7 Perayaan Halloween di Berbagai Belahan Dunia

Perayaan Halloween dimeriahkan setiap tanggal 31 Oktober dan telah dirayakan sejak lebih dari 2.000 tahun yang lalu, lho! Perayaan ini muncul ketika bangsa Celtic percaya bahwa pembatas antara dunia orang mati dan orang hidup telah terbuka. Akibatnya, roh jahat akan berkeliaran dan mengganggu umat manusia. Untuk menghindari ancaman tersebut, maka manusia harus memakai kostum yang menyeramkan agar roh jahat mengira manusia adalah teman mereka.

Tradisi unik ini kemudian menyebar dan rutin dirayakan setiap tahun di segala penjuru dunia dengan cara unik masing-masing. Nah, simak yuk bagaimana Halloween dirayakan di sejumlah negara berikut.

Amerika Serikat

Perayaan Halloween

Sumber: NycgoSetiap tahunnya, perayaan Halloween di Amerika sangat meriah dan ramai diikuti oleh anak kecil dan orang dewasa. Kamu juga pasti sudah nggak asing dengan tradisi Halloween di negara ini dimana orang-orang akan mengenakan kostum-kostum seram dan berkeliling mengetuk pintu dan mengucapkan “Trick or Treat!” . Pemilik rumah kemudian membuka pintu dan memberi segenggam permen yang akan ditaruh di dalam kantung permen si pengetuk pintu.

Perayaan Halloween terbesar di Amerika ada di kota New York yang dikenal dengan sebutan The Village Halloween Parade. Setiap tahunnya, sekitar 50 ribu orang akan berpartisipasi memeriahkan acara ini dengan memakai kostum-kostum menarik. Seru ya?

Jepang

Perayaan Halloween

Sumber: Japanese ReaderKetika merayakan Halloween, penduduk Jepang akan mengadakan festival Obon. Di festival ini, mereka menyiapkan manisan, makanan yang dipercaya mampu mengundang leluhur untuk datang berkumpul bersama keluarga mereka. Di akhir festival Obon, mereka akan menyalakan api di lentera dan kemudian dihanyutkan ke sungai atau laut untuk mengirim kembali arwah leluhur.

Selain itu, Halloween juga dimeriahkan oleh para anak muda yang mengenakan kostum-kostum unik sambil berkumpul di pusat keramaian dan berteriak “Happy Halloween!”.

Austria

Perayaan Haloween

Sumber: Japanese ReaderKetika merayakan malam Halloween di Austria, penduduk akan menyiapkan roti, air, dan lampu di atas meja sebagai persembahan kepada roh yang diyakini sebagai roh keluarga dan kerabat. Roh-roh ini akan datang ke rumah sambil membawa keajaiban dan kebahagiaan untuk keluarga yang ditinggalkan, serta sekaligus memudahkan mereka untuk kembali ke tempat peristirahatan dengan damai.

Di Austria juga ada tradisi mendekorasi makam orang-orang terdekat dengan menggunakan lentera kecil serta percikan air suci untuk mendoakan mereka supaya hidup dalam damai di alam sana.

Filipina

Perayaan Halloween

Sumber: Japanese ReaderPerayaan Halloween di Filipina lebih dikenal dengan sebutan Pangangaluluwa, dimana orang-orang mengenakan kostum seram sambil menyanyikan pujian-pujian dari rumah ke rumah. Nyanyian ini bermaksud untuk mengenang kebaikan dan mendoakan roh-roh yang masih terjebak di dunia untuk bisa kembali ke Surga dengan damai.

China

Perayaan Halloween

Sumber: HolidayPleaseBlogDi China, Halloween diperingati sebagai perayaan Teng Chieh, yakni perayaan untuk orang-orang yang sudah meninggal. Di hari tersebut, warga China akan mengunjungi makam keluarga atau kerabat dengan membawa makanan, bunga, dan mendoakan mereka.

Selain itu, mereka juga membakar lentera dan kemudian menerbangkannya. Tujuannya agar roh-roh yang berkeliaran dapat kembali ke Surga sambil mengikuti cahaya api itu.

