Menyambut Hari Anak Internasional Dengan Lagu Anak

Tasya penyanyi cilik

 

 

Pamor lagu bertema anak di Indonesia semakin hari semakin redup. Sebaliknya, lagu-lagu dewasa bertema cinta justru kian booming. Namun, ditengah kelesuan itu, beberapa lagu anak masih menjadi hits hingga kini.

Dalam rangka menyambut Hari Anak Internasional, berikut beberapa lagu anak terpopuler.

1. Bintang Kecil
Lagu ini seringkali diperkenalkan saat anak-anak mulai memasuki dunia sekolah (playgroup, TK, SD). Lagu Bintang Kecil ini diciptakan oleh Daljono atau yang biasa dipanggil “Pak Dal”, ayah dari mendiang pemusik A Riyanto yang terkenal pada era 1960-an hingga 1970-an. Lagu ini menceritakan tentang keindahan alam semesta. Lirik dan nadanya begitu sederhana namun sarat akan pengetahuan yang bermanfaat bagi anak.

2. Balonku
Nada riang dan syair lagu ceria membuat lagu ini menjadi favorit dan sering dinyanyikan di acara-acara anak. Terlebih tema lagu ini diangkat dari mainan favorit anak, yaitu balon. Lagu ciptaan AT Mahmud ini mengajarkan banyak hal di antaranya berhitung dan mengenal warna.

3. Naik Delman
Lagu ciptaan Pak Kasur ini bercerita mengenai transportasi tradisional bernama delman. Lagu edukatif dengan syair lagu yang mudah dimengerti anak ini juga menceritakan tentang cara mengisi waktu liburan. Syairnya yang ceria kerap diiringi dengan gerakan ceria pula seperti bertepuk tangan serta lompatan. Lagu ini juga mengajarkan kosakata baru bagi anak yaitu “delman” dan “pak kusir”.

4. Diobok-Obok (Air)
Lagu yang populer di era 90-an ini sukses membawa penyanyinya menjadi penyanyi cilik paling terkenal pada saat itu. Hingga saat ini Joshua Suherman, penyanyi lagu Diobok-Obok ini hingga saat ini juga masih bergelut di dunia entertainment. Lagu ini diciptakan oleh Papa T Bob dan rilis pada 1999. Lirik lagu ini cukup panjang namun bahasanya tidak rumit sehingga mudah dimengerti oleh anak-anak.

5. Tukang Baso
Lagu ini bertemakan jajanan favorit masyarakat Indonesia, yaitu bakso. Lagu ini dinyanyikan oleh Melisa dan populer di tahun 90-an. Lagu berirama riang ini memiliki lirik yang mudah dimengerti oleh anak-anak. Meski liriknya cukup panjang namun mudah dihafal oleh anak-anak.

6. Du Di Dam
Lagu ini diciptakan oleh Papa T Bob dan dinyanyikan oleh Eno Lerian yang dikenal sebagai penyanyi cilik era itu. Lagu ini menyelipkan beberapa nasihat bagi anak- anak di antaranya jika sudah besar seorang anak harus bisa membantu ibu di rumah sebagaimana termuat dalam liriknya yaitu “sudah besar harus bisa bantu mama, kerja di rumah”.

7. Susan Punya Cita-Cita
Bagi anak yang lahir pada tahun 90-an, pasti sudah akrab dengan boneka Susan yang menggemaskan dan bisa berbicara. Dibalik sosok Susan yang lucu dan menggemaskan ini terdapat sosok wanita pintar dengan kemampuan menciptakan suara seperti anak-anak, yaitu Ria Enes. Karakter Susan yang centil, cerewet namun cerdas ini banyak memberikan pelajaran positif bagi anak-anak.

