SPMC Star Part 2 tanggal 26 Oktober 2019 di Mal Ciputra Cibubur

 

Hallo semuanya!!
Pada tanggal 26 Oktober 2019 kemarin, kami mengadakan SPMC Star Part 2 lho.

SPMC Star Part 2 yang diadakan di Mal Ciputra untuk kategori usia 3th – 6 thn di sesi 1 dan 10 th – 12 th untuk di sesi 2, ini dikuti secara aktif oleh para siswa Serenata PMC dan juga terbuka untuk umum.

Berikut daftar pemenang SPMC Star Part 2 untuk di sesi 1 :

✨ Winner SC : Jemima
✨ Winner SAC : Kevin
✨ Runner Up : Akhtar
✨ 3rd Place : Mattias
✨ 4th Place : Glory
✨ Flying Star SC : Davin
✨ Flying Star SAC : Matteo
✨ Rising Star SC : Evan
✨ Rising Star SAC : Kiandra
✨ Best Dress 1st Place : Kiandra
✨ Best Dress 2nd Place : Evan
✨ Brilliant Pianist : Darren
✨ Brilliant Drummer : Moses
✨ Brilliant Keyboardist : Enzo
Berikut daftar pemenang SPMC Star Part 2 untuk di sesi 2 :

✨ Winner SC : Pilar
✨ Winner SAC : Agatha
✨ Runner Up : Fatih
✨ 3rd Place : Jasson
✨ 4th Place : Zahra
✨ Flying Star SC : Alif
✨ Flying Star SAC : Fayha
✨ Rising Star SC : Djena
✨ Rising Star SAC : Septi
✨ Best Dress 1st Place : Raphael
✨ Best Dress 2nd Place : Raihana
✨ Brilliant Pianist : Sergio
✨ Brilliant Drummer : Kafka
✨ Brilliant Keyboardist : Aysha
✨ Brilliant Violinist : Raihana
✨ Brilliant Vocalist : Davin Tobias
✨ Brilliant Guitarist : Dhiya

Terima kasih untuk para siswa yang sudah berpartisipasi tahun ini. Untuk siswa yang belu menang jangan berkecil hati yaa… Masih banyak event berikutnya yang dapat diikuti. ☺🌸

Warm Regards,

 

SPMC

 

 

Wanna One 1st Fansmeeting In Jakarta – Wanna Be Loved

 

 

wannaone

 

 

Penggemar K-pop pasti paham siapa WANNA ONE.. mereka adalah boyband asal korea yang berangotakan 11member yaitu Yoon Ji SungKang DanielLee Dae HwiOng Seong WooHwang MinhyunKim Jae HwanPark Woo JinLai Guan LinBae Jin YoungHa Sung Woon dan Park Ji Hoon.

Telah mengelar acara  pada tanggal 21 Januari 2018 bertempat di ICE BSD , acara yang dimulai terbilang sore tapi sudah dipadati oleh Wannable (sebutan untuk para fans Wanna One) sejak pagi hari.
Tiket yang dibandrol diatas 2jt keatas pun ludes terjual.

 

Yuk.. cari tau apa sih fans meeting,konser,show case, bahkan fans sign?

 

Apa itu Fans Meeting?

Durasi acara fanmeeting biasanya adalah 1-1,5 jam aja. Dan diisi dengan 20% performance, 20% ngobrol-ngobrol seru, 30% interview, dan 20% untuk games.

 

jadi ini untuk lebih mendekatkan pengemar dengan bias mereka..

Apa itu Konser?

 

Konser Kpop biasanya berdurasi antara 2,5-4 jam, tergantung agensi masing-masing. Dalam konser tersebut, penampilan menyanyi dari sang artis kurang lebih 80% dari keseluruhan acara. Sedangkan sisanya 10% untuk ngobrol atau menyapa penonton, 5% interview dari MC, dan 5% sisanya biasanya adalah untuk games.

Apa itu Showchase?

Acara showcase biasanya berlangsung selama kurang lebih 2 jam, dengan sesi ngobrol dan interview lebih banyak yaitu sebesar 50% dari keseluruhan acara. Sedangkan performance hanya 20%, dan games sebanyak 30%.

 

Apa itu Fans Sign?

 

Yang asik dari acara fansign ini adalah kita bisa deket banget dengan bias, bisa ngobrol dan pegang-pegang juga lagi. Dapet tanda tangan di Album mereka.

 

Nah udah tau kan sekarang?..

