Head Above Water – Avril

 

avril head abouve

 

Penyanyi Avril Lavigne menandai kembali ke industri musik lewat sebuah lagu baru yang dirilis tadi malam, Kamis (20/8).

Lagu berjudul ‘Head Above Water’ itu merupakan lagu perdana Lavigne setelah vakum selama lima tahun.

Dengan irama balada piano yang khas, lagu ini berbicara soal perjuangan wanita berusia 33 tahun itu melawan penyakit Lyme yang diderita.

“Terima kasih telah menunggu dengan sabar saat saya berjuang dan masih terus berjuang dalam pertempuran seumur hidupku,” tulisnya dalam sebuah surat yang ditujukan untuk penggemarnya, dikutip dari Vogue pada Kamis (20/9).

Lebih lanjut, tutur Lavigne, lagu ini ditulisnya setelah berpikir dalam kondisi sekarat, antara hidup dan mati melawan penyakit yang diderita dari atas tempat tidurnya.

Pada satu titik, ia mengaku dapat bangkit dan mendapatkan pertolongan dari Tuhan.

Sejak itu, dia pun merasa banyak mendapat inspirasi untuk menciptakan karya musik.

God, keep my head above water/ Don’t let me drown, it gets harder/ I’ll meet you there at the altar/ As I fall down to my knees/
Don’t let me drown, drown, drown/ Don’t let me, don’t let me, don’t let me drown,” lantunnya.

Dalam lagu yang menggambarkan pengalaman spiritualnya itu, Lavigne turut menyuguhkan melodi piano yang lembut.

Irama lagu barunya ini tak jauh berbeda dengan gaya musik Lavigne di lagu ‘I’m With You’ yang dirilis pada 2002 silam.

Seiring peluncuran lagu perdana yang dianggap Lavigne sebagai semangat awal ‘kelahiran’ dirinya kembali, ia turut mengajak penggemar untuk terlibat dalam kampanye yang digagas yayasan miliknya.

Nantinya, hasil kampanye berupa penjualan kaus akan diberikan kepada individu yang terkena penyakit Lyme dan tidak mampu membayar perawatan mereka sendiri.

“Melawan penyakit Lyme merupakan pertarungan yang sangat berat yang pernah saya lakukan. Dan ini belum berakhir. Menulis musikyang saya bagikan pada kalian hari ini membantu saya untuk sembuh,” tulisnya pada unggahan di akun Instagram.

“Gabunglah bersama saya dan The Avril Lavigne Foundation untuk melawan penyakit Lyme,” tambahnya.

 

Sumber

Advertisements

Perjalanan karir Avril Lavigne

 

AvrilAvril Ramona Lavigne (/ˈævrɪl ləˈvn/bahasa Perancis: [avʁil laviɲ]) (lahir 27 September 1984), adalah seorang penyanyi ,penulis lagu, dan aktris asal Kanada. Pada tahun 2006, Majalah Bisnis Kanada memposisikannya dalam posisi ke-7 wanita Kanada paling mengagumkan di Hollywood, dan pada tahun 2007 dia memenangkan 9 nominasi Jabra Music Contest untuk kategori Best Band In The World, berdasarkan pilihan penggemar di seluruh dunia.Sejak awal kariernya hingga saat ini, Avril Lavigne telah menjual lebih dari 40 juta album dan 50 juta singles di seluruh dunia yang menjadikannya salah satu artis dengan penjualan tertinggi sepanjang masa.

Hingga kini, Avril Lavigne telah merilis 5 buah album studio, yaitu Let Go (2002) yang terjual lebih dari 20 juta kopi di seluruh dunia dengan 6 juta di US, Under My Skin (2004) yang terjual lebih dari 12 juta kopi di seluruh dunia dan 3 juta di US, The Best Damn Thing(2007) yang terjual lebih dari 9 juta kopi dan 2,5 juta di US, Goodbye Lullaby (2011) yang telah terjual lebih dari 2 juta kopi, dan Avril Lavigne(2013) yang terjual lebih dari 1 juta kopi . Avril Lavigne juga telah memproduksi 6 singel internasional No 1 yang di antaranya adalah “Complicated”, “Sk8er Boi”, “I’m with You”, “My Happy Ending”,Nobody’s Home, “Girlfriend”. Avril Lavigne pun mengisi soundtrack untuk film Alice in Wonderland dengan lagu yang berjudul “Alice”.

 

1999–2001: Penampilan awal dan kontrak rekaman

Pada 1999, Lavigne memenangkan sebuah kontes radio untuk tampil bersama dengan penyanyi Kanada Shania Twain di Corel Centre di Ottawa, sebelum di hadapan 20,000 penonton. Twain dan Lavigne menyanyikan lagu Twain, “What Made You Say That”, dan Lavigne memberitahu Twain bahwa ia akan menjadi “seorang penyanyi terkenal”. Ketika sedang tampil dengan Lennox Community Theatre, Lavigne ditemukan oleh penyanyi folk lokal Stephen Medd. Ia mengundang Lavigne untuk menyumbangkan vokalnya di lagunya, “Touch the Sky”, untuk albumya di tahun 1999, Quinte Spirit. Lavigne kemudian bernyanyi di lagu “Temple of Life” dan “Two Rivers” di albumnya yang berikutnya, My Window to You, di 2000.