8. Pelangi
“Pelangi, pelangi alangkah indahmu..” begitulah lirik awal dari lagu yang menceritakan mengenai keindahan pelangi. Lagu yang diciptakan oleh AT Mahmud ini mengajarkan anak tentang keindahan alam dan keagungan sang pencipta. Lagu ini juga menjelaskan beberapa warna dari pelangi. Tempo

9. Libur Telah Tiba
Lagu bertema liburan ini bernada riang dan biasa diperdengarkan saat anak-anak memasuki masa libur sekolah. Lagu katya pencipta lagu anak terkenal, AT Mahmud dan dinyanyikan kembali oleh Tasya. Karena temanya yang identik dengan liburan, setiap mendengar lagu ini anak akan ikut merasa gembira dan terbawa untuk ikut bernyanyi.

10. Ambilkan Bulan Bu
Lagu karangan AT Mahmud ini mempunyai lirik sederhana namun sarat makna. Lagu ini menceritakan tentang seorang anak yang meminta tolong ibunya mengambil bulan di langit untuk menemaninya tidur di malam hari. Alunan nada lagu ini begitu tenang dan menyejukkan hati. Lagu yang sempat dijadikan judul film ini juga mengajarkan anak tentang benda langit seperti bulan.

Tokoh pencipta lagu anak

Pak Kasur
Soerjono atau biasa dipanggil Pak Kasur yang lahir di Purbalingga, Jawa Tengah pada 26 Juli 1912 dan wafat pada 1992 ini adalah seorang tokoh pendidikan Indonesia. Ia juga memandu acara Taman Indria di TVRI stasiun pusat Jakarta. Namanya berasal dari julukan “Kak Soer” yang biasa digunakan oleh anak buahnya di Gerakan Kepanduan. Nama ini lama-lama berubah menjadi “Kasur” dan “Pak Kasur”. Setelah Indonesia merdeka ia mengasuh acara anak-anak di RRI, dan menciptakan beberapa lagu seperti Naik Delman, Balonku, Bangun, Sepedaku dan lain-lain. Ia juga sempat menjadi Sekretaris Badan Sensor Film.

Bu Kasur
Sandiah atau lebih dikenal dengan nama Ibu Kasur lahir di Jakarta, 16 Januari 1926 dan wafat di Jakarta, 22 Oktober 2002. Bu Kasur adalah pembawa acara Taman Indria di TVRI dan juga pendiri TK Mini di Jakarta. Ia mendapat julukan Ibu Kasur karena suaminya (Soerjono) dipanggil Pak Kasur. Lagu lagu Bu Kasur antara lain Menanam Jagung, Makan Apa, Taman Kanak Kanak dan masih banyak lagi.

Ibu Soed
Saridjah Niung lahir di Sukabumi, Jawa Barat pada 26 Maret 1908 dan meninggal pada 1993. Saridjah Niung Bintang Soedibjo setelah menikah lebih dikenal dengan nama Ibu Soed. Dirinya adalah seorang pemusik, guru musik, pencipta lagu anak-anak, penyiar radio, dramawan dan seniman batik Indonesia. Lagu ciptaan Ibu Soed antara lain Hai Becak, Burung Kutilang, Kupu-Kupu, Tik Tik Bunyi Hujan, dan Berkibarlah Benderaku.

Pak Dal
Gerardus Daldjono Hadisudibyo atau yang lebih dikenal sebagai Pak Dal adalah guru SGA (sekolah guru agama) dan dosen teori musik pada Akademi Musik di Yogyakarta. Pernah memimpin Orkes RRI di Solo, Daldjono (alm) juga menciptakan beberapa lagu, antara lain Bintang Kecil, Kelinciku, Malam Tiba, Mawar Tumbuh, Berlabuh, dan Lenggang Padi.

AT Mahmud
Masagus Abdullah Totong Mahmud atau lebih dikenal dengan nama AT Mahmud lahir di Kampung 5 Ulu Kedukan Anyar, Palembang, Sumatera Selatan pada 3 Februari 1930 dan meninggal di Jakarta 6 Juli 2010. AT Mahmud dikenal luas oleh masyarakat melalui lagu anak-anak ciptaannya antara lain Libur Tlah Tiba, Pelangi, Ambilkan Bulan, Anak Gembala, dan masih banyak lagi.