Jerman

Perayaan Halloween

Sumber: The German WayPerayaan Halloween di Jerman cukup unik. Selain menyiapkan sejumlah dekorasi horor, para penghuni rumah juga akan menyembunyikan seluruh pisau yang ada di rumahnya. Dengan melakukan itu, mereka percaya akan terhindar dari gangguan roh jahat yang bisa menyakiti mereka menggunakan pisau-pisau tersebut.

Indonesia

Perayaan Halloween

Sumber: While You On EarthNah, kalau di Indonesia sendiri, walaupun perayaannya nggak semeriah negara-negara di atas, suasana Halloween masih bisa kamu temukan di mall-mall atau cafe yang penuh dengan dekorasi bertema Halloween.

Di Indonesia, perayaan Halloween hanya dimeriahkan oleh kalangan tertentu saja. Biasanya akan ada acara-acara cosplay atau party berkonsep Halloween di sejumlah bar. Selain dekorasi ruangan, bahkan menu makanan dan minuman juga bisa diubah dengan nama dan bentuk bertema Halloween, lho!

Baca juga: Lakukan 6 Hal Ini untuk Merayakan Kemerdekaan Indonesia di Luar Negeri


Nah, itulah perayaan-perayaan Halloween unik dari sejumlah negara. Seperti yang sudah disebutkan di atas, Indonesia bukan negara yang merayakan Halloween dengan meriah. Namun, kamu masih bisa membuat sebuah pesta kostum yang dilengkapi dekorasi-dekorasi bertema Halloween. Dijamin nggak kalah seru deh!

Advertisements

5 Video Musik Pop Bertema Horor

DSCF2161

 

 

 

Happy Halloween!

Setiap tanggal 31 Oktober adalah masanya untuk mengenakan kostum seru yang sudah disiapkan jauh-jauh hari dan kemudian bersenang-senang di pesta topeng yang meriah. Ternyata misalnya ternyata tidak atau belum ada undangan untuk Pesta Halloween, ya mengapa tidak menghabiskan waktu di rumah saja?

Halloween-an di rumah juga tidak kalah fun. Sendiri, atau ajak sahabat-sahabat terdekat, bukan masalah. Yang penting apa yang bisa dilakukan di homemade Halloween kali ini. Marathon nonton film horor tentu masuk agenda. Tapi kalau terasa terlalu panjang, kenapa tidak menyaksikan video musik bertema horor saja?

Video musik bertema horor memang bukan hal aneh bagi beberapa genre musik, seperti rock, hardcore, emo, atau industrial. Simak saja video-video dari Metallica, Korn, Nine Inch Nails, My Chemical Romance, atau Prodigy misalnya. Namun begitu, bukan berarti artis musik pop juga pantang berhoror-ria. Bahkan yang paling femomenal justru datang dari sang King of Pop itu sendiri, Michael Jackson’.

Siapa yang bisa melupakan video epiknya, untuk single klasik ‘Thriller’ (1982)? Bahkan saking “sinematis” video tersebut, ada juga versi panjang ‘Thriller’ dalam bentuk film pendek yang siap mencekam dengan barisan zombie menarinya. Lantas, selain ‘Thriller’, apa lagi kira-kira video musik pop yang tak kalah “seram”, namun berkesan dan layak menjadi teman di pesta Halloween ini?

Langsung simak saja 5 Video Musik Pop Bertema Horor Untuk Menemani Halloween di bawah ini:

01. Everybody (Backstreet’s Back) (Backstreet Boys)

 

 

Diambil dari album internasional kedua Backstreet Boys, “Backstreet’s Back” yang dirilis di tahun 1997, Everybody (Backstreet’s Back) adalah sebuah pop-dance bubbly yang cerah ceria. Tapi untuk urusan videonya, ternyata boyband ini memilih untuk memasukkan horor di dalamnya. Disutradarai Joseph Kahn, video ‘Everybody’ memang tidak seserius itu dalam urusan horornya, karena pada dasarnya adalah penghormatan dalam bentuk parodi untuk genre horor dan pastinya mengingatkan akan ‘Thriller’ milik Micheal Jackson. Jadi, ya tentunya bisa harapkan monster, zombie atau hantu yang nge-dance dengan sangat skillful dalam videonya dan dipastikan akan memeriahkan suasana.

