Les Privat Musik Jabodetabek Untuk Semua Usia dan Disabilitas

moving web

We’re now officially move our website to www.serenatapmc.com

Demi meningkatkan kenyamanan dan pengalaman anda bersama kami, kami mempersembahkan website baru di www.serenatapmc.com

Dapatkan informasi perihal promo, event, dan hal seru lainnya di www.serenatapmc.com 

Info lebih lanjut :

Office 021-22853943

Whatsapp / Call 0812 9902 1424

Instagram @serenata.music

Website https://serenatapmc.com/ 

 

Ingin les musik tapi mahal? Jauh dari rumah? Jalanan macet? Ngga ada yang nganterin ke tempat les? Kenapa nggak gabung aja dan belajar musik bersama Serenata PMC?

Teachers kami bisa datang ke rumah, jadi ngga perlu capek-capek ke tempat les, ngga perlu panas-panasan atau hujan-hujanan, dan yang pastinya harganya juga ngga bikin puasa 🙂

Kalau mau datang ke studio musik untuk merasakan ambience belajar musik yang maksimal juga bisa 😉

 

Apa kelebihan join bersama Serenata PMC? Yuk di cek :

  • Offline & Online Class availableTeacher dapat datang ke rumah dan melakukan pembelajaran secara offline (tatap muka langsung) dan juga bisa melakukan pembelajaran online menggunakan aplikasi Zoom, Skype dan aplikasi sejenis.
  • Diskon 85% biaya pendaftaran dan biaya les musik yang terjangkau.
  • Waktu lebih fleksibel, jadwal les tersedia di weekdays maupun weekends, siswa dapat mengatur jadwal langsung dengan teacher.
  • Hari libur atau tanggal merah tetap dapat di atur untuk jadwal les.
  • Teacher berkualitas dan berpendidikan di bidangnya.
  • Menggunakan metode fun learning untuk mengajar siswa usia dini.
  • Menggunakan metode yang simpel dan mudah di mengerti untuk kelas reguler, kelas hobi dan kelas dewasa.
  • Terdapat berbagai macam event berupa Mall in ConcertCostume Party Music ConcertCharity Performance dan berbagai kegiatan musik lainnya, yang merupakan wadah untuk menunjukan bakat dari siswa-siswa Serenata PMC yang di adakan rutin 3-4 bulan sekali di berbagai area Jabodetabek, Jababeka dan Bandung.
  • Terdapat kompetisi musik seperti Serenata PMC STAR dan Video Online Competition yang merupakan acara tahunan Serenata PMC sebagai ajang untuk meningkatkan daya saing, rasa kepercayaan diri dan sebagai pembuktian dari hasil belajar siswa.
  • Terdapat ujian kenaikan tingkat minimal selama 6 bulan sekali yang bersertifikat lokal dan internasional.
  • Menerima siswa usia dini (minimal 3 tahun), senior (di atas 50 tahun) dan juga siswa special needs (berkebutuhan khusus).

 

Serenata PMC menyediakan sistem pendidikan dengan alat musik yang beragam, seperti:

  • Piano
  • Gitar
  • Biola
  • Vocal
  • Drum
  • Keyboard
  • Saxophone
  • Flute
  • Bass

 

 

Info lebih lanjut :

 

Office 021-22853943

Whatsapp / Call 0812 9902 1424

Instagram @serenata.music

Visit our official website at: Serenata’s Official Website  

Hari Pariwisata Dunia

agenda-lingkungan-hidup-0927-world-tourism-daySejak tahun 1980, Organisasi Pariwisata Dunia merayakan Hari Pariwisata Sedunia setiap tanggal 27 September. Hari ini dipilih karena pada hari yang sama tahun 1970, Anggaran Dasar UNWTO (Organisasi Pariwisata Dunia) dirancang. Perancangan Anggaran Dasar ini dianggap sebagai tolak-ukur pariwisata dunia. Tujuan atas peringatan Hari Pariwisata Sedunia adalah untuk meningkatkan kesadaran akan peran pariwisata di komunitas internasional dan untuk menunjukkan dampak pariwisata akan nillai sosial, budaya, politik dan ekonomi dunia.

Pada pertemuan keduabelas di Istanbul, Turki, bulan Oktober 1997, Majelis Utama UNWTO memutuskan untuk menunjuk satu negara setiap tahun-nya untuk menjadi rumah dan bertindak sebagai rekan Organisasi dalam perayaan Hari Pariwisata Dunia. Tahun 2015, Burkina Faso menjadi tuan rumah penyelenggaraan Hari Pariwisata Dunia

 

Sumber

Keseruan Gathering Concert Serenata PMC 2017 Part I!!

IMG_0285.JPG

Hi! Pada 16 September 2017 kemarin, Serenata PMC baru saja menyelenggarakan event Gathering Concert 2017 Part I di Mal Ciputra, Cibubur. Seru banget acaranya!

Acara ini merupakan salah satu ajang di SPMC sebagai sarana penyaluran bakat seni dari seluruh siswa SPMC. Gathering Concert di kemas dalam bentuk kompetisi dengan beberapa kategori pemenang seperti : Solo Contest, Solo Accompaniment Contest, Solo Genre : Pop, Solo Genre : Classic, Favorite Work, dan satu kategori baru yaitu Best Outfit.

Kompetisi di Gathering Concert 2017 ini di bagi menjadi 2 part dan berbagai sesi sesuai kategori usia, karena beda usia tentu beda juga kemampuan musiknya. Gathering Concert Part II akan di laksanakan pada tanggal 28 Oktober 2017.

Selain kompetisi musik, acara ini juga di selingi berbagai kegiatan menarik dan seru seperti performance dari beberapa guest star dan teachers.

Last but not least… Selamat kepada kepada para pemenang di Gathering Concert tahun ini ya! Dan yang belum menang jangan khawatir, masih banyak event Serenata PMC yang dapat di ikuti.

IMG_0138-01.jpeg

Hari Perdamaian Internasional

Hari Damai Dunia

Hari Perdamaian Internasional (bahasa Inggris: International Day of Peace), terkadang secara tidak resmi ada yang menyebutnya Hari Perdamaian Dunia (World Peace Day), diperingati setiap tahun pada tanggal 21 September. Peringatan ini didedikasikan demi perdamaian dunia, dan secara khusus demi berakhirnya perang dan kekerasan, misalnya yang mungkin disebabkan oleh suatu gencatan senjata sementara di zona pertempuran untuk akses bantuan kemanusiaan. Hari Perdamaian Internasional pertama kali diperingati tahun 1982, dan dipertahankan oleh banyak negara, kelompok politik, militer, dan masyarakat. Pada tahun 2013, untuk pertama kalinya, hari peringatan ini didedikasikan oleh Sekretaris Jenderal PBB untuk pendidikan perdamaian, sebagai sarana pencegahan yang penting untuk mengurangi peperangan yang berkelanjutan.

Untuk membuka hari peringatan ini, Lonceng Perdamaian PBB dibunyikan di Markas Besar PBB (di Kota New York). Lonceng tersebut dibuat dari koin-koin yang disumbangkan oleh anak-anak dari seluruh benua selain Afrika, dan merupakan hadiah dari Asosiasi Perserikatan Bangsa-Bangsa dari Jepang, sebagai “suatu pengingat atas korban manusia akibat peperangan”; pada salah satu sisinya tertulis, “Long live absolute world peace” (Panjang umur perdamaian dunia sepenuhnya)

 

sumber

Sejarah Pengesahan UUD 1945

Perumusan dan Pengesahan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.gif

Bangsa Indonesia dengan semangat pantang menyerah dan penuh pengorbanan jiwa raga akhirnya merdeka pada tanggal 17 Agsutus 1945. Semenjak itu bangsa Indonesia dapat mengatur pemerintahannya sendiri. Pada tanggal 18 Agustus 1945 PPKI berhasil mengesahkan UUD 1945.

Pada tanggal 17 Agustus 1945 Kemerdekaan Indonesia sudah berhasil diproklamirkan, namun sebagai negara merdeka, Indonesia belum memiliki kelengkapan negara. Kelengkapan negara tersebut diantaranya: dasar negara dan undang-undang dasar, presiden dan wakil presiden, serta susunan kabinet dan badan perwakilan rakyat. Untuk mengisi kelengkapan itulah maka padatanggal 18 Agustus 1945, PPKI mengadakan sidangnya yang pertama dan bertempat di Gedung Kesenian Jakarta, Jl. Pejambon. Rapat dipimpin oleh Ir. Soekarno (Ketua) dan Drs. Mohammad Hatta (wakil ketua), dengan 28 anggota. Rapat dimulai pada pukul 11.00 WIB. Setelah melalui pembahasan secara musyawarah dan mufakat, akhirnya rapat tersebut menghasilkan tiga keputusan dasar, yaitu:

  1. Mengesahkan Undang-Undang Dasar.
  2. Memilih presiden dan wakil presiden.
  3. Untuk sementara waktu presiden dibantu oleh sebuah Komite Nasional.

Undang-Undang Dasar ini merupakan hasil dari sidang BPUPKI (tanggal 10-16 Juli 1945) yang masih berupa Rancangan Undang-Undang Dasar. Pada sidang PPKI tanggal 18-8-1945, dalam pembahasan mengenai undang-undang dasar diadakan beberapa perubahan atas usul Drs. Mohammad Hatta, yaitu:

Sila pertama Pancasila menyatakan bahwa: “Berdasarkan kepada ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” diubah menjadi “Berdasarkan kepada ketuhanan Yang Maha Esa”.

