Pemenang Serenata Gathering Concert Part II

 

 

Serenata PMC Gathering Concert part II  (SPMC GC part II) diselenggarakan di Mall Ciputra Cibubur pada tanggal 28 Oktober 2017. Acara ini telah sukses mengusung tema dress code yang sangat menarik yaitu Halloween Theme. Para peserta SPMC GC 2017 part II terlihat sangat menarik dengan mengunakan kostum halloween-nya dan tidak lupa menggunakan riasan-riasan yang unik dan seru. Tidak hanya peserta, tetapi para guru serta tim manajemen Serenata PMC juga mengunakan baju ataupun hiasan bernuansa halloween.

SPMC Gathering Concert memiliki beberapa kategori juara sebagai berikut :

  • SAC
  • SC
  • Runner Up
  • Best Pop
  • Best Classic
  • Fav Work
  • Best Dress

 

Sesi I

Sesi I dimulai dengan anak-anak berusia dini – 5 tahun. Walau terbilang usia di sesi ini sangat muda, tapi untuk kemampuan mereka tidak usah diragukan lagi. Dengan mengunakan alat musik yang beragam baik piano, drum, maupun vocal serta kostum yang sangat meriah mereka bisa memukau para juri dan penonton yang menyaksikan acara ini.

PEMENANG SESI I

  • SOLO CONTEST  dimenangkan oleh Marciana dengan usia 5 tahun membawakan ‘Minuet in G’ (Piano)
  • SOLO ACCOMPANINMENT CONTEST dimenangkan oleh Jemima dengan usia 2 tahun membawakan ‘Marry Had a Little Lamb’ (Piano)
  • RUNNER UP dimenangkan oleh Akhindra dengan usia 5 tahun membawakan ‘Steal My Girl’ (Drum)
  • BEST POP dimenangkan oleh Katrin dengan usia 5 tahun membawakan ‘Edelweiss’ (Vocal)
  • BEST DRESS dimenangkan oleh Katrin

 

Sesi II

Setelah melihat sesi I dengan adik-adik berusia dibawah 5 tahun,  sekarang berlanjut di sesi II dengan usia 6-7 tahun. Peserta di sesi II ini terbilang lebih ketat persaingannya karena peserta yang sangat banyak. Pokoknya seru banget!! Permainan para peserta sesi II ini sangat memukau sampai-sampai para pengunjung tidak menyangka bahwa mereka dalam usia yang masih sangat belia.

PEMENANG SESI II

  • SOLO CONTEST dimenangkan oleh Jacinda dengan usia 6 tahun membawakan ‘When The Saints Go Marching In’ (Piano)
  • SOLO ACCOMPANINMENT CONTEST dimenangkan oleh Sergio dengan usia 7 tahun membawakan ‘Hysteria’ (Drum)
  • RUNNER UP dimenangkan oleh Jenisha dengan usia 7 tahun membawakan ‘Minuet in G’ (Piano)
  • BEST POP dimenangkan oleh Stevania dengan usia 6  tahun membawakan ‘Love Your Self’ (Piano)
  • BEST CLASSIC dimenangkan oleh Alarik dengan usia 6 tahun membawakan ‘Tarantella in D Minor’ (Piano)
  • FAVORITE WORK dimenangkan oleh Faith dengan usia 7 tahun membawakan ‘Greensleves’ (Piano)
  • BEST DRESS dimenangkan oleh Jacinda

 

Sesi III

Setelah sesi I dengan adik-adik dibawah 5 tahun, dan sesi II dengan adik-adik berusia 6-7 tahun, sekarang giliran sesi III dengan usia 12-13 tahun. Para peserta sesi III ini berhasil menyihir para pengunjung mall dengan permainan yang sangat keren dan juga kostum mereka yang begitu  memukau, sehingga banyak para pengujung menyempatkan diri untuk berhenti dan menonton sesi III ini hingga selesai. Mereka sangat terhibur loh!!

PEMENANG SESI III

  • SOLO CONTEST dimenangkan oleh Steven dengan usia 13  tahun membawakan ‘Fraccion By Jaya Suprana’ (Piano)
  • SOLO ACCOMPANINMENT CONTEST dimenangkan oleh Aqila dengan usia 12 tahun membawakan ‘Something Just Like This’ (Drum)
  • RUNNER UP dimenangkan oleh Steffanus dengan usia 13 tahun  membawakan ‘Just The Two Of Us’ (Saxo)
  • BEST POP dimenangkan oleh Djenar dengan usia 13 tahun membawakan ‘Make You Feel My Love’ (Vocal)
  • BEST CLASSIC dimenangkan oleh Nadya dengan usia 13 tahun membawakan ‘Spinning Song’ (Piano)
  • FAVORITE WORK dimenangkan oleh Joy dengan usia 13 tahun membawakan ‘Perfect’ (Piano)
  • BEST DRESS dimenangkan oleh

 

 

Akhir kata terimakasih atas kepercayaan orangtua siswa/i Serenata PMC, telah menyempatkan waktu untuk menemani dan memberikan support bagi siswa/i yang telah tampil.

Nantikan berbagai event Serenata PMC di tahun 2018 yang tidak kalah serunya dengan berbagai event di tahun 2017 ini.  Tentunya Serenata PMC masih terus merangkul siswa/i yang ingin bergabung belajar musik bersama kami.

 

Sampai ketemu lagi di event selanjutnya.

IMG_9651.JPG

Advertisements

Perkenalan Orkestra

orkestra

 

 

Orkestra adalah kelompok musisi yang memainkan alat musik bersama. Mereka biasanya memainkan musik klasik. Orkestra yang besar kadang-kadang disebut sebagai “orkestra simponi”. Orkestra simponi memiliki sekitar 100 pemain, sementara orkestra yang kecil hanya memiliki 30 atau 40 pemain. Jumlah pemain musik bergantung pada musik yang mereka mainkan dan besarnya tempat mereka bermain.

