Tradisi Perayaan Tahun Baru Unik di Dunia

047416400_1481618255-shutterstock_475298776.jpg

Selain hari raya, tahun baru pun menjadi salah satu momen liburan yang paling dinanti oleh semua orang di dunia. Pergantian tahun memang jadi saat yang tepat untuk berlibur dan menghabiskan waktu bersama keluarga.

Beberapa negara di dunia memiliki tradisi yang biasa dilakukan untuk merayakan malam pergantian baru. Penduduk Indonesia pun memiliki tradisi unik menyambut tahun baru. Berikut ini tradisi perayaan tahun baru unik di dunia yang telah dirangkum dari berbagai sumber, Senin (19/12/2016).

1. Indonesia

Tak lengkap jika merayakan tahun baru di Indonesia tanpa menggunakan terompet dan kembang api. Para remaja biasanya berjalan-jalan keliling kota dengan cara konvoi kendaraan baik menggunakan motor ataupun mobil. Saat tahun baru, beberapa kota besar di Indonesia biasanya mengadakan acara Festival Kembang Api atau konser musik. Konvoi tersebut biasanya dilakukan untuk menambah meriah rangkaian acara yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi. Tak hanya itu, para keluarga di Indonesia pun biasanya mengadakan acara pesta barbecue di malam hari sambil menunggu pergantian tahun tiba.

jakarta-new-year_22B39062EA534BA79EE3F7341F938CDB.jpg

2. Denmark

Denmark memiliki cara unik untuk merayakan tahun baru sebab mereka memiliki tradisi broken plates atau piring pecah yang dilakukan tiap malam tahun baru. Dalam waktu setahun para warga akan mengumpulkan piring-piring tak terpakai untuk kemudian dilemparkan ke pintu rumah temannya di tanggal 31 Desember. Tak ada perasaan tersinggung ataupun mengeluh saat rumahnya dilempari dengan piring-piring bekas tersebut. Mereka yang rumahnya paling banyak terkena lemparan justru diyakini sebagai orang yang ramah dan banyak teman.

new_danish_-year-tradition-broken-plates.jpg

3. Ekuador

Orang ekuador memiliki tradisi membakar orang-orangan sawah pada malam pergantian tahun untuk mencegah kesialan yang datang. Selain itu, mereka pun percaya jika membakar kenangan-kenangan masa lalu di malam tahun baru seperti foto tak menyenangkan bisa mendatangkan keberuntungan. Hmm.. bagaimana dengan foto mantan pacar?

2421-610x360.jpg

5. Meksiko

Di Meksiko, tradisi menggunakan pakaian dalam berwarna-warni di malam tahun baru dipercaya bisa mendatangkan keberuntungan. Tiap warna memiliki arti yang berbeda-beda, lho. Merah melambangkan cinta, kuning melambangkan kekayaan, dan putih melambangkan kedamaian. Pilih warna apa untuk tahun baru nanti?

6. Jepang

Banyak sekali tradisi tahun baru yang dilakukan penduduk Jepang. Tradisi ini dimulai dengan bersih-bersih rumah untuk menyucikan tempat tinggal mereka.  Setelah itu, mereka akan menghabiskan waktu bersama keluarga untuk menikmati sajian-sajian khusus tahun baru yang disiapkan seperti mi soba. Memakan mi soba di malam tahun baru dipercaya dapat membuat seseorang panjang umur. Tradisi lainnya adalah penyucian lonceng yang dilakukan dengan membunyikannya sebanyak 108 kali. Tradisi ini dipercaya dapat membuang segala hal-hal negatif yang ada di diri manusia.

7. Spanyol

Orang spanyol percaya jika bisa memasukkan langsung 12 butir anggur ke dalam mulut di malam pergantian tahun, keberuntungan akan menghampiri Anda di tahun berikutnya. Tradisi ini dikenal dengan nama “Las Doce Uvas De La Buena Suerte”.

8. Belgia

Masyarakat Belgia menyambut tahun baru dengan perayaan pesta keluarga. Biasanya mereka akan membuat pesta yang hanya dihadiri oleh keluarga atau kerabat terdekat. Para tamu akan saling berpelukan dan bertukar kartu ucapan untuk menyambut malam tahun baru. Anak-anak Belgia selalu menyimpan uang jajannya sebelum malam tahun baru tiba agar dapat membeli hadiah tahun baru untuk orangtuanya.