Kak Seto
Seto Mulyadi yang lahir di Klaten, 28 Agustus 1951 atau biasa dikenal sebagai Kak Seto adalah psikolog anak dan pembawa acara televisi untuk anak-anak bersama dengan Henny Purwonegoro. Miris karena anak-anak disuguhi lagu dewasa, Kak Seto mulai dikenal sebagai pencipta lagu anak dan rajin membuat album lagu anak-anak. Lagu anak ciptaannya yang terkenal antara lain Si Komo, Jangan Lupa Sikat Gigi, dan Cuci Tangan Sebelum Makan. Saat ini Kak Seto banyak berkiprah dalam aktivitas perlindungan anak.

Papa T Bob
Papa T Bob yang lahir pada 22 Oktober 1960 dikenal luas oleh masyarakat melalui lagu anakanak ciptaannya di era modern. Penyanyi cilik yang pernah diorbitkan Papa T Bob antara lain Joshua Suherman dengan lagunya Diobok-Obok, Tiga Anak Manis dengan hit Dicium Mama, Dicium Papa, Enno Lerian dengan Si Nyamuk Nakal dan Bondan Prakoso yang populer lewat Si Lumba-Lumba

Penyebab krisis lagu anak

Perkembangan lagu-lagu remaja dan orang dewasa akhir-akhir ini telah menggeser keberadaan lagu anak-anak Indonesia. Tren musik yang berkembang dari hari ke hari telah menjauhkan anak dari karakter yang sesuai dengan usia dan taraf perkembangannya. Ada sejumlah faktor yang menyebabkan mengapa Indonesia sedang krisis lagu anak

Keluarga sudah enggan memutar lagu anak
Hampir semua keluarga memiliki media televisi. Acara yang disuguhkan oleh berbagai chanel TV swasta semakin bervariasi dan menarik. Anggota keluarga lebih banyak menghabiskan waktu istirahat di rumah dengan menonton acara tersebut ketimbang memutar lagu anak-anak melalui pemutar musik yang ada.

Media penyiaran jarang menayangkan lagu anak
Media elektronik seperti TV dan radio sudah jarang menayangkan lagu anak. Musik hiburan yang ditayangkan lebih cenderung memuaskan kepentingan orang dewasa. Barangkali hal ini berkaitan dengan rating penyiaran. Lagu-lagu orang dewasa dan remaja dengan judul dan lirik yang aneh justru lebih banyak mengundang pemirsa ketimbang musik dan lagu anak.

Produser dan pencipta lagu kurang gairah
Kaset dan CD lagu anak kurang laris di pasaran. Kemajuan teknologi membuat masyarakat mencari langkah praktis. Jika ingin memiliki koleksi lagu anak, seperti cukup mendownload file MP3 dan MP4-nya di internet ketimbang membeli kaset dan CD yang aslinya.

Industri televisi lebih banyak menayangkan lagu-lagu dewasa
Dengan banyak mengkonsumsi lagu-lagu dewas, anak-anak yang menyaksikannya juga secara sadar dan tidak sadar menghapal dan menyanyikan lagu-lagu tersebut. Sekarang jarang ditemui anak-anak yang menyanyikan lagu-lagu anak seperti karangan AT Mahmmud, Ibu Sud. Justru anak-anak sering menyanyikan lagu milik band-band ternama atau penyanyi dewasa lainnya.

Karya lagu anak kurang mendapat respons masyarakat
Saat ini, para pencipta lagu anak-anak tidaklah sepenuhnya hilang namun karya-karya yang dihasilkan kurang mendapat respons dari masyarakat dimana kultur yang ada saat ini lebih mengidolakan lagu-lagu dewasa. Tidak ada lagi ikon penggerak untuk menyanyikan lagu anak Sosok yang bisa dijadikan ikon itu mungkin terakhir kali ada pada penyanyi cilik Tasya.

Sesudah itu belum ada lagi figur penyanyi cilik yang bisa dijadikan panutan bagi anak-anak untuk mencintai lagu-lagu anak.

 

Sumber

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s