjadi koleksi di galeri ini. Seniman Nasional yang menjadi penyumbang atau hasil karyanya menjadi salah satu koleksian di museum ini antara lain : Raden Saleh, Basoeki Abdullah, Hendra Gunawan, Affandi, S. Sudjojono, dll. Sedangkan Seniman mancanegara yang juga memiliki hasil karya yang dikoleksi di galeri ini antara lain : Wassily Kandinsky dari Rusia, Piere Sulages dari Perancis, Hans hartung dari Jerman dan yang lainnya. Pameran yang biasa diselenggarakan di Galeri Nasional Indonesia terdiri dari Pameran Tetap, Pameran Temporer, dan Pameran Keliling. Dengan adanya Galeri Nasional Indonesia ini, mencatat eksistensi para seniman sekaligus mengapresiasi karya seniman. Semoga dengan demikian dapat meghargai hasil karya senimana khususnya anak bangsa yang memiliki dedikasi terhadap seni, serta mencetak generasi seniman-seniman yang handal. Salam Budaya!

 

Lokasi Galeri Nasional Indonesia
Alamat : Galeri Nasional Indonesia terletak di Jl. Medan Merdeka Timur No.14, Jakarta 10110-Indonesia Telepon : (021)34833954, 3813021, 34833955 Fax : (021)3813021
Website : http://www.galeri-nasional.or.id. E-mail : galnas@indosat.net.id

 

Sumber

Sumber juga

Advertisements

List Kandidat Calon General Staff SPMC

Selama Agustus kemarin, kami mengadakan lowongan untuk mengisi pada bagian General Staff, dan masuk banyak sekali email yang ingin mengisi lowongan tersebut. Dan dari sekian banyak email yang masuk kami memilih beberapa calon kandidat, dan berikut adalah nama-nama yang berhasil lolos ke Interview tahap 1:

List Calon GS

  1. Siti Zubaidah (0896 0266 xxxx)
  2. Eva Retor (0838 1156 xxxx)
  3. Baihaqi Sabilah (0815 1472 xxxx)
  4. Yugi Dianto (0812 8898 xxxx)
  5. July Arianto (0857 8230 xxxx)
  6. Syamhadi Atmojo (0898 855 xxxx)
  7. Albert Sahusilawane (0857 1624 xxxx)
  8. Elizabeth (0896 2266 xxxx)
  9. Faiz Nauri (0896 2163 xxxx)
  10. Amirullah Rizkyanto (0896 0646 xxxx)
  11. Erni Lisnawati (0897 1620 xxxx)
  12. Kristin Kuswandi (0812 8188 xxxx)
  13. Kamelia (0858 8044 xxxx)
  14. Novya Azhari (0858 1071 xxxx)
  15. Sonny Yudianto (0857 5901 xxxx)
  16. Gunawan Andi Saputra (0898 1668 xxxx)
  17. Lidya Maulinda (0896 7373 xxxx)
  18. Andri Anugrah (0812 8412 xxxx)
  19. Abdul Aziz (0858 1044 xxxx)
  20. Reza Ryadhi (0812 8903 xxxx)
  21. Kristian Virton (0812 8927 xxxx)
  22. Fauzi Maulana (0838 1185 xxxx)
  23. Fadhilah Fiqh (0821 1363 xxxx)
  24. Adam Munsyith (0856 9554 xxxx)
  25. Endang Kurniansyah (0857 7319 xxxx)

Berikut adalah list nama kandidat yang akan kami panggil untuk Interview, handphone selalu aktif untuk memudahkan kami dalam menghubungi.