Nunggu siapa lagi yang dateng kesini? berharap apa konser? showchase? fans sign? fans meeting?

 

Semoga idola kamu datang ke jakarta ya!!

 

Keseruan Gathering Concert Serenata PMC 2017 Part I!!

IMG_0285.JPG

Hi! Pada 16 September 2017 kemarin, Serenata PMC baru saja menyelenggarakan event Gathering Concert 2017 Part I di Mal Ciputra, Cibubur. Seru banget acaranya!

Acara ini merupakan salah satu ajang di SPMC sebagai sarana penyaluran bakat seni dari seluruh siswa SPMC. Gathering Concert di kemas dalam bentuk kompetisi dengan beberapa kategori pemenang seperti : Solo Contest, Solo Accompaniment Contest, Solo Genre : Pop, Solo Genre : Classic, Favorite Work, dan satu kategori baru yaitu Best Outfit.

Kompetisi di Gathering Concert 2017 ini di bagi menjadi 2 part dan berbagai sesi sesuai kategori usia, karena beda usia tentu beda juga kemampuan musiknya. Gathering Concert Part II akan di laksanakan pada tanggal 28 Oktober 2017.

Selain kompetisi musik, acara ini juga di selingi berbagai kegiatan menarik dan seru seperti performance dari beberapa guest star dan teachers.

Last but not least… Selamat kepada kepada para pemenang di Gathering Concert tahun ini ya! Dan yang belum menang jangan khawatir, masih banyak event Serenata PMC yang dapat di ikuti.

IMG_0138-01.jpeg

Rayakan Hari Anak Nasional, Anak Indonesia Ditantang Jadi Pelopor dan Pelapor

ad6e3-9e78f-han-23-juli-2017.jpg

Rabu (19/7), rangkaian kegiatan telah dimulai di Pekanbaru, Riau guna memperingati Hari Anak Nasional 2017  yang akan jatuh pada tanggal 23 Juli mendatang.

Sekitar seribu orang akan mengikuti kegiatan Forum Anak Nasional 2017 (FAN 2017) yang terdiri dari 748 orang peserta, 525 orang yang terpilih dari kabupaten/kota seluruh Indonesia, 68 orang pendamping atau mentor yang mewakili 34 provinsi, dan 66 anak LO atau perwira penghubung yang merupakan alumni Forum Anak.

fan-2017_20170720_091005.jpg

Kegiatan dimulai dengan Pembukaan FAN 2017 dengan tema “Cinta Tanah Air Melalui Kebhinekaan Dalam Keberagaman Budaya Menuju Persaudaraan dan Kerukunan” yang dibuka resmi oleh Wakil Gubernur Riau H. Wan Thamrin Hasyim, serta didampingi Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Lenny Rosalin.

Tema ini dipilih oleh anak-anak dengan semangat dan kesadaran mereka akan keberagaman yang ada, mulai dari Sabang sampai Merauke, untuk meraih persatuan dan menciptakan lingkungan yang ramah bagi anak.

fan-2017_20170720_091051.jpg

Forum Anak sendiri merupakan organisasi atau lembaga sosial bagi anak-anak yang belum berusia 18 tahun, dimana anggotanya merupakan perwakilan dari kelompok anak atau kelompok kegiatan anak yang dibina oleh pemerintah sebagai media untuk mendengar dan memenuhi aspirasi, keinginan, dan kebutuhan anak dalam proses pembangunan.

FAN 2017 akan diselenggarakan mulai 19-22 Juli 2017 dan diisi oleh berbagai rangkaian acara seru dan tentunya menambah wawasan yang bermanfaat bagi semua anak.

“Saya berharap anak-anak dapat membekali ilmu dan belajar dari para narasumber dan fasilitator, serta berbagi pengalaman dengan anak-anak dari wilayah lain yang belum bisa hadir mengikuti kegiatan ini,” ucap Lenny.

“Kalian akan menjadi agen perubahan (agent of change) dan diharapkan dapat menjadi Pelopor dan Pelapor (2) apabila melihat segala sesuatu yang tidak layak dialami oleh anak-anak untuk ditindaklanjuti oleh orang dewasa,” tambahnya.

FAN 2017 diharapkan dapat mengajak anak-anak untuk terlibat dalam proses pengambilan keputusan sesuai kebutuhan dan keinginan mereka.

Suara mereka perlu menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam proses pembangunan negeri.