Bab III Pasal 6 menyatakan, bahwa Presiden ialah orang Indonesia asli yang beragama Islam” diubah Presiden ialah o rang Indonesia asli”.

Usul tersebut didasarkan atas kepentingan dan kerukunan nasional. Dalam sidang sehari itu, Rancangan UUD disahkan dan ditetapkan sebagai UUD negara yang sekarang dikenal dengan nama UUD 1945.

Sumber

Raimuna Nasional 2017 Digelar Agustus, Diikuti 15 Ribu Pramuka

2f9eb9ea-5bd0-4319-8095-f9563473a437_169.jpgSuasana kunjungan Kwarnas Pramuka ke kantor detikcom (M Ridho Suhandi/detikcom)

Jakarta – Pramuka akan menyelenggarakan Raimuna Nasional (Rainas) pada Agustus mendatang. Peserta berasal dari dalam dan luar negeri. Diperkirakan 15 ribu anggota hadir.

Kesiapan gelaran ini disampaikan Dewan Kerja Nasional Gerakan Pramuka, Robby Zulfandi. Turut hadir dalam rombongan di antaranya Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Adhyaksa Dault, Sekjen Rafly Effendi, dan jajaran pengurus Gerakan Pramuka Nasional.

“Rainas akan dihadiri 15 ribu peserta, dalam dan luar negeri,” kata Robby. Rainas akan digelar di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, pada 13-21 Agustus 2017. Ada juga subkemah di Bogor dan Purwakarta.

Adhyaksa menjelaskan Pramuka memiliki 20 juta anggota dari Sabang sampai Merauke. Tiap hari selalu ada kegiatan, yang tersebar di berbagai daerah. Terkait Rainas, Adhyaksa menyebut kegiatan itu diikuti Pramuka Penegak dan Pembina atau kalangan pelajar SMA dan mahasiswa.

“Raimuna itu berasal dari kata bahasa Ambai, dari Yapen Timur, Kabupaten Yapen Waropen, Papua. ‘Rai’ berarti sekelompok orang, ‘muna’ berarti daya kekuatan baik,” kata Adhyaksa.

7228e419-c708-4205-909b-370bbbe150c4_169.jpgKetua Kwarnas Pramuka Adhyaksa Dault (M Ridho Suhandi/detikcom)

“Kegiatan ini untuk pengembangan fisik, mental, intelektual, spiritual, dan sosial,” imbuhnya.

Rainas direncanakan akan dihadiri Presiden Jokowi dan sejumlah tokoh bangsa. Juga diisi kegiatan stand up comedy, musik, dan pergelaran seni berbagai daerah.

11 Tradisi Unik Rayakan Kemerdekaan Indonesia di Bulan Agustus

Indonesia menjadi negara yang bebas dan merdeka seperti yang bisa kita nikmati saat ini tentu saja berkat jasa besar para pahlawan kemerdekaan Indonesia, yang telah mengorbankan harta, jiwa dan raga, maupun waktu untuk membebaskan tanah air Indonesia dari para penjajah.

Sebagai generasi yang bisa menikmati kemerdekaan ini, sudah sepatutnya kita mengenang jasa para pahlawan kemerdekaan Indonesia dan tidak melupakan mereka begitu saja, karena pengorbanan para pahlawan sangatlah besar sedangkan kita hanya menikmati hasil dari pengorbanan tersebut.

Untuk itu, dalam menyambut kemerdekaan republik Indonesia, kali ini saya meyuguhkan beberapa budaya yang sudah kerap dilakukan untuk merayakan kemerdekaan Indonesia sebagai bentuk mengenang jasa besar para pahlawan kemerdekaan Indonesia :

1. Upacara Kemerdekaan Indonesia

11 Tradisi Unik Rayakan Kemerdekaan Indonesia di Bulan Agustus 2.jpg

Progam upacara mungkin sudah sering dilaksanakan di hampir semua sekolah di Indonesia pada hari-hari tertentu, misalkan pada hari Senin untuk sekolah dan hari Sabtu untuk madrasah. Tetapi, pada hari raya kemerdekaan, upacara tidak lagi dilaksanakan oleh para siswa, namun juga bagi petugas negara. Tujuannya pun sama, mengenang jasa para pahlawan sebagai peringatan kemerdekaan Indonesia, sebagai penghormatan bangsa Indonesia, juga menunjukkan bahwa Indonesia akan selalu merdeka.

2. Upacara Kemderdekaan Tengah Laut di Kota Yogyakarta

11 Tradisi Unik Rayakan Kemerdekaan Indonesia di Bulan Agustus 3.jpg

Dalam merayakan kemerdekaan Indonesia, Yogyakarta pun menjadi sorotan unik yaitu dengan mengadakan upacara bendera di laut, di mana kerja sama antara Tim Search and Rescue (SAR) dan relawan pantai Baron, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, mengadakan upacara bendera di tepi pantai yang kemudian pengibaran bendera akan dilaksanakan di tengah laut.

3. Perayaan Karnaval di Jawa Timur

11 Tradisi Unik Rayakan Kemerdekaan Indonesia di Bulan Agustus 4.jpg

 

Acara yang mungkin sudah banyak di gelas di daerah Jawa Timur ini akan sering Anda temui saat bulan Agustus, yaitu perayaan karnaval sebagai peringatan kemerdekaan Indonesia. Sebenarnya, pada zaman dulu orang-orang lebih identik merayakan karnaval dengan tema kemerdekaan Indonesia, namun saat ini sepertinya sudah menggeneralisasi, sehingga banyak ditemui penampilan dan kostum aneh di luar tema kemerdekaan, misalkanya penampilan jadi artis, kostum hantu, dan lainnya.

4. Pemasangan Bendera Merah Putih di Setiap Kampung

11 Tradisi Unik Rayakan Kemerdekaan Indonesia di Bulan Agustus 5.jpg

Untuk seluruh negeri Indonesia, sepertinya saat bulan Agustus sudah tiba, akan banyak bendera-bendera merah putih terkibar di pinggir-pinggir jalan. Ini adalah budaya dan tradisi yang sampai saat ini dilakukan sebagai bentuk peringatan kemderdekaan Indonesia, juga untuk mengenang jasa para pahlawan.

5. Tradisi Telok Abang di Palembang

11 Tradisi Unik Rayakan Kemerdekaan Indonesia di Bulan Agustus 6.jpg

Tradisi telok abang juga menjadi tradisi yang kerap dilakukan pada bulan kemerdekaan, telok artinya telur, abang artinya merah. Tradisi ini adalah menancapkan telur-telur merah pada miniatur dan mainan mobil, perawat terbang, dan perahu kecil sebagai tradisi peringatan kemerdekaan Indonesia. Bahkan, saat menginjak bulan Agustus, akan Anda temui banyak penjual miniatur telok abang di pinggir-pinggir jalan.

6. Acara Perlombaan di Bulan Agustus

11 Tradisi Unik Rayakan Kemerdekaan Indonesia di Bulan Agustus 7.jpg

Selanjutnya adalah acara perlombaan yang diadakan di masing-masing daerah. Adapun lomba-lomba yang digelar pun berbagai macam dan jenis lomba, misalnya tarik tambang, makan kerupuk, memasukkan paku ke dalam botol, dan lainnya. Acara perlombaan ini menunjukkan bahwa sebagai generasi muda Indonesia harus berkompetisi untuk menjadi pemenang, menjadi generasi yang bermanfaat bagi bangsa dan memperjuangkan kemerdekaan dan kemajuan Indonesia setelah para pahlawan.

7. Lomba Estafet Obor di Semarang

11 Tradisi Unik Rayakan Kemerdekaan Indonesia di Bulan Agustus 8.jpg

Lomba estafet obor adalah lomba berlari dengan menggunakan sebuah obor di malam hari. Tradisi lomba ini sudah dipertahankan selama puluhan tahun bagi masyarakat Semarang, di mana peserta lomba diikuti oleh lapisan masyarakat Semarang, tak peduli pria, wanita, anak-anak, remaja, dewasa, rakyat, maupun pejabat. Bagi masyarakat Semarang sendiri, obor dijadikan sebagai simbol semangat yang harus tetap diperjuangkan demi kemerdekaan Indonesia.

8. Pertandingan Bola Sarung di Makasar

11 Tradisi Unik Rayakan Kemerdekaan Indonesia di Bulan Agustus 9.jpg

Anda suka bermain sepak bola ? mungkin Anda akan cukup terkejut saat melihat masyarakat Makasar memainkan permainan sepak bola dengan sarung. Ya, ini adalah tradisi yang dilakukan sebagai peringatan perayaan kemerdekaan Indonesia.

9. Pemutaran Film-Film Perjuangan Para Pahlawan Indonesia

11 Tradisi Unik Rayakan Kemerdekaan Indonesia di Bulan Agustus 10.jpg

Saat memasuki bulan Agustus, tema pun berganti menjadi perjuangan karena 17 Agustus 1945 adalah hari kemerdekaan Indonesia. Tidak hanya guru yang memberikan pendidikan kepada siswa betapa pentingnya perjuangan para pahlawan, tetapi juga masyarakat kampung, bahkan di progam televisi pun lebih sering diputar.

10. Pameran Seni Kemerdekaan Indonesia

11 Tradisi Unik Rayakan Kemerdekaan Indonesia di Bulan Agustus 11.jpg

Bagi para seniman, ada cara lain untuk memperingati kemerdekaan Indonesia, salah satunya adalah menggelar pameran seni kemerdekaan Indonesia. Ini dilakukan untuk menunjukkan rasa hormat dan juga penghargaan kepada para pahlawan.