Best Regards,

SPMC

Sejarah Asal Usul Munculnya Gitar

Sejarah asal usul gitar diperkiran sudah ada sejak lama, karena ditemukannya sebuah ukiran batu berumur 3.300 tahun yang menggambarkan seorang penyair dari kerajaan Hittite sedang memegang sebuah alat musik yang berdawai, dan merupakan ikonografik tertua yang merepresentasikan chordophone. Kata “gitar” sendiri, sebelum adanya gitar elektrik dan barang-barang sintetis memiliki makna “sebuah soundboard datar yang terbuat dari kayu yang panjang, memiliki leher, dan sisi belakang yang juga datar” Sebenarnya kata gitar sudah digunakan sejak lama untuk variasi panggilan dari chordophone sehingga menyebabkan kebingungan bagi banyak orang. Kata gitar dalam bahasa Indonesia merupakan adaptasi bahasa Inggris guitar yang berasal dari bahasa Arab Andalusia, qitara, yang sendirinya merupakan kata serapan dari bahasa Latin cithara, yang merupakan turunan dari bahasa Yunani Kuno.

Menyusuri-Sejarah-Asal-Usul-Gitar-di-Dunia

Sejarah Gitar yang Mendunia
Meskipun tidak ada yang tahu secara pasti bagaimana sejarah asal usul gitar, para ahli sejarah berpendapat bahwa gitar merupakan keturunan dari kithara yang ada di Yunani, gittern yang ada di Eropa Barat, lyre, lute dari Eropa dan Timur Tengah, dan vihuela dari Spanyol. Dalam puisi yang berjudul The Book of Good Love, dideskripsikan juga dua alat musik awal yang bernama guitarra morisca dan guitarra latina. Alat musik yang bernama “gitar” sendiri pertama kali muncul dalam literatur pada abad ke-13. Meski begitu, kebanyakan dari catatan jaman medieval ini mendeskripsikan alat musik tersebut sebagai gittern.

Inkarnasi gitar modern pertama kali muncul pada jaman Renaissance. Gitar di masa itu memiliki empat pasang dawai yang diberi nama course. Gitar di jaman Renaissance juga memiliki banyak kesamaan dengan vihuela dari Spanyol yang merupakan sebuah alat musik dengan 6 course dengan tuning dan konstruksi yang sama. Pada tahun 1555, Juan Bermudo mempublikasikan Declaracion de Instrumentos Musicales, sebuah perjanjian yang didalamnya terkandung bagian tentang alat musik berdawai yang dipetik. Publikasi ini menguji hubungan antara gitar dah vihuela, dan juga membedakan antara gitar dengan 4 dan 5 course. Gitar dengan 4 course sendiri tidak mencapai titik dimana mereka bisa dihapuskan oleh gitar dengan 5 course hingga periode Baroque.

Hingga abad ke-16, vihuela menjadi alat musik yang amat populer di Spanyol dan Italia. Alat musik ini nampaknya memiliki pengaruh yang kuat baik dalam segi desain maupun tuning dari gitar-gitar 5 course yang pertama muncul di Spanyol pada pertengahan abad ke-16. Beberapa lama berselang, gitar dengan 5 course mulai perlahan-lahan menggantikan posisi gitar Renaissance yang memiliki 4 course, terutama di Spanyol. Gitar 5 course ini kemudian men-set tuning standar modern – A, D, G, B, E – sebagai string paling atas yang berlanjut hingga hari ini. Sejak pertengahan abad ke-18 hingga awal abad ke-19, gitar mulai berevolusi menjadi alat musik dengan 6 dawai. Gitar berdawai 6 pada masa itu tetap masih lebih kecil dibandingkan gitar modern.

Gitar klasik modern yang ada sekarang berhutang segalanya kepada Antonio de Torres. Konstruksi gitar-gitar ini dinilai sebagai standar dalam pembuatan alat musik tradisional sejak pertengahan abad ke-19. Gitar klasik kontemporer sendiri mengikuti jejak desain Smallman yang menggantikan fan brace dengan balsa brace yang lebih ringan, dipasangkan di bagian belakang dari papan suara dengan carbon fiber. Balsa brace ini memiliki pola honeycomb dan memungkinkan papan suara untuk menghasilkan lebih banyak mode getaran. Hal ini memungkinkan untuk gitar dapat memiliki suara yang lebih keras.