Hasil diskusi mereka akan terkristal dalam sebuah Suara Anak Indonesia 2017 yang akan dibacakan saat puncak acara Hari Anak Nasional pada 23 Juli mendatang di hadapan Presiden RI, Joko Widodo.

Selain itu, lewat kegiatan ini juga dapat terpilih delegasi anak Indonesia untuk Asean Children Forum dan menjamin keberlangsungan Forum Anak pada tahun-tahun mendatang.

Sumber.

Merayakan Hari Jazz Sedunia

“The earth has music for those who listen.”
– William Shakespeare

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, jazz secara resmi dirayakan di seluruh dunia tertanggal 30 April. Pengesahan untuk momen historis tersebut diberikan oleh UNESCO menjadi “International Jazz Day” yang akan diperingati setiap tahunnya.

Sebelum terwujud International Jazz Day, awalnya merupakan sebuah festival bulanan Jazz Appreciation Month saban April yang dimulai sejak 2001 oleh John Edward Hasse, kurator Smithsonian’s National Museum of American History untuk merekognisi jazz sebagai seni asli Amerika.

ade-brothers-international-jazz-day.jpg

Ide perihal International Jazz Day datang dari seorang ikon jazz Herbie Hancock yang tahun lalu ditunjuk menjadi Goodwill Ambassador UNESCO, sebagai program pertamanya. Misi untuk mendorong dialog lintas budaya serta pemahaman tentang jazz, lewat edukasi jazz terutama kepada anak-anak yang memiliki keterbatasan sarana belajar itu mendapat respons positif oleh 195 negara anggota yang menyetujui rancangan tersebut.

Disambut baik pula oleh Direktur-Jenderal UNESCO Irina Bokova yang turut mendukung International Jazz Day, ia berpendapat bahwa jazz memiliki kontribusi penting sebagai sarana komunikasi yang melampaui perbedaan dalam tataran global.

Maraton International Jazz Day bermula  27 April 2012 dengan sebuah perhelatan di Markas Besar UNESCO di Paris, meliputi sederet program edukasi dan konser malam harinya. Penampil antara lain Herbie Hancock, pianis muda berbakat asal Armenia Tigran Hamasyan, basis senior Marcus Miller, pula chanteuse Barbara Hendricks, Dee Dee Bridgewater, George Benson, berikut para musisi jazz setempat.

Sejatinya, semenjak kelahirannya di New Orleans akhir abad ke-19, jazz merupakan suatu ekspresi bunyi yang memiliki elemen plural; berakar dari tradisi musik Afrika namun juga terkandung preferensi musik tradisi Eropa – dibawa oleh para imigran waktu itu – yang kemudian menjadi sarana aktualisasi diri kaum kulit hitam yang tertindas oleh sistem perbudakan.

Hingga perkembangan dewasa ini, jazz dengan mudahnya berakulturasi dengan berbagai unsur musikal di penjuru dunia, jazz ialah melting pot besar yang terus berevolusi dan peka zaman. Memang, jazz berasal dan dibentuk oleh orang-orang kulit hitam di Amerika, tetapi kini musik yang berciri improvisasi sebagai nadinya tersebut, dimiliki oleh setiap orang di muka bumi. Siapapun, di manapun, dan kapanpun berhak untuk mengapresiasi jazz.

Pada hari perayaan 30 April 2012, kemeriahan itu diawali dengan berlangsungnya sunrise concert, dan tak ada tempat yang lebih tepat selain Congo Square, New Orleans, lokasi di mana jazz lahir. Di tempat lain; Rio De Janeiro, Cape Town, Carabobo (Venezuela), Malta, Budapest, dan sekurangnya lima puluh titik di penjuru dunia termasuk Jakarta ikut ambil bagian dalam International Jazz Day perdana.

Seremoni yang berjalan di Congo Square, berikut kata sambutan Herbie, Irina, juga Tom Carter selaku Presiden Thelonious Monk Institute of Jazz, yang berperan memfasilitasi acara sedari awal, serta Walikota New Orleans Mitch Landrieu, diwarnai performa insan-insan jazz lintas generasi; Ellis Marsalis, Terence Blanchard, Kermit Ruffins, Jeff ‘Tain’ Watts, dan lain-lain.