02. Get Ur Freak On (Missy Elliott)

Hip-hop yang ditawarkan Missy Elliot dalam hit singlenya, ‘Get Ur Freak On’ mungkin kental dengan nuansa dance. Tapi mungkin karena ada kata “freak” di dalam lagunya, maka video musiknya pun memasukkan unsur-unsur “freak” tadi di dalamnya. Secara tone, video seperti memadukan nuansa gothic yang kelam dan neon yang gemerlapan. Video sendiri menampilkan banyak sosok “freak” yang mungkin agak menakutkan untuk dipandang, tapi memang terasa pas sebagai bagian dari narasi untuk videonya.

03. Bad Romance (Lady Gaga)

Ide horor dari video ‘Bad Romance’, monster hit milik Lady Gaga bukanlah bersifat supernatural, tapi lebih dekat ke psikologis dan thriller. Diceritakan jika Gaga diculik oleh sekumpulan supermodel dan kemudian dijual ke mafia Rusia. Plot ini seolah melambangkan hubungan tak sehat yang diindikasikan dalam lagunya, termasuk dalam adegan yang memperlihatkan Gaga “tereksploitasi”. Gambar-gambar di dalam video terkadang terkesan surreal, namun yang mungkin membuat seram sekaligus sedap dipandang adalah barisan penari dengan kostum serbah putih yang tak memperlihatkan wajah mereka. Gaya dance-nya lagi-lagi mengambil ‘Thriller’ sebagai pakem. Video ‘Bad Romance’ dikerjakan oleh sutradara kenamaan, Francis Lawrence (seri “The Hunger Games”).

04. Disturbia (Rihanna)

‘Disturbia’ adalah sebuah salah satu bagian dari track bernuansa EDM yang memanfaatkan nuansa horor di dalam konsep audio visualnya. Video musik single milik Rihanna ini dikerjakan oleh sutradara Anthony Mandler yang memang sudah sering membantu RiRi sebelumnya. Surealistik adalah horor yang ditawarkan ‘Disturbia’, lengkap dengan imaji sosok-sosok yang “mengerikan”. Bahkan RiRi sendiri terlihat seram dengan lensa kontaknya. Secara konsep, ‘Disturbia’ agak mirip dengan ‘Bad Romance’. Bahkan adegan dance dalam ‘Disturbia’, sebagaimana ‘Bad Romance’, pun terinspirasi dari ‘Thriller’ Michael Jackson.

05. Turn Me On (David Guetta feat. Nicki Minaj)

Masih semangat nge-dance di Halloween ini? Tenang, karena kita masih ada video EDM yang siap menghantarkan rasa horor di dalamnya, ‘Turn Me On’, yang merupakan kolaborasi antara David Guetta bersama Nicki Minaj. Dalam ranah horor ada yang namanya “body horror”, yaitu subgenre yang mengusung tentang alterasi fisik. Demikianlah yang diusung oleh video ‘Turn Me On’yang disutradarai oleh Sanji ini. Guetta berperan sebagai seorang ilmuan dan Minaj adalah hasil eksperimennya, sebuah (seorang?) boneka yang dihidupkan layaknya manusia. Adegan “pengulitan” mungkin agak sulit untuk disaksikan bagi yang tak biasa, tapi video ini memang seru untuk disimak karena alurnya sangat mengingatkan akan sebuah film.

Sumber

Keseruan Gathering Concert Serenata PMC 2017 Part II!!

IMG_0489

 

Hi! Pada 28 October  2017 kemarin, Serenata PMC baru saja menyelenggarakan event Gathering Concert 2017 Part  II di Mal Ciputra, Cibubur. Seru banget acaranya!

Acara ini merupakan salah satu ajang di SPMC sebagai sarana penyaluran bakat seni dari seluruh siswa SPMC. Gathering Concert di kemas dalam bentuk kompetisi dengan beberapa kategori pemenang seperti : Solo Contest, Solo Accompaniment Contest, Solo Genre : Pop, Solo Genre : Classic, Favorite Work, dan satu kategori baru yaitu Best Outfit.

Kompetisi di Gathering Concert 2017 ini di bagi menjadi 2 part dan berbagai sesi sesuai kategori usia, karena beda usia tentu beda juga kemampuan musiknya. Gathering Concert Part I sudah dilaksanakan pada 16 september 2017 kemarin.

Selain kompetisi musik, acara ini juga di selingi berbagai kegiatan menarik dan seru seperti performance dari beberapa guest star dan teachers.

Last but not least… Selamat kepada kepada para pemenang di Gathering Concert tahun ini ya! Dan yang belum menang jangan khawatir, masih banyak event Serenata PMC yang dapat di ikuti.

 

IMG_9381

Lagu yang cocok di suasana Halloween

musik hallowen

 

Pesta di hari Halloween sangat dikenal akan keunikannya, yakni ajang penuh kostum yang beraneka rupa nan seram. Walaupun kadang kostum yang dipilih tidak seram melainkan lucu, dan tentunya unik.

Halloween memang merupakan budaya barat, yang jatuh di setiap akhir Oktober. Tak ada salahnya kita ikut merayakannya dengan beragam gaya.

Dan, lagu-lagu berikut ini adalah lagu-lagu yang tepat untuk mengiringi sebuah pesta Halloween yang penuh dengan kostum-kostum nyeleneh, unik dan menyeramkan.

1. Screamin’ Jay Hawkins – “I Put a Spell on You” (1956)

Pilihan pertama untuk lagu Halloween jatuh kepada lagu klasik ini. “I Put a Spell on You” adalah lagu milik penyanyi blues 50-an, Screamin’ Jay Hawkins, yang terkenal akan aksi dan atribut nyelenehnya yang nantinya akan mempengaruhi musikus shock rock seperti Alice Cooper, Rob Zombie dan Ghost.

Lagu ini bernuansa R&B klasik dengan elemen waltz dan blues serta rintihan suara Screamin’ Jay Hawkins yang membuat suasana lagu terdengar magis.

Tepat untuk pesta Halloween dengan kostum: vampir atau drakula Transylvania, penyihir abad pertengahan dan dukun voodoo.

2. Michael Jackson – “Thriller” (1982)

Rasanya kurang pas jika membicarakan lagu untuk pesta Halloween tanpa memasukkan lagu ini. Salah satu lagu ikonis dari Michael Jackson ini memang sudah dicap sebagai lagu horor, berkat videoklipnya yang tersohor itu.

Padahal lagunya berirama cukup rancak dengan nuansa disco dan funk yang bisa untuk berjoget. Jika ingin pesta Halloween meriah, tinggal siapkan koreografi dari videoklip “Thriller” dan menarilah bersama teman-teman seperti yang dilakukan Michael Jackson dan kawanan zombie.

Tepat untuk pesta Halloween dengan kostum: zombie dan manusia serigala.

3. The Misfits – “Teenagers From Mars” (1978)

Band pionir horror punk ini dari awal karier hingga sekarang terkenal dengan gaya rambut poni lancip khas mereka dengan tema lirik yang diangkat dari film-film horor kelas B.

Lagu punk rock ini cocok untuk memanaskan suasana pesta Halloween agar semakin meriah.

Tepat untuk pesta Halloween dengan kostum: karakter apapun dari film-film horor kelas B dan film-film Tim Burton.

4. My Chemical Romance – “Welcome To The Black Parade” (2006)

Bagi generasi 2000-an, My Chemical Romance adalah nama wajib yang disebut ketika membicarakan musik yang didengarkan ketika Halloween berkat citra gothic ala mereka yang turut membentuk musik emo saat itu.

Di album ini, musik My Chemical Romance malah terdengar lebih dewasa dengan konsep rock opera yang terpengaruh dari legenda seperti The Beatles, David Bowie dan Pink Floyd.

Tepat untuk pesta Halloween dengan kostum: anak-anak emo yang berdandan ala jaman Victoria dengan warna dominan hitam dan merah.

5. Kanye West – “Monster” (2010)

Ada yang menyebutkan bahwa lagu ini adalah “Thriller” bagi Kanye West. Tetapi disini ia tak sendirian, Kanye menggandeng Rick Ross, Jay Z, Nicki Minaj dan Bon Iver untuk turut bernyanyi dan tampil di videoklip yang terlihat seperti film horor.

Tanpa perlu penjelasan panjang, memutarkan lagu hip hop ini di sebuah pesta Halloween dijamin akan memanaskan lantai dansa.

Tepat untuk pesta Halloween dengan kostum: monster seperti godzilla, king kong, goblin, ghoul dan zombie, seperti yang disebutkan Jay Z di liriknya.

6. Ghost – “Con Clavi Con Dio” (2010)

Ghost adalah band heavy metal terbaru asal Swedia yang sangat menonjol berkat penampilan busana mereka yang unik. Apalagi sang vokalis bernama Papa Emeritus yang berdandan ala pemuka salah satu agama. Hingga kini jati diri para anggota Ghost tidak diketahui dan masih merupakan misteri.

Walaupun dandanan mereka misterius dengan tema yang seram dengan label metal, tapi musik metal ala Ghost terdengar catchy dan cocok untuk meramaikan Halloween.

Tepat untuk pesta Halloween dengan kostum: druid dan penyihir abad pertengahan yang memuja setan.

 

 

sumber

Apa itu Halloween?

nnbcbfzhyfyc9m5xlgt0

Halloween atau Hallowe’en (kependekan dari All Hallows’ Evening (Malam Para Kudus),yang juga disebut Allhalloween, All Hallows’ Eve,atau All Saints’ Eve. Halloween adalah suatu perayaan yang dapat dijumpai di sejumlah negara pada tanggal 31 Oktober, yaitu malam Hari Raya Semua Orang Kudus (All Hallows’ Day) di Kekristenan Barat. Perayaan tersebut mengawali peringatan trihari Masa Para Kudus (Allhallowtide), suatu periode dalam tahun liturgi yang didedikasikan untuk mengenang orang yang telah meninggal dunia, termasuk para kudus atau santo/santa (saints, hallows), martir, dan semua arwah umat beriman.

Terdapat keyakinan luas bahwa banyak tradisi Halloween bermula dari festival-festival panen Kelt kuno yang mungkin memiliki akar-akar pagan, khususnya festival Samhain etnis Gael, dan festival tersebut dikristenkan sebagai Halloween. Namun, beberapa akademisi mendukung pandangan bahwa Halloween bermula secara independen sebagai suatu perayaan Kristen semata-mata.

Kegiatan saat Halloween meliputi Trick or treat (atau hal terkait dengan penyamaran dengan kostum seram), menghadiri pesta kostum Halloween, mendekorasi, mengukir waluh menjadi Jack-o’-lantern, menyalakan api unggun besar, penenungan dan apple bobbing, bermain lelucon praktis, mengunjungi atraksi berhantu, menceritakan dongeng menakutkan, dan menonton film horor. Di banyak belahan dunia, perayaan keagamaan Kristen saat Malam Para Kudus, misalnya menghadiri ibadah gereja dan menyalakan lilin pada makam, masih tetap populer, meskipun di tempat lain berlangsung perayaan yang lebih sekuler dan komersial. Beberapa umat Kristen secara historis berpantang daging pada Malam Para Kudus,suatu tradisi yang tercermin dengan makan makanan tertentu pada hari vigili ini, misalnya apel, panekuk kentang, dan kue jiwa.

Trick-or-treating adalah suatu kegiatan yang biasa dilakukan anak-anak saat Halloween. Anak-anak pergi berkeliling dari rumah ke rumah dengan mengenakan kostum; mereka meminta diberikan sesuatu seperti permen, atau kadang-kadang uang, sambil mengajukan pertanyaan, “Trick or treat?” Kata “trick” mengacu pada “threat” (ancaman) yang berarti bahwa mereka akan melakukan kenakalan pada pemilik rumah atau propertinya jika tidak diberikan apa-apa. Praktik tersebut dikatakan berakar dari praktik bermain sandiwara bisu (mumming) di abad pertengahan, yang mana berkaitan erat dengan kebiasaan berbagi kue jiwa (souling). John Pymm menuliskan bahwa “banyak hari-hari raya yang berkaitan dengan pertunjukan drama mumming yang dirayakan oleh Gereja Kristen.”Hari-hari raya ini misalnya Malam Para Kudus (All Hallows’ Eve), Natal, Malam Keduabelas, dan Selasa Pengakuan (Shrove Tuesday, Mardi Gras).Bermain sandiwara bisu dipraktikkan di Jerman, Skandinavia, dan belahan Eropa lainnya, orang-orang mengenakan kostum dan topeng serta “berpawai di jalan-jalan dan masuk ke rumah-rumah untuk menari atau bermain dadu dalam keheningan.”

Di Inggris, sejak masa abad pertengahan, sampai tahun 1930-an,masyarakat mempraktikkan kebiasaan Kristen meminta-minta kue jiwa saat Halloween, dimana sekelompok anak-anak dan kaum miskin, baik umat Protestan maupun Katolik,pergi dari paroki ke paroki untuk meminta kue-kue jiwa pada kaum kaya, dengan imbalan doa bagi jiwa-jiwa para pemberi dan teman mereka.Di Skotlandia dan Irlandia, menyamar (guising) – yaitu anak-anak menyamarkan diri dengan mengenakan kostum sambil berkeliling dari rumah ke rumah demi mendapatkan makanan atau uang logam – merupakan suatu kebiasaan Halloween tradisional, dan tercatat di Skotlandia saat Halloween tahun 1895 di mana mereka yang bertopeng dalam penyamaran membawa lentera yang terbuat dari turnip yang dilubangi, mengunjungi rumah-rumah untuk mendapatkan kue, buah, dan uang. Praktik menyamar saat Halloween di Amerika Utara pertama kali tercatat tahun 1911, di mana sebuah surat kabar di Kingston, Ontario melaporkan anak-anak yang melakukan guising di lingkungan sekitarnya.

Penulis dan sejarawan Amerika Ruth Edna Kelley dari Massachusetts menuliskan buku pertama yang berisi sejarah panjang Halloween di Amerika Serikat, The Book of Hallowe’en (1919), dan bercerita tentang souling dalam bab “Hallowe’en di Amerika”.Dalam bukunya, Kelley menyinggung kebiasaan-kebiasaan yang datang dari seberang Atlantik: “Orang-orang Amerika telah memeliharanya, dan menjadikan ini suatu acara sebagaimana harusnya dalam hari-hari terbaiknya di seberang lautan. Semua kebiasaan Halloween di Amerika Serikat dipinjam langsung atau diadaptasi negara-negara lain”.

Referensi pertama tentang guising di Amerika Utara mencatat tahun 1911, sedangkan referensi lain tentang ritual meminta-minta saat Halloween memperlihatkan tahun 1915, di tempat yang tak diketahui, dengan referensi ketiga di Chicago pada tahun 1920.Penggunaan paling awal yang diketahui atas istilah “trick or treat” dalam media cetak memperlihatkan tahun 1927, di Blackie Herald Alberta, Kanada.

Ribuan kartu pos Halloween yang diproduksi saat pergantian abad ke-20 sampai tahun 1920-an menampilkan anak-anak, tetapi tanpa trick-or-treating. Kebiasaan ini tampaknya belum dipraktikkan secara luas sampai tahun 1930-an; kemunculan pertama istilah tersebut di Amerika Serikat tercatat pada tahun 1934, dan penggunaan pertama dalam suatu publikasi nasional terjadi pada tahun 1939.

Ada suatu varian populer dari trick-or-treating, yang dikenal dengan nama trunk-or-treating (atau Halloween tailgating), di mana “anak-anak ditawarkan suguhan (treat) dari bagasi (trunk) mobil yang diparkir di pelataran parkir gereja,” atau terkadang di pelataran parkir sekolah.Dalam acara tersebut, bagasi masing-masing mobil dihias dengan suatu tema tertentu misalnya peran kerja, kitab suci, film, dan bacaan anak. Trunk-or-treating telah berkembang popularitasnya karena dianggap lebih aman daripada pergi dari pintu ke pintu, suatu pokok yang diterima dengan baik oleh para orang tua, serta kenyataan bahwa perayaan tersebut “memecahkan teka-teki di daerah pedesaan di mana rumah-rumah dibangun terpisah setengah mil jaraknya”.

 

Sumber