Happy New Years 2017

sumber

Advertisements

Suara “Bus Telolet” Jadi Viral dan Di-remix oleh DJ Dunia

telolet-3.jpg

Fenomena “bus telolet”, yakni suara klakson bus antar kota yang digemari dan membuat anak-anak berkumpul di beberapa titik di Jawa, menjadi viral di dunia. Kata-kata “Om telolet Om” membuat penasaran musisi dunia hingga mereka membuat remix-nya.

kata “Om telolet om” tampak riuh di beberapa media sosial hingga muncul dalam Google Trend. Ditelusuri banyak yang berkomentar “Om telolet om” di beberapa akun Instagram selebriti dunia seperti Gigi Hadid, Kendal Jenner, Taylor Swift hingga presiden AS terpilih Donald Trump!

1475934124922.cached.jpg

Saking banyaknya kata-kata “Om telolet om”, beberapa musisi dunia penasaran dengan artinya. Mereka pun memposting pertanyaan di akun twitter, “Om telolet om”. Seperti yang dilakukan DJ Snake, DJ Zedd bahkan DJ Martin Garrix memposting “What is Om telolet Om?” atau tengok juga musisi DJ duo The Chainsmoker yang memposting “What does om telolet om mean?”.

om-telolet-om-undang-rasa-penasaran-the-chainsmokers-dan-martin-garrix-iQVZLAJoLY.jpg

indonesian-phrase-om-telolet-om-mysteriously-becomes-phenomenon-among-edm-djs-world-of-buzz-5.jpg

hqdefault.jpg

Bahkan duo DJ Firebeatz membuat lagu remix selama 41 detik dari suara bus telolet dan membagikan ke penggemarnya, “Haha as you guys requested, here it is!! #OMTELOLETOM”.

OM TELOLET OM VS FIREBEATZ

Fenomena bus telolet ini juga ditulis oleh situs musik Billboard, yang merangkum keheranan musisi dan selebriti dunia yang bertanya tentang arti kata “Om telolet om”.

“What the hell does ‘om telolet om’ mean? That’s the question on some of dance music’s biggest minds. It happened all at once, around noon on Tuesday, Dec. 20. Without warning and explanation, dance music exploded with tweets of this mysterious phrase,” tulis Billboard edisi 20 Desember 2016.

Billboard lantas mendapatkan jawaban dari follower yang merespons pertanyaan The Chainsmoker arti dari “Om telolet om” itu. Ada yang menyertakan tangkapan layar jawaban seorang pengguna media sosial Indonesia berakun muhamaadyazid yang menjelaskan bahwa fenomena “Om telolet om” itu berasal dari Indonesia, negara di Asia Tenggara. Telolet sendiri adalah bunyi klakson bus yang digemari anak-anak di Jawa.

“Jadi dalam bahasa Inggris itu bahasa sederhananya ‘Sir, honk the bus sir’,” tulis akun muhamaadyazid.

Sumber

Tentang Musik Rap dan Hip-Hop, Sebuah Aliran Musik dan Budaya yang Terasingkan

Music-equipment-1920x1200-1-750x422.jpg

Musik Rap belakangan ini kurang mendapat apresiasi positif dari para penikmat musik, ataupun media massa, dikarenakan stigma dari mereka yang mengaitkan musik Rap dengan unsur kekerasan, seks, atau rasisme. Hal ini juga disebabkan oleh kurangnya perkenalan masyarakat tentang musik Rap sendiri, sehingga diperlukan adanya perkenalan terhadap musik Rap sendiri.

Intinya, adalah “Hip-Hop is something we live, Rap is something we do”. Atau dapat dibilang bahwa Hip-Hop itu merupakan sebuah kultur atau budaya, sedangkan Rap itu merupakan sebuah pekerjaan. Sehingga, muncullah kata dari “rapper”, tidak ada kata “hip-hopper” atau “pe-hip-hop”. Untuk mengenal serta apresiasi lebih dalam mengenai Musik Rap, tentu saja kita harus ketahui lebih dalam tentang Budaya Hip-Hop itu sendiri. Alangkah lebih baik, jika kita mulai dengan mengenal sejarah kultur Hip-Hop tersebut.