Dari New Orleans menuju New York, beralih petang adalah puncak acara International Jazz Day. Bertempat di Markas Besar PBB, sunset concert merupakan pertunjukan yang bersejarah, menampilkan musisi-musisi jazz lintas benua, genre, dan usia. Quincy Jones membuka dengan pidato yang menegaskan bahwa jazz ialah musik kebanggan Amerika, dan harus selalu dikembangkan. Dari benua Afrika, Richard Bona, Angelique Kidjo, dan Hugh Masekala, Timur Tengah diwakilkan Eli Degibri dan Tarek Yamani, sedangkan Lang Lang, Hiromi, Zakir hussain, dan Shankar Mahadevan representasi daratan Asia.

Saksofonis senior Jimmy Heath (86) beraksi dengan kontrabasis Esperanza Spalding dari generasi kini, serta ketiga alumni Miles Davis Quintet yaitu Herbie Hancock, Ron Carter, dan Wayne Shorter juga Jack DeJohnette menggantikan drummer Miles, Tony Williams (1945-1997) begitu  fenomenal. Berakhir oleh kejutan dari Stevie Wonder bawakan lagu “As” dari album Songs in the Key of Life.

Di Indonesia, International Jazz Day turut dirayakan, lewat sebuah konser kecil namun menarik. Bertajuk “Celebrating International Jazz Day, Celebrating Life,” menampilkan Ade & Brothers di Pusat Kebudayaan Amerika Serikat – @america, Pacific Place Jakarta. Rencana awal untuk menghadirkan trio  M. Ade Irawan (piano), Donny Sundjojo (kontrabas), dan Sandy Winarta (drum) terpaksa berubah format menjadi duet piano-kontrabas karena sang drummer berhalangan hadir.

Meskipun hanya tampil berdua, Ade, pianis berbakat yang tuna netra sejak lahir mampu untuk memukau audiens bersama sajian atraktif Donny. Ade lahir di Colchester, Inggris 18 tahun lalu belajar musik secara otodidak dan mengandalkan pendengaran yang luar biasa. Menurut sang ibunda, Endang Irawan yang malam itu pula hadir, puteranya tersebut mulai menyentuh kibor waktu berusia 5 tahun kemudian pindah ke piano dua tahun setelahnya, dan berimprovisasi jazz sejak umur 9.

Menyajikan sederet nomor jazz standar dan komposisi orisinil, Ade dan Donny tampil santai dan komunikatif. Keduanya adalah musisi jazz muda terbaik di tanah air, Donny dengan jam terbang yang tinggi dan permainan memikat, pula Ade yang punya banyak pengalaman, di antaranya bermain pada Chicago Jazz Festival 2007, resital piano solo di Sydney Opera House, Australia yang mendapat banyak pujian kalangan internasional. Ditambah kesempatan untuk tampil bersama para musisi jazz dan blues terdepan di Chicago.

Sesuai dengan tema acara, merayakan International Jazz Day berarti pula merayakan kehidupan itu sendiri, seperti diteladani oleh Ade dan berbagai insan jazz di seluruh dunia. Dalam konteks kekinian, jazz adalah milik dunia, serta dapat memberi perubahan untuk masa depan yang lebih baik, dengan kaum muda sebagai agennya. Mengutip tagline Jazz Appreciation Month, “Jazz: Spontaneous. Never Ordinary. Completely Genuine.”

Happy Jazzday!

sumber

Festival Melupakan Mantan Jogja, Acara Valentine Khusus Jomblo. Sayang, Perayaan Tahun Ini Diprotes

hipwee-mantan2.jpg

Februari tiba, itu artinya perayaan Valentine pun mulai ramai dipersiapkan oleh orang seluruh dunia. Biasanya Hari Kasih Sayang ini begitu identik dengan bunga, cokelat dan hal-hal berbau romantis. Tapi tak begitu dengan event tahunan yang dimiliki kota Yogyakarta ini. Sebuah festival diadakan secara khusus bagi mereka yang sedang sendirian dan kesulitan melupakan mantan. Festival yang bertajuk ‘Festival Melupakan Mantan‘ ini sudah digelar secara rutin sejak tahun 2015 yang lalu.

Sejatinya, event ini sendiri merupakan anti tesis dari event-event Valentine kebanyakan. Kalau lazimnya merayakan Valentine bersama pasangan, festival ini justru diperuntukkan para jomblo atau seseorang yang baru patah hati. Namun ada satu hal menarik tentang Festival Melupakan Mantan yang rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 11-13 Februari mendatang. BBC Indonesia melaporkan bahwa perayaan tahun ini diprotes keras Forum Demokrasi Digital. Apa ya kira-kira sebabnya??

