HARI KESEHATAN DUNIA: Penelitian Ungkap jika Instagram Bisa Cegah Depresi pada Remaja

hari-kesehatan-dunia-penelitian-ungkap-jika-instagram-bisa-cegah-depresi-pada-remaja-7flwQqJPjw.jpg

DALAM era ketika teknologi sangat mendominasi kehidupan kita, mudah untuk mengatakan bahwa media sosial adalah berkat. Semakin mudah untuk merasa langsung terhubung dengan orang di seluruh dunia, baik melalui Facebook, Twitter atau Instagram.

Meski dampak efek dari media sosial selalu terpecah menjadi dua. Banyak penelitian telah menghubungkan jaringan sosial terhadap depresi dan isolasi sosial, serta memunculkan perasaan iri, rasa tidak aman dan kurang harga diri.

Namun, penelitian lain menunjukkan, situs media sosial dapat berdampak positif bagi orang-orang yang berjuang dengan kecemasan sosial dan depresi. Bertepatan pada Hari Kesehatan Sedunia 2017 yang mengangkat depresi sebagai tema, sebuah studi baru telah melakukan penelitian dampak media sosial terhadap individu depresi.

 

Studi menunjukkan bahwa Instagram benar-benar dapat memperkuat kedekatan persahabatan mereka yang pada akhirnya membantu gangguan mental. Dengan jutaan pengguna aktif dari seluruh dunia, Instagram memiliki keanggotan yang lebih besar dari kehidupan, termasuk selebriti terbesar di dunia.

Studi ini mengatakan, ”like” dan repost semua orang dapat memberikan dorongan untuk hubungan. Dengan demikian, hal ini dapat membantu dalam mencegah depresi.

“Kelompok usia remaja mungkin sangat berisiko terhadap dampak dari Instagram, mengingat meningkatnya popularitas Instagram pada masa remaja dan peningkatan gejala depresi selama tahap kehidupan. Tapi, studi ini menawarkan wawasan yang lebih besar hasil dari penggunaan Instagram pada remaja,” jelas peneliti Eline Frison dari University of Leuven di Belgia yang dikutip Zeenews, Jumat (7/4/2017).

Frison mendirikan sebuah studi skala besar untuk menyelidiki hubungan antara penggunaan situs jejaring sosial pada remaja dan kesejahteraan mereka dari 2013-2014. Para peserta mengisi survei untuk periode 6 bulan penggunaan media sosial.

Survei meminta siswa mengisi tentang penggunaan sistus jejaring sosial seperti Facebook, Snapchat, dan Instagram, serta kesejahteraan (gejala depresi, kepuasaan hidup, kesepian) mereka. Data analisis mengungkapkan, menggunakan Instagram pada satu titik itu terkait dengan peningkatan kedekatan dengan teman-teman (persepsi bahwa mereka dihargai dan dicintai oleh teman-teman mereka) 6 bulan kemudian. Pada akhirnya ini berhubungan dengan tingkat depresi yang lebih rendah.

Namun, para peneliti memperingatkan, jika penggunaan aplikasi berbagi foto tersebut gagal untuk merangsang perasaan kedekatan dengan teman-teman, maka bisa berbahaya dalam jangka panjang.

Sumber.