36 Tahun Berkarya, Slank Gelar Konser pada Malam Tahun Baru di GBK

Grup band Slank dalam jumpa pers di Mal FX, Jakarta Pusat, Kamis (28/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com – Grup band Slank kembali menunjukkan tajinya sebagai band ternama di Tanah Air.

Band yang bermarkas di Potlot ini bakal menggelar konser di Stadion Utama GBK, pada malam pergantian tahun baru, 31 Desember 2019.

Konser ini bertajuk 36 Tahun Slank.

Menurut Bimbim, konser ini juga mengusung tema Slanking Forever 36 yang diambil dari nama album terbaru Slank dan usia Slank saat ini.

Bimbim berjanji bakal menyuguhkan acara bak pesta.

“Yang pasti malam Tahun Baru. Kalau tahun lalu lebih cepat tanggal 23. Kalau tahun ini mundur pas tahun baru, jadi lebih bersifat pesta. Kita akan merayakan 2020 dengan lagu-lagu Slank yang hits,” ucap Bimbim dalam jumpa pers di Mal FX, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (28/11/2019).

Diketahui, Slank akan merayakan hari jadi pada 26 Desember 2019 mendatang.

Sehingga konser ini juga menjadi perayaan hari jadi ke-36 Slank.

Meski tak menyebutkan secara gamblang, Bimbim mengisyaratkan bakal banyak yang menjadi bintang tamu di konser tersebut.

“Surprise, pokoknya ada gimmick nanti,” ujarnya.

Hal senada juga dilontarkan Kaka, ia merasa ini sangat spesial karena dua momen istimewa dihadirkan dalam satu acara, yakni ulang tahun Slank dan malam tahun baru.

“Yang pasti ini spesial sih. Kita bisa rayain ulang tahun plus pesta akhir tahun. Jadi kayak double bonus. Buat yang datang nanti pasti keren sih,” timpalnya.

Sedangkan Ivanka selaku pemain bas berharap konser ini bisa menjadi cambuk di usia Slank yang menginjak 36 tahun.

“Apinya kita tetap membara, dan tahun 2020 akan tetap menyala. Insya Allah bisa memberikan inspirasi untuk semua orang,” ucap Ivanka.

The Ocean Entertainment selaku promotor mengaku pihaknya mengundang Slank tanpa tedeng aling-aling karena band pelantun “Virus” ini punya banyak fans.

Alhasil, venue besar seperti GBK pasti bakal penuh terisi.

“Memang Slank itu band paling hits dan paling hot di Indonesia. Makanya waktu ngobrol sama tim, terus research, dia fansnya juga kita tahu lah fansnya kayak apa. Akhirnya kita pilih Slank,” ucap CEO The Ocean Entertainment Niken Ayu.

“Lagian mereka kan konser di mana pun enggak pernah failed. Jadi ya sudah kita ambil Slank saja,” sambungnya.

Rencananya, Slank tampil membawakan 26 lagu. Kaka dan kawan-kawan akan menghibur dari atas panggung berukuran 40×20 meter dengan kekuatan speaker 300.000 watt.

Ihwal tiket, terdapat beberapa kategori, yakni Tribun Atas Rp 80.000, Tribun Tengah Rp 200.000, Zona A Rp 320.000, Zona B Rp 360.000, Festival Rp 400.000, dan VIP Barat Rp 800.000 untuk sesi presale.

Sedangkan untuk harga normal, yakni Tribun Atas Rp 100.000, Tribun Tengah Rp 250.000, Zona A Rp 400.000, Zona B Rp 450.000, Festival Rp 500.000, dan VIP Barat Rp 1.000.000.

Tiket bisa didapatkan di http://www.slank36.loket.com mulai tanggal 8 Desember 2019.

 

 

Sumber :
https://www.kompas.com/hype/read/2019/11/28/181407666/36-tahun-berkarya-slank-gelar-konser-pada-malam-tahun-baru-di-gbk?page=all.

9 Musisi Unjuk Gigi di Album Kompilasi Musikini Superhits, Siapa Saja?

Steve Lillywhite bersama 9 musisi yang terlibat dalam album kompilasi Musikini Superhits saat jumpa pers peluncuran album tersebut di KFC Artha Gading, Jakarta Utara, Senin (21/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com – Sembilan musisi Tanah Air yang terdiri dari solois dan band unjuk gigi dalam album kompilasi bertajuk ” Musikini Superhits” yang dipersembahkan Jagonya Musik & Sport Indonesia (JMSI).

Adapun, kesembilan musisi tersebut adalah Budi Doremi, Brisia Jodie, Juicy Luicy, Chintya Gabriella, Aaliyah Massaid, Eclat, Ahmad Abdul, Lyla, dan Ghea Indrawari.

Brisia Jodie mengatakan, album kompilasi ini merupakan langkah awalnya membuat album solo sendiri.

Jebolan Indonesian Idol musim ke-9 itu merasa terhormat bisa terlibat dalam satu proyek dengan delapan musisi lainnya.

“Senang banget karena cita-cita aku, lagu aku masuk album kompilasi. Semoga next bisa album solo, jadi ini sebuah permulaan, sebuah kehormatan untuk aku,” kata Brisia Jodie saat jumpa pers peluncuran album kompilasi “Musikini Superhits” di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (21/10/2019).