058263300_1431458352-iwak3.jpg

Kultur Hip-Hop sendiri sudah ada sejak tahun 70an di Amerika Serikat. Ketika itu, DJ asal Jamaika, yaitu DJ Kool Herc yang mengadakan acara block party di beberapa perumahan setiap malamnya. Hal itu ditujukan untuk menghilangkan lelah setelah beraktivitas, di mana DJ tersebut memutarkan lagu-lagu beraliran jazz, soul atau funk. Kultur Hip-Hop ini sudah mulai mengarah sebagai sebuah gerakan ketika seorang mahasiswa bernama Kevin Donovan ditugaskan oleh PBB untuk berangkat ke Afrika. Di sana, Kevin mempelajari tentang makna persatuan dari kepala suku Zulu. Hal ini juga yang mendorongnya untuk membentuk sebuah gerakan bernama Universal Zulu Nation.

dj-kool-m-cooper.jpg

Lambat laun, budaya Hip-Hop ini tidak hanya menjadi budaya saja, melainkan sebuah gerakan kesadaran. Semakin banyak aktivis hip-hop bermunculan dari berbagai elemen, baik itu rapper, beatboxer, DJ, breakdancer, adan juga para penikmat lainnya. Tetapi, tetap saja di Amerika, masih ada keributan antara ras atau kelompok tertentu. Hal ini pula yang mendorong para aktivis hip-hop itu membentuk sebuah deklarasi yang kelak menjadi salah satu “kitab suci” bagi para pelaku hip-hop sekarang. Deklarasi yang ditandatangani oleh aktivis hip-hop dan disaksikan oleh delegasi PBB serta UNESCO ini dinamakan “Hip-Hop Declaration Of Peace”.

Deklarasi ini memiliki 18 poin, dan dari poin-poin tersebut diantaranya :
1. Hip-Hop merupakan media ekspresi, dan bisa lakukan dengan cara menjadi rapper/MC, bisa dengan breakdance, bisa dengan menjadi seorang DJ atau beatboxer, dan bisa juga dengan menyumbangkan karya-karya lainnya, seperti tulisan untuk pengetahuan, pakaian/fashion, dan kewiraswastaan yagn berhubungan dengan jalanan (Poin 1).

2. Hip-Hop itu menghargai harkat dan martabat manusia, tanpa diskriminasi, atau pada intinya harus melindungi perkembangan hidup manusia, seperti menghargai hukum atau adat-istiadat yang berlaku, menghargai institusi, serta menjauhi kekerasan (Poin 2, 3, 12, 13).

3. Hip-Hop itu menghargai alam dimana kita tinggal ini, yaitu Bumi kita sendiri (Poin 14, 15).

4. Hip-Hop itu harusnya juga memiliki pesan untuk mengenal diri sendiri serta memberikan pendidikan yang baik, dan juga mengajarkan tentang rasa hormat (Poin 5 dan 17).

5. Tidak boleh ada satupun yang bisa menyatakan dirinya sebagai “pionir” atau “legenda” hip-hop selain dia sudah memberikan kontribusi dan memberikan kredibilitas. (Poin 16).

6. Hip-Hop itu tidak melihat dari warna kulit, suku, negara, agama, pekerjaan, budaya ataupun bahasa. Karena, hip-hop itu merupakan sebuah kultur yang mengajarkan kesadaran secara kolektif (Poin 10 dan 11).

Temple_of_Hip_Hop_declaration_of_peace.jpg

Jika kita kembali kepada Musik Rap, tentu saja sebagai bagian dari kultur Hip-Hop, tentu saja musik Rap ini harus menyesuaikan poin-poin di atas. Berarti, musik Rap ini menghargai harkat dan martabat manusia, memiliki pesan untuk mengenal diri sendiri, menghargai institusi, serta tidak boleh ada yang menjadikan dirinya sebagai nomor satu jika belum memberikan kontribusi dan kredibiltas, dan bisa dilakukan oleh semua kalangan, tanpa mementingkan kelompok tertentu. Jadi, dari deklarasi tersebut, dapat disimpulkan bahwa intinya, Musik Rap itu memang harus bersifat edukatif, dengan pesan yang dapat ditangkap semua orang, dan dapat dibawakan dengan cara yang masing-masing. Selain itu, memang musik Rap emang harus bisa menyentuh segala kaum di masyarakat, karena musik ini juga terinspirasi dari kehidupan jalanan yang mementingkan perjuangan hidup.

Musik Rap ini juga merupakan musik yang spesial, karena dibandingkan dengan genre lainnya, yang mengutamakan kualitas suara, seperti pop atau country, atau mungkin mengutamakan kualitas musik pengiring, seperti klasik atau EDM. Tetapi musik Rap ini lebih mengutamakan kepada kualitas lirik, karena musik Rap sebenarnya dipanjangkan sebagai Rhyme And Poetry, atau lebih baiknya Rima, Artikulasi, dan Puisi. Elemen dari mereka semua tentu saja dapat ditemukan dalam bentuk lirik, tentu dengan tidak melupakan pesan-pesan yang ada dalam Deklarasi di atas, yaitu memberikan pesan positif terhadap umat manusia.

