Hari Kesehatan Dunia

world health day

 

 

 

Hari Kesehatan Dunia dirayakan setiap tahun pada tanggal 7 April dan didukung oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Pada tahun 1948, Organisasi Kesehatan Dunia mengadakan Majelis Kesehatan Dunia Pertama. Majelis ini memutuskan merayakan Hari Kesehatan Dunia pada tanggal 7 April setiap tahunnya mulai 1950. Hari Kesehatan Dunia diselenggarakan untuk memperingati pendirian WHO dan dipandang sebagai kesempatan menarik perhatian dunia untuk menyadari masalah-masalah besar kesehatan global setiap tahunnya. WHO menyelenggarakan acara di tingkat internasional, regional, dan lokal pada hari ini tergantung temanya. Sumber daya yang disediakan cukup hingga beberapa hari setelah 7 April, tanggal yang ditetapkan untuk merayakan Hari Kesehatan Dunia.

Hari Kesehatan Dunia diakui oleh berbagai organisasi pemerintah dan non-pemerintah yang memiliki kepentingan dalam masalah kesehatan publik. Mereka juga mengadakan aktivitas dan menyatakan dukungan mereka di media, seperti siaran pers oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Rodham Clinton dan Global Health Council.

 

Cukup Tidur

Tidur memiliki efek positif pada kesehatan fisik dan mental. Kurang tidur berdampak buruk terhadap metabolisme, konsentrasi, suasana hati, memori, keterampilan motorik, hormon stres, sistem kekebalan tubuh, dan kesehatan jantung. Tidur membantu tubuh untuk menyembuhkan, memperbaiki, dan meremajakan diri. Cukup tidur setidaknya 8 jam diperlukan untuk tetap bugar dan sehat.

Buang Kebiasaan Buruk

Kebiasaan buruk yang harus dihentikan adalah merokok, narkoba, alkohol, seks yang tidak aman dan tidak sehat. Untuk menjalani hidup yang sehat, seseorang perlu mempertahankan gaya hidup sehat, yang meliputi melakukan yoga, meditasi, dan mengonsumsi makanan yang tepat. Batasi makan makanan yang tidak sehat seperti makanan cepat saji, alkohol, dan gula rafinasi (refined sugar).

Cek Kesehatan Reguler

Pergi ke dokter 3 sampai 4 bulan sekali untuk memastikan tubuh lebih bugar. Lakukan pemeriksaan payudara atau penis dan kesehatan organ dalam.

Olahraga

Olahraga kardiovaskular membantu memperkuat jantung dan paru-paru, latihan kekuatan memperkuat otot dan latihan peregangan mengurangi risiko cedera dengan meningkatkan fleksibilitas. Berolahraga setiap hari meningkatkan sirkulasi dan kesadaran tubuh serta dapat memerangi depresi. Ambil 10 menit dari jadwal harian untuk berjalan kaki.

Makan Makanan Sehat

Sertakan buah-buahan segar, sayuran, dan biji-bijian dalam diet sebanyak mungkin. Konsumsi sumber protein tanpa lemak seperti unggas, ikan, kacang-kacangan, dan tahu. Cobalah makan makanan seimbang. Camilan pada makanan utuh seperti kacang, sayuran, dan buah-buahan, dan hindari makanan olahan yang mengandung pemanis buatan atau gula yang berlebihan.

Minum Air

Hidrasi dibutuhkan oleh tubuh agar berfungsi dengan baik. Sebagian besar makanan mengandung cairan yang akan membantu menjaga tubuh terhidrasi dan segar. Buah-buahan seperti mentimun, semangka, mangga, pir, mengandung air di dalamnya. Buah-buahan ini akan membantu membersihkan organ dan sistem pencernaan serta menghilangkan racun keluar dari tubuh.

Kurangi Stres

Stres dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan dari gangguan jantung hingga masalah pencernaan. Untuk mengelola stres, berolahraga, meditasi, yoga, atau lakukan hobi serta liburan bisa mengurangi stres.