Acara ini dibuat untuk menyemangati orang-orang patah hati untuk bisa move on. Tapi highlight ‘Festival Melupakan Mantan’ tahun ini dianggap berpotensi melanggar privasi orang

hipwee-00067303.jpgTantangan yang digagas panitia tahun ini adalah memamerkan foto mantan via wowkeren.com

Tentu saja setiap tahunnya ada tema dan konten berbeda yang ditawarkan oleh penggagas acara. Kalau tahun pertama lebih didominasi dengan aksi guyonan khas Njogja, maka tahun kedua difokuskan dengan melarung beberapa barang peninggalan sang mantan. Nah tahun ketiga ini para pengunjung diberi tantangan untuk membawa foto mantan dan memajangnya bersama-sama layaknya karya seni.

Setelah publikasi acara ini ‘menggema’ dimana-mana, Forum Demokrasi Digital pun melayangkan protesnya. Kelompok ini khawatir foto-foto mantan tersebut kemungkinan besar akan dibawa dan dicetak tanpa izin dari mantannya. Meski tampak sepele, dalam ranah etika itu bisa saja diklasifikasikan sebagai pelanggaran privasi. Walau pada akhirnya peserta akan diajak bersyukur dan mendoakan mantan-mantannya bersama-sama, tetap saja itu dinilai tidak etis.

Forum Demokrasi Digital juga mengaitkan protesnya dengan UU Perlindungan Anak. Selain mempermasalahkan minimnya kontrol pose si mantan, memang tak ada batasan umur dalam acara ini

hipwee-Melupakan-Mantan.jpg Siapapun bebas membuang memori tentang mantannya via thebinde.com

Berkaitan dengan menggunakan foto orang lain, hal ini bisa saja dihubungkan dengan Hak Cipta yang diatur dalam Undang-Undang No.28 tahun 2014. Dimana dalam UU tersebut dikatakan, bahwa potret adalah karya fotografi dengan objek manusia dan merupakan salah satu ciptaan yang dilindungi dalam rezim hak cipta. Selanjutnya juga disebutkan, pencipta atau pemegang hak cipta atas karya fotografi harus mendapat izin dari orang yang dipotret ketika ingin mengikutsertakan karya dalam suatu ajang atau bahkan mempublikasikannya. Yang dijadikan persoalan tambahan ialah ketika ada foto seseorang yang berusia 18 tahun ke bawah. Seseorang di bawah usia 18 tahun memang masih menjadi subyek dalam UU Perlindungan Anak.

Panitia mengklarifikasi masalah ini dengan menyatakan bahwa area pemajangan foto ini nantinya tidak akan terbuka untuk semua pengunjung. Hanya mereka yang memang ingin berbagi foto mantannya, bisa masuk. Tiap pengunjung juga tidak diharuskan untuk membawa foto mantan. Tapi tetap saja masih ada risiko kalau foto-foto yang sudah dipajang itu nantinya akan disalahgunakan.

Yang ditakutkan lagi, kalau-kalau event ini hanya tentang mengolok-olok para mantan. Padahal tujuan utamanya untuk move on kan?

hipwee-IMG_20160213_202425-750x422.jpgMove on itu bukan balas dendam via sociotraveler.com

Disamping melanggar privasi orang lain, acara memajang foto-foto mantan ini juga tampaknya sedikit melenceng dari semangat move on. Melupakan ingatan buruk tentang sebuah hubungan atau pasangan yang membuatmu patah hati, mungkin memang diperlukan untuk kembali menemukan semangat hidup. Tapi jangan sampai motivasi move on itu berubah jadi semangat balas dendam. Memajang foto mantan untuk diperlihatkan ke publik, sepertinya merupakan gesture mengolok-olok dan menargetkan langsung mantanmu di depan banyak orang.

Acara tahun lalu mungkin tidak menuai protes karena yang dikumpulkan adalah barang-barang mantan. Meski tidak diberi nama, foto-foto yang rencananya jadi rangkaian acara tahun ini tetap saja akan mengekspos muka orang. Terlebih tanpa izin yang bersangkutan.

Kalau tahun ini kamu memang berminat seru-seruan melupakan mantan di Festival Melupakan Mantan, silakan. Tapi sebaiknya diingat dan dipikirkan juga poin-poin perdebatan di atas. Jangan sampai hubunganmu dengan mantan malah jadi makin buruk setelah kamu kepergok memajang foto mantanmu tanpa izin.

