Ariel NOAH hingga Rizal Armada Persembahkan Lagu untuk Seventeen

Ariel noah

Sejumlah vokalis Tanah Air mempersembahkan sebuah lagu, “Jaga Selalu Hatimu”, untuk memberi penghormatan kepada band Seventeen. Para vokalis itu, antara lain, Ariel “NOAH”, Rizal “Armada”, dan Faank “Wali” tampil dalam acara tahun baru Gempita SCTV, yang digelar di Pantai Carnaval Ancol, Jakarta Utara, Senin (31/12/2018). Ketika ditemui sebelum manggung, vokalis band Armada, Randi Riza Adi Pradana atau Rizal mengatakan bahwa lagu tersebut juga diharapkan bisa memberi kekuatan bagi vokalis Seventeen, Riefian Fajarsyah atau Ifan. Ifan satu-satunya personel Seventeen yang selamat dalam peristiwa Tsunami Selat Sunda, yang terjadi pada 22 Desember 2018 malam. “Kami mau bawain lagu ‘Jaga Selalu Hatimu’, yang didedikasikan untuk Seventeen. Nyanyinya bukan Armada doang, gabungan vokalis, ada Ariel, Faank, Dea Dalila, Tasya Rosmala. Jadi, lagu ini memang didedikasikan untuk Seventeen,” kata Rizal. “Semoga Ifan terus kuat dan, insya Allah, Allah ganti kesedihan dengan kebahagiaan yang luar biasa,” lanjutnya. Tiga personel Seventeen, yakni Muhammad Awal Purbani atau Bani (pemain bas), Herman Sikumbang (gitaris), dan Windu Andi Darmawan (drummer) menjadi korban meninggal dunia akibat Tsunami Selat Sunda. Road manager Seventeen, Oki Wijaya; kru mereka, Rukmana Rustam atau Ujang alias Uje; dan istri Ifan, Dylan Sahara, juga ditemukan meninggal.

 

(Sumber)

Advertisements

Luncurkan Album Baru, Band Metal Kras Makin Gila

lewat-musik-metal-kras-band-sentil-rivalitas-the-jak-mania-dan-viking-AH8d1LVygY

 

Satu unit metal dari bagian selatan Jakarta yaitu Kras akhirnya meluncurkan sebuah album perdana bertajuk Mad Maniac. Album yang dirilis sejak 31 Oktober 2018 ini merupakan aktualisasi kegilaaan para personel Kras terhadap musik thrash sekaligus jati diri mereka yang seutuhnya.

Dari sisi lirik di album terbaru, Kras yang digawangi oleh Bobby Jahat (vokal, bass), Eben Andreas (gitar), Eq (drum), dan Brio (gitar), ini banyak mengangkat isu-isu sosial, akhir zaman dan lika-liku anak band.

Sebut saja “Polutaniac City”, yang mengangkat kisah tentang kondisi kota Jakarta yang semakin sumpek dan susahnya mencari ketenangan. Atau “Apokalips” dan “Suci Sintetis” yang bercerita tentang semakin nyatanya tanda-tanda akhir zaman di mana orang salah tidak lagi merasa malu, sedangkan orang benar justru tersingkir.

Satu hal yang tak kalah penting, di album ini Kras mengajak Dwey, vokalis bandthrash metal asal Bandung, Werewolf, untuk berkolaborasi di lagu “Serangan Terakhir”. Lagu tersebut bercerita tentang perjuangan berdarah-darah para personel Kras dalam mempertahankan eksistensi band ini sampai harus mengorbankan biaya, waktu, karier kerja konvensional sampai asmara.

Diajaknya Dwey dalam lagu ini merupakan upaya Kras untuk mengikis atau bahkan menghabisi sentimen kedaerahan yang akhir-akhir ini terus mengembang. Fanatisme semu para penggemar sepak bola di Indonesia tak jarang menjangkit ke berbagai aspek kehidupan, termasuk ke panggung musik metal. Padahal, musik adalah bahasa universal yang seharusnya bisa mempersatukan segala perbedaan.

“Sebagai harapan, thrash metal ini bisa menjadi gaung memperbaiki hubungan scene metal Bandung dengan Jakarta. Kita semua orang Indonesia, untuk apa terkotak-kotakan hanya karena fanatisme sepak bola,” kata Bobby, menjelaskan pesan dalam lagu “Serangan Terakhir”.