11. Ritual Pembacaan Tahlil di Jawa Timur

11 Tradisi Unik Rayakan Kemerdekaan Indonesia di Bulan Agustus 12.jpg

Tradisi pembacaan tahlil di beberapa daerah Jawa Timur pun juga dilaksanakan pada malam 17 Agustus, bukan cuma sekedar memperingati dan mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga untuk mendoakan para pahlawan yang sudah pergi lebih dulu. Tradisi ini biasa dilaksanakan di masjid dan lapangan, yang diikuti oleh sejumlah masyarakat daerah masing-masing.

Sumber

Ini Penampilan Terakhir Chester Bennington Saat Konser di Inggris

1693457855.jpg

Kabar duka cita datang dari industri musik internasional. Vokalis grup band Linkin Park, Chester Bennington meninggal dunia dalam usia 41 tahun.

TMZ mengatakan bahwa Bennington diketahui mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di kediamannya di Palos Verdes pada Kamis (20/7/2017).

Kepergian Bennington menyisakan duka mendalam, khususnya bagi industri musik internasional, juga bagi para personel Linkin Park lainnya.

Apalagi, Linkin Park dijadwalkan akan melanjutkan tur dunia One More Light mereka. Di album ini, salah satu singel mereka, yakni “Heavy”, masuk ke dalam tangga lagu 40 besar.

Untuk diketahui, Bennington melakukan konser terakhirnya bersama Linkin Park pada 6 Juli lalu di Barclaycard Arena, Birmingham, Inggris. Pada video di bawah ini, tampak Linkin Park memersembahkan dua lagu terakhir di konser itu.

Ada “Papercut” dari album debut mereka Hybrid Theory dan “Bleed It Out” singel kedua mereka dari album Minutes to Midnight yang dirilis pada 2007.

Dalam video yang direkam oleh penggemar ini, tampak Bennington sebagai elemen utama di dalamnya. Sementara dirinya menyanyi, para penonton menikmati penampilannya.

Setelah penampilan mereka usai, Bennington menjadi member terakhir yang meningalkan panggung. Ia melambaikan tangan, sementara para penonton bertepuk tangan riuh.

Sebelumnya diberitakan, di sisa hidupnya, Bennington diketahui memiliki masalah dengan obat-obatan terlarang dan kecanduan alkohol. Dia menikah dan dikaruniai enam anak.

Sumber

Rayakan Hari Anak Nasional, Anak Indonesia Ditantang Jadi Pelopor dan Pelapor

ad6e3-9e78f-han-23-juli-2017.jpg

Rabu (19/7), rangkaian kegiatan telah dimulai di Pekanbaru, Riau guna memperingati Hari Anak Nasional 2017  yang akan jatuh pada tanggal 23 Juli mendatang.

Sekitar seribu orang akan mengikuti kegiatan Forum Anak Nasional 2017 (FAN 2017) yang terdiri dari 748 orang peserta, 525 orang yang terpilih dari kabupaten/kota seluruh Indonesia, 68 orang pendamping atau mentor yang mewakili 34 provinsi, dan 66 anak LO atau perwira penghubung yang merupakan alumni Forum Anak.

fan-2017_20170720_091005.jpg

Kegiatan dimulai dengan Pembukaan FAN 2017 dengan tema “Cinta Tanah Air Melalui Kebhinekaan Dalam Keberagaman Budaya Menuju Persaudaraan dan Kerukunan” yang dibuka resmi oleh Wakil Gubernur Riau H. Wan Thamrin Hasyim, serta didampingi Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Lenny Rosalin.

Tema ini dipilih oleh anak-anak dengan semangat dan kesadaran mereka akan keberagaman yang ada, mulai dari Sabang sampai Merauke, untuk meraih persatuan dan menciptakan lingkungan yang ramah bagi anak.

fan-2017_20170720_091051.jpg

Forum Anak sendiri merupakan organisasi atau lembaga sosial bagi anak-anak yang belum berusia 18 tahun, dimana anggotanya merupakan perwakilan dari kelompok anak atau kelompok kegiatan anak yang dibina oleh pemerintah sebagai media untuk mendengar dan memenuhi aspirasi, keinginan, dan kebutuhan anak dalam proses pembangunan.

FAN 2017 akan diselenggarakan mulai 19-22 Juli 2017 dan diisi oleh berbagai rangkaian acara seru dan tentunya menambah wawasan yang bermanfaat bagi semua anak.

“Saya berharap anak-anak dapat membekali ilmu dan belajar dari para narasumber dan fasilitator, serta berbagi pengalaman dengan anak-anak dari wilayah lain yang belum bisa hadir mengikuti kegiatan ini,” ucap Lenny.

“Kalian akan menjadi agen perubahan (agent of change) dan diharapkan dapat menjadi Pelopor dan Pelapor (2) apabila melihat segala sesuatu yang tidak layak dialami oleh anak-anak untuk ditindaklanjuti oleh orang dewasa,” tambahnya.

FAN 2017 diharapkan dapat mengajak anak-anak untuk terlibat dalam proses pengambilan keputusan sesuai kebutuhan dan keinginan mereka.

Suara mereka perlu menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam proses pembangunan negeri.

Hasil diskusi mereka akan terkristal dalam sebuah Suara Anak Indonesia 2017 yang akan dibacakan saat puncak acara Hari Anak Nasional pada 23 Juli mendatang di hadapan Presiden RI, Joko Widodo.

Selain itu, lewat kegiatan ini juga dapat terpilih delegasi anak Indonesia untuk Asean Children Forum dan menjamin keberlangsungan Forum Anak pada tahun-tahun mendatang.

Sumber.

Manfaat Mengenalkan Anak Bermusik Sejak Dini

anak-bermain-musik.jpg

Bukan hanya mendengar musik, anak pun butuh keterampilan memainkan musik. Di usia sekolah atau prasekolah, anak sudah perlu mendapatkan pengenalan dini terhadap musik. Bukan sekedar pandai bernyanyi mengikuti lagu, tapi belajar memainkan sebuah instrumen. Mengapa? Karena terdapat sejumlah manfaat penting yang akan berpengaruh juga pada kehidupan serta persiapan dirinya kelak. Berikut manfaat yang bisa didapat dari mengajarkan anak bermusik sejak dini:

Mengembangkan Keterampilan Fisik

Instrumen tertentu seperti perkusi, akan membantu anak mengembangkan koordinasi dan keterampilan motorik yang umumnya terletak pada gerakan tangan, lengan, dan kaki. Jenis ini baik dikuasai oleh anak yang sangat aktif. Selain itu, instrumen string dan keyboard seperti biola dan piano cenderung menuntut gerakan berbeda dari tangan kiri dan kanan secara bersamaan. Ini akan mengembangkan keterampilan tangan sekaligus melatih anak tetap merasa nyaman meskipun mereka sedang berada pada keadaan yang tidak nyaman.

Meningkatkan Kemampuan Akademis

Musik dan matematika memiliki hubungan erat. Dengan memahami beat, ritme, dan skala, anak akan lebih paham bagaimana membagi, membuat fraksi, juga mengenali pola.

Saat anak beranjak besar, mereka akan mulai membaca lagu. Secara langsung ini akan melatih memori jangka pendek dan panjangnya untuk mengingat. Metode mengingat tersebut nantinya bisa mereka gunakan untuk mengingat juga banyak hal lain.

Bahkan beberapa penelitian menyebutkan bahwa di usia lebih besar anak yang bermain musik lebih memahami pelajaran fisika dasar. Misalnya, memetik senar pada gitar atau biola mengajarkan anak tentang getaran harmonik dan simpatik. Bahkan instrumen non-string seperti drum, bisa memberinya kesempatan untuk menjelajahi prinsip-prinsip ilmiah.

Memupuk keterampilan sosial

Ketika berlatih musik, pada saatnya anak akan belajar caranya berinteraksi dan berkomunikasi. Misalnya saja untuk menyeimbangkan musik, mereka akan mendengar pelan-keras serta cepat-lambat sebuah nada sehingga terlatih menyesuaikan diri.

Ini juga berlaku pada kelompok musik. Saat anak menciptakan melodi, mereka akan mulai belajar bekerja sama dalam tim untuk menghasilkan musik yang enak didengar.

Di kemudian hari, mereka akan butuh pengajaran ini dalam kehidupan bermasyarakat. Salah satunya untuk belajar menciptakan interaksi yang baik dalam memecahkan permasalahan.

Melatih Disiplin dan Kesabaran

Bermusik bukan hanya belajar untuk bisa memainkan instrumen, tapi juga melatih tangan dan perasaan agar mahir “menyuarakan” musik. Pasti ada perbedaan besar antara memainkan musik dengan lembut karena terlatih, dengan permainan yang terdengar kasar hanya karena bisa memainkan musik.

Nah, di sinilah disiplin berlatih akan membina kesabaran anak untuk selalu mengupayakan berlatih serta mengulang banyak hal.

Anak yang bermusik secara individu, pasti butuh waktu lama hingga akhirnya mahir memainkan musik. Begitu pula anak yang tergabung dalam kelompok musik. Untuk bisa bermain sendiri, mereka akan belajar menunggu giliran sehingga terlatih menunggu sekaligus menghormati rekannya.

Meningkatkan Perbaikan Diri

Ketika berlatih sebuah instrumen, anak akan belajar menerima dan memberi kritik yang membangun demi perbaikan kualitas bermusiknya. Hal ini sangat positif untuk meningkatkan rasa percaya dirinya.