Gue bukan tipe rapper yang bikin rima muter/ cuma untuk dapet pujian punya otak pinter/ buat apa cape ngerap kalo pesan lo ga sampe/ lirik sederhana orang mencernanya ga cape/” Lirik dari Explicit Verbal feat. Yomie – Free Wordz
Dalam memperkenalkan musik Rap kepada masyarakat Indonesia, tentu saja tidak harus dengan mengundang orang-orang populer untuk ikut nge-rap, seperti dalam lagu Ganteng Ganteng Swag dari Young Lex dengan beberapa YouTubers. Jika anda tanyakan kepada beberapa fans hip-hop, banyak yang tidak suka dengan lagu tersebut, selain karena videonya mengandung objektifikasi terhadap perempuan dengan mengundang cewek seksi sebagai objek seksual, tetapi liriknya yang tidak menyatu diantara mereka, serta liriknya yang cenderung tidak konsisten. Semua orang bisa menjadi rapper, tetapi mereka juga harus sadar bahwa membuat lirik rap bukanlah pekerjaan yang mudah, harus membutuhkan skill, teknik, dan pendalaman yang besar. Bahkan, saya sendiri masih belajar dalam membuat lirik Rap yang baik dan benar.

“Ada beribu omong kosong tentang dunia/ Argumen para militan dan pendekar buta/ Aku hidup di atas tanah penuh sengketa/ Kala semua ide bertarung sikapi fakta/” Lirik dari Sandy Catapults dalam lagu Jagal Sangkakala – The Anthem.
Meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap musik Rap tidak hanya dimulai dengan mengubah selera para pendengar untuk mengetahui rap yang bagus, tetapi tentu saja harus ada peran dari media musik untuk memperkenalkan makna sebenarnya dari musik Rap. Banyak media yang juga masih jarang memutar lagu rap dalam, hanya memutar lagu rap dengan lirik yang jenaka, bahkan liriknya tidak mendalam seperti puisi, yang harusnya menjadi representasi dari musik Rap tersebut. Logikanya adalah, jika media massa mengapresiasi karya sastra dengan mendalam, mengandung kritik sosial, atau yang dapat dihubungkan dengan kejadian pada remaja, seperti puisi dari Taufiq Ismail, atau karya novel-novel dari A. Fuadi, Kang Abib, atau Tere Liye. Kenapa tidak juga memperhatikan musik RAP yang juga mengedepankan kemampuan berpuisi dan berima?

Sangat banyak rapper dengan kemampuan lirik fantastis yang juga membutuhkan serapan dari media, bukan hanya rapper yang mengusung filosofi swag yang tidak memberikan hal-hal edukatif untuk masyarakat.
Contohnya, ada grup Homicide (sudah bubar) yang memberikan lirik sadis, pendekatan rap dengan musik rock, tetapi memiliki kritik sosial dan politik. Atau, jika memang membutuhkan rap yang santai dan ringan, kita masih punya rapper 8 Ball, yang liriknya fantastis tapi masih dapat diserap oleh masyarakat sekitar karena pembawaannya ringan dan jenaka. Masih ada beberapa talenta lainna yang harus disaksikan jika ingin mengenal musik Rap, mulai dari yang senior seperti Das Aufklarung (X-Calibour juga disarankan), Doyz, Jogja Hip-Hop Foundation. Selain itu juga, masih ada talenta muda yang menjanjikan, seperti Explicit Verbal, JuTassic Park, Muckool, Willy Winarko, Eizy dan banyak lagi.

Jogja_Hip_Hop_Foundation_05_gallery.jpg

“Melacak balik jejak boombox bernyawa di 83/ memori lapangan volley, anatomi senapan rima/ riwayat prosa penebusan kontra-berhala/ menyambat ronta dentuman speaker sebesar jendela/ generasi yang banal lahir dibawah tirani Harto/ berhutang inspirasi pada moonwalk Septian Dwicahyo/ di era LL Cool J merilis ‘Radio”/ dan tivi didominasi omong kosong pidato Harmoko/ serupa preman delapanpuluhan yang bertahan di era Petrus, rap membawa dupa berkawan dengan harkat bertamengkan hasrat/ berkalang sebarisan penjaga nalar dan waras/ Mempelajari Rakim, Kool G Rap, menghitung bar/PE dan militansi rima yang berkobar/ Hidup yang tak pernah lagi sama, pasca semasa/ Straight Outta Compton dan Raising Hell datang menggantang menebus serupa Karbala/” Lirik Morgue Vanguard pada Doyz feat. Mongue Vanguard – Testamen
Jadi, selamat mencari dan mengapresiasi Musik Rap yang edukatif!