Sumber

Imlek Concert & Art Exhibition

IMG_5704.JPG

Hi! Pada 22 Januari 2017 kemarin, Serenata PMC dan La Alfabeta baru saja menyelenggarakan event pertama di tahun 2017 loh yaitu Mini Concert Imlek & Art Exhibition. Seru banget acaranya!

IMG_5528.JPG

Acara ini merupakan salah satu ajang tahunan di SPMC sebagai sarana penyaluran bakat seni dari seluruh siswa SPMC. Event ini di kemas dalam bentuk mini concert. Selain kompetisi musik, acara ini juga di selingi berbagai kegiatan menarik dan seru seperti performance dari beberapa guest star, teachers, display art, dan juga kegiatan face painting yang sangat di gemari siswa dan teachers khususnya untuk kaum wanita.

IMG_0570.JPG

Last but not least… masih banyak kok event Serenata PMC dan La Alfabeta yang dapat di ikuti. Sampai bertemu di event-event selanjutnya. Tetap semangat dan terus berlatih ya!

IMG_20170125_211108_181.jpg

Keseruan Event SPMC Gathering Concert 2016!!

Hi! Pada 26 November 2016 kemarin, Serenata PMC baru saja menyelenggarakan event Gathering Concert 2016 di Revo Town, bekasi. Seru banget acaranya!

DST_2181.JPG

Acara ini merupakan salah satu ajang di SPMC sebagai sarana penyaluran bakat seni dari seluruh siswa SPMC. Gathering Concert di kemas dalam bentuk kompetisi dengan beberapa kategori pemenang seperti : Solo Contest, Solo Accompaniment Contest, Solo Genre : Pop, Solo Genre : Classic, dan juga Favorite Work.

dst_2547

Kompetisi di Gathering Concert 2016 ini juga di bagi menjadi berbagai sesi sesuai kategori usia, karena beda usia tentu beda juga kemampuan musiknya. Selain kompetisi musik, acara ini juga di selingi berbagai kegiatan menarik dan seru seperti performance dari beberapa guest star, teachers, dan juga kegiatan face painting yang sangat di gemari siswa dan teachers khususnya untuk kaum wanita.

dst_2556

Last but not least… Selamat kepada kepada para pemenang di Gathering Concert tahun ini ya! Dan yang belum menang jangan kuatir, masih banyak event Serenata PMC yang dapat di ikuti.

dst_2562

Sampai bertemu di event-event selanjutnya. Tetap semangat dan terus berlatih ya!

dst_2570

DST_2167.JPG

DST_2189.JPG

DST_2258.JPG

DST_2275.JPG

Halloween Di Serenata PMC dan La Alfabeta

Hallo semuanya ^^

Yuk lihat keseruan team Serenata dan La Alfabeta dalam foto session Halloween nya 😀

Pada tanggal 31 Oktober kemarin, Team Serenata PMC dan La Alfabeta mengadakan foto session yang bertemakan Halloween.

ad150944-54b8-4553-a7ed-61c16ad7c565.jpg

Tau gak sih, terdapat keyakinan luas bahwa banyak tradisi Halloween bermula dari festival-festival panen Kelt kuno yang mungkin memiliki akar-akar pagan, khususnya festival Samhain etnis Gael, dan festival tersebut dikristenkan sebagai Halloween.Namun, beberapa akademisi mendukung pandangan bahwa Halloween bermula secara independen sebagai suatu perayaan Kristen semata-mata.

14937246_1341643445848143_7535796951062525846_n

Kegiatan saat Halloween meliputi Trick or treat (atau hal terkait dengan penyamaran dengan kostum seram), menghadiri pesta kostum Halloween, mendekorasi, mengukir waluh menjadi Jack-o’-lantern, menyalakan api unggun besar, penenungan dan apple bobbing, bermain lelucon praktis, mengunjungi atraksi berhantu, menceritakan dongeng menakutkan, dan menonton film horor. Di banyak belahan dunia, perayaan keagamaan Kristen saat Malam Para Kudus, misalnya menghadiri ibadah gereja dan menyalakan lilin pada makam, masih tetap populer, meskipun di tempat lain berlangsung perayaan yang lebih sekuler dan komersial. Beberapa umat Kristen secara historis berpantang daging pada Malam Para Kudus, suatu tradisi yang tercermin dengan makan makanan tertentu pada hari vigili ini, misalnya apel, panekuk kentang, dan kue jiwa.