Selain itu, mereka juga akan memahami bahwa tidak ada hal yang sempurna karena kesalahan bisa saja terjadi, dan segalanya pasti butuh usaha. Jika nantinya anak diajar konsisten untuk bermusik, maka mereka pun secara langsung dipersiapkan untuk memiliki keterampilan yang membuatnya menonjol.

Memperluas Wawasan

Tiap jenis musik memiliki sejarah, dan anak usia dini akan lebih tertarik mengetahui hal ini.

Sambil mempelajari instrumen, memberi anak pengetahuan soal musik akan mempermudahnya menyerap pengetahuan sehingga akan membuka pikirannya soal budaya dari seluruh belahan dunia dan berbagai jenis musik. Ini akan membuatnya kaya pengetahuan dan semakin kaya pula dalam bermusik.

Pertimbangan Memilih Instrumen yang Tepat Bagi Anak

Akhirnya, instrumen yang dipilih untuk anak haruslah mempertimbangkan beberapa faktor:

1. Apakah anak tampak tertarik pada salah satu instrumen, atau bahkan beberapa instrumen? Biarkan anak yang memilih sendiri apa yang disukainya.

2. Apakah instrumen yang dimainkan terasa menantang bagi anak, dan bagi orangtua saat mendengarnya?

3. Apakah emosi anak tersalur lewat instrumen yang dimainkannya?

4. Apakah orangtua mampu menyediakan instrumen pilihan di rumah? Karena bagaimana pun, anak butuh banyak berlatih jika ingin bisa menguasai alat musik yang dimainkannya.

Para ahli sejauh ini tidak setuju menetapkan apa jenis musik yang perlu dimainkan anak, karena pada dasarnya hasrat bermusik terletak pada diri anak. Namun begitu, banyak pengajar musik yang setuju bahwa sebaiknya sejak awal anak dikenalkan pada pilihan piano, gitar, biola, atau drum sebagai bentuk pilihan bijak.

Sumber.

5 Persiapan Sambut Hari Raya Idul Fitri

Serve.jpg

Tidak terasa sebentar lagi Hari Raya Idul Fitri akan datang. Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri merupakan hari besar yang paling dinantikan bagi umat muslim setelah sebulan penuh mereka menjalankan ibadah puasa. Tentunya, banyak sekali hal yang bisa dilakukan untuk menyambut datangnya hari kemenangan tersebut. Nah, persiapan-persiapan di bawah ini dapat Anda lakukan menjelang lebaran selain berbelanja atau sekedar membeli baju baru untuk dipakai pada saat hari lebaran.

 

Persiapkan Zakat (Amal).

Zakat merupakan suatu kewajiban bagi umat islam. Sebaiknya pos zakat Anda dan keluarga sudah disiapkan sebelum lebaran tiba. Alokasikan hitungan pos dana untuk zakat amal, zakat profesi dan tentu saja zakat fitrah yang merupakan kewajiban. Lakukan hitungan setidaknya seminggu sebelum lebaran tiba, hitungan berapa persen dari keuangan Anda yang mau dialokasikan untuk zakat. Usahakan mencatatkan pengeluaran Anda sebaik mungkin agar hal ini tidak terlupa.

 

Melakukan penataan ulang pada rumah.

Kenapa kamu tidak coba bereksperimen dan keluarkan kreatifitasmu dalam menata ruangan di rumahmu? Kamu bisa mengubah susunan sofa dan meja di ruang tamu, menata kembali pajangan dan barang-barang keramik yang kamu koleksi atau menambahkan karpet yang indah supaya rumahmu terlihat lebih bersih, rapi dan indah di saat hari raya lebaran. Ajaklah seluruh anggota keluargamu untuk bergotong royong mengerjakan dan menata ulang setiap ruangan di rumah.

 

Menyiapkan menu makanan istimewa.

Lebaran menjadi moment yang sangat tepat bagi Anda untuk mempersiapkan segala macam menu makanan unik dan istimewa guna menyambut tamu-tamu Lebaran yang akan datang ke rumah Anda. Tidak hanya itu, menu makanan unik yang Anda persiapkan juga dapat Anda pergunakan untuk sajian istimewa di rumah sanak saudara Anda saat mudik. Jangan salah, menu-menu makanan tersebut bisa menjadi modal untuk mempererat keakraban keluarga lho.

 

Persiapkan pengganti Asisten Rumah Tangga.

Sudah menjadi hal yang sangat lumrah jika waktu Lebaran adalah waktu yang sangat dinantikan setiap umat muslim untuk pulang ke rumah masing-masing menemui sanak keluarga, tidak terkecuali untuk para Asisten Rumah Tangga. Hal ini sering sekali menjadi kekhawatiran yang luar biasa bagi Anda, karena disela padatnya aktivitas Hari Raya Idul Fitri, Anda harus merelakan Asisten Rumah Tangga Anda untuk mudik. Oleh sebab itu, Anda harus mempersiapkan pengganti yang sesuai. Akan lebih baik jika Anda dan keluarga saling gotong royong mengurus keperluan rumah tangga.

 

Lakukan persiapan Mudik.

Jika Anda adalah orang yang harus merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama sanak saudara Anda di daerah lain, Mudik pastilah menjadi kegiatan khas yang dilakukan saat lebaran tiba. Selain senang bertemu keluarga dan sanak saudara jauh, mudik menjadi salah satu hal yang penting untuk dipersiapkan jauh-jauh hari. Mulai dari tiket mudik, kondisi kendaraan, THR untuk keluarga, kesehatan dan persiapan penting lainnya. Jangan sampai kegiatan mudik Anda terhambat di tengah perjalanan akibat persiapan yang kurang mumpuni.

 

Lalu, bagaimana Anda mempersiapkan Lebaran Anda? Bagaimana pun  caranya, marilah kita rayakan kemenangan ini dengan bijak dan membawa manfaat yang lebih baik bagi kehidupan Anda.

Les Privat Musik Datang ke Rumah Siswa, Naungan Sekolah Musik Serenata PMC

  

 

Ingin les musik tapi mahal? atau jauh dari rumah? jalanan macet?

Kenapa nggak gabung aja sama kita di Serenata Private Music Course?

Kalau les musik di tempat kami ga perlu capek2 ke tempat les,

ga perlu panas2an, ga perlu hujan2an, dan yang pastinya harganya juga ga bikin puasa =)

Sistem kita beda dari sekolah musik yang lain, karena sistem kita privat jadi gurunya yang datang kerumah, jadi beda dari sekolah musik kebanyakan 🙂

Dengan tenaga pengajar yang berpengalaman mengajar di semua kalangan dan usia, bahkan juga fun kepada anak2, jadi untuk bergabung bersama kami bisa untuk semua usia (2 th – lansia).

Dan apa saja sih benefit bergabung bersama kami?

• Teacher bisa datang kerumah

• Disc 50% biaya pendaftaran

• Harga yang terjangkau dengan berbagai promo yang sedang berlangsung

• Waktu lebih fleksibel karena bisa mengatur jadwal langsung dengan teacher

• Menggunakan metode fun learning untuk mengajar siswa usia dini

• Terdapat kelas reguler dan kelas hobby sehingga dapat menyesuaikan minat siswa

• Teacher yang ramah dan penjelasan yang mudah dimengerti

• Teacher yang berkualitas dan berpendidikan dibidangnya

• Sabtu dan Minggu tetap ada jadwal les

• Cuti dengan biaya yang terjangkau

• Dan berbagai keuntungan lainnya.

Kami menyediakan sistem pendidikan dengan alat musik yang beragam, seperti:

Piano

Drum

Biola

Gitar

Keyboard

Vocal

Saxophone

Flute

Clarinet

Toddlers Class

Dan kami juga rutin mengadakan event di tiap tahunnya untuk melatih mental siswa untuk tampil didepan publik lho.


For more information:

office

021-22853943

sms/whatsapp/call

081299021424

bbm pin

5867D59E

HARI KESEHATAN DUNIA: Penelitian Ungkap jika Instagram Bisa Cegah Depresi pada Remaja

hari-kesehatan-dunia-penelitian-ungkap-jika-instagram-bisa-cegah-depresi-pada-remaja-7flwQqJPjw.jpg

DALAM era ketika teknologi sangat mendominasi kehidupan kita, mudah untuk mengatakan bahwa media sosial adalah berkat. Semakin mudah untuk merasa langsung terhubung dengan orang di seluruh dunia, baik melalui Facebook, Twitter atau Instagram.

Meski dampak efek dari media sosial selalu terpecah menjadi dua. Banyak penelitian telah menghubungkan jaringan sosial terhadap depresi dan isolasi sosial, serta memunculkan perasaan iri, rasa tidak aman dan kurang harga diri.

Namun, penelitian lain menunjukkan, situs media sosial dapat berdampak positif bagi orang-orang yang berjuang dengan kecemasan sosial dan depresi. Bertepatan pada Hari Kesehatan Sedunia 2017 yang mengangkat depresi sebagai tema, sebuah studi baru telah melakukan penelitian dampak media sosial terhadap individu depresi.

 

Studi menunjukkan bahwa Instagram benar-benar dapat memperkuat kedekatan persahabatan mereka yang pada akhirnya membantu gangguan mental. Dengan jutaan pengguna aktif dari seluruh dunia, Instagram memiliki keanggotan yang lebih besar dari kehidupan, termasuk selebriti terbesar di dunia.