Sumber

Nara Rakhmatia, Diplomat Cantik Indonesia Ini “Gertak ” 6 Pemimpin Negara

eight_col_CROPPED.png

Nara Rakhmatia, diplomat muda Indonesia berhasi mencuri perhatian dalam sidang PBB di New York. Perempuan cantik yang akan genap berusia 34 tahun pada Desember nanti itu berhasil membungkam tudingan dari sejumlah kepala negara di Kepulauan Pasifik terkait kondisi HAM di Papua dan Papua Barat.

Dalam sidang PBB tersebut enam negara Kepualauan Pasifik—Vanuatu, Solomon Island, Tonga, Nauru, Marshall Island dan Tuvalu yang blak-blakan menyatakan keprihatinan tentang pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Papua. Negara-negara itu di forum PBB menyerukan kebebasan bagi Papua Barat untuk menentukan nasibnya sendiri.

“Pelanggaran hak asasi manusia di Papua Barat dan mengejar untuk menentukan nasib sendiri bagi Papua Barat adalah dua sisi dari mata uang yang sama. Banyak laporan tentang pelanggaran hak asasi manusia di Papua Barat yang menekankan penguatan hak untuk menentukan nasib sendiri, yang menghasilkan pelanggaran HAM langsung oleh Indonesia dalam upaya untuk meredakan segala bentuk oposisi,” kata Perdana Menteri Solomon Island, Manasye Sogavare pada Sidang PBB Senin (26/9/2016) lalu.

Sedangkan Presiden Marshall Island, Hilda Heine, mendesak Dewan HAM PBB untuk melakukan penyelidikan yang kredibel atas pelanggaran di Papua Barat. Diserang dengan tudingan tersebut, Nara Rakhmatia tidak gentar.

Alumnus perguruan tinggi negeri ibu kota itu menjawab tudingan tersebut dengan tegas dan berani.

”Para pemimpin yang sama memilih bukan untuk melanggar Piagam PBB dengan mencampuri kedaulatan negara lain dan melanggar integritas teritorialnya,” kata Nara seperti dilansir okezone.com, Kamis (29/9/2016).

“Laporan bermotif politik mereka rancang untuk mendukung kelompok-kelompok separatis di provinsi tersebut (Papua Barat dan Papua) yang telah secara konsisten terlibat dalam menghasut kekacauan publik dan melakukan serangan teroris bersenjata,” tukas Nara.

“Ini adalah bentuk pelanggaran kedaulatan dan integritas wilayah negara kami. Hal ini sangat disesalkan dan berbahaya bagi negara-negara ini untuk menyalahgunakan forum PBB, termasuk sidang pada Agustus ini,” lanjut Nara.

“Negara-negara ini menggunakan Majelis Umum PBB untuk memajukan agenda domestik mereka dan bagi beberapa negara menggunakan forum ini untuk mengalihkan perhatian dari masalah politik dan sosial di dalam negeri mereka sendiri,” katanya.

Apa yang dilakukan oleh Nara ini jelas-jelas menampar para pemimpin negara-negara itu. Pasalnya, jawaban atas segala tudingan yang dialamatkan ke Indonesia itu meluncur dari seorang Diplomat Junior.

Nara Rakhmatia Masista adalah jebolan Sekolah Departemen Luar Negeri dan lulus pada tahun 2008. Ia sempat mengecam pendidikan di FISIP UI jurusan Hubungan Internasional dan lulus pada tahun 2002.

Sebelum memutuskan bergabung dengan Kementerian Luar Negeri, Nara menghabiskan waktunya menjadi peneliti di CERIC (Center for Research on Inter-group Relations and Conflict Resolution) dan juga Center for East Asia Cooperation Studies. Setelah bergabung dengan Kementerian Luar Negeri, Nara ditempatkan di Direktorat Kerjasama Antar Kawasan pada Direktorat Jenderal Urusan Asia Pasifik dan Afrika.

Di Kemlu, spesialisasi Nara nampaknya adalah Organisasi Kerjasama Ekonomi Asia Pasific APEC dan sempat menjabat Head of Section for The Budget and Management Committee (BMC) APEC sebelum dikirim ke New York.