Orkestra

Orkestra adalah sebuah grup yang terdiri dari musisi-musisi yang memainkan alat-alat musik. Dalam Yunani kuno, orkestra berarti area antara tempat duduk penonton dan panggung, yang digunakan oleh penyanyi koor dan pemain musik. Kata orchestra dalam bahasa Yunani diterjemahkan sebagai tempat menari. Di beberapa teater, istilah orchestra merujuk ke tempat-tempat duduk di depan panggung, atau yang sering disebut dengan primafila atau platea. Tetapi istilah ini lebih tepat disebut dengan panggung atau aula konser.

Orkestra mulai muncul pada abad ke-15 dan ke-16. Pada zaman itu, orkestra terbentuk karena adanya suatu kebutuhan dari para bangsawan. Bangsawan-bangsawan tersebut menyewa beberapa orang musisi untuk memainkan musik di pesta-pesta dansa mereka. Setelah ada perkembangan dalam dunia teater khususnya opera di awal abad ke-17, orkestra makin dikenal oleh masyarakat, karena orkestra bermain mengiringi opera dalam pentas-pentas yang ada. Sejak itu, lagu-lagu dibuat untuk dimainkan dalam sebuah grup, dan akhirnya muncullah banyak komposer yang berkarya untuk opera. Contoh musisi pada zaman itu antara lain Henry Purcell dari Inggris, dan Jean-Baptiste Lully dari Prancis.

Pada abad ke-17 dan ke-18, orkestra-orkestra kecil terdiri dari musisi-musisi yang tersedia. Orkestra tersebut dipimpin oleh seorang komposer. Para komposer itu memiliki gaya yang berbeda-beda dalam merekrut anggota-anggotanya. George Frideric Handel, komposer asal Jerman, hanya memilih musisi-musisi terbaik yang ada. Sedangkan Johann Sebastian Bach, yang juga berasal dari Jerman, merekrut hampir semua musisi yang ada di kotanya.

Lama-kelamaan, para bangsawan ini mulai secara rutin menyewa jasa musisi-musisi yang tergabung dalam orkestra untuk bermain di rumah peristirahatan mereka. Joseph Haydn, seorang komposer asal Austria yang juga disebut sebagai Bapak Simfoni, memiliki anggota tetap untuk bekerja sama.

Namun, di saat yang sama, ada juga pemusik-pemusik yang berkeliling dari kota ke kota lainnya, sambil menciptakan suatu karya yang dapat memamerkan kehebatannya bermain musik.

Pada abad ke-18, semakin banyak komposer yang memiliki orkestra sendiri untuk menunjukkan karyanya kepada masyarakat, dan mereka sering disebut dengan “Academy”. Pada tahun 1781, Leipzig Gewandhaus Orchestra terbentuk dan pengorganisasiannya dilakukan oleh perkumpulan orang-orang yang memperdagangkan tiket konser. Hal ini kemudian menjadi tren yang terus diikuti sampai abad ke-19.

Orkestra-orkestra yang terbentuk pada masa itu antara lain Boston’s Handel dan Haydn Society yang dibentuk pada tahun 1815, New York Philharmonic dan Vienna Philharmonic pada tahun 1842, dan the Halle Orchestra tahun 1858 di Manchester.

Pada tahun 1803, seorang konduktor bernama Francois Antoine Habeneck mengembangkan teknik-teknik dalam orkestra, salah satunya adalah dengan melatih instrumen string terpisah dari alat musik lainnya. Teknik lainnya adalah teknik memberi tanda masuk kepada pemain yang akan memainkan bagiannya. Teknik-teknik ini kemudian tersebar ke seluruh Eropa dalam setiap pertunjukkan orkestra.

Symphony orchestra atau philharmonic orchestra adalah sebuah orkestra yang beranggotakan sekitar 100 orang. Sebuah orkestra kamar (orkestra yang lebih kecil) bisa beranggotakan 50 orang, dan ada juga yang lebih sedikit daripada jumlah tersebut. Namun, jumlah anggota pasti yang digunakan di orkestra berbeda-beda, tergantung pada karya yang dimainkan dan juga luas tempat konser.

Alat musik yang dimainkan dalam orkestra simfoni biasanya berupa alat musik gesek atau string, tiup antara lain woodwind dan brass, dan pukul atau perkusi. Dalam alat musik gesek atau string, dapat dibagi menjadi empat alat musik, yaitu biola atau violin, biola alto atau viola, cello, dan double bass atau kontra bass. Di seksi alat musik tiup, khususnya di bagian woodwind, dibagi lagi menjadi empat alat musik utama yaitu flute, oboe, clarinet, dan bassoon. Di bagian brass yang sering digunakan adalah horn. Dalam alat musik perkusi, biasanya yang digunakan adalah timpani. Perbedaan dari alat musik tiup woodwind dengan brass adalah suara yang dihasilkan, dan juga bahan pembentuk instrumen tersebut. Woodwind terbuat dari kayu, dan karena sekarang sudah tidak mudah lagi untuk menemukan kayu yang baik maka bahan pembuatnya diganti menjadi logam, tetapi jenis suara yang dihasilkan tidak jauh berbeda dari aslinya. Brass terbuat dari kuningan, dan suara yang dihasilkannya lebih berat dan keras daripada alat musik tiup woodwind.

Instrumen-instrumen tersebut merupakan instrumen yang selalu digunakan dalam orkestra simfoni. Selain itu, ada juga alat-alat musik tambahan yang tidak wajib digunakan, namun masih dapat dikatakan standar dalam orkestra. Untuk alat musik gesek/string, tambahannya adalah harpa. Untuk alat musik tiup woodwind, instrumen tambahannya adalah piccolo, English horn, bass clarinet, dan kontrabassoon. Untuk alat musik tiup brass, ada beberapa tambahan yaitu trumpet.