Studi ini mengatakan, ”like” dan repost semua orang dapat memberikan dorongan untuk hubungan. Dengan demikian, hal ini dapat membantu dalam mencegah depresi.

“Kelompok usia remaja mungkin sangat berisiko terhadap dampak dari Instagram, mengingat meningkatnya popularitas Instagram pada masa remaja dan peningkatan gejala depresi selama tahap kehidupan. Tapi, studi ini menawarkan wawasan yang lebih besar hasil dari penggunaan Instagram pada remaja,” jelas peneliti Eline Frison dari University of Leuven di Belgia yang dikutip Zeenews, Jumat (7/4/2017).

Frison mendirikan sebuah studi skala besar untuk menyelidiki hubungan antara penggunaan situs jejaring sosial pada remaja dan kesejahteraan mereka dari 2013-2014. Para peserta mengisi survei untuk periode 6 bulan penggunaan media sosial.

Survei meminta siswa mengisi tentang penggunaan sistus jejaring sosial seperti Facebook, Snapchat, dan Instagram, serta kesejahteraan (gejala depresi, kepuasaan hidup, kesepian) mereka. Data analisis mengungkapkan, menggunakan Instagram pada satu titik itu terkait dengan peningkatan kedekatan dengan teman-teman (persepsi bahwa mereka dihargai dan dicintai oleh teman-teman mereka) 6 bulan kemudian. Pada akhirnya ini berhubungan dengan tingkat depresi yang lebih rendah.

Namun, para peneliti memperingatkan, jika penggunaan aplikasi berbagi foto tersebut gagal untuk merangsang perasaan kedekatan dengan teman-teman, maka bisa berbahaya dalam jangka panjang.

Sumber.

Hari Film Nasional

TANGGAL 30 mungkin bagi sebagian orang akan menjadi tanggal yang sangat berat untuk dilalui, karena ini akhir bulan dan biasanya keadaan dompet sudah sangat menipis. Tapi bagi insan perfilman naional, hari ini merupakan harinya mereka, hari dimana mereka merayakan Hari Film Nasional.

Hari Film Nasional memang ditetapkan pada 30 Maret 1962, tapi sebenarnya industri film nasional sendiri sudah ada sejak tahun 1926, dan terus berkembang sampai tahun 1942 meskipun kalah bersaing dengan film-film asing. Pada saat itu para pemilik perusahaan film lokal adalah orang-orang Cina & Belanda. Film nasional pertama yang hadir di Indonesia ialah film yang berjudul “Loetong Kasaroeng” pada tahun 1926, ini merupakan sebuah film bisu yang disutradarai oleh dua orang berkebangsaan Belanda yang bernama G. Krugers dan L. Heuveldorf. Film ini dibuat di Bandung dan para pemiannya orang-orang pribumi yang merupakan anak-anak dari bupati Bandung Wiranata Kusuma II.

Setelah berbagai film dibuat oleh sutradara dan perusahaan asing, akhirnya pada 30 Maret 1950 dilakukan syuting perdana film “Darah dan Doa” atau “Long March of Siliwangi” yang disutradarai dan diproduksi oleh orang asli Indonesia yakni Usmar Ismail melalui Perfini (Perusahaan Film Nasional Indonesia). Film ini bercerita tentang seorang komando tentara yang terlibat cinta lokasi dengan seorang pengungsi wanita Indo-Belanda dalam sebuah perjalanan pengungsian.

Karena ini merupakan film pertama yang mencirikan Indonesia, maka tanggal 30 Maret yang merupakan hari pertama syuting film ini dijadikan sebagai hari lahirnya film nasional. Pengambilan keputusan tersebut diambil pada 11 Oktober 1962 oleh Dewan Film Nasional yang melakukan konferensi dengan organisasi perfilman.

15_darahdandoa.jpg

Memasuki tahun 1980an perfilman Indonesia bisa dibilang mencapai era keemasannya. Karena film Indonesia mampu menjadi raja di negeri sendiri. Namun memasuki akhir tahun 1990an, film Indonesia seperti terjun bebas. Bioskop-bioskop yang ada di kota besar selalu dipenuhi oleh film produksi Hollywood. Selain itu maraknya sinteron yang tayang di televisi nasioanal juga menurunkan tingkat kunjungan ke bioskop.

Baru pada tahun 2002, kehadiran film “Ada Apa Dengan Cinta” mampu menggairahkan perfilman Indonesia. Dan sejak itu para sineas film Indonesia seolah berlomba-lomba untuk menciptakan film yang berkualitas. Meski sempat diwarnai dengan ramainya film yang bertema komedi seks, tapi banyak juga film Indonesia yang berkualitas. Seperti “Laskar Pelangi”, “Negeri 5 Menara”, “5cm”, dan yang fenomenal ialah “The Raid”. Film ini sangat sukses di tingkat dunia dan telah memenangkan berbagai penghargaan seperti The Best Film sekaligus Audience Award di Jameson Dublin International Film Festival, dan masuk dalam jajaran 50 film action terbaik sepanjang masa versi imdb.com. Ini merupakan sebuah prestasi yang luar biasa sekaligus membanggakan bagi perfilman Indonesia.

Memang tak banyak di antara kita yang merayakan Hari Film Indonesia sebagai wujud kecintaan kita terhadap karya anak bangsa. Sebaiknya kita sebagai bangsa Indonesia juga ikut mendukung Hari Film Nasional ini dengan cara yang kita bisa, seperti dengan menonton film nasional ke bioskop. Agar industri film Indonesia bisa maju seperti India dengan Boolywood-nya dan Amerika dengan Hollywood-nya. Namun, tentunya hal itu harus dibarengi dengan peningkatan kualitan film dan partisipasi masyarakat untuk menontonnya. Semoga ke depannya, kita semua bisa menyaksikan tontonan berkualitas yang dihasilkan oleh anak bangsa sendiri.

Selamat Hari Film Indonesia!

 

“Halo-halo Bandung”, Kisah Heroik di Balik Lautan Api

Tanggal 24 Maret 1946 mungkin sudah hilang atau tidak pernah menjadi ingatan kolektif kita bangsa Indonesia, namun menjadi memori yang selalu dikenang masyarakat kota Bandung khususnya mereka yang menjadi saksi hidup saat itu.

monumen-bandung-lautan-api-dari-seven7-years.blogspot.com_.jpg

Saat itulah Bandung menjadi Lautan Api, sebuah peristiwa heroik dalam perspektif yang berbeda. Tidak seperti perjuangan arek-arek Suroboyo yang mengorbankan ribuan nyawa, masyarakat kota Bandung rela meninggalkan rumah dan harta bendanya karena mengikuti jejak para pejuang yang diharuskan mundur ke arah selatan kota Bandung. Mereka rela meninggalkan bahkan turut membakar kota yang didiami sejak lahir karena tidak rela diduduki oleh NICA (Netherlands Indies Civil Administration) -Pemerintahan Sipil Hindia Belanda- yang “diboncengi” Inggris paska kekalahan Jepang pada Perang Dunia II. Sulit untuk dibayangkan apakah kita generasi sekarang mampu dan iklas melakukan itu semua.

Rasa nasionalisme yang tinggi membuat masyarakat kota Bandung mendukung seratus persen niat TKR Divisi III di bawah komando Letkol A. H. Nasution yang ingin membumihanguskan kota Bandung. Hubungan rakyat dan tentara saat itu sangat erat, tidak seperti sekarang yang sering diwarnai bentrokan karena sikap aparat yang represif dan arogan sejak era Orde Baru.

Euforia kemerdekaan serta dukungan masyarakat kota Bandung membuat semangat para pejuang berkobar-kobar. Meski terjadi kekacauan pada awal dimulainya aksi Lautan Api -kesepakatan peledakan pertama pukul 24.00 tapi pukul 20.00 sudah terjadi ledakan sehingga memicu kepanikan para pejuang yang membuat banyak gedung tidak terbakar- namun semangat para pejuang untuk bergerilya tidak pernah surut. Serangan-serangan sporadis terus dilakukan ke pemukiman Eropa di Bandung Utara, begitu juga dengan jalur logistik pasukan Inggris dan Belanda. Saat-saat heroik ini menorehkan nama Mohammad Toha yang berhasil meledakkan gudang amunisi Belanda meski harus mengorbankan nyawanya. Aksi Mohammad Toha juga banyak dilakukan oleh para pejuang lainnya.

Jika kita memahami dengan perspektif yang berbeda maka peristiwa Bandung Lautan Api layak disejajarkan dengan peristiwa-peristiwa heroik lainnya seperti 10 November, Serangan Umum 1 Maret, Palagan Ambarawa atau Medan Area, meskipun dikecam oleh Panglima Jenderal Sudirman karena tidak mengikuti instruksi untuk tetap mempertahankan tiap jengkal tanah.

Para pejuang Bandung lebih realistis karena 100 pucuk senjata yang dimiliki tidak mungkin melawan ribuan pasukan Inggris dan Belanda yang bersenjata lengkap dan terlatih, oleh karena itu praktek bumihangus adalah cara yang terbaik. Saya sangat kagum dengan manunggalnya pejuang dan rakyat kota Bandung dalam kurun waktu tersebut. Itulah kesan saya ketika membaca buku “Saya Pilih Mengungsi, Pengorbanan Rakyat Bandung Untuk Kedaulatan” karya Paguyuban Pelestarian Budaya Bandung (2002).