 

Sumber

Arctic Monkeys

Arctic Monkeys are an English rock band formed in 2002 in High Green, a suburb of Sheffield. The band consists of Alex Turner (lead vocals, guitar, piano), Matt Helders (drums, vocals), Jamie Cook (guitar, keyboards) and Nick O’Malley (bass guitar, backing vocals). Former band member Andy Nicholson (bass guitar, backing vocals) left the band in 2006 shortly after their debut album was released.

They have released six studio albums: Whatever People Say I Am, That’s What I’m Not (2006), Favourite Worst Nightmare(2007), Humbug (2009), Suck It and See (2011), AM (2013), and Tranquility Base Hotel & Casino (2018), as well as one live album, At the Apollo (2008). Their debut album is the fastest-selling debut album by a band in UK chart history, and in 2013, Rolling Stone ranked it the 30th-greatest debut album.

The band has won seven Brit Awards – winning both Best British Group and Best British Album three times, and have been nominated for three Grammy Awards. They also won the Mercury Prize in 2006 for their debut album, in addition to receiving nominations in 2007, 2013 and 2018. The band have headlined at the Glastonbury Festival twice, in 2007 and again in 2013.

Arctic Monkeys were heralded as one of the first bands to come to public attention via the Internet, with commentators suggesting they represented the possibility of a change in the way in which new bands are promoted and marketed.

 

Sumber

Memperkenalkan Band Skastra.

skastra

 

 

 

Skastra, band berhaluan ska dibawah naungan Lisan Record yang beranggotakan delapan orang yakni Alduri Asfirna (vocal), Ibrahim Rahman (drum), Rasmana Raga (bass), Adi Ahdiat (guitar), Fazrin Mustakin (guitar), Hanung T. Wibawa (keyboard), Faris Sutowijoyo (trombone), dan Taufiq Alkatiri (trumpet) bulan februari 2018 lalu meluncurkan single teranyar mereka berjudul “Rendez-vous”. Single ini dirilis sebagai langkah pemanasan untuk mempersiapkan album baru mereka.

Dalam single “Rendez-vous” ini Skastra berhasil membuat pendengarnya terasa sejuk di telinga dengan suara vokal dari Asfirna yang nge-pop, kocokan gitar khas ska disatukan dengan dentuman bass dan drum yang funky serta jazzy. Skastra membawa musik Ska dengan kemasan yang berbeda dan lebih segar pada single ini dibandingkan lagu-lagu mereka yang berada di album pertama mereka, “Minor 7”. Dalam album pertama mereka berisi delapan buah lagu berbahasa Indonesia ditambah satu lagu instrumental yang lebih memadukan irama ska dan rock steady dengan berbagai varian musik.

Single “Rendez-vous” sendiri bercerita mengenai sebuah momen intim saat seseorang bertemu dengan sosok-sosok dari masa lalunya. Saat ini, “Rendez-vous” bisa dinikmati dalam format musik di aplikasi musik di hp seperti joox maupun spotify.

Sumber

Album Terbaru Gorillaz

 

 

 

 

Band Gorillaz menjadwalkan perilisan album terbaru bertajuk The Now Now pada 29 Juni mendatang. Kabar tersebut mereka sampaikan lewat situs khusus thenownow.tv.

Situs itu memuat alunan musik sekitar 15 detik. Selama musik berputar terdapat seni visual dengan gaya retro yang secara perlahan membentuk tulisan ‘The Now Now.’ Selain itu juga tertulis ‘June 29’ yang menandakan tanggal perilisan album.

Kepastian perilisan album itu dikonfirmasi oleh Zane Lowe selaku pemandu acara The Zane Lowe Show di Beats 1. Melansir Pitchfork, Lowe mengatakan vokalis Damon Albarn akan datang ke acara tersebut dan membawakan lagu baru.

Pada Oktober lalu, Gorillaz sempat merilis lagu bertajuk Garage Palace. Pada saat yang bersamaan mereka juga merilis video musik dari lagu tersebut.

Pada lagu itu Gorillaz berkolaborasi dengan rapper Simbiatu Abisola Abiola Ajikawo yang memiliki nama panggung Little Simz. Simz berasal dari London dan bermusik sejak 2010.
“Saya benar-benar kagum dengan sifatnya. Dia bukan hanya sekadar bagian dari kancah musik, itu hal baik untuknya,” kata Albarn

The Now Now akan menjadi album keenam band asal Inggris ini sepanjang karier bermusiknya sejak 1998. Sebelumnya, mereka telah merilis lima rekaman bertajuk Gorillaz (2001), Demon Days (2005), Plastic Beach (2010), The Fall (2011), dan Humanz (2017).

 

Sumber