 

Sumber

Mnet Asian Music Awards

 

 

 

mnet 2017The Mnet Asian Music Awards (commonly abbreviated as MAMA) is one of the major K-pop music awarding ceremonies held annually by CJ E&M through its music channel Mnet. The annual music event is broadcast to South Korea, China, Japan, Indonesia, Canada, Singapore, Taiwan and the United States.

he Awards began in 1999 under the name “Mnet Km Music Festival” (MKMF). At that time, it was the first and only Korean music video awards ceremony. After its 10th year anniversary in 2008, the award-giving body was renamed to “M.net Asian Music Awards” or simply “MAMA” in 2009. This marked a change in concept and the way they will handle how people may vote for which artists win the awards. It started its broadcast live in China, Japan, Hong Kong and Southeast Asia through Channel V International.

In 2010, the event was held outside of South Korea for the first time. The 12th annual event was held at the Venetian Resort Macao in Macao, China and aired live in many countries. BoA, who won the “Best Female Solo Award”, was not present in the ceremony due to her music agency’s, S.M. Entertainment, controversies with Mnet Media. In addition, CNBLUE, 2AM, Jo Kwon, Ga-In who all won awards were not broadcast due to lack of attendance.

Their slogans were changed from “Asian Wave” and “One Asia” in 2009 and 2010 respectively, until it becomes “Music Makes One” from 2011 until the 2016, and next slogan is “MAMA Makes One” from 2017 until the future. Their slogans mean to spread their main objective to bring people together through music despite their different genre, origins, cultures, languages, or country.

Milestones

  • 1999: The “Mnet Km Music Festival” (MKMF) was established and launched. The daesang awards include the “Music Video of the Year” and “Most Popular Music Video”.
  • 2006: The former daesang (or grand prize) award categories “Music Video of the Year” and “Best Popular Music Video” were changed to “Album of the Year”, “Song of the Year” and “Artist of the Year”.
  • 2009: The former name was changed to “M.net Asian Music Awards” (MAMA).
  • 2010: The event ceremony did not take place in South Korea for the first time, but in Macao, China.
  • 2012: The event marked the most awards given in one night. 19 Competitive awards and 18 Special awards (37 in total) were presented.

Former name

  • Mnet Video Music Awards (Mnet 영상음악대상, 1999)
  • Mnet Music Video Festival (MMF, 2000–03)
  • Mnet Km Music Video Festival (MKMF, 2004–05)
  • Mnet Km Music Festival (MKMF, 2006–08)
  • Mnet Asian Music Awards (MAMA, 2009–present)

 

Sumber

Selamat Hari Guru

Puisi Hari Guru Nasional Terbaik

 

 

Setiap tanggal 25 November itu diperingati sebagai hari guru. Loopers bertanya-tanya ya kenapa kok tercetus tanggal itu? Kan sudah ada hari pendidikan? Ngapain masih ada Hari Guru Nasional segala? Ini nih kupasan lengkapnya mengenai Hari Guru Nasional yang jatuh pada tanggal 25 November ini.

Perkumpulan guru sejak pemerintahan Belanda

Loopers, ternyata Hari Guru Nasional ini sudah dicetuskan sejak tahun 1994 lalu dengan tertulisnya keputusan presiden, yaitu Kepres No. 78 Tahun 1994 dan juga ditulis di UU No. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen yang menetapkan tanggal 25 November merupakan hari guru nasional yang diperingati bersamaan dengan ulang tahun PGRI. Hari Guru Nasional ini diperingati setiap tanggal 25 November setiap tahunnya namun sayangnya pada hari itu nggak ada peringatan khusus di hari penting ini. Maka dari itu, wajar aja kalau banyak orang yang belum tahu banyak tentang hari nasional ini.

Nama perkumpulan guru sebenarnya sudah ada sejak jaman pemerintahan Belanda, yang diberi nama dengan Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) pada tahun 1912. Perkumpulan ini beranggotakan guru bantu, guru desa, kepala sekolah dan lainnya. Lalu, karena para guru sangat ingin sekali mendirikan negara sendiri, mereka mengubah nama menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI) pada tahun 1932.

Terbentuknya Persatuan Guru Indonesia

Lalu, hari guru ini tercetus sejak 2 bulan setelah kemerdekaan Indonesia, yakni tanggal 24 sampai 25 November 1945. Para guru membentuk kongres guru untuk mendukung kemerdekaan Indonesia di kota Surakarta. Kongres ini merupakan tempat berkumpulnya para guru yang berjuang mempertahankan pendidikan di Indonesia ditengah penjajahan. Mereka adalah guru yang masih aktif mengajar, pensiunan para pejuang, pegawai pendidikan dan lainnya.

Tercetusnya Hari Guru Nasional

Lalu, pada tanggal 25 November 1945 mereka menyebutnya dengan nama PGRI atau Persatuan Guru Republik Indonesia. Sayangnya, belum ada keputusan resmi dari para pemerintah saat itu untuk menjadikan sebagai hari resmi nasional. Hingga pada tahun 1994, di situs resmi PGRI ini tercetuslah hari guru nasional yang diperingati setiap tanggal 25 November. Tercetusnya hari guru ini karena untuk mengenang jasa dan perjuangan para guru memperjuangkan pendidikan rakyat Indonesia dan kemerdekaan Indonesia.

Hari guru nasional ini dicetuskan karena para guru yang berjuang demi pendidikan Indonesia. Mereka bahkan rela kurang diperhatikan oleh pemerintah agar rakyat Indonesia dapat mengenyam bangku pendidikan yang layak. Terima kasih, Guru!

 

 

Sumber

Pemenang Ami 2017

ami awards logo

 

Siapa saja yang keluar jadi pemenang di ajang AMI Awards 2017 ini? Berikut adalah nominasi dan pemenang dari setiap kategori.