Banyak kisah unik di balik peristiwa Bandung Lautan Api yang terungkap di dalam buku yang banyak menggunakan data primer ini. Salah satu kisah yang menurut saya menarik dan relevan dengan semangat Bandung Lautan Api adalah awal terciptanya lagu “Halo-halo Bandung”. Selama ini yang kita ketahui lagu Halo-halo Bandung diciptakan oleh Ismail Marzuki, ternyata ada versi lain yang mengatakan bahwa lagu ini lahir dan tercipta oleh para pejuang di Bandung yang multi etnis.

unnamed.jpg

Terciptanya Lagu “Halo-halo Bandung”

Kota Bandung yang telah lama ditinggalkan dan sebelumnya menjadi Lautan Api menginspirasi para pejuang untuk menciptakan sebuah lagu yang membangkitkan semangat. Dikisahkan bahwa penciptaan lagu Halo-halo Bandung berproses dalam candaan para pejuang yang memiliki aneka ragam budaya. Kata “Halo” merupakan sapaan khas pemuda Medan karena terinspirasi dari film cowboy yang marak saat itu. Para pemuda Medan sering menggunakannya untuk menyapa kota Bandung tercinta yang nampak di kejauhan. Sapaan ini terus diucapkan berulang kali sehingga terciptalah kalimat “Halo-halo Bandung” yang akhirnya memiliki irama seperti saat ini.

Kalimat ini tidak langsung terangkai menjadi sebuah lagu karena pada malam hari para pejuang sibuk bergerilya ke dalam kota. Siang hari baru mereka memiliki waktu santai sambil menunggu malam tiba. Saat itulah irama Halo-halo Bandung yang sudah tercipta dibahas lagi. Para pejuang mencari inspirasi lirik berikutnya dan kebetulan ketika itu Bandung menjadi Ibu Kota Keresidenan Priangan sehingga tercipta lirik “Ibu Kota Periangan”. Lirik berikutnya merupakan ungkapan sebuah kenangan karena kota Bandungyang sudah lama ditinggalkan menjadi kenangan bagi para pejuang, maka terbentuk syair “kota kenang-kenangan”.

Lirik-lirik tersebut mengalir dalam obrolan para pejuang. Pertemuan dengan para pemuda Ambon yang tergabung dalam Pemuda Indonesia Maluku (PIM) memberikan inspirasi baru karena pemuda Ambon yang lama tidak bertemu dengan pejuang lain celetuk berkata “cukimai! sudah lama beta tidak bertemu dengan kau!”. Sapaan ini akhirnya dijadikan syair berikutnya “sudah lama beta, tidak berjumpa dengan kau”.

Kota Bandung yang telah dijadikan Lautan Api dan gerilya yang sering dilakukan pejuang di malam hari dengan tujuan menyingkirkan NICA dari kota tersebut membuat para pejuang yang multi etnis itu menutup lagu ini dengan lirik “sekarang telah menjadi Lautan Api, mari bung rebut kembali”. Maka jadilah lagu Halo-halo Bandung.

Halo-halo Bandung, Ibu Kota Periangan

Halo-halo Bandung, kota kenang-kenangan

Sudah lama beta, tidak berjumpa dengan kau

Sekarang telah menjadi Lautan Api

Mari bung rebut kembali

Itulah kisah bagaimana proses terciptanya lagu Halo-halo Bandung yang merupakan salah satu cara untuk memotivasi semangat para pejuang di Bandung. Semangat yang tak pernah pudar, meski tersingkir dari kotanya sendiri. Semangat demi sebuah kedaulatan hingga rela kotanya menjadi Lautan Api. Peristiwa yang patut dikenang, bukan saja oleh masyarakat kota Bandung namun kita semua sebagai sebuah bangsa yang besar. Bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.

Sumber

Hewan Dan Tumbuhan Langka Yang Hampir Punah

Bunga-Rafflesia.jpg
Hewan dan tumbuhan langka yang hampir punah – Kita semua telah mengetahui bersama jika pada dasarnya ada banyak sekali jenis hewan dan juga tumbuhan yang ada di muka bumi ini. Selain manusia, hewan dan juga tumbuhan juga merupakan jenis makhluk hidup yang tinggal di bumi ini. Pada saat anda duduk dibangku sekolah mungkin anda sudah banyak belajar tentang hewan dan juga tumbuhan. Saya sangat yakin jika anda sudah pernah mendengar istilah hewan dan tumbuhan langka dan hampir punah.

Yah, sama seperti yang sudah saya jelaskan tadi diatas, jika sebetulnya ada banyak sekali jenis hewan dan juga tumbuhan yang hidup di dunia ini, namun satu hal yang harus anda ketahui, jika tidak semua hewan yang ada di dunia ini memiliki jumlah yang banyak, sebab ada beberapa jenis hewan dan juga tumbuhan yang hanya memiliki jumlah sedikit dan hampir mengalami kepunahan. Karena jumlahnya yang sedikit itulah yang menyebabkan jenis dari hewan dan tumbuhan tersebut diketegorikan ke dalam jenis hewan dan tumbuhan langka.

hewan dan tumbuhan langka, berkaitan dengan hewan yang hampir punah. Kenapa dikatakan demikian? Karena hewan dan juga tumbuhan yang dikategorikan ke dalam jenis yang langka itu karena jumlahnya yang cukup sedikit dan bisa dikatakan hampir punah. Maka dari itu antara langka dan punah sebetulnya saling berkaitan antara yang satu dengan yang lainnya. Meskipun, tidak semua jenis hewan dan juga tumbuhan yang langka itu hampir punah. Nah, untuk lebih jelasnya mari kita simak penjelasan di bawah.

Hewan langka dan tumbuhan langka

Tahukah anda jika di dunia ini sebetulnya ada banyak sekali jenis hewan dan tumbuhan langka. Nah, karena jumlahnya yang tidak sedikit tersebut, membuat saya tidak mungkin untuk menyebutkannya satu persatu. tapi, anda tidak perlu khawatir karena saya tetap akan memberika beberapa contoh jenis hewan dan tumbuhan yang dikatakan langka. Berikut adalah contoh hewan dan juga tumbuhan tersebut :

  1. Tumbuhan rafflesia. Tumbuhan rafflesia merupakan jenis tumbuhan langka, karena jumlahnya yang saat ini sudah sangat sedikit.
  2. Tumbuhan bunga bangkai. Populasi dari bunga bangkai yang mulai menurun, menyebabkan bunga bangkai menjadi bagian dari anggota tumbuhan yang langka.
  3. Tumbuhan kantong semar. Karena jumlahnya yang mulai sedikit, kantong semar dikategorikan ke dalam jenis tumbuhan yang langka.
  4. Hewan anoa. Jumlah dari hewan anoa dari tahun ke tahun semakin menurun populasinya, maka dari itu hewan anoa dimasukan ke dalam jenis hewan langka.
  5. Hewan badak. Badak adalah jenis hewan langka, sebab populasinya saat ini sudah sangat sedikit.
  6. Hewan elang jawa. Elang jawa memiliki populasi yang sangat sedikit, untuk itu dimasukan dalam jenis hewan langka.

141140_200957_elang_jawa.jpg

Hewan dan tumbuhan yang hampir punah

Hewan dan tumbuhan langka juga bisa dikategorikan ke dalam jenis hewan dan tumbuhan yang hampir punah, sebab hewan dan juga tumbuhan dikatakan sebagai hewan yang langka itu karena jumlah populasinya yang semakin tahun semakin sedikit. Dan keberadaannya semakin susah untuk ditemukan, karena jumlahnya yang sangat sedikit. Beberapa contoh hewan dan tumbuhan langka diatas yang telah saya sebutkan, itu juga termasuk ke dalam jenis hewan dan tumbuhan yang semakin punah. Maka dari itu jika anda mempelajari tentang hewan dan tumbuhan langka, maka secara otomatis anda juga sudah belajar tentang hewan dan juga tumbuhan yang hampir punah.

Tony Iommi’s Legendary Black Sabbath

Tony Iommi is synonymous with heavy rock, his innovative, de-tuned, dark riffs are considered to be the blueprint for hundreds of bands that followed.

Tony-Iommi.jpg

Born on February 19, 1948, in Birmingham, England, left-handed Tony picked up the guitar after being inspired by the likes of Hank Marvin & the Shadows as a teenager. By 1967, he had played with several blues-based rock bands, one of which evolved into Polka Tulk (later Earth), with bassist Terry “Geezer” Butler, drummer Bill Ward, and singer John “Ozzy” Osbourne.

Iommi’s musical career was nearly derailed prematurely as he suffered a horrible accident at a sheet metal factory, when a machine sliced off the tips of the fingers on his right hand. Depressed and figuring that his guitar playing days were behind him, a friend turned him onto guitarist Django Reinhardt (who lost use of two fingers in a gypsy caravan campfire accident), inspiring Tony to give the six-string another go, with soft plastic tips attached to the ends of his fingers.

Shortly thereafter, Iommi received a tempting offer to join Jethro Tull’s band in 1968, which he reluctantly accepted. After only a single performance with Tull (miming the track “Song for Jeffrey” on the Rolling Stones’ never-aired TV special “Rock & Roll Circus”), Iommi split from Tull to return back to his pals in Earth.

With another band already playing around England by the name of Earth, Iommi & co. were forced to change their name, taking “Black Sabbath” from the American title of the classic Italian horror movie “I Tre Volti Della Paura”.

