Sejarah Berdirinya PMI

4934901_20130507022150-3

 

Perhimpunan Palang Merah Indonesia (PMI) sudah dimulai sejak masa sebelum perang  dunia ke-II. Saat itu 21 oktober 1873 pemerintah colonial belanda mendirikan organisasi Palang Merah di Indonesia Het Nederland-Indische Rode Kruis (NIRK) yang kemudian berubah menjadi Nederland Rode Kruis Afdeling Indie (NERKAI). Seiring deangan pergeseran waktu, timbul semangat untuk mendirikan Palang Merah Indonesia (PMI) diawali sekitar tahun 1932. Rencana pendirian tersebut dipelopori oleh  dr. RCL Senduk dan dr. Bahder Djohan. Rencana itu mendapat dukungan luas terutama dari kalangan terpelajar Indonesia.  Mereka berusaha keras membawa rancangan tersebut dalam Sidang Konferensi NERKAI pada tahun 1940 walaupun akhirnya ditolak. Dengan sangat terpaksa rancangan tersebut disimpan untuk menanti kesempatan yang lebih tepat.

Seperti tak kenal lelah, saat pendudukan jepang mereka kembali  mencoba membentuk suatu Badan Palang Merah Nasional. Namun mengalami kegagalan juga karena mendapat halangan dari pemerintah tentara jepang dan untuk keduakalinya raancangan tersebut harus disimpan.

Akhirnya tepat tujuh belas hari setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yaitu pada tanggal 3 september 1945, Presiden Soekarno  mengeluarkan perintah untuk membentuk suatu badan Palang Merah Nasional. Atas perintah Presiden RI , maka dr. buntaran yang saat itu menjabat sebagai Menteri Kesehatan RI Kabinet I, membentuk panitia lima pada 5 september 1945. Panitia tersebut terdiri atas : dr. R. Mochtar (Ketua), dr. Bahder Djohan (Penulis), serta tiga orang anggota, yaitu dr. Djuhana, dr. Marzuki dan dr. Sitanala.

Hasil dari kerja panitia lima tersebut akhirnya berhasil membentuk Perhimpunan Palang Merah Indonesia (PMI) pada 17 september 1945,  dan diketuai oleh Drs. Mohammad Hatta yang saat itu menjabat sebagai Wakil Presiden RI. Pasca pembentukan, PMI mulali merintis kegiatannya dengan member bantuan korban perang revolusi kemerdekaan Indonesia dan pengembalian tawanan perang Sekutu maupun Jepang.

PMI terus melakukan kegiatan pemberian bantuan kemanusiaan hingga akhirnya melalui Keputusan Presiden (Keppres)RIS, Keppres Nomor 25 tanggal 16 januari 1950 yang diperkuat dengan Keppres nomor 246 tanggal 29 November 1963, Pemerintah Indonesia mengakui Keberadaan PMI.

Secara Internasional pada 15 juni 1950, keberadaan PMI diakui oleh Komite Internasional Palang Merah (International Committee of the Red Cross) atau disingkat dengan sebutan ICRC. Setelah itu PMI diterima menjadi anggota Perhimpunan Nasional ke-68 oleh Liga Perhimpunan Palang Merah, yang saat ini dikenal dengan IFRC (International Federation of Red Cross and red Crescent Societies) pada 16 oktober 1950.

palang-merah-indonesia-1-copy

 

Nama – nama Tokoh yang Pernah Menjabat Ketua PMI :

  1. Ketua PMI I (1945 – 1946)     : Drs. Mohammad Hatta
  2. Ketua PMI II (1946 – 1948)    : Soetardjo Kartohadikoesoemo
  3. Ketua PMI III (1948 – 1952)   : BPH. Bintoro
  4. Ketua PMI IV (1952 – 1954)   : Prof. Dr. Bahder Djohan
  5. Ketua PMI V (1954 – 1966)    : K.G.P.A.A. Paku Alam VIII (3 Periode)
  6. Ketua PMI VI (1966 – 1969)   : Letna Jenderal Basuki Rachmat
  7. Ketua PMI VII (1970 – 1972) : Prof. Dr. Satrio (3 Periode)
  8. Ketua PMI VIII (1982 – 1986) : Dr. H. Soeyoso Soemodimedjo
  9. Ketua PMI IX (1986 – 1994)   : Dr. H. Ibnu Sutowo (2 Periode)
  10. Ketua PMI X (1994 – 1999)    : Dra. Siti Hardiyanti Rukmana
  11. Ketua PMI XI (1999 – 2010)   : Mar’ie Muhammad (2 Periode)

 
Ketua  PMI XII (2010 –  )      : Drs. H. M. Jusuf Kalla

 

Sumber

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s