Sumber

PENTINGNYA MENERAPKAN PENDIDIKAN ANTI KORUPSI SEJAK DINI

artikel.jpg

Berbicara tentang korupsi sepertinya memang bukan hal yang asing lagi bagi kita sebagai warga negara Indonesia. Kasus korupsi di Indonesia seolah sudah menjadi fenomena sosial yang sulit diberantas karena sudah begitu membudaya di negeri ini. Ya, di Indonesia kasus korupsi memang sudah merajalela di seluruh lapisan masyarakat. Bukan hanya di kalangan para petinggi negara saja tetapi juga sudah menyebar di kalangan masyarakat bawah bahkan anak-anak.
Bangsa Indonesia nampaknya sudah sampai pada batas puncak kesabaran dalam mengatasi masalah korupsi di negeri ini yang menggerogoti seluruh aspek kehidupan. Batas kesabaran itu diwujudkan dalam pencanangan Hari Anti Korupsi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 9 Desember 2004. Namun hingga kini kasus korupsi tak juga kunjung selesai. Ibarat pepatah “menyapu lantai dengan sapu kotor”. Ketika seorang aparat negara ditugaskan untuk memberantas korupsi, bisa jadi dia sendiri juga akan terjerat dalam kasus yang sama. Memberantas kasus korupsi memang bukan hal yang mudah. Kita harus kuat iman dan juga tegas. Jika tidak demikian, bisa-bisa kita sendiri yang akan terjerumus dalam kasus yang sama.
Pengertian korupsi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah, penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara (perusahaan dsb) untuk keuntungan pribadi atau orang lain. Namun definisi tersebut adalah definisi korupsi secara umum. Pada kenyataannya kasus korupsi bukan hanya dalam hal yang berkaitan dengan uang saja, bisa juga dalam hal waktu, tenaga, dan tindakan-tindakan curang lainnya juga dapat dikategorikan sebagai korupsi. Menurut perspektif hukum, definisi korupsi dijelaskan 13 Pasal dalam UU N0. 31/1999 jo. UU N0. 20/2001, korupsi dirumuskan ke dalam tiga puluh bentuk/ jenis tindak pidana korupsi. Ketiga puluh jenis tindak pidana korupsi tersebut, pada dasarnya dapat dikelompokan menjadi; 1. Kerugian keuangan negara, 2. Suap-menyuap, 3. Penggelapan dalam jabatan, 4. Pemerasan, 5. Perbuatan curang, 6. Benturan kepentingan dalam pengadaan serta 7. Gratifikasi.
Kasus korupsi di Indonesia nampaknya sudah berurat dan berakar, sehingga membuat korupsi seakan sulit diberantas di negeri ini. Maka tidaklah mengherankan jika Indonesia masuk dalam deretan negara terkorup setelah Kamboja di kawasan Asia Pasifik. Bahkan saking sulit dan lemahnya kepercayaan publik pada lembaga hukum di Indonesia ini seperti Polri, dan kejaksaan. Sampai-sampai kita harus mendirikan satu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memberantas korupsi di negara kita tercinta ini. Tetapi meskipun demikian, pemberantasan korupsi tidak bisa hanya dengan bergantung pada KPK saja. Pemahaman yang baik tentang korupsi pada anak usia dini akan mendukung pengurangan tingkat korupsi.

52.jpg

Pentingnya Pendidikan Anti Korupsi Sejak Usia Dini

Pendidikan anti korupsi memang harus ditanamkan sejak dini. Dalam hal ini, keluarga memegang peranan penting dalam mendidik dan membentuk akhlak anak. Selain itu, mengenalkan prinsip kebaikan, kebenaran dan kesalehan hidup kepada anak juga menjadi tugas utama bagi orang tua. Jika orang tua telah mengajarkan nilai-nilai kebaikan dan kejujuran pada anak sejak dini, maka saat anak tersebut mulai beranjak dewasa nilai-nilai tersebut akan terpatri dalam jiwa mereka. Dengan demikian keluarga turut andil dalam memberi warna budaya sebuah bangsa, termasuk di dalamnya adalah menciptakan budaya anti korupsi.
Anak-anak merupakan peniru yang ulung. Karena seorang anak belajar bertingkah laku dengan meniru tingkah laku orang lain yang ditransmisikan melalui contoh-contoh, terutama yang datang dari keluarga, lingkungan sekitar dan media massa. Oleh karena itu, teladan yang baik dari seluruh anggota keluarga seperti ketaatan beribadah, berperilaku sopan sesuai budaya dan bangsa, bertindak jujur dalam perkataan dan perbuatan sangatlah penting ditanamkan sejak usia dini. Tetapi meskipun demikian, tidaklah adil rasanya jika teladan itu hanya datang dari keluarga. Pemerintah juga harus turut serta berperan aktif dalam upaya menciptakan budaya anti korupsi pada anak-anak, misalnya melalui Kementerian Pendidikan Nasional dengan memperbaiki kurikulum pembelajaran di sekolah, yaitu dengan tetap memasukkan mata pelajaran budi pekerti di dalam kurikulum sekolah. Selain itu, saat ini sudah banyak contoh sekolah yang memberlakukan kantin kejujuran sebagai upaya untuk menanamkan sikap jujur pada anak didiknya. Hal ini merupakan suatu contoh yang baik untuk membudayakan sikap anti korupsi. Karena kejujuran adalah kunci untuk menjauhkan diri dari tindakan korupsi.