Nomine Artis Solo Wanita Pop
Agnez Mo – Sebuah Rasa (Single ‘Sebuah Rasa’)
Bunga Citra Lestari – Aku Wanita (It’s Me BCL)
Isyana Sarasvati – Cinta Pertama (EXPLORE! Special Edition)
Rossa – Cinta Dalam Hidupku (A New Chapter)
Yura Yunita – Intuisi (Single ‘Intuisi’)

Artis Solo Pria Pop
Afgan – Jalan Terus (Sides)
Anji – Bidadari Tak Bersayap (Single ‘Bidadari Tak Bersayap’)
Ari Lasso – Dunia Maya (Single ‘Dunia Maya’)
Judika – Jadi Aku Sebentar Saja (Judika)
Vidi Aldiano – Definisi Bahagia (Persona)

Duo/Grup Pop
Armada – Asal Kau Bahagia (Maju Terus Pantang Mundur)
D’MASIV – Dengarlah Sayang (D’MASIV)
Geisha – Cinta Itu Kamu (Single ‘Cinta Itu Kamu’)
Gigi – Adu Domba (Setia Bersama Menyayangi & Mencintai)
Nidj i– Bila Bersamamu (Love,Fake & Friendship)

Kolaborasi Pop
Gamaliel Audrey Cantika & The Overtunes – Senyuman & Harapan (OST. Cek Toko Sebelah – Album EP)
HiVi! Feat. Andi Rianto – Siapkah Kau ‘Tuk Jatuh Cinta Lagi’ (Kereta Kencan)
Kotak X Anggun – Teka Teki (Long Live Kotak)
Melly Goeslaw & Gita Gutawa – Memang Kenapa Bila Aku Perempuan? (Single ‘Memang Kenapa Bila Aku Perempuan?’ OST.Kartini)
RAN Feat Kahitna – Salamku Untuk Kekasihmu Yang Baru (RAN)

Pencipta Lagu Pop
Berlari Tanpa Kaki – Mikha Angelo, Reuben Nathanel (Gamaliel Audrey Cantika)
Bidadari Tak Bersayap – Ahmad Fredy (Anji)
Cinta Pertama – Isyana Sarasvati (Isyana Sarasvati)
Intuisi – Yura Yunita (Yura Yunita)
Sebuah Rasa – Dewiq, Pay (Agnez Mo)

Produser/Penata Musik Pop
Adu Domba – Gigi (Gigi)
Berlari Tanpa Kaki – The Overtunes (Gamaliel Audrey Cantika)
Bidadari Tak Bersayap – Ade Govinda, Jeje Govinda (Anji)
Cinta Itu Kamu – Geisha (Geisha)
Sebuah Rasa – Erwin Gutawa (Agnez Mo)

Album Pop
A New Chapter – Rossa
It’s Me BCL – Bunga Citra Lestari
Judika – Judika
RAN – RAN
Sides – Afgan

Artis Solo Pria/Wanita Rock/Instrumentalia Rock
Adrian Adioetomo – Tanah Ilusi (Apaan)
Bounty Ramdhan – Tragic (Single ‘Tragic’)
Edwin Marshal Syarif – Sore (Single ’Sore’)
Ervin Nanzabakri – It’s All About The Rock (Seperti Matahari)
Ilham Ansari – Berani Berbagi (Single ’Berani Berbagi’)

Duo/Grup/Kolaborasi Rock
God Bless – Damai (Cermin 7)
Gugun Blues Shelter – Hitam Membiru (Hitam Membiru)
Saint Loco Feat Iwa K & DJ Tius – Bebas (Single ‘Bebas’)
Slank – Palalopeyank (Palalopeyank)
The Changcuters – Bentrok Sinyal (Binauralis)

Album Rock
Cermin 7 – God Bless
Hitam Membiru – Gugun Blues Shelter
Long Live Kotak – Kotak
Palalopeyank – Slank
Titik Nol – Piston

Artis Jazz Vokal
Aimee Saras, Bonita, Aprilia Apsari – Tiga Dara (Aransemen Ulang Lagu Orisinil Dari Film Tiga Dara)
Dwiki Dharmawan Feat Peni Candra Rini – Lir Ilir (Pasar Klewer)
Krakatau Reunion – Cermin Hati (Chapter One)
Mike Mohede – Kaulah Segalanya (The Unforgettable)
Sri Hanuraga Trio Feat Dira Sugandi – Kicir-Kicir (Indonesia Vol 1)

Instrumentalia Jazz
Andi Bayou – Sunrise at Borobudur (Sunrise at Borobudur)
Dewa Budjana – Solas PM (Zentuary)
Dwiki Dharmawan – Frog Dance (Pasar Klewer)
Indra Lesmana Keytar Trio – Jack Swing (About Jack)
Indro Hardjodikoro – Always There (Always There)
Tohpati Bertiga – Faces (Faces)

Album Jazz
About Jack – Indra Lesmana Keytar Trio (Inline Music, Indra Lesmana & Honhon Lesmana)
Always There – Indro Hardjodikoro (Indro Hardjodikoro)
Chapter One – Krakatau Reunion (DSS Music)
Faces – Tohpati Bertiga (Tohpati)
Zentuary – Dewa Budjana (Dewa Budjana, IGN Bagus Wijaya Sentosa)

Artis Solo Pria/Wanita Soul/R&B/Urban
Andien – Belahan Jantungku (Single ‘Belahan Jantungku)
Eva Celia – Another You (And So It Begins)
Glenn Fredly – Tanda Mata (Single ‘Tanda Mata’)
Rendy Pandugo – Silver Rain (Single ‘Silver Rain’)
Tulus – Monokrom (Monokrom)

