Sambut Tahun 2019, Glenn Fredly Siapkan Dua Album Sekaligus.

glenn fredly

 

 

Menyambut 2019, Glenn Fredly menyiapkan dua album sekaligus. Menurut Glenn, materi kedua album itu berbeda.

“Satu album solo saya, satu lagi album kompilasi dengan konsep orkestrasi,” kata Glenn.

Beberapa musisi dari generasi muda membantu penggarapan album solonya. “Proses sedang berjalan. Lagunya semuanya baru dan dalam penggarapannya, saya bertemu orang-orang baru. Sangat menyenangkan bekerja sama dengan orang-orang baru dengan pemikiran segar. Mereka memberikan banyak ide baru yang keren kepada saya,” Glenn mengatakan.

Album solo ke-10 ini menandai 24 tahun perjalanan karier bermusik Glenn. Ia mulai menjadi penyanyi profesional saat bergabung dengan Funk Section sebagai vokalis.

 

(Sumber)

Advertisements

Pencarian Jati Diri, Tara Adia Rilis Self Titled

tara-1

Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, nampaknya ungkapan tersebut layak disematkan pada Tara Adia.

Gadis berusia 24 tahun ini adalah sulung dari penyanyi keroncong kenamaan tanah air, Indra Utami Tamsir. Kepiawaian dan bakatnya dalam bermusik, mencipta lagu dan bernyanyi sudah terlihat sejak Tara masih kecil.

Sebelum akhirnya meluncurkan album perdana, Tara sendiri sempat merilis single berjudul Cinta Sementara (2014) dan Yang Terdalam (2015).

Lalu bulan Januari 2018 lalu, Tara juga sempat merilis single lainnya berjudul “Bahagia Menjadi Satu” sebagai bukti eksistensinya sebagai seorang penyanyi.

Ditemui media saat saat peluncuran albumnya di kawasan  Cipete, Jakarta Selatan, Tara berkisah soal debut albumnya yang bertajuk self-titled yang merupakan gambaran dari proses pencarian jati dirinya dalam bermusik selama ini.

“Ini bisa dibilang album pencarian jati diri. Karena setiap lagu punya nuansanya beda-beda. Jadi siapapun yang sudah mendengarkan album ini ketika bertemu dengan Tara pasti akan bisa merasakan pribadinya Tara, cerianya Tara, galaunya, Tara, sedihnya Tara semua ada di album ini juga,” kata Tara.

Sulung dari tiga bersaudara ini akhirnya merilis album perdananya. Ada 9 lagu dalam albumnya tersebut diantaranya adalah “Bahagia Menjadi Satu”, “Ingin Bersama”, “Rindu Selamanya”, “Rasa yang Terpendam”, “Inikah Bahagia”, “Mencintaimu Adalah Anugerah”, “Kehadiranmu feat BID”, “Karena Dia”, “Menemukanmu”.

Tara bahkan dengan berani mencampuradukan beragam genre berbeda di dalam albumnya tersebut.

“Ada 9 lagu berkisah soal cinta, cinta yang baru, cinta dari jauh, ada sedihnya juga. Jadi 80%  isinya pengalaman pribadi aku, sisanya cerita cinta teman-teman. 9 lagu itu adalah rangkaian pengalaman kisahku dan teman-teman aku,” dia menguraikan.

Sumber

Luncurkan Album Baru, Band Metal Kras Makin Gila

lewat-musik-metal-kras-band-sentil-rivalitas-the-jak-mania-dan-viking-AH8d1LVygY

 

Satu unit metal dari bagian selatan Jakarta yaitu Kras akhirnya meluncurkan sebuah album perdana bertajuk Mad Maniac. Album yang dirilis sejak 31 Oktober 2018 ini merupakan aktualisasi kegilaaan para personel Kras terhadap musik thrash sekaligus jati diri mereka yang seutuhnya.

Dari sisi lirik di album terbaru, Kras yang digawangi oleh Bobby Jahat (vokal, bass), Eben Andreas (gitar), Eq (drum), dan Brio (gitar), ini banyak mengangkat isu-isu sosial, akhir zaman dan lika-liku anak band.

Sebut saja “Polutaniac City”, yang mengangkat kisah tentang kondisi kota Jakarta yang semakin sumpek dan susahnya mencari ketenangan. Atau “Apokalips” dan “Suci Sintetis” yang bercerita tentang semakin nyatanya tanda-tanda akhir zaman di mana orang salah tidak lagi merasa malu, sedangkan orang benar justru tersingkir.

Satu hal yang tak kalah penting, di album ini Kras mengajak Dwey, vokalis bandthrash metal asal Bandung, Werewolf, untuk berkolaborasi di lagu “Serangan Terakhir”. Lagu tersebut bercerita tentang perjuangan berdarah-darah para personel Kras dalam mempertahankan eksistensi band ini sampai harus mengorbankan biaya, waktu, karier kerja konvensional sampai asmara.

Diajaknya Dwey dalam lagu ini merupakan upaya Kras untuk mengikis atau bahkan menghabisi sentimen kedaerahan yang akhir-akhir ini terus mengembang. Fanatisme semu para penggemar sepak bola di Indonesia tak jarang menjangkit ke berbagai aspek kehidupan, termasuk ke panggung musik metal. Padahal, musik adalah bahasa universal yang seharusnya bisa mempersatukan segala perbedaan.

“Sebagai harapan, thrash metal ini bisa menjadi gaung memperbaiki hubungan scene metal Bandung dengan Jakarta. Kita semua orang Indonesia, untuk apa terkotak-kotakan hanya karena fanatisme sepak bola,” kata Bobby, menjelaskan pesan dalam lagu “Serangan Terakhir”.

 

Sumber

Siap-siap, Album Baru Endah N Rhesa

Biografi Endah N Rhesa - Lorong Musik

Endah N Rhesa membawa kabar baik untuk para penggemarnya. Mereka tidak lama lagi akan merilis sebuah album terbaru.

Kabar baik tersebut disampaikan langsung keduanya saat ditemui di kawasan Petogogan, Jakarta Selatan, Rabu (2/8/2018). Saat ini, perkembangan album Endah N Rhesa telah rampung dalam proses produksi.

“Kami sedang mengerjakan album kelima Endah N Rhesa, yang akan rilis… sebentar lagi, sudah 90 persen,” kata Endah menjelaskan

Sisanya, hanya tinggal proses mixing dan mastering, , serta artwork untuk cover album kelimanya tersebut. Ditambah, proses kreatif untuk cover album terbarunya itu akab dipegang langsung oleh Rhesa.

“Sepuluh persen lagi adalah mixing dan mastering, dan gambar cover album kebetulan mas Rhesa yang melakukan semuanya. Jadi tergantung mas Rhesa selesai kapan, tapi soon ya,” jelasnya lagi.

Album kelimanya itu akan berisikan delapan buah lagu baru dari Endah N Rhesa. Mereka mencanangkan akan rampung pada akhir Agustus atau awal September.

Endah menjanjikan bahwa album terbarunya ini akan sedikit berbeda dari biasanya. Album terbarunya ini dijelaskan mereka akan terdengar lebih kekinian.

“Tema albumnya yang jelas tidak sama dengan empat album sebelumnya, karena Endah N Rhesa selalu memiliki konsep album yang berbeda dari sebelumnya. Mungkin ini lebih kali ya nuansanya.. Kami coba update dengan “tren” dan sound musik saat ini,” ungkap Endah Lagi.

 

Sumber