Pada Desember 1999, Lavigne ditemukan oleh manajer professional pertamanya, Cliff Fabri, ketika menyanyikan cover country di sebuah toko buku Chapters di Kingston, Ontario. Fabri mengirimkan rekaman VHS dari penampilan rumah Lavigne ke beberapa prospek-prospek industri, dan Lavigne dikunjungi oleh beberapa eksekutif. Mark Jowett, orang yang ikut mendirikan sebuah manajemen perusahaan Kanada, Nettwerk, menerima sebuah salinan dari rekaman penampilan karoke Lavigne di ruang bawah tanah orang tuanya. Jowett mengatur Lavigne untuk bekerja dengan produser Peter Zizzo selama musim panas 2000 di New York, yang mana ia menulis lagu “Why”. Lavigne mendapat perhatian dari Arista Records selama perjalanan ke New York.

Pada November 2000, Ken Krongard, dan representatif A&R, mengundang Antonio “L.A.” Reid, yang pada waktu itu ketua dari Arista Records, ke Zizzo’s Manhattan studio untuk mendengar Lavigne bernyanyi. Audisi 15-menitnya “sangat mengesankan” Reid dan dia langsung mengontrak Lavigne ke Arista sebesar $1.25 juta untuk dua album dan tambahan $900,000 untuk iklan. Dikontrak oleh perusahaan rekaman, dan dukungan dari orang tuanya, dia keluar dari sekolah untuk fokus di karier musiknya.

 

2002–2003: Let Go

Reid memberikan A&R Joshua Sarubin tanggung jawab atas Lavigne dan perekaman album debutnya. Mereka menghabiskan beberapa bulan di New York bekerja dengan beberapa penulis lagu, mencoba mendapat suara yang cocok dengannya. Sarubin memberitahu HitQuarters bahwa mereka sebenarnya kesusahan; meskipun di awal kolaborasi dengan penulis lagu-produser termasuk Sabelle Breer, Curt Frasca dan Peter Zizzo menghasilkan beberapa lagu bagus, lagu-lagu itu tidak cocok dengan suaranya. Ketika itu Lavigne kemudian pergi ke Los Angeles di Mei 2001 dan membuat dua lagu dengan tim produksi The Matrix —termasuk “Complicated”, kemudian dirilis sebagai single debutnya—perusahaan rekaman merasa ia telah membuat terobosan. Lavigne bekerja dengan The Matrix dan juga dengan penyanyi-penulis lagu Cliff Magness. Rekaman dari album debut Lavigne, Let Go, selesai di Januari 2002.

Lavigne merilis Let Go di Juni 2002 di Amerika Serikat, yang mencapai nomor dua di Billboard 200. Album ini bertengger di nomor satu di Australia, Kanada, dan Inggris—hal ini membuat Lavigne, pada usia 17 tahun, solois perempuan termuda yang mempunyai album nomor satu di UK Albums Chart pada waktu itu. Di akhir 2002, album ini telah disertifikasi Platinum oleh RIAA, membuatnya menjadi artis perempuan terlaris 2002 dan Let Go debut terlaris di tahun itu. Di Mei 2003, Let Go telah terakumulasi lebih dari 1,000,000 penjualan di Kanada, meraih sertifikasi berlian dari Canadian Recording Industry Association. Pada 2009, album ini telah terjual lebih dari 16 juta unit di seluruh dunia, dan RIAA mensertifikasi album ini enam kali Platinum, penjualan lebih dari enam juta unit di Amerika Serikat (telah terjual 6.8 juta kopi, menurut Nielsen SoundScan).

Single debut Lavigne, “Complicated”, bertengger di nomor satu di Australia dan nomor dua di Amerika Serikat. “Complicated” adalah salah satu single orang Kanada terlaris di 2002, dan salah satu single terbesar di dekade ini di Amerika Serikat, yang mana single “Sk8er Boi” dan “I’m with You” mencapai sepuluh besar.

 

2004–2005: Under My Skin

Album studio kedua Lavigne, Under My Skin, dirilis pada Mei 2004 dan debut di nomor satu di Australia, Kanada, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat. album ini disertifikasi lima kali Platinum di Kanada dan telah terjual 10 juta kopi, termasuk 3.2 juta di Amerika Serikat. Lavigne sebagian besar menulis lagu-lagu yang ada di album ini dengan penyanyi-penulis lagu Kanada Chantal Kreviazuk, dan suami Kreviazuk, pentolan Our Lady Peace Raine Maida, ikut memproduksi album tersebut dengan Butch Walker dan Don Gilmore. “Don’t Tell Me”, single utama album ini, mencapai lima besar di Inggris dan Kanada dan sepuluh besar di Australia. “My Happy Ending”, single kedua album ini, berada di lima besar di Inggris dan Australia.