Pada perkembangannya, diadakan beberapa eksperimen untuk berusaha mengamplify getaran pada alat musik berdawai. Eksperimen ini telah dilakukan jauh sejak awal abad ke-20. Ada beberapa paten dari tahun 1910 yang menunjukkan pengadaptasian dan pengaplikasian pemancar untuk telepon yang diletakkan di dalam violin dan banjo demi mengamplify suaranya. Para pehobi gitar di tahun 1920 juga melakukan eksperimen-eksperimen ini, dimana mereka menggunakan mikropon carbon button yang diletakkan pada bridge. Sayangnya peletakkan mikropon tersebut malah menangkap getaran dari bridge di atas alat musik, sehingga menghasilkan sinyal yang buruk.

Sejarah asal usul gitar listrik sendiri awalnya didesain oleh para pembuat gitar dan pihak manufaktur alat musik. Beberapa gitar elektrik di masa awal mengadaptasi alat musik akustik yang berbadan kosong dan menggunakan tungsten pickup. Gitar elektrik pertama didesain pada tahun 1931 oleh George Beauchamp, seorang General Manager di National Guitar Corporation bersama dengan Paul Barth yang menjadi Vice President di tempat yang sama. Purwarupa yang diberi nama “Frying Pan” tersebut memiliki warna layaknya maple dan dibuat oleh Harry Watson, seorang Factory Superintendent dari National Guitar Corporation. Purwarpa tersebut mulai masuk ke tahap produksi komersil pada akhir musim panas tahun 1932 oleh Ro-Pat-In Corporation (singkatan dari Electro-Patent-Instrument Company Los Angeles), mitra bisnis Beauchamp, Adolph Rickenbacker, dan Paul Barth. Pada tahun 1934, perusahaan ini mengubah namanya menjadi Rickenbacker Electro Stringed Instrument Company.

Sepanjang masa perjalanan sejarah asal usul gitar, alat musik tersebut berkembang menjadi banyak tipe dan bisa dikategorikan menjadi dua kategori besar, yaitu akustik dan elektrik. Adapun tipe-tipe tersebut antara lain :

  • Gitar akustik
  • Gitar Renaissance dan Baroque
  • Gitar klasik
  • Gitar klasik dengan extended-range
  • Gitar flat-top
  • Gitar archtop
  • Gitar Selmer-Maccaferri
  • Gitar Dobro atau resonator atau resofonik
  • Gitar 12 dawai
  • Gitar Rusia
  • Gitar bas akustik
  • Guitarron
  • Gitar tenor
  • Gitar harpa
  • Gitar extended-range
  • Gitar battente
  • Gitar elektrik

 

SUMBER

Yuk Mengenal Zaman Era Musik Klasik

Begitu banyak aliran musik yang ada di dunia, bahkan dari tiap bagian dunia, Negara, atau suatu wilayah pun memiliki musiknya sendiri. Dan salah satunya yang digemari adalah musik barat dengan Musik Klasiknya.

Apabila bicara tentang musik klasik, maka kita akan membahas sebuah zaman, karena musik klasik punya pemahaman yang luas dan bukan sekedar sebuah aliran musik melainkan sebuah zaman di era pertengahan yang mempengaruhi ciri dari musik itu sendiri. Secara garis besar zaman era musik klasik dibagi menjadi 3 zaman, yaitu:

1. Zaman Barok

2. Zaman Klasik

3. Zaman Romantik

Dan mari kita bahas dari masing2 zaman tersebut.

1.Zaman Barok 
Musik Barok adalah musik klasik barat yang digubah pada Zaman Barok (Baroque), kira-kira antara tahun 1600 dan 1750. Kata “Barok” berarti “mutiara yang tidak berbentuk wajar“, hal ini sangat cocok dengan seni dan perancangan bangunan pada era itu. Kata “Barok” pada akhirnya juga dipakai untuk jenis musik pada saat itu.
Ciri-ciri dari musik Barok, antara lain:

  • Melodi cenderung lincah.
  • Banyak menggunakan ornamen.
  • Ada dinamik forte dan piano.
  • Harmoni dua nada atau lebih berbunyi bergantian (polifonik/kontrapung).
  • Lazimnya hanya mencerminkan satu jenis emosi saja.