Norma yang Harus Ditanamkan Sejak Usia TK sampai Perguruan Tinggi

Ada beberapa norma yang harus ditanamkan sejak usia TK hingga perguruan tinggi, antara lain adalah:

1. Usia TK anak sudak memahami norma etika apa yang boleh ataupun tidak boleh. Penerapan yang dapat orang tua ajarkan, sebagai pendidikan antikorupsi adalah mengajarkan kepada anak kalau “mencuri itu tidak boleh”.

2. Usia SD anak sudah memahami norma agama bagaimana berperilaku “baik” dan “tidak baik” sehingga guru SD atau kedua orang tua dapat mengajarkan pada anak kalau korupsi itu tidak baik karena dilarang Tuhan.

3. Usia SMP anak sudah memahami norma hukum bagaimana berperilaku “tidak melanggar hukum” dan “melanggar hukum” sehingga guru SMP atau kedua orang tua menekankan kalau korupsi itu melanggar hukum.

4. Usia SMA anak sudah memahami norma psikologis bagaimana perilaku “menyimpang” dan perilaku “ tidak menyimpang” sehingga dapat ditanamkan kalau korupsi merupakan perbuatan menyimpang.

5. Usia perguruan tinggi (PT) adalah bentuk manusia dewasa yang sudah memahami norma sosial bagaimana berperilaku “sesuai norma sosial” dan “tidak sesuai norma sosial”. Sehingga dapat memahami korupsi merupakan perbuatan yang dibenci masyarakat dan hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang antisosial.

Upaya untuk memberantas kasus korupsi di Indonesia sampai benar-benar bersih sampai ke akar-akarnya memang bukanlah hal yang mudah. Namun selalu ada cara selama kita mau berusaha. Menanamkan nilai-nilai budaya antikorupsi pada anak-anak sejak usia dini adalah salah satu caranya. Karena anak-anak merupakan generasi penerus bangsa. Jika sejak kecil mereka suah terbiasa hidup bersih, maka sampai dewasa pun kebiasaan itu akan tetap terpelihara.

Sumber

Baby Rivona Sang ODHA Penyemangat Teman Senasib

Lega, Anak Tidak Tertular meski Suami Positif

baby.jpg

Masa lalu yang kelam membuat Baby Rivona terjangkit HIV/AIDS. Namun, itu tak membuatnya putus asa. Dia tetap menjalani hidup dengan semangat. Dia menikah dengan sesama pengidap HIV dan punya anak. Tetapi, berkat upayanya yang gigih, tak satu pun anaknya tertular.

baby-rivona.jpg

Penampilan Baby tidak seperti mereka yang sedang sakit serius. Pembawaannya riang, ceria, bahkan sering melontarkan guyonan. Rambutnya disemir semu cokelat dengan beberapa gelang dari anyaman tali di pergelangan tangan kanan. Ibu dua anak tersebut tak terlihat sedang menanggung penyakit berat yang bisa melumpuhkan sistem kekebalan tubuhnya.

’’Saya ingin memberikan pemahaman bahwa HIV/AIDS tidak akan pernah mencuri semangat hidup kita,’’ kata Baby saat ditemui di sekretariat Ikatan Perempuan Positif Indonesia (IPPI) di Menara Topas, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, kemarin (26/10).

Ruangan IPPI lumayan mungil. Seukuran 4 x 4 meter persegi. Tetapi, ruangan mungil itu tak membuat kiprah organisasi yang didirikan Baby tersebut menjadi terbatas. Dia memiliki jaringan aktivis HIV/AIDS dari berbagai pelosok daerah. Bahkan, sebelum IPPI, dia mendirikan Permata (Perempuan Medan Tegar) untuk ODHA (orang dengan HIV/AIDS) di kawasan Sumatera Utara.