Artis Grup/Kolaborasi Soul/R&B/Urban
Gamaliel Audrey Cantika – Galih & Ratna (OST Galih & Ratna)
HiVi! – Merakit Perahu (Kereta Kencan)
Krakatau Reunion – Aku Kamu Kita (Chapter One)
Raisa & Isyana Sarasvati – Anganku Anganmu (Single ‘Anganku Anganmu’)
RAN – Mager (RAN)

Album Soul/R&B/Urban
And So It Begins – Eva Celia
Independent Pt. 2 – Rinni Wulandari
Monokrom – Tulus
Nothing Is Real – Teddy Adhitya
Senandung Senandika – Maliq & D’Essentials

Artis Solo Pria/Wanita Dangdut
Dedy Gunawan – Terlarang Hasratku (Single ‘Terlarang Hasratku’)
Erie Suzan – Gerimis Melanda Hati (Single ‘Gerimis Melanda Hati’)
Lesti – Egois (Single ‘Egois’)
Novi Ayla – Hanya Engkau (Single ‘Hanya Engkau’)
Weni – Engkaulah Takdirku (Single ‘Engkaulah Takdirku’)

 

Artis Solo Wanita Dangdut Kontemporer
Ayu Ting Ting – Kamu Kamu Kamu (Kamu Kamu Kamu)
Cita Citata – Bahagia Itu Sederhana (Single ‘Bahagia Itu Sederhana’)
Dewi Perssik – Indah Pada Waktunya (Semua Karena Cinta)
Fitri Carlina – Musim Hujan Musim Kawin (Single ‘Musim Hujan Musim Kawin’)
Iis Dahlia – Demi Kamu (Tum Hi Ho) (The Best of Iis Dahlia)

Artis Solo Pria Dangdut Kontemporer
Beniqno – Happy (Single ‘Happy’)
Danang – Satu Selamanya (Single ‘Satu Selamanya’)
Denias – Tak Percaya Lagi (Single ‘Tak Percaya Lagi’)
Ridho Rhoma – Mengapa (Single ‘Mengapa’)
Sodiq Monata – Rejeki Kota (Single ‘Rejeki Kota’)

Artis Duo/Grup/Kolaborasi Dangdut/Dangdut Kontemporer
2 Putri Bahar – Udah Putus Jangan Cemburu (Single ‘Udah Putus Jangan Cemburu’)
Delon & Siti Badriah – Cinta Tak Harus Memiliki (Single ‘Cinta Tak Harus Memiliki’)
Duo Anggrek – Goyang Nasi Padang (Single ‘Goyang Nasi Padang’)
Duo Serigala – Kost Kostan (Single ‘Kost Kostan’)
Julia Perez Feat D’Perez – Ku Dapat Dari Emak (The Best of Julia Perez)

Pencipta Lagu Dangdut/Dangdut Kontemporer
Bahagia Itu Sederhana – Tjahjadi Djajanata / Ishak (Cita Citata)
Engkaulah Takdirku – Adibal Sahrul (Weni)
Gerimis Melanda Hati – Adibal Sahrul (Erie Suzan)
Happy – Adibal Sahrul (Beniqno)
Indah Pada Waktunya – Dommy Allen (Dewi Perssik)

Produser/Penata Musik Dangdut/Dangdut Kontemporer
Bahagia Itu Sederhana – Tjahjadi Djajanata (Cita Citata)
Demi Kamu (Tum Hi Ho) – Pri Keyboard (Iis Dahlia)
Engkaulah Takdirku – Prikeys (Weni)
Goyang Nasi Padang – Donall (Duo Anggrek)
Ketemu Mantan – Endang Raes (Siti Badriah)

Artis Solo Perempuan Anak-Anak
Amanda – Bunga Melati (Lagu Ceria Anak Indonesia)
Angelique – 1,2,3 Ikuti Irama (Single ‘1,2,3 Ikuti Irama’)
Lyodra (Diatas Rata-Rata) – Dear Dream (Single ‘Dear Dream’)
Neona – Aduh Neik (Single ‘Aduh Neik’)
Ruth Gediana – Kaulah Idolaku (Single ‘Kaulah Idolaku’)

Artis Solo Laki-Laki Anak-Anak
Christo – Anak Indonesia (Single ‘Anak Indonesia’)
Jojo – Bunda (Lagu Anak-Anak Terbaik)
Rafi Sudirman (Diatas Rata-Rata) – Aku Suka Hari Ini (Musik Anak Diatas Rata-Rata)
Rian – Kekuatan Cinta (Lagu Anak-Anak Terbaik)
Ruri – Untuk Ibu (Satu Bintang) (Lagu Ceria Anak Indonesia)

Artis Duo/Grup/Grup Vokal/Kolaborasi Anak-Anak
Kafin & Rafi Sudirman (Diatas Rata-Rata) – Buka Puasa (Musik Anak Terbaik Diatas Rata-Rata)
Olivola & Rafi Sudirman (Diatas Rata-Rata) – Ulang Tahun (Musik Anak Terbaik Diatas Rata-Rata)
Purwa Caraka Music Studio Choir – Suka Hati (OST Surat Kecil Untuk Tuhan)
Tegar Feat Ryan Chandra – Bila Kau Sahabatku (Single ‘Bila Kau Sahabatku’)
Tere, Rian, Melitha, Tiara, Vitara, Andy – Aku Bisa (Lagu Anak-Anak Terbaik)

Pencipta Lagu Anak-Anak
1,2,3 Ikuti Irama – Arche & Joan Rampengan (Angelique)
Aku Suka Hari Ini – Budi Rahardjo (Rafi Sudirman Diatas Rata-Rata)
Bila Kau Sahabatku – Deddy Suganda Widjaja (Tegar Feat Ryan Chandra Widjaja)
Buka Puasa – Erwin Gutawa & Gita Gutawa (Kafin & Rafi Sudirman Diatas Rata-Rata)
Dear Dream – Erwin Gutawa & Gita Gutawa, Ria Leimena (Lyodra Diatas Rata-Rata)