Para komponis musik Barok membuat perubahan di notasi musik dan juga menciptakan cara baru dalam memainkan instrumen musik. Era musik Barok juga merupakan tonggak dari terciptanya dan diakuinya musik dalam opera. Banyak sekali teknik musik dan konsep musik dari era Barok masih dipakai hingga saat ini. Kebanyakan dari alat musik klasik dimainkan dengan sangat baik di era ini.
Beberapa komponis zaman Barok:

  • Johann Sebastian Bach
  • George Friederich Handel
  • Antonio Vivaldi.
  • Johann Pachelbel

Pada zaman Barok, piano belum ditemukan, dan komposisi dikarang untuk hapsichord. Karya Bach untuk hapsicord lazim mempunyai dua melodi atau lebih untuk tangan kanan dan tangan kiri. Musik Barok jarang mempunyai modulasi atau rubato.

2. Zaman Klasik

Zaman Klasik ada pada sekitar tahun 1740 – 1830, bila dibandingkan dengan musik era Barok, musik era klasik lebih ringan, lebih mudah dan tidak membingungkan, serta mempunya tekstur yang jauh lebih jelas. Melodi yang dimainkan di era ini biasanya lebih pendek dari era Barok. Ukuran orkestra sangat berkembang baik dalam kuantitas maupun kualitas.
Ciri-ciri dari musik zaman Klasik, antara lain:

  • Ornamen lebih dibatasi.
  • Ada peralihan tempo accelerando dan ritardando.
  • Ada peralihan dinamik crescendo dan decrescendo.
  • Harmoni tiga nada atau lebih bunyi bersamaan (homofonik).
  • Kontras pada ritme.

Pada zaman klasik muncul bentuk komposisi musik yang disebut sonata dan simfoni.Sonata adalah karya musik untuk permainan solo, sedangkan simfoni adalah untuk orkestra. Bentuk simfoni hamper mirip dengan sonata, hanya saja simfoni biasanya dilengkapi dengan bagian sisipan yang disebut minuet, trio, dan scherzo.
Beberapa komponis zaman klasik:

  • Franz Joseph Haydn
  • Wolfgang Amadeus Mozart
  • Carl Philipp Emanuel Bach (anak kedua dari Johann Sebastian Bach)
  • Ludwig Van Beethoven (masa peralihan zaman Klasik dan zaman Romantik)

3. Zaman Romantik

Walaupun dinamakan era musik Romantik, bukan berarti musik di era ini hanya berisi tentang cinta ataupun cinta yang Romantik. Dinamakan Romantik karena dapat menggambarkan komposisi musik pada jangka waktu tersebut (1815 – 1910). Romantik disini tidak ada hubungannya dengan cinta. Romantik disini menggambarkan karya-karya dan komposisi musik yang lebih bergairah dan jauh lebih ekspresif dari pada era-era sebelumnya.
Karakteristik utama dari musik Romantik sendiri adalah kebebasan lebih dalam bentuk musik dan ekspresi emosi serta imajinasi dari komponis. Lalu ukuran dari orkestra yang menjadi semakin besar dan bahkan bisa disebut raksasa dibandingkan sebelumnya. Hasil karya dari para komponis juga menjadi semakin kaya akan variasi dari mulai lagu hingga karya pendek dengan piano dan diakhiri dengan ending yang sangat spektakuler dan dramatis pada puncaknya. Secara teknik, para pemain musik pada era ini juga mempunyai level sangat tinggi.
Ciri-ciri dari musik zaman romantik, antara lain:

  • Ciri Tidak ada ornamen.
  • Melodi berekspresi.
  • Harmoni bervariasi, homofonik dan polifonik.
  • Penggunaan dinamik dan tempo secara optimal dan bervariasi.