Sementara itu, grup band Lyla menggandeng penyanyi Ghea Indrawari untuk membawakan lagu “Janji” dalam album tersebut.

“Kami pilih Ghea karena kami pengin punya lagu featuring, dan kami lihat-lihat suara Ghea yang paling pas di lagu itu. Ternyata Ghea menyambut baik niat kami ini,” ucap Naga, sang vokalis.

CEO JMSI Steve Lillywhite mengatakan, “Musikini Superhits” merupakan album kompilasi yang mewakili musisi populer.

“Saya belum pernah memiliki banyak penyanyi superhits dalam satu album. Ini benar-benar mewakili musik terbaik anak muda Indonesia,” ujar Steve Lillywhite.

 

 

 

Sumber :
https://entertainment.kompas.com/read/2019/10/21/185311210/9-musisi-unjuk-gigi-di-album-kompilasi-musikini-superhits-siapa-saja.

Salurkan Hasrat Bermusik, Enda dan Onci Ungu Bikin Duo

Dua personel grup band Ungu, Enda dan Onci di acara ulang tahun ke-24 Kompas.com di Menara Kompas, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (18/9/2019).

 

JAKARTA, KOMPAS.com – Dua personel grup band Ungu, Franco Wellyjat alias Enda dan Arlonsy Miraldi atau Onci, menyebut proyek duo yang kini mereka buat adalah untuk menyalurkan hasrat dalam bermusik.

Menurut Enda, hal itu dilakukan setelah intensitas manggung bersama Ungu sudah tak sesering dulu.

“Ya kami bikin ini duo sama Onci untuk menyalurkan hasrat kami dalam bermusik ya,” ucap Enda usai tampil di acara ulang tahun ke-24 Kompas.com di Menara Kompas, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (18/9/2019).

Enda mengatakan, duo tersebut dibentuk karena memaklumi kondisi Ungu saat ini setelah Pasha resmi menjabat sebagai Wakil Walikota Palu, Sulawesi Tengah.

“Ya gimana, kami juga memaklumi Pasha kan semenjak jadi wakil wali kota Palu ya waktunya juga harus mengurus orang banyak, kami enggak masalah, makanya kami isi dengan ini,” ucap Enda.

Sementara Onci mengatakan, duo ini membuatnya mampu menjaga hasrat dalam bermusik.

“Dengan duo ini saya sama Mas Enda bisa tetap bermusik ya, tapi ini kami buat dengan sepengetahuan personel lain, kayak Makki (bass) dan Roman (drum),” katanya.

Sejauh ini, duo Enda dan Onci sudah menelurkan dua singel, yakni “Apa Kabarmu” dan “I Love You Everyday”.

Menurut Enda dan Onci, dua singel tersebut merupakan arsip lagu yang sebelumnya sempat disiapkan untuk Ungu, namun tak kunjung tergarap dan baru bisa dirilis sekarang.

 

 

 

Sumber :
https://entertainment.kompas.com/read/2019/09/18/170841310/salurkan-hasrat-bermusik-enda-dan-onci-ungu-bikin-duo.

 

 

 

 

Ifan Seventeen Merasa Canggung Saat Kembali ke Panggung

Ifan Seventeen

JAKARTA, KOMPAS.com – Penyanyi Ifan Seventeen, berbagi pengalamannya saat ia manggung untuk kali pertama pascabencana tsunami yang merenggut tiga personelnya di Tanjung Lesung, Banten pada akhir tahun 2018 lalu.

Cerita tersebut dibagikan pria bernama lengkap Riefian Fajarsyah itu melalui akun Instagramnya. Vokalis berusia 36 tahun itu mengunggah beberapa foto dirinya yang sedang bernyanyi di atas panggung di Magetan, Jawa Tengah.

Ifan mengaku memilih panggung kecil lantaran harus kembali menyesuaikan diri.

“Alhamdulillah hari ini mulai manggung lagi, the very first gig since December last year. Sengaja ambil panggungan yang ga terlalu besar dan ga terlalu masal, untuk pengenalan kembali ke panggung, pengenalan kembali ke semua suasana diatasnya, untuk sesuatu yang besar diakhir tahun ini insyaAllah,” tulis Ifan seperti dikutip Kompas.com, Selasa (18/6/2019).

Ifan tak memungkiri bahwa ia masih merasa canggung saat berada di atas panggung.

“Eventhough it felt so awkward diatas panggung tanpa anak2, dan memang butuh keberanian yang besar buatku sampe bisa nginjekin kaki diatas panggung lagi,” tulis Ifan.

Namun, pemanasan ini harus dilakukan demi sebuah proyek di akhir tahun.

“Tapi insyaAllah semua ini buat rencana BESAR diakhir tahun, bismillah,” tulis Ifan lagi.

Untuk diketahui, tiga personel Seventeen, yakni Bani, Herman, dan Andi ditemukan meninggal saat terjadi bencana tsunami yang terjadi di Tanjung Lesung Beach Resort, pada 22 Desember 2018 lalu. Selain tiga personel, Ifan juga kehilangan istrinya, Dylan Sahara, yang juga ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.