Ini Penampilan Terakhir Chester Bennington Saat Konser di Inggris

1693457855.jpg

Kabar duka cita datang dari industri musik internasional. Vokalis grup band Linkin Park, Chester Bennington meninggal dunia dalam usia 41 tahun.

TMZ mengatakan bahwa Bennington diketahui mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di kediamannya di Palos Verdes pada Kamis (20/7/2017).

Kepergian Bennington menyisakan duka mendalam, khususnya bagi industri musik internasional, juga bagi para personel Linkin Park lainnya.

Apalagi, Linkin Park dijadwalkan akan melanjutkan tur dunia One More Light mereka. Di album ini, salah satu singel mereka, yakni “Heavy”, masuk ke dalam tangga lagu 40 besar.

Untuk diketahui, Bennington melakukan konser terakhirnya bersama Linkin Park pada 6 Juli lalu di Barclaycard Arena, Birmingham, Inggris. Pada video di bawah ini, tampak Linkin Park memersembahkan dua lagu terakhir di konser itu.

Ada “Papercut” dari album debut mereka Hybrid Theory dan “Bleed It Out” singel kedua mereka dari album Minutes to Midnight yang dirilis pada 2007.

Dalam video yang direkam oleh penggemar ini, tampak Bennington sebagai elemen utama di dalamnya. Sementara dirinya menyanyi, para penonton menikmati penampilannya.

Setelah penampilan mereka usai, Bennington menjadi member terakhir yang meningalkan panggung. Ia melambaikan tangan, sementara para penonton bertepuk tangan riuh.

Sebelumnya diberitakan, di sisa hidupnya, Bennington diketahui memiliki masalah dengan obat-obatan terlarang dan kecanduan alkohol. Dia menikah dan dikaruniai enam anak.

Sumber

Advertisements

Rayakan Hari Anak Nasional, Anak Indonesia Ditantang Jadi Pelopor dan Pelapor

ad6e3-9e78f-han-23-juli-2017.jpg

Rabu (19/7), rangkaian kegiatan telah dimulai di Pekanbaru, Riau guna memperingati Hari Anak Nasional 2017  yang akan jatuh pada tanggal 23 Juli mendatang.

Sekitar seribu orang akan mengikuti kegiatan Forum Anak Nasional 2017 (FAN 2017) yang terdiri dari 748 orang peserta, 525 orang yang terpilih dari kabupaten/kota seluruh Indonesia, 68 orang pendamping atau mentor yang mewakili 34 provinsi, dan 66 anak LO atau perwira penghubung yang merupakan alumni Forum Anak.

fan-2017_20170720_091005.jpg

Kegiatan dimulai dengan Pembukaan FAN 2017 dengan tema “Cinta Tanah Air Melalui Kebhinekaan Dalam Keberagaman Budaya Menuju Persaudaraan dan Kerukunan” yang dibuka resmi oleh Wakil Gubernur Riau H. Wan Thamrin Hasyim, serta didampingi Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Lenny Rosalin.

Tema ini dipilih oleh anak-anak dengan semangat dan kesadaran mereka akan keberagaman yang ada, mulai dari Sabang sampai Merauke, untuk meraih persatuan dan menciptakan lingkungan yang ramah bagi anak.

fan-2017_20170720_091051.jpg

Forum Anak sendiri merupakan organisasi atau lembaga sosial bagi anak-anak yang belum berusia 18 tahun, dimana anggotanya merupakan perwakilan dari kelompok anak atau kelompok kegiatan anak yang dibina oleh pemerintah sebagai media untuk mendengar dan memenuhi aspirasi, keinginan, dan kebutuhan anak dalam proses pembangunan.

FAN 2017 akan diselenggarakan mulai 19-22 Juli 2017 dan diisi oleh berbagai rangkaian acara seru dan tentunya menambah wawasan yang bermanfaat bagi semua anak.

“Saya berharap anak-anak dapat membekali ilmu dan belajar dari para narasumber dan fasilitator, serta berbagi pengalaman dengan anak-anak dari wilayah lain yang belum bisa hadir mengikuti kegiatan ini,” ucap Lenny.

“Kalian akan menjadi agen perubahan (agent of change) dan diharapkan dapat menjadi Pelopor dan Pelapor (2) apabila melihat segala sesuatu yang tidak layak dialami oleh anak-anak untuk ditindaklanjuti oleh orang dewasa,” tambahnya.

FAN 2017 diharapkan dapat mengajak anak-anak untuk terlibat dalam proses pengambilan keputusan sesuai kebutuhan dan keinginan mereka.

Suara mereka perlu menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam proses pembangunan negeri.

Hasil diskusi mereka akan terkristal dalam sebuah Suara Anak Indonesia 2017 yang akan dibacakan saat puncak acara Hari Anak Nasional pada 23 Juli mendatang di hadapan Presiden RI, Joko Widodo.

Selain itu, lewat kegiatan ini juga dapat terpilih delegasi anak Indonesia untuk Asean Children Forum dan menjamin keberlangsungan Forum Anak pada tahun-tahun mendatang.

Sumber.