With the name switch came a change in musical direction — the band would explore dark lyrical subjects, while the music would be repetitive, plodding and heavy. In the process, Sabbath created the blueprint for heavy metal with such incredibly influential, all-time classic releases as their 1970 self-titled debut and Paranoid, 71’s Master of Reality, 1972’s Vol. 4, and 1973’s Sabbath Bloody Sabbath.  These albums lifted Black Sabbath to one of the world’s top hard rock bands in the process. Iommi’s guitar playing propelled such metal standards as “Black Sabbath,” “N.I.B.,” “Paranoid,” “Iron Man,” “War Pigs,” “Into the Void,” and “Children of the Grave,” which boast some of the most recognizable guitar riffs in rock history.

But by the mid- to late ’70s, constant touring and drug abuse began to fracture the band, leading to Osbourne’s exit in 1979.  However, like a Phoenix rising from the ashes, the Black Sabbath name was reborn with the inclusion of Ronnie James Dio (RIP) on vocals, then right out of Rainbow.  Ronnie brought a new and fresh angle to the gig, and from these sessions a masterpiece was born, the Heaven & Hell album.  The sound on this album was unlike anything that Black Sabbath had done to this point.  It contained a fresh new sound under the banner of Black Sabbath.  This album was part of the metal revival in 1980, and of course the revival of Black Sabbath itself.   The Heaven and Hell tour cost Black Sabbath its original drummer, Bill Ward, and Bill was replaced quite capably by Vinny Appice (then of Axis/Rick Derringer).  A couple of more albums with Ronnie and Vinny followed (Mob Rules, Live Evil), but the Sabbath lineup was not to stay stable for long after this.

After Ronnie & Vinny left to form the Dio band, Tony, Geezer, & Geoff Nicholls were tasked with putting together another incarnation of Black Sabbath.  After a few changes already, they decided they wanted some more stability, so Bill Ward was convinced to return to the band, and a search for a new vocalist ensued.  They eventually settled on former 70’s rival, Ian Gillan (Deep Purple) to handle vocals for the aptly named Born Again album.    The lineup wasn’t to stay the same, as Bill Ward bowed out from touring.  Old Brum friend and former ELO dummer Bev Bevan handled the skins for the Born Again Tour which lasted into the Spring of 1984.

1984 brought a season of change, as Ian Gillan left to pursue a reunion of Deep Purple, and Black Sabbath tried a few times to work with new singers (Dave Donato, Ron Keel), but nothing materialized from these sessions (which again included Bill Ward).   After this, it became just Tony when Geezer and Bill departed to pursue other options.

During this period the original Black Sabbath reunited for one day in Philadelphia on July 13, 1985.   This was to play the Live Aid benefit concert, along with a slew of other artists in Philadelphia and in London.   This was short lived, though, was just a reunion for that day.

Not long after that, Tony began work on a solo album initially using vocalist Jeff Fenholt, and later using several folks including long time pal Glenn Hughes on vocals, Eric Singer (Alice Cooper/Kiss) on drums, as well as others like Dave Spitz, as well as Sabbath stalwart Geoff Nicholls.   As the album neared completion, a struggle ensued with the record label.  The Seventh Star album was originally intended to be the first Tony Iommi solo album, but the label wanted a Black Sabbath album.  All this caused the released album to have the hybrid name of “Black Sabbath featuring Tony Iommi”.  The Seventh Star tour started off well, included a really nice stage set and show, but quickly it became obvious that a change in singer was needed.

Enter Ray Gillen (RIP), who took over early on in the Seventh Star tour.  Ray was a friend of Dave’s, and the tour finished well, played to crowds around the world.  But when the tour ended, thoughts turned to the next album, which ended up being “The Eternal Idol”.

The Eternal Idol turned out to be one the most tumultuous parts of Sabbath history.   Featuring two singers, two credited drummers, two bassists (three if you count music videos), two producers and studios; the album took quite a path to completion.  The live shows surrounding The Eternal Idol included Greece (then a first time Sabbath stop), South Africa, and mostly centered around Italy.  The tour was short lived, and save for a single charity show the following year, a restart was needed, given the mountain of management and record label problems.  It also marked the first time since the original Black Sabbath record contracts were signed in 1969 that the band was not on their usual label.  Tony Iommi signed Black Sabbath to a new label for the first time in the band’s history, this time I.R.S.

So in 1988, Tony and then singer Tony Martin embarked on getting some credible musicians in to bolster the lineup and bring some stability to the band, who had seen quite a number of people in and out in the previous five years.   Brought in on drums was long time friend, Cozy Powell.  Cozy was actually approached to play drums a few times in the past.  First when Bill Ward left in 1980, again in 1983 when Vinny Appice left, and again in the mid 80’s around the Seventh Star period.  Cozy finally agreed in 1988, and joined on.   Session man Laurence Cottle recorded the Headless Cross album, but was replaced for the tour and afterwards by Neil Murray.  This solidified the late 80’s/early 90’s Black Sabbath lineup of Tony Iommi / Tony Martin / Neil Murray / Cozy Powell / Geoff Nicholls.   The Headless Cross album and tour as well as the Tyr album and tour did very well in and around Europe.

However, towards the end of the Tyr tour, thoughts turned to the end of the Ronnie James Dio era.  After a few meetings, it was decided to reunite the Heaven & Hell / Mob Rules lineup of Black Sabbath.  Dio back, Geezer back, Vinny Appice back.  This lineup put together the Dehumanizer album and world tour.   Featuring tracks such as Computer God, TV Crimes, and the powerhouse “I”, the album was very well received by Sabbath fans who missed the chance to see Ronnie Dio singing with Sabbath the first time around.   A world tour followed, and lasted most of 1992.   The tour ended in Costa Mesa, CA where Black Sabbath played with Ozzy Osbourne, who at that time stated he wanted to retire – which didn’t happen of course, but the shows where Black Sabbath played for Ozzy marked the end of the Dio Era Mk II, as Rob Halford had to step in at the last minute and sing for Black Sabbath, creating one of the more unique lineups in the band’s history.

Following the Costa Mesa shows, thoughts turned to a new record, and given the departure of Dio, it was decided to bring Tony Martin back.  Cozy Powell was then unavailable, so Bobby Rondinelli was brought in to handle drums on the Cross Purposes album.  A world tour followed, which ended with the departure of Bobby.  To handle some gigs in South America, the band recruited Black Sabbath founding member Bill Ward to handle drums.   Some of these shows were televised in South America.

But again, the lineup changed for the next album, 1995’s Forbidden, which featured the return of the Headless Cross / Tyr lineup.  This album was not as well received as some of the previous efforts, and while there was a tour behind it, the tour had a lot of problems with canceled shows, and other related issues.  At the end of the tour, Tony put out a “Tony Martin” era Greatest Hits album on I.R.S., thereby ending that record label relationship.,

1996 saw a time of rest, to have a rethink, and recharge the batteries.  Tony & Black Sabbath next appeared in 1997, reunited with Ozzy Osbourne for the first tour since 1978, on Ozzfest ’97.   The live shows in the NEC in Birmingham were recorded, and later released in 1998 as the “Reunion” album.  From that album came Black Sabbath’s first Grammy award, for the track “Iron Man”.   It won the “Best Metal Performance” in 1999.

And although one of the  Sabbath albums from the ’80s could have arguably been considered a Tony Iommi solo album, Tony issued his first true solo release in the form of 2000’s “Iommi”. The ten-track disc, which was very warmly received by both the press and the public, featured many of rock’s top names lending their vocal talents including Henry Rollins, Dave Grohl, Billy Corgan, Phil Anselmo and Ozzy Osbourne, among others.

The following year Iommi returned to touring, with Black Sabbath as the headline act at 2001’s Ozzfest. The band earned a second Grammy nomination for the track “The Wizard” from the live album “Ozzfest 2001: The Second Millennium” that followed the tour.  The tour also premiered a then brand new Black Sabbath track “Scary Dreams”, which to this day remains unreleased officially.

On 3rd June 2002, he joined Ozzy to perform “Paranoid” in front of the Queen, the Royal Family and 12,000 members of the public  (plus millions of TV viewers) on the lawn of Buckingham Palace at a concert to celebrate the Queen’s Golden Jubilee.

As one of the writers of “Changes”, Tony received his first Ivor Novello nomination when the song competed in the category Best Selling UK Single following the 2003 cover released by Ozzy & Kelly Osbourne.

The early part of 2004 was spent in the studio working on solo projects, including putting the finishing touches to material recorded with Glenn Hughes in Birmingham in 1996, which was picked up by Sanctuary Records for an autumn release under the title “The 1996 DEP Sessions”. In between this, Tony and the 3 other members of the original Black Sabbath line-up reunited as the headline act for summer 2004’s Ozzfest in the USA.

UoOHloZ.jpg

The touring continued in 2005, with a Black Sabbath tour of Europe starting in June (including a notable performance at the UK’s Download festival), and another headline slot at Ozzfest from July to September.  The Iommi solo album ‘Fused’ was also released in July 2005.  Featuring Glenn Hughes on vocals and Kenny Aronoff on drums, the album was recorded at Monnow Valley studios in Monmouth, Wales in late 2004 under the production skills of Bob Marlette who had produced Tony’s first solo album back in 2000.

Black Sabbath was inducted into the UK Music Hall of Fame in November 2005. The band was inducted by Queen guitarist Brian May, and performed ‘Paranoid’ at the ceremony at London’s Alexandra Palace. In March 2006, Metallica inducted Black Sabbath into the Rock & Roll Hall of Fame in New York. Throughout all of this, Tony was also working on his radio series ‘Black Sunday’ for the UK’s Planet Rock station.