Produser/Penata Musik Lagu Anak-Anak
1,2,3 Ikuti Irama – Arche Rampengan (Angelique)
Aku Bisa – Tito P Soenardi (Tere, Rian, Melitha, Tiara, Vitara, Andy)
Aku Suka Hari Ini – Erwin Gutawa (Rafi Sudirman Diatas Rata-Rata)
Dear Dream – Erwin Gutawa & Gita Gutawa (Lyodra Diatas Rata-Rata)
Selamatkan Lagu Anak – Ariel Nidji, Papa T Bob (#SaveLaguAnak)

Album Anak-Anak
Bandar Udara – Lovely Kids
Electronic Dance Music For Kids – Alena Gracia
Lagu Anak Legenda – Calista Amadea
OST Surat Kecil Untuk Tuhan – Purwa Caraka Music Studio Choir
Semangat Belajar – Cind3rella

Karya Produksi Kroncong/Kroncong Kontemporer/Stambul/Langgam
Indra Utami Tamsir – Bengawan Solo
Krontjong Toegoe – Kampung Toegoe
O.K. Marlubu – Kr. Betapa Indahnya
Tetty Supangat – Kidung Surgawi
Waldjinah – Panglipur Wuyung

Karya Produksi Alternatif/Alternatif Rock/Lintas Bidang
Efek Rumah Kaca – Merdeka
Elephant Kind – Beat The Ordinary
Mondo Gascaro – A Deacon’s Summer
Payung Teduh – Akad
Shaggydog feat Iwa K – Putra Nusantara

Karya Produksi Metal/Hardcore
Aftermath – Pay The Dues
DeadSquad – Pragmatis Sintetis
Edane – Hail Edan
Godless Symptoms – Kebenaran Harus Lantang Bicara
Roxx – Anthem

Karya Produksi Rap/HipHop
Adrian Khalif Feat. Dipha Barus – Made in Jakarta
Jogja Hip Hop Foundation – Sedulur
Rayi Putra – Demons
RROB Feat. Liquid Silva & Fajar J – Anik-Anik
Saykoji, Gamal Gandhi & Della MC – Ngabuburap
Young Lex Feat Gamaliel – Slow

Karya Produksi Reggae/SKA/Rocksteady
Bandung Inikami Orcheska – Matahari Jingga Bandung Utara
Dhyo Haw – Trip Malam Ini
DJ wW & Evan Virgan Feat. Ras Muhamad – Trappin’U
Shaggydog – Rock Da Mic
Tipe-X – Cerita Tahun Lalu

Karya Produksi Kolaborasi
Adrian Khalif Feat. Dipha Barus – Made in Jakarta
Dipha Barus Feat. Nadin – All Good
Gamaliel Audrey Cantika & The Overtunes – Senyuman & Harapan
Kotak X Anggun – Teka Teki
Raisa & Isyana Sarasvati – Anganku Anganmu

 

Karya Produksi Original Soundtrack
Gamaliel Audrey Cantika – Berlari Tanpa Kaki (OST Cek Toko Sebelah)
Isyana Sarasvati – Sekali Lagi (OST Critical Eleven)
Melly Goeslaw & Gita Gutawa – Memang Kenapa Bila Aku Perempuan? (OST Kartini)
Rossa – Cinta Dalam Hidupku (OST London Love Story 2)
Sheryl Sheinafia – Gita Cinta (OST Galih & Ratna)

Karya Produksi Grup Vokal
Gamaliel Audrey Cantika – Berlari Tanpa Kaki
JKT48 – JKT Festival
Purwa Caraka Music Studio Choir – Suka Hati
Trisouls – Senyummu Hanya Untukku

Karya Produksi Lagu Berbahasa Daerah
Ganti Ramon & Mira DJ – Kariang Lautan
Gitara King’s Trio – Anak Medan
Jogja Hip Hop Foundation – Sedulur
Waldjinah Feat. Asti Dewi Christianna – Kembang Kacang
Zaskia Gotik – Ora Ndueni

Karya Produksi Lagu Berlirik Spiritual Islami
Fatin – Ketika Tangan dan Kaki Bekata
Haddad Alwi & Shifa Feat. Fadly – Demi Sang Nabi
Opick – Allah Bersamamu
Slank – D.O.A
Wali – Salam 5 Waktu (New Version)

Karya Produksi Lagu Berlirik Spiritual Nasrani
Amelia Ong – Have Yourself A Merry Little Christmas
Angel Pieters – Kunyanyi Haleluya
Franky Kuncoro Feat. Sidney Mohede – Kemenangan Terjadi Disini/Engkau Raja
Gisel – Indah Pada Waktunya
Joy & Jelita Tobing – Mery’s Boy Child – O Come, All Ye Faithfull

Karya Produksi Instrumentalia
Dewa Budjana – Solas PM
Dwiki Dharmawan – Frog Dance
Gerald Situmorang – Familiar Song
Indra Lesmana Keytar Trio – Jack Swing
Indro Hardjodikoro – Always There

Karya Produksi Dance/Electronic
Andre Dunant Feat. Nadhira – Never Let You Go
Cindy Bernadette Feat. DJ Evan Virgan – Can’t Get Enough
Dipha Barus Feat. Nadin – All Good
Indah Nevertari – PHP
Soundwave – Kisah Kita

Karya Produksi Folk/Country/Balada
Adhitia Sofyan – Seniman
Armand Maulana – Sebelah Mata
Bonita & the Hus Band – Satu hari Sebelum Esok
Endah N Rhesa – Ruang Bahagia
Jason Ranti – Bahaya Komunis
Oppie & Suara Anak Bumi – Orangutan

Karya Produksi Rock Progressive
Imanissimo – Impromptu Visits
Levty Progre – Great Universe
Montecristo – A Deep Sleep
Montecristo – Nanggroe
Van Java – Lonely

Produser Album Rekaman
Dahlia Wijaya / GP Records – Independent Pt. 2
Demajors – Aransemen Ulang Lagu Orisinil Dari Film Tiga Dara
Ian antono,Rumah Musik Kita – Cermin 7
Sony Music Entertainment Indonesia – OST. Cek Toko Sebelah (Album EP)
TulusCo – Monokrom

Perancang Grafis
Forbidden Knowledge – Wok The Rock/Adrian Gufi (Eross Candra)
No Regret – Noviar Rahmat (Brigade07)
Putra Nusantara – Agan Harahap (Shaggydog)
Senandung Senandika – Abenk Alter (Maliq & D’Essentials)
Tyranation – Gilang (DeadSquad)

Tim Produksi Suara
Cinta Dalam Hidupku – Ari ‘Aru’ Renaldi / Anggi Anggoro (Rossa)
Damai – Stephan Santoso (God Bless)
Dunia Maya – Rudra (Ari Lasso)
Ku Dengannya Kau Dengan Dia – Eko Sulistiyo / Jeremiah Simanjuntak (Afgan)
Monokrom – Ari ‘Aru’ Renaldi / Rudy Zulkarnaen (Tulus)

Pendatang Baru Terbaik Terbaik
Adrian Khalif – Made in Jakarta (Single – Made in Jakarta)
Elephant Kind – Beat The Ordinary (City J)
Gloria Jessica – Dia Tak Cinta Kamu (Single – Dia Tak Cinta Kamu)
Jordy Waelauruw – With You (Single – With You)
Teddy Adhitya – In Your Wonderland (Nothing is Real)
Vira Talisa – Walking Back Home (Single – Walking Back Home)

Album Terbaik Terbaik
A New Chapter – Rossa
It’s Me BCL – Bunga Citra Lestari
Monokrom – Tulus
Senandung Senandika – Maliq & D’Essentials
Sides – Afgan

Karya Produksi Terbaik Terbaik
Bunga Citra Lestari – Aku Wanita
Dipha Barus Feat. Nadin – All Good
Gamaliel Audrey Cantika & The Overtunes – Senyuman & Harapan
Raisa & Isyana Sarasvati – Anganku Anganmu
Tulus – Monokrom

Selain penghargaan di atas, ada pula 2 kategori spesial yang diumumkan, yakni Legend Award dan Lifetime Achievement Award.

Legend Award
Harry Roesli
Benny Panjaitan
Bartje Van Houten

Lifetime Achievement Award
Fariz RM

Selamat kepada para pemenang, AMI Awards 2017.

Sejarah AMI Awards

piala ami awards

 

Anugerah Musik Indonesia (sering pula disebut AMI Awards) (dahulu BASF Awards dan HDX Awards) adalah sebuah penghargaan yang diberikan oleh Yayasan Anugerah Musik Indonesia (YAMI) dengan gagasan dari Asosiasi Industri Rekaman (ASIRI), Persatuan Artis, Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Penata Musik Rekaman Indonesia (PAPPRI), serta Karya Cipta Indonesia (KCI). Konsep penghargaan ini mengacu pada National Academy of Recording Arts and Sciences (NARAS), komite yang menyelenggarakan Grammy Awards di Amerika Serikat.

Ajang penghargaan tahunan ini pertama kali digelar pada tahun 1985. Setelah sebelas tahun digelar secara berturut-turut hingga tahun 1996, ajang penghargaan ini kemudian dihilangkan dan diganti oleh Anugerah Musik Indonesia.

Ajang penghargaan ini diadakan oleh produsen pita kaset BASF. Pemilihan pemenang didasarkan atas 2 kategori, yaitu kategori penjualan dan kategori artistik. Pemenang untuk kategori penjualan dipilih berdasarkan penjualan tertinggi di masing-masing genre, seperti pop, rock, dan jazz. Sementara untuk kategori artistik dipilih oleh juri khusus yang menilai pemenang berdasarkan kualitas karyanya.

AMI pertama kali digelar pada tahun 1997 dan sampai tahun 2015 telah memiliki 18 penyelenggaraan. Pada tahun 2007, AMI sempat vakum dalam penyelenggaraan. Namun, pada tahun tersebut AMI Dangdut Awards digelar untuk pertama kalinya sebagai ajang penghargaan khusus untuk kategori musik dangdut. Sayangnya, ajang penghargaan tersebut tidak pernah diselenggarakan lagi pada tahun berikutnya.

Sepanjang sejarah perhelatannya, AMI telah menambah dan menghapus berbagai kategori penghargaannya. Selain menyajikan kategori-kategori reguler seperti Album Terbaik dan Penyanyi Terbaik di berbagai bidang musik, AMI juga memberikan beberapa penghargaan khusus tanpa nominasi. Lifetime Achievement Award diberikan setiap tahunnya khusus untuk orang-orang yang berjasa dalam perkembangan musik Indonesia. AMI juga pernah menganugerahi penghargaan Artis Asing Terbaik untuk Siti Nurhaliza pada tahun 2000, serta penghargaan khusus Artis Internasional Terbaik kepada Anggun C. Sasmi pada tahun 2006 atas pencapaiannya sebagai penyanyi Indonesia dengan karier internasional yang gemilang.

Masing-masing dari tiga organisasi pendiri yaitu Asosiasi Industri Rekaman (ASIRI), Persatuan Artis, Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Penata Musik Rekaman Indonesia (PAPPRI), serta Karya Cipta Indonesia (KCI) awalnya menyumbangkan satu anggota dewan, di bawah arahan penyanyi country Indonesia, Tantowi Yahya. Di bawah dewan ini, terdapat dewan lain yang tidak terlalu kuat. Lebih jauh kemudian, terdapat divisi berdasarkan kekhususan, seperti Pemasaran, Komunikasi, dan Keanggotaan. Di tahun 2016, musisi jazz Dwiki Dharmawan menggantikan Yahya sebagai Ketua AMI.