2e8ab7fa-15a8-48fc-8f19-2d1216829571.jpg

Serenata dan La Alfabeta juga memeriahkan dengan memakai penyamaran dengan kostum seram, mendekorasi studio, dan melukis wajah seakan akan terlihat seram ^^

3cc252db-45fc-4d5d-ab92-5d6b5f202b0d.jpg

Disini terlihat Kak Naufal dari La Alfabeta berperan menjadi Zombie, ada Kak Tari dari Serenata PMC menjadi Sally pasangan dari Jack Skellington dari film Nightmare Before Christmas, ada Kak Jamil berperan menjadi Frankenstein, dan Kak Eva menjadi Annabelle 😀

07ec2140-be63-4776-a210-b0d94d1880b8.jpg

Gimana seram ga?? sampai berjumpa di event kami selanjutnya yah teman-teman ^^

Persiapan Gathering Concert 2016

Hallo Semuanya ^^

Pada hari Selasa tanggal 18 Oktober 2016 kemarin, segenap tim manajemen dan para guru dari Serenata PMC dan La Alfabeta mengadakan Meeting untuk persiapan Gathering Concert 2016.WhatsApp Image 2016-11-05 at 13.08.14.jpeg

Udah tahu belum?? Gathering concert ini merupakan kegiatan lomba tahunan rutin yang diadakan oleh Serenata PMC dan selalu di support oleh sister company kami yaitu La Alfabeta.

WhatsApp Image 2016-11-05 at 13.24.46.jpeg

 

Kali ini La Alfabeta membantu kami untuk memeriahkan acara dengan mengadakan acara face painting. Pasti seru banget!!

Jangan lupa ya untuk datang ke booth La Alfabeta besok pada tanggal 26 November 2016 di Revo Town Bekasi untuk face & hand painting gratis.

Mau Tahu Siapa Saja Pemenang Serenata PMC 6th Anniversay Celebration?

Haloo semuanya!! Pada tanggal 1 Maret 2016 kemarin, Serenata PMC ulang tahun yang ke-6 lho. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Serenata PMC mengadakan berbagai lomba untuk memeriahkan semarak ulang tahun yang ke 6. Mulai dari lomba mewarnai, lomba menggambar, dan juga lomba video musik.

Lomba mewarnai, terdiri dari 2 kategori, yaitu kategori A (5-7 tahun) dan kategori B (8-11 tahun). Lalu juga ada lomba menggambar (usia bebas) dan juga lomba video musik dengan 6 kategori yaitu kategori A (3-6 tahun), kategori B (7-8 tahun), kategori C (9-10 tahun), kategori D (11-12 tahun), kategori E (13-14 tahun), F kategori (15 tahun keatas)

Berbagai kegiatan untuk menyemarakkan suasana ulang tahun Serenata PMC ini di ikuti secara aktif oleh para siswa Serenata PMC. Pada lomba mewarnai dan menggambar, diambil 2 pemenang pada masing-masing kategori sehingga terdapat 6 pemenang. Lalu untuk lomba video musik, masing-masing kategori menghasilkan 4 pemenang, sehingga total terdapat 24 pemenang.

 

 

Berikut daftar para pemenang dalam lomba mewarnai, menggambar, dan video musik pada event Serenata PMC 6th Anniversary Celebration :

LOMBA MEWARNAI
Kategori A
Winner : Irene Ellen
Runner Up: Irene Aldis

Kategori B
Winner : Raissa
Runner Up : Nayla

LOMBA MENGGAMBAR
Winner : Chantya
Runner Up: Deisha

LOMBA VIDEO MUSIK
Kategori A
Winner : Nua
Runner Up : Kindra
Best Solo : Maxi
Best Solo Accompaniment : Alarik

Kategori B
Winner : Mikaela
Runner Up : Clara
Best Solo : Abigail
Best Solo Accompaniment : Calista

Kategori C
Winner : Egis
Runner Up : Nayla
Best Solo : Alika
Best Solo Accompaniment : Benaya

Kategori D
Winner : Steven
Runner Up : Raina
Best Solo : Lia
Best Solo Accompaniment : Laura

Kategori E
Winner : Mario
Runner Up : Embun
Best Solo : Dandy
Best Solo Accompaniment : Chantya

Kategori B
Winner : Riyeza
Runner Up : Mutia
Best Solo : Viona
Best Solo Accompaniment : Angela

 Terima kasih untuk para siswa yang sudah berpartisipasi dalam berbagai lomba tahun ini. Untuk siswa yang belum menang jangan berkecil hati yaa… masih banyak event berikutnya yang dapat di ikuti. =)

Warm Regards,

Serenata PMC

Keseruan Event : Indonesian Heritage Coloring Competition & Music Concert by Serenata PMC di Mal Ciputra Cibubur

Hai semuanya!! Tanggal 28 Mei kemarin Serenata PMC bekerja sama dengan La Alfabeta mengadakan Music Concert and Coloring Competition yang bertajuk Indonesia Heritage : Music Concert and Coloring Competition. Acara ini di adakan dalam rangka Hari Keluarga Nasional yang jatuh pada tanggal 29 Mei 2016 kemarin.