Beberapa komponis zaman romantik, antara lain:

  • Franz Liszt
  • Richard Wagner
  • F. J. L. Mendelssohn

Semoga dengan penjelasan berikut dapat menambah pengetahuan kita tentang musik klasik, dan tidak terjadi kesalahpahaman tentang pengertian musik klasik. Dan tentunya kita jadi tahu dan mengenal musisi atau komposer yang sempat berjaya pada zamannya.

Sumber 1

Sumber 2

Sumber 3

Pernah dengar nama “Angklung”? Mari Kita Bahas Faktanya!

Kedengarannya aneh ya? Tapi, justru di situlah letak keunikan alat musik asli Indonesia ini (khususnya Jawa Barat :D). Sesuai dengan asal katanya “angka” yang berarti nada & “lung” yang berarti patah, kata angklung berarti “nada yang terpatah-patah atau tidak lengkap”. Jadi, tidak seperti alat musik lain, sebuah angklung hanya dapat menghasilkan 1 nada. Karena itu, perlu 1 grup anak untuk dapat memainkan sebuah lagu dengan angklung.

Bentuknya juga khas. Angklung terdiri dari 2 atau 3 ruas bambu yang telah diraut, kemudian disatukan dengan tiang & dasar yang juga terbuat dari bambu. Di dunia ini tak ada alat musik lain yang bentuknya menyerupai angklung. Kalaupun ada angklung lain dari Asia, Eropa & Amerika. Diyakini oleh para tokoh angklung bahwa angklung itu dari Indonesia. Langsung aja yuk kita bahas tentang 12 fakta angklung:

1. Musik Pengiring Perang
Awalnya, hanya kalngan kerajaan saja yang diperbolehkan bermain angklung. Mereka bermain angklung untuk berbagai kegiatan kerajaan. Tapi selanjutnya, dalam berbagai peperangan yang dilakukan Sultan Agung Banten, serangan pasukannya selalu diiringi oleh suara angklung. Selain perang tersebut, angklung sebagai pengiring perang juga dipakai pasukan kerajaan Pajajaran dalam perang Bubat

2. “Ditakuti” Pemerintah Kolonial
Aneh, hah?? Tapi ini beneran loh!! Suara angklung yang dimainkan bersama-sama oleh rakyat dinilai dapat membangkitkan semangat perang rakyat. Pemerintah Kolonial Belanda pun jadi ketakutan, lali dia melarang angklung dimainkan di kalangan luas. Hanya rakyat bawah, terutama kaum pengemis saja yang boleh memainkan angklung. Pada masa itulah, popularitas angklung sempat menurun karena orang takut dianggap pengemis jika memainkan angklung

3. Angklung Tertua

Taukah kamu?? (ya belum lah, da belum dikasitau) Ada angklung yang usianya sudah mencapai 400 Tahun?? Angklung ini adalah Angklung Gubrag, angklung tertua dalam sejarah & masih ada sampai sekarang. Angklung ini dibuat di Jasinga, Bogor. Menurut sejarah, Angklung Gubrag digunakan untuk memikat Dewi Sri turun dari langit (bahasa Sunda = ngagubrag) & memberi berkah kesuburan pada padi. Karena itulah angklung ini dinamakan Angklung Gubrag. Penasaran ingin melihat angklung tua?? Kamu bisa pergi ke Museum Sri Baduga Bandung (ituloh yang depan Tegal Lega) untuk melihat beberapa diantaranya

4. Bambu Hitam

Sebenarnya, ada beberapa jenis bambu yang dapat dipakai untuk membuat angklung, diantaranya : bambu hitam (Gigantochloa atter), bambu tali (Gigantochloa apus) & bambu tutul (Banbusa vulgaris). Tapi, menurut penelitian & perbandingan, bambu hitamlah yang dapat menghasilkan suara angklung yang juara