Anugerah Musik Indonesia memberikan penghargaan dalam berbagai kategori, setiap kategorinya mencakup kontribusi spesifik dari industri musik Indonesia. Kategori dalam Anugerah Musik Indonesia (AMI) telah beberapa kali mengalami perubahan. Penghargaan tahun 2010 memiliki 35 kategori, sementara di tahun 2011 berjumlah 46 kategori. Kategori ini bertambah menjadi 49 di tahun 2017.

Penghargaan umum mencakup beberapa penghargaan yang tidak dibatasi oleh genre musik:

  • “Pendatang Baru Terbaik-Terbaik” diberikan kepada penampil (musisi) pendatang baru dengan rilis yang dapat diperhitungkan.
  • “Album Terbaik-Terbaik” diberikan kepada penampil dan tim produksi album.
  • “Karya Produksi Terbaik-Terbaik” diberikan kepada penulis/komposer dari satu lagu dan juga penampilnya.

Penghargaan lainnya diberikan pada pertunjukan dan produksi dalam genre musik yang berbeda, dan juga kontribusi lainnya seperti karya seni. Anugerah Musik Indonesia juga menyajikan penghargaan khusus yang diberikan untuk kontribusi jangka panjang bagi industri musik Indonesia seperti AMI Legend Award dan Lifetime Achievement Award (yang tidak setiap tahun disajikan).

SEJAK 2017

Umum
  • Album Terbaik-Terbaik
  • Karya Produksi Terbaik-Terbaik
  • Pendatang Baru Terbaik-Terbaik
Pop
  • Artis Solo Pop Wanita Terbaik
  • Artis Solo Pop Pria Terbaik
  • Kolaborasi Pop Terbaik
  • Artis Duo atau Grup Pop Terbaik
  • Penulis Lagu Pop Terbaik
  • Produser Rekaman Pop Terbaik
  • Album Pop Terbaik
Rock
  • Artis Solo Rock Terbaik
  • Duo atau Group atau Kolaborasi Rock Terbaik
  • Album Rock Terbaik
Jazz
  • Artis Jazz Vokal Terbaik
  • Artis Jazz Instrumental Terbaik
  • Album Jazz Terbaik
R&B/Soul/Urban
  • Artis Solo R&B/Soul/Urban Terbaik
  • Artis Duo atau Group atau Kolaborasi R&B/Soul/Urban Terbaik
  • Album R&B/Soul/Urban Terbaik
Dangdut
  • Artis Solo Dangdut Terbaik
  • Artis Solo Wanita Dangdut Kontemporer Terbaik
  • Artis Solo Pria Dangdut Kontemporer Terbaik
  • Artis Duo atau Group atau Kolaborasi Dangdut Terbaik
  • Penulis Lagu Dangdut Terbaik
  • Produser Rekaman Dangdut Terbaik
Lagu Anak
  • Artis Solo Wanita Lagu Anak Terbaik
  • Artis Solo Pria Lagu Anak Terbaik
  • Duo atau Group atau Kolaborasi Lagu Anak Terbaik
  • Penulis Lagu Anak Terbaik
  • Produser Rekaman Lagu Anak Terbaik
  • Album Lagu Anak Terbaik
Karya Produksi
  • Karya Produksi Keroncong atau Keroncong Kontemporer atau Langgam atau Stambul Terbaik
  • Karya Produksi Alternatif atau Rock Alternatif atau Lintas-Genre Terbaik
  • Karya Produksi Metal atau Hardcore Terbaik
  • Karya Produksi Rap atau Hip-hop Terbaik
  • Karya Produksi Reggae atau Ska atau Rocksteady Terbaik
  • Karya Produksi Lagu Rohani Islam Terbaik
  • Karya Produksi Lagu Rohani Kristen Terbaik
  • Karya Produksi Instrumental Terbaik
  • Karya Produksi Dance atau Electronic Terbaik
  • Karya Produksi Kolaborasi terbaik
  • Karya Produksi Lagu Tema Film (OST) Terbaik
  • Karya Produksi Grup Vokal Terbaik
  • Karya Produksi Lagu Daerah Terbaik
  • Karya Produksi Lagu Daerah Kontemporer atau Country atau Balada Terbaik
  • Karya Produksi Rock Progressif Terbaik
Teknis
  • Produser Album Rekaman Terbaik
  • Grafis Desain Album Terbaik
  • Peramu Rekam Terbaik

 

Sumber

Keseruan Gathering Concert Serenata PMC 2017 Part II!!

IMG_0489

 

Hi! Pada 28 October  2017 kemarin, Serenata PMC baru saja menyelenggarakan event Gathering Concert 2017 Part  II di Mal Ciputra, Cibubur. Seru banget acaranya!

Acara ini merupakan salah satu ajang di SPMC sebagai sarana penyaluran bakat seni dari seluruh siswa SPMC. Gathering Concert di kemas dalam bentuk kompetisi dengan beberapa kategori pemenang seperti : Solo Contest, Solo Accompaniment Contest, Solo Genre : Pop, Solo Genre : Classic, Favorite Work, dan satu kategori baru yaitu Best Outfit.

Kompetisi di Gathering Concert 2017 ini di bagi menjadi 2 part dan berbagai sesi sesuai kategori usia, karena beda usia tentu beda juga kemampuan musiknya. Gathering Concert Part I sudah dilaksanakan pada 16 september 2017 kemarin.

Selain kompetisi musik, acara ini juga di selingi berbagai kegiatan menarik dan seru seperti performance dari beberapa guest star dan teachers.

Last but not least… Selamat kepada kepada para pemenang di Gathering Concert tahun ini ya! Dan yang belum menang jangan khawatir, masih banyak event Serenata PMC yang dapat di ikuti.

 

IMG_9381