Manfaat Mengenalkan Anak Bermusik Sejak Dini

anak-bermain-musik.jpg

Bukan hanya mendengar musik, anak pun butuh keterampilan memainkan musik. Di usia sekolah atau prasekolah, anak sudah perlu mendapatkan pengenalan dini terhadap musik. Bukan sekedar pandai bernyanyi mengikuti lagu, tapi belajar memainkan sebuah instrumen. Mengapa? Karena terdapat sejumlah manfaat penting yang akan berpengaruh juga pada kehidupan serta persiapan dirinya kelak. Berikut manfaat yang bisa didapat dari mengajarkan anak bermusik sejak dini:

Mengembangkan Keterampilan Fisik

Instrumen tertentu seperti perkusi, akan membantu anak mengembangkan koordinasi dan keterampilan motorik yang umumnya terletak pada gerakan tangan, lengan, dan kaki. Jenis ini baik dikuasai oleh anak yang sangat aktif. Selain itu, instrumen string dan keyboard seperti biola dan piano cenderung menuntut gerakan berbeda dari tangan kiri dan kanan secara bersamaan. Ini akan mengembangkan keterampilan tangan sekaligus melatih anak tetap merasa nyaman meskipun mereka sedang berada pada keadaan yang tidak nyaman.

Meningkatkan Kemampuan Akademis

Musik dan matematika memiliki hubungan erat. Dengan memahami beat, ritme, dan skala, anak akan lebih paham bagaimana membagi, membuat fraksi, juga mengenali pola.

Saat anak beranjak besar, mereka akan mulai membaca lagu. Secara langsung ini akan melatih memori jangka pendek dan panjangnya untuk mengingat. Metode mengingat tersebut nantinya bisa mereka gunakan untuk mengingat juga banyak hal lain.

Bahkan beberapa penelitian menyebutkan bahwa di usia lebih besar anak yang bermain musik lebih memahami pelajaran fisika dasar. Misalnya, memetik senar pada gitar atau biola mengajarkan anak tentang getaran harmonik dan simpatik. Bahkan instrumen non-string seperti drum, bisa memberinya kesempatan untuk menjelajahi prinsip-prinsip ilmiah.

Memupuk keterampilan sosial

Ketika berlatih musik, pada saatnya anak akan belajar caranya berinteraksi dan berkomunikasi. Misalnya saja untuk menyeimbangkan musik, mereka akan mendengar pelan-keras serta cepat-lambat sebuah nada sehingga terlatih menyesuaikan diri.

Ini juga berlaku pada kelompok musik. Saat anak menciptakan melodi, mereka akan mulai belajar bekerja sama dalam tim untuk menghasilkan musik yang enak didengar.

Di kemudian hari, mereka akan butuh pengajaran ini dalam kehidupan bermasyarakat. Salah satunya untuk belajar menciptakan interaksi yang baik dalam memecahkan permasalahan.

Melatih Disiplin dan Kesabaran

Bermusik bukan hanya belajar untuk bisa memainkan instrumen, tapi juga melatih tangan dan perasaan agar mahir “menyuarakan” musik. Pasti ada perbedaan besar antara memainkan musik dengan lembut karena terlatih, dengan permainan yang terdengar kasar hanya karena bisa memainkan musik.

Nah, di sinilah disiplin berlatih akan membina kesabaran anak untuk selalu mengupayakan berlatih serta mengulang banyak hal.

Anak yang bermusik secara individu, pasti butuh waktu lama hingga akhirnya mahir memainkan musik. Begitu pula anak yang tergabung dalam kelompok musik. Untuk bisa bermain sendiri, mereka akan belajar menunggu giliran sehingga terlatih menunggu sekaligus menghormati rekannya.

Meningkatkan Perbaikan Diri

Ketika berlatih sebuah instrumen, anak akan belajar menerima dan memberi kritik yang membangun demi perbaikan kualitas bermusiknya. Hal ini sangat positif untuk meningkatkan rasa percaya dirinya.

Selain itu, mereka juga akan memahami bahwa tidak ada hal yang sempurna karena kesalahan bisa saja terjadi, dan segalanya pasti butuh usaha. Jika nantinya anak diajar konsisten untuk bermusik, maka mereka pun secara langsung dipersiapkan untuk memiliki keterampilan yang membuatnya menonjol.

Memperluas Wawasan

Tiap jenis musik memiliki sejarah, dan anak usia dini akan lebih tertarik mengetahui hal ini.

Sambil mempelajari instrumen, memberi anak pengetahuan soal musik akan mempermudahnya menyerap pengetahuan sehingga akan membuka pikirannya soal budaya dari seluruh belahan dunia dan berbagai jenis musik. Ini akan membuatnya kaya pengetahuan dan semakin kaya pula dalam bermusik.

Pertimbangan Memilih Instrumen yang Tepat Bagi Anak

Akhirnya, instrumen yang dipilih untuk anak haruslah mempertimbangkan beberapa faktor:

1. Apakah anak tampak tertarik pada salah satu instrumen, atau bahkan beberapa instrumen? Biarkan anak yang memilih sendiri apa yang disukainya.

2. Apakah instrumen yang dimainkan terasa menantang bagi anak, dan bagi orangtua saat mendengarnya?

3. Apakah emosi anak tersalur lewat instrumen yang dimainkannya?

4. Apakah orangtua mampu menyediakan instrumen pilihan di rumah? Karena bagaimana pun, anak butuh banyak berlatih jika ingin bisa menguasai alat musik yang dimainkannya.

Para ahli sejauh ini tidak setuju menetapkan apa jenis musik yang perlu dimainkan anak, karena pada dasarnya hasrat bermusik terletak pada diri anak. Namun begitu, banyak pengajar musik yang setuju bahwa sebaiknya sejak awal anak dikenalkan pada pilihan piano, gitar, biola, atau drum sebagai bentuk pilihan bijak.

Sumber.