Selama awal 2004 Lavigne mengadakan ‘Live and By Surprise’ tur akustik mall di Amerika Serikat dan Kanada untuk mempromosikan ‘Under My Skin’, bersama dengan gitarisnya Evan Taubenfeld. Di akhir 2004, Lavigne melakukan tur dunia pertamanya, Bonez Tour.

 

2006–2008: The Best Damn Thing

Fox Entertainment Group menunjuk Lavigne untuk menulis sebuah lagu untuk soundtrack dari film petualangan-fantasi 2006 Eragon; kontribusinya, “Keep Holding On”, dirilis sebagai single untuk mempromosikan film ini dan soundtracknya.

Album ketiga Lavigne, The Best Damn Thing, dirilis pada April 2007 dan debut di nomor satu di Billboard Hot 200,dan meraih Platinum di Kanada. Album ini terjual lebih dari 1.7 juta kopi dan enam juta di seluruh dunia.Single utamanya, “Girlfriend”, menjadi single pertama Lavigne di Billboard Hot 100 dan salah satu single terbesar di dekade ini. Single ini juga bertengger di nomor satu di Australia, Kanada, dan Jepang, dan berada di nomor dua di Inggris dan Perancis. Selain Bahasa Inggris, “Girlfriend” juga direkam di Bahasa Spanyol, Bahasa Perancis, Bahasa Italia, Bahasa Portugis, Bahasa Jerman, Bahasa Jepang dan bahasa Mandarin. International Federation of the Phonographic Industry menjadikan “Girlfriend” sebagai lagu yang paling banyak di unduh di seluruh dunia pada 2007, terjual 7.3 juta kopi, termasuk versi dari tujuh bahasa lain.“When You’re Gone”, single kedua album, berada di lima besar di Australia dan Inggris, sepuluh besar di Kanada, dan empat puluh besar di Amerika Serikat. “Hot” merupakan single ketiga dan hanya berada di nomor 95 di Amerika Serikat, meskipun berada di 10 besar di Kanada dan 20 besar di Australia

 

2009–2011: Goodbye Lullaby

Lavigne mulai merekam album studio keempatnya, Goodbye Lullaby, dirumahnya pada November 2008, lagu pembukanya, “Black Star”, ditulis untuk mempromosikan parfumnya dengan nama yang sama.Tanggal perilisan Goodbye Lullaby ditunda beberapa kali, yang mana Lavigne katakan karena labelnya.Goodbye Lullaby dirilis pada Maret 2011,dan single utamanya, “What the Hell”, premier di Desember 2010.Goodbye Lullaby terjual 368,000 kopi di Amerika Serikat dan mendapat nominasi Juno Award untuk Album of the Year dan Pop Album of the Year.

 

2012–2015: Avril Lavigne

Tiga bulan setelah perilisan Goodbye Lullaby, Lavigne mengumumkan pengerjaan untuk album kelimanya telah dimulai, menjelaskannya kebalikan musik dari Goodbye Lullabydan “pop dan lebih menyenangkan”. Di akhir 2011, ia mengkonfirmasi telah pindah ke Epic Records, dikepalai oleh L. A. Reid. Lavigne berkontribusi membawakan dua lagu cover untuk film animasi Jepang tahun 2012 One Piece Film: Z: “How You Remind Me” (lagu dari Nickelback) dan “Bad Reputation” (lagu dari Joan Jett).

Single utama dari album studio kelima Lavigne, “Here’s to Never Growing Up” (diproduksi oleh Martin Johnson dari band Boys Like Girls), dirilis pada April 2013 dan berada di posisi 20 besar di Billboard Hot 100, Australia dan Inggris. Single keduanya, “Rock n Roll”, rilis di Agustus 2013 dan yang ketiga, “Let Me Go” (kolaborasi dengan Chad Kroeger dari Nickelback, yang pada waktu itu suaminya), rilis di Oktober 2013. Albumnya, yang berjudul Avril Lavigne, rilis di November 2013 dan terjual 125,000 kopi diAmerika Serikat; di Kanada, album ini disertifikasi emas dan mendapat nominasi Juno Award sebagai Pop Album of the Year. Di pertengahan 2014, Lavigne menjadi pembuka di In a World Like This Tour boy band Backstreet Boys dan tampil di festival musik Summer Sonic di Tokyo, Jepang.

Lavigne merilis sebuah lagu berjudul “Fly”, pada 26 April 2015 assosiasi dengan Special Olympics World Summer Games 2015.

 

Sumber