5. Waktu Khusus
Agar tidak muda diserang hama & kualitaas suaranya baik, bambu untuk membuat angklung harus berusia 4-6 tahun & benar-benar kering. Nah, pada musim kemarau di antara jam 9 pagi sampai dengan jam 3 sore, kadar air dalam bambu sedang rendah-rendahnya nih. Pada saat itulah, bambu baik untuk ditebang

6. Sedikitnya 6 Bulan
Setelah ditebang, bambu tidak dapat dibuat langsung jadi angklung loh!! Tapi, bambu harus diangin-anginin dulu sampai kering benar. Pengeringan pun tidak boleh dilakukan dengan cara dijemur (lu kira kerupuk kulit dijemur hah?? -_-) karena dapat membuat bambu retak. Agar kadar airnya benar-benar hilang atau kering, bambu harus diangin-anginin selama 6 bulan atau lebih

7. Angklung 2 Jenis Nada

Umumnya angklung hanya mengeluarkan 1 jenis nada. Tapi Angklung Cuk dibunyikan dengan 2 cara. Nada pertama dihasilkan dengan menggoyangkan semua ruas bambu & nada ke 2 dihasilkan dengan menahan salah 1 ruas bambu. Angklung Cuk biasanya dimainkan untuk lagu Keroncong

8. Angklung Padaeng

Kita harus banyak berterima kasih sama bapak Angklung Dunia, yaitu Daeng Soetigna yang telah berhasil membangkitkan kembali popularitas angklung. Pada tahun 1938, beliau menciptakan angklung bernada diatonis (do-re-mi-fa-sol-la-si-do). Dengan angklung diatonis, kini kamu tak hanya bisa memainkan lagu tradisional, tapi juga dapat memainkan lagu modern yang kamu sukai. Untuk menghargai beliau, angklung diatonis dinamai angklung Padaeng yang merupakan singkatan dari namanya yaitu Daeng Soetigna

9. Suhu Tertentu

Angklung yang disimpan di daerah panas dengan suhuu >30°C terkadang dapat menyebabkan pangkal tabung sedikit retak. Begitu juga dengan suhu udara yang terlalu dingin. Pernah kejadian nih tahun 1990, belasan angklung yang dibawa tim saung Angklung Udjo untuk pertunjukan di Eropa, pecah karena udara di Swiss mencapai -2°C. Angklung haruslah disimpan di tempat kering, tidak lembap & memiliki perputaran udara baik dalam keadaan tergantung

10. Angklung Mendunia

Taukan kamu?? Di negara seperti Malaysia, Korea, Singapura & Australia, murid sekolah juga belajar bermain angklung di sekolahnya loh!! Sungguh bangganya daku 😀 Bagaimana dengan sekolahmu? Apa ada perlajaran angklung di sekolahmu seperti di negara lain?? Oiya, baru-baru ini juga di Amerika Serikat sono udah mecahin rekor bermain angklung dengan peserta terbanyak yaitu 5000 orang kalo gak salah.

11. Angklung Thailand

Orang Thailand banyak yang mengira bahwa angklung Thailand adalah angklung yang benar-benar berasal dari negeri mereka. Tapi itu SALAH BESAR. Kira-kita 100 tahun lalu, angklung Indonesia diberikan pada Thailand dalam rangka pertukaran kebudayaan. Angklung tersebut lalu dimodifikasi hingga angklung Thailand mempunyai bentuk, nada & cara memainkan yang berbeda dengan angklung Indonesia

12. Angklung di Kep. Solomon

Tahun 1985, Departemen Luar Negeri mengirim Udjo Ngagalena dari Saung Angklung Udjo untuk mengajarkan orang di Kep. Solomon cara bermain angklung. Tak hanya itu, orang Kep. Solomon juga diajarkan untuk membuat & memelihara angklung. Karena itu, jangan heran kalo orang di negara yang terletak di Pasifik banyak yang jago main angklung.

Sumber