Selain aktif memberikan sosialisasi agar masyarakat tidak paranoid dengan HIV/AIDS, Baby getol menyosialisasikan bahwa para ODHA juga bisa memiliki anak yang negatif HIV/AIDS. Caranya, penanganan prakehamilan dan terapi ARV (antiretroviral, obat untuk menekan perkembangan virus HIV pada ODHA). Jika sang ibu tidak mengalami infeksi selama kehamilan, sangat mungkin jabang bayi tak diwarisi virus tersebut.

Baby mencontohkan pengalaman dirinya. Di tengah aktivitas advokasi ODHA di Medan, dirinya bertemu soulmate-nya di Medan. Dia mengetahui bahwa calon suaminya tersebut positif HIV. Namun, mereka tetap memutuskan untuk menikah pada 2006.  ’’Saat lagi ngobrol-ngobrol itu, kami bercanda gimana ya kalau kita punya anak,’’ ujarnya lantas terkekeh.

Suami Baby sempat khawatir. Sebab, virus di tubuh mereka bisa ikut bermigrasi kepada anaknya. Sang suami cemas si anak akan kaget dan down begitu lahir membawa virus mematikan tersebut. ’’Saya justru santai. Di luar negeri, anak-anak positif HIV tetap bisa hidup sampai usia 20-an tahun. Sekarang juga ada ARV yang berbentuk sirup,’’ jelas lulusan Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Bandung pada 1994 tersebut.

Mereka berdua akhirnya bersepakat untuk memiliki keturunan. Namun, mereka berusaha agar anaknya tidak ikut-ikutan positif HIV. Sebelum hamil, Baby rutin menjalani terapi ARV. Dia juga terus menjaga kondisi tubuhnya agar terhindar dari penyakit-penyakit yang bisa menimbulkan infeksi.

Akhirnya, suatu ketika dia terlambat haid. Perempuan 43 tahun itu lantas memeriksakan diri ke dokter. Dia khawatir terjadi infeksi pada tubuhnya. Dokter kemudian menyatakan bahwa kandungan Baby sudah berusia tiga bulan. ’’Saya kaget. Ternyata, becandaan kita jadi beneran,’’ katanya lantas tersenyum.

Tak ingin jabang bayi mewarisi virus, Baby terus kontrol kesehatan. Dia juga melanjutkan terapi ARV. Jangan sampai konsumsi obat dua kali dalam 24 jam itu terlambat. Sebab, selain jabang bayi bisa terancam, virus tersebut bisa jadi resistan alias kebal terhadap obat-obatan. Akhirnya, pada 2009, bayi cowok tersebut lahir. Yang membuat mereka sangat bahagia, bayi itu ternyata negatif HIV.

Sang suami gembira bukan main. Kekhawatirannya selama ini tidak terbukti. Begitu juga Baby. Memiliki anak negatif HIV dari pernikahan sesama ODHA sangat berarti bagi dirinya.  ’’Anak saya negatif, bagi saya sudah alhamdulillah banget,’’ katanya.

Saat baru lahir, Baby meminta dokter untuk mengetes anaknya dengan pemeriksaan viral load alias tes HIV RNA. Tes tersebut menguji muatan virus di dalam darah bayi. Hasilnya negatif. Baby sengaja tidak memeriksa anaknya dengan tes HIV ELISA (Enzyme Linked Immunosorbent Assay) alias tes uji kekebalan tubuh. Untuk bayi di bawah usia 18 bulan, tes tersebut biasanya kurang akurat.  Sebab, kekebalan tubuh bayi biasanya masih mengikuti sistem ibu yang mengandung.

Setelah lebih dari 18 bulan, saya tes pakai ELISA lagi. Ternyata juga negatif. Sebab, setelah lebih dari 18 bulan, sistem kekebalan tubuh mereka sudah mandiri, tidak ikut ibu yang mengandung dia,’’ jelasnya.

Treatment untuk memiliki anak negatif HIV, kata Baby, sudah berkembang jauh. Dulu, cara untuk memiliki anak negatif diatur ketat. Di antaranya, harus melalui caesar dan tidak boleh disusui ibu ODHA. Sekarang perkembangan medis membuatnya lebih mudah. Proses kelahiran bisa dilakukan secara alamiah.

Para dokter tersebut sering memaksa ODHA yang bersangkutan. Jika tidak bersedia, mereka akan meminta kerabat atau para pengantar meneken surat tersebut. Karena banyaknya kasus itu, Baby sampai melapor ke Komnas HAM. “Setiap orang berhak dong punya keturunan,” tegasnya.

Dia memahami, para tenaga medis tersebut berupaya menekan perkembangan ODHA. Namun, bukan begitu caranya. Lagi pula, ODHA juga bisa memiliki anak negatif HIV.

 

Sumber.