Sarapan

Sarapan yang sehat akan memberi energi bagi tubuh agar bugar dalam menjalani aktivitas.

Ekspresikan Diri

Curhat kepada keluarga atau lingkungan bisa membantu diri mengurangi beban. Hal itu akan menjauhkan diri dari masalah sulit tidur, depresi, gangguan makan, dan hingga sakit fisik.

Perubahan Pola Makan

Buatlah target dalam piring makan agar mengonsumsi segala porsi dengan ukuran gizi seimbang, baik karbohidrat, vitamin, mineral, dan protein.

 

Sumber 1

Sumber 2

Advertisements

HARI KESEHATAN DUNIA: Penelitian Ungkap jika Instagram Bisa Cegah Depresi pada Remaja

hari-kesehatan-dunia-penelitian-ungkap-jika-instagram-bisa-cegah-depresi-pada-remaja-7flwQqJPjw.jpg

DALAM era ketika teknologi sangat mendominasi kehidupan kita, mudah untuk mengatakan bahwa media sosial adalah berkat. Semakin mudah untuk merasa langsung terhubung dengan orang di seluruh dunia, baik melalui Facebook, Twitter atau Instagram.

Meski dampak efek dari media sosial selalu terpecah menjadi dua. Banyak penelitian telah menghubungkan jaringan sosial terhadap depresi dan isolasi sosial, serta memunculkan perasaan iri, rasa tidak aman dan kurang harga diri.

Namun, penelitian lain menunjukkan, situs media sosial dapat berdampak positif bagi orang-orang yang berjuang dengan kecemasan sosial dan depresi. Bertepatan pada Hari Kesehatan Sedunia 2017 yang mengangkat depresi sebagai tema, sebuah studi baru telah melakukan penelitian dampak media sosial terhadap individu depresi.

 

Studi menunjukkan bahwa Instagram benar-benar dapat memperkuat kedekatan persahabatan mereka yang pada akhirnya membantu gangguan mental. Dengan jutaan pengguna aktif dari seluruh dunia, Instagram memiliki keanggotan yang lebih besar dari kehidupan, termasuk selebriti terbesar di dunia.

Studi ini mengatakan, ”like” dan repost semua orang dapat memberikan dorongan untuk hubungan. Dengan demikian, hal ini dapat membantu dalam mencegah depresi.

“Kelompok usia remaja mungkin sangat berisiko terhadap dampak dari Instagram, mengingat meningkatnya popularitas Instagram pada masa remaja dan peningkatan gejala depresi selama tahap kehidupan. Tapi, studi ini menawarkan wawasan yang lebih besar hasil dari penggunaan Instagram pada remaja,” jelas peneliti Eline Frison dari University of Leuven di Belgia yang dikutip Zeenews, Jumat (7/4/2017).

Frison mendirikan sebuah studi skala besar untuk menyelidiki hubungan antara penggunaan situs jejaring sosial pada remaja dan kesejahteraan mereka dari 2013-2014. Para peserta mengisi survei untuk periode 6 bulan penggunaan media sosial.

Survei meminta siswa mengisi tentang penggunaan sistus jejaring sosial seperti Facebook, Snapchat, dan Instagram, serta kesejahteraan (gejala depresi, kepuasaan hidup, kesepian) mereka. Data analisis mengungkapkan, menggunakan Instagram pada satu titik itu terkait dengan peningkatan kedekatan dengan teman-teman (persepsi bahwa mereka dihargai dan dicintai oleh teman-teman mereka) 6 bulan kemudian. Pada akhirnya ini berhubungan dengan tingkat depresi yang lebih rendah.

Namun, para peneliti memperingatkan, jika penggunaan aplikasi berbagi foto tersebut gagal untuk merangsang perasaan kedekatan dengan teman-teman, maka bisa berbahaya dalam jangka panjang.

Sumber.