Event Indonesia Heritage : Music Concert and Coloring Competition di mulai dengan Coloring Competition yang di selenggarakan oleh La Alfabeta Art Division. Kegiatan ini bertujuan agar adik-adik dapat lebih mengenal budaya tradisional Indonesia dengan media lomba mewarnai yang bertema kegiatan permainan tradisional. Acara ini juga dimeriahkan olehberbagai macam lagu daerah yang dimainkan oleh siswa dan teachers dari Serenata PMC, seperti Fadia, violinist remaja yang memainkan beberapa lagu daerah dan lagu kenangan Chrisye, lalu Serenata PMC Band yang terdiri dari kak Emil (saxophonist), kak Ogi (pianist), kak Roland (drummer), kak Jo (bassist), kak Aldis (vocalist) yang mememainkan lagu daerah Sunda, Betawi, Jawa Tengah dan juga Melayu, dan tidak lupa duo Indie akustik dari kak Jo dan kak Hara.

Setelah acara Coloring Competition di tutup dengan pengumuman para pemenang competition, event ini langsung bersambung dengan Music Concert yang di ikuti siswa dari berbagai alat musik. Show kali ini benar-benar meriah. Mulai dari drum dengan genre rock, hingga permainan piano klasik yang sangat lembut. Acara ini juga diikuti oleh siswa dengan rentang usia yang sangat beragam, mulai dari peserta yang berusia 3 tahun hingga yang dewasa.

Acaranya benar-benar seru deh! Intip saja foto-foto hasil jepretan saat event kali ini di facebook.com/serenatamusic.

Jangan lupa like ya =)

Sampai bertemu di event selanjutnya!

 

Indonesian Heritage Music Show & Colouring Competition with SPMC and La Alfabeta

Hallo kakak2, dan para orang tua yang lagi baca ini..

Kami dari Serenata Private Music Course dalam bulan Mei ini akan mengadakan Event lho… eits, ini event buka sembarang event… ini event dijamin bukan cuma buat have fun, tapi event kita ini juga ada unsur edukasinya 😀

Ya… event kita kali ini adalah Colouring Competition, nggak cuma itu lho… nanti ada hiburan juga Music Show dari murid2 SPMC dan Para kakak2 pengajar di SPMC. Pasti bakalan “Pecah Banget”, apalagi tema kita kali ini adalah Indonesian Heritage, jadi bisa ngenalin anak2 dan adik2 kita tentang budaya Indonesia.

Untuk info lebih lanjut bisa lihat di flyer dibawah ya 🙂

 

SPMC Gathering Concert 2015 @ Plaza Semanggi

Hai,

ini dia hasil jepretan saat Event SPMC Gathering Concert 2015 yang diadakan di Plaza Semanggi, 12 desember lalu, terima kasih untuk seluruh kakak2 panitia yang siap siaga selalu dan juga tim dewan juri.

SPMC juga berterima kasih untuk para orang tua yang telah mengantar dan memberikan support kakak adik yang tampil, dan yang paling utama, terima kasih untuk adik kakak peserta GC 2015 yang telah belajar rajin untuk mempersiapkan concert dan tampil maksimal pada GC 2015, sukses terus yaaa (^^)

More pics? Kunjungi fb pages kami di http://www.facebook.com/serenatamusic

La Alfabeta Instagram Drawing Competition

lomba mothers day 2-A

*FREE, tidak di pungut biaya apapun

*caranya mudah, hanya upload gambar di instagram, beri #laalfabetamothersday2nd

*periode: 15 November 2015-6 Desember 2015

More info hubungi:

Customer Service La Alfabeta

Citra – 0812 8928 3667

 

Kunjungi official website dan facebook page La Alfabeta di :

http://www.laalfabeta.com

http://www.facebook.com/laalfabeta.course