In late 2006, Tony reunited with Ronnie James Dio, Geezer Butler and Vinny Appice to record three new songs for the CD “Black Sabbath: The Dio Years” which was released by Rhino in April 2007.  In the month leading up to the release, the foursome did a tour of Canada under the moniker ‘Heaven & Hell’ which ended with a special show at New York’s Radio City Music Hall, later released on CD and DVD.   A tour of the USA followed in April & May, followed by European summer shows, Australia, a second US run, Asia and finally a UK arena tour in November 2007, in total 98 shows in 9 months!

At the start of 2008 the band began working on a new Heaven & Hell studio album, for release in early 2009. During the summer this was put on hold while the guys played under the ‘Metal Masters’ banner with Judas Priest for 17 shows across the US. To coincide, Rhino Records released a re-mastered box set of the complete works with Ronnie James Dio (“The Rules of Hell”).

Picking up where they left off, the guys finished writing and went into the studio in the autumn to record the new album. Whilst track laying at Rockfield Studios the guys took time out to join Tony as he was awarded a star in the pavement at Birmingham’s Broad Street.

“The Devil You Know” was released in April 2009, and was greeted by rave reviews, the guys backed it up with a world tour that kicked off in South America and concluded some 47 shows later in Atlantic City, NJ USA. Along the way the band recorded a live DVD at the Wacken Festival in Germany. Unknown to everyone at the time, this video would have a huge significance as Ronnie’s health suddenly deteriorated and in the autumn of 2009 he was diagnosed with cancer. Despite putting up a tremendous battle he sadly passed away in May 2010, the DVD being a fitting tribute to a huge talent.

In October 2009, the Armenian government honoured Tony for his work on the “Rock Aid Armenia” charity that had taken place some 25 years earlier. He travelled to Armenia with Ian Gillan to receive the Medal of Honour and whilst there was taken to some of the areas that had been rebuilt. He and Ian were upset to find that a music school was the one institution still operating in temporary tin huts and they decided to get the facility re-built. A single “Out of My Mind” followed featuring Ian and Tony, plus Nicko McBrain, Jason Newsted, Jon Lord and Linde Linstrom. This had the effect of both raising funds and the profile of the project, and they subsequently released a full album entitled ‘WhoCares’ of rare recordings to further the cause.

2010 was largely spent in the studio writing new music, and working on his autobiography with writer TJ Lammers. A chance conversation with Sharon Osbourne resulted in the idea of the original Black Sabbath working together again and he met up with Ozzy at Christmas to discuss things. Geezer had already dropped by the studio and was also keen to give it a go so they all met up, including Bill Ward, in Los Angeles, January 2011 and spent some time together discussing the way forward.

Tony-Iommi.jpg

Most of 2011 he spent working on new material and the release of his autobiography “Iron Man” in October that went on to make the New York Times Bestseller list. It was after feeling unwell whilst undertaking promotion for the book that he went for a medical check-up. His concerns were well justified as the removal of a lymph node confirmed he had Follicular (non-Hodgkin) Lymphoma. Being his ever determined self, and despite undergoing both chemo and radio therapy, writing for the new Sabbath album continued at his home studio as Ozzy and Geezer came to the UK for an extended period, due to the tiring nature of the treatments.

Whilst unable to undertake the planned European tour, Tony had recovered sufficiently to play a hometown gig in Birmingham, along with headline appearances at Download Festival and Lollapalooza, the mighty Sabbath were back!

In the summer of 2012, Tony and Ian Gillan released a full album (a double album, actually) under the WhoCares name.  This album included numerous rare and b-side tracks from Black Sabbath, Deep Purple, a couple of extra tracks from the Fused album, and some of Ian’s other projects.  The proceeds from this album benefit the Armenian music school that the original WhoCares single did.

Recording of “13” started in September 2012 in Los Angeles with Tony returning home for treatment every 8 weeks. By the end of the year the album was in the can and ready for mixing which was finished in early 2013.

Defying his ongoing treatment, Tony and the guys set off for New Zealand, Australia and Japan in April, the first time they had been in these countries with Ozzy and it proved hugely successful.

Released on June 10th 2013 the album, titled ‘13’, has been a staggering success reaching number 1 in the US, amazingly the first Sabbath album to do so. It also got to the top in most countries around the world, in the UK setting a record for being a 40 year span between number 1’s, the longest ever!

Black Sabbath continued to play live gigs throughout the remainder of 2013, covering numerous countries and shows.  This was inbetween Tony’s returning home for treatments.   The band also made an appearance on the show “CSI: Crime Scene Investigation”, where they played the song “End of the Beginning”.

In January 2014, Black Sabbath made an appearance on the Grammy Awards show as presenters for Ringo Starr, and also winning a Grammy award in the “Best Metal Performance” category for the song “God is Dead?” from the “13” album.

The live shows shows carried on into 2014, with the gig in Hyde Park on July 4, 2014 being the final date on the “13” tour.

What comes next?

Sumber

Joey Alexander Masuk Nominasi Grammy Awards 2017

alexander_joey_DSC_6627_frank_stewart__crop_767_431_0_0_0_90___8297.jpg

Pianis jazz muda asal Indonesia, Joey Alexander, kembali masuk nominasi Grammy Awards 2017. Nominasi Grammy Awards 2017 diumumkan pada Selasa (6/12/2016).

Joey Alexander masuk nominasi Best Improvised Jazz Solo dengan lagu “Countdown”, yang diambil dari album keduanya yang berjudul sama. Joey merilis album Countdown pada September 2016 lalu.

Dalam kategori itu, remaja berusia 13 tahun itu bersaing dengan musisi-musisi jazz yang jauh lebih senior, seperti Ravi Coltrane (In Movement), Fred Hersch (We See), Brad Mehldau (I Concentrate On You), dan John Scofield (I’m So Lonesome I Could Cry).

Nominasi Grammy bagi Joey ini langsung disambut tweet oleh halaman seni harian New York Times. Ada nada bangga dalam tweet itu karena pernah mewawancarai pianis yang menolak disebut “bocah ajaib” itu.

The 13-year-old Joey Alexander just recieved his third Grammy nomination. We interviewed the precocious pianist,” kata New York Times Arts.

13JOEYALEXANDERWEB1-master675-v4.jpg

Ini merupakan nominasi ketiga Joey Alexander dalam perjalanan karier musiknya yang masih muda. Pada Grammy 2016 lalu, remaja pemalu itu menjadi nomine pada kategori Best Improvised Jazz Solo dan Best Jazz Instrumental Album.

Dengan nominasi itu, Joey menjadi musisi termuda yang pernah menjadi nomine sepanjang sejarah penyelenggaraan Grammy Awards. Sekalipun tidak berhasil membawa pulang Grammy, Joey Alexander sudah memukau dunia musik, khususnya artis-artis musik ternama, dengan dua kali penampilannya di panggung Grammy.

Dalam dua kali penampilannya, dua kali pula Joey membawa para tamu malam puncak Grammy Awards 2016 berdiri untuk memberikan standing ovation kepadanya.

Sumber

Festival Melupakan Mantan Jogja, Acara Valentine Khusus Jomblo. Sayang, Perayaan Tahun Ini Diprotes

hipwee-mantan2.jpg

Februari tiba, itu artinya perayaan Valentine pun mulai ramai dipersiapkan oleh orang seluruh dunia. Biasanya Hari Kasih Sayang ini begitu identik dengan bunga, cokelat dan hal-hal berbau romantis. Tapi tak begitu dengan event tahunan yang dimiliki kota Yogyakarta ini. Sebuah festival diadakan secara khusus bagi mereka yang sedang sendirian dan kesulitan melupakan mantan. Festival yang bertajuk ‘Festival Melupakan Mantan‘ ini sudah digelar secara rutin sejak tahun 2015 yang lalu.

Sejatinya, event ini sendiri merupakan anti tesis dari event-event Valentine kebanyakan. Kalau lazimnya merayakan Valentine bersama pasangan, festival ini justru diperuntukkan para jomblo atau seseorang yang baru patah hati. Namun ada satu hal menarik tentang Festival Melupakan Mantan yang rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 11-13 Februari mendatang. BBC Indonesia melaporkan bahwa perayaan tahun ini diprotes keras Forum Demokrasi Digital. Apa ya kira-kira sebabnya??

Acara ini dibuat untuk menyemangati orang-orang patah hati untuk bisa move on. Tapi highlight ‘Festival Melupakan Mantan’ tahun ini dianggap berpotensi melanggar privasi orang

hipwee-00067303.jpgTantangan yang digagas panitia tahun ini adalah memamerkan foto mantan via wowkeren.com

Tentu saja setiap tahunnya ada tema dan konten berbeda yang ditawarkan oleh penggagas acara. Kalau tahun pertama lebih didominasi dengan aksi guyonan khas Njogja, maka tahun kedua difokuskan dengan melarung beberapa barang peninggalan sang mantan. Nah tahun ketiga ini para pengunjung diberi tantangan untuk membawa foto mantan dan memajangnya bersama-sama layaknya karya seni.

Setelah publikasi acara ini ‘menggema’ dimana-mana, Forum Demokrasi Digital pun melayangkan protesnya. Kelompok ini khawatir foto-foto mantan tersebut kemungkinan besar akan dibawa dan dicetak tanpa izin dari mantannya. Meski tampak sepele, dalam ranah etika itu bisa saja diklasifikasikan sebagai pelanggaran privasi. Walau pada akhirnya peserta akan diajak bersyukur dan mendoakan mantan-mantannya bersