HARI DOKTER NASIONAL

Dokter, profesi mulia yang senantiasa mengorbankan tenaga, waktu dan pikiran demi orang-orang yang membutuhkan.

Hari-Kesehatan-Nasional-Inilah-Harapan-Dokter-Indonesia.jpg

Dokter, sebuah profesi dengan ikrar komitmen seumur hidup untuk mendedikasikan tenaga, pikiran dan ilmu untuk kesehatan umat manusia. Sebuah profesi yang menjadi sasaran pasien berkeluh kesah sakit sekaligus menuangkan harapan kesembuhan. Tapi juga sebuah profesi yang menjadi sasaran fitnah pemberitaan yang menyudutkan di aneka media pada sebuah negara antah berantah.

Profesi dokter adalah pekerjaan bereksistensi penting nan genting. Penting atas nama kemanusiaan. Genting bukan hanya karena tinggi risiko, tapi juga karena kehadiran dokter di Indonesia adalah termasuk langka, merujuk pada angka rasio perbandingan populasi dokter versus populasi masyarakat Indonesia, 1 dokter untuk melayani 4.000 penduduk Indonesia (Depkes, 2014).

Dokter, tidak hanya masyarakat perkotaan saja yang membutuhkannya, namun, masyarakat pelosok pun amat sangat membutuhkannya. Demi berjalannya program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), dokter diutus ke pelosok-pelosok Indonesia, meninggalkan keluarga, orangtua juga sanak saudara demi melakukan tugas mulia, yaitu menyehatkan Indonesia.

Demikiannya seorang dr. Andra, begitu sebutan akrabnya. Seorang dokter muda yang rela untuk meninggalkan sanak saudara, keluarga ataupun kerabatnya demi mengabdi kepada Nusa dan Bangsa. Beliau memilih di pelosok nan jauh di daerah timur Indonesia, tepatnya di Pulau Aru, Maluku Utara. Beliau rela bekerja siang dan malam, tanpa kenal lelah memberikan penyuluhan dan pengobatan kepada masyarakat sekitar dengan senyum khasnya.

Tetapi, dibalik senyumannya, beliau diketahui sedang menghadapi penyakit mematikan yang dideritanya. Tak surut semangat, hal tersebut tidak membuat dirinya menyerah dengan keadaan, beliau tetap menjalankan tugasnya, mengobati yang sakit ketika beliau sendiri sedang melawan penyakit yang dideritanya.

Dirinya sekaligus tak dapat dipungkiri sebagai potret dari tenaga kesehatan di Indonesia. Di antara dera situasi penyebaran tenaga kesehatan yang masih jauh ideal merata, dirinya secara ksatria bernyali mengambil lokasi pelosok mengesampingkan penderitaannya.

Hari Dokter Nasional copy.jpg

KlikDokter.com pernah mendengar cerita ksatria serupa, bagaimana seorang dokter rela diberikan balas jasa hanya sebesar duaribu rupiah sebagai ongkos pengobatannya. Atau dari belahan nusantara lain, bagaimana seorang dokter sudi memilih sebuah perahu tanpa cadik sebagai sarana vital praktiknya karena satu-satunya akses untuk mengunjungi pasiennya adalah hanya dengan berperahu. Ataupun sebuah kisah nyata yang haru, bagaimana sekelompok calon dokter yang tengah menjalani masa studi kedokterannya di sebuah rumah sakit pendidikan terbesar di Indonesia menyisihkan uang sakunya masing-masing untuk urunan biaya pengobatan seorang pasien yang tidak mampu.

Tak ubahnya dr. Andra, di tengah perjuangan melawan penyakitnya, beliau berusaha untuk tetap tegar, tetap tersenyum dan tetap menunjukan semangat juangnya sebagai seorang Dokter. Di tengah perjuangannya, beliau akhirnya mau tak mau menyerah dengan penyakit yang dideritanya dan dinyatakan wafat pada 11 November 2015.

Rekan sejawat tercinta, dr. Andra. Terima kasih atas pengabdianmu, sungguh sebuah pukulan keras bagi kami yang telah kehilangan sosok dokter seperti dirimu. Semoga Tuhan senantiasa membalas pengabdianmu, membalas segala amal baikmu dan memberikan tempat yang paling mulia untukmu. 

Selamat jalan dr. Dionisius Giri Samudra, semoga segala kebaikan selalu menyertai tidur panjangmu.

Artikel ini dipersembahkan untuk mengenang jasa dokter muda yang gugur dalam usahanya menyehatkan Indonesia, dr. Dionisius Giri Samudra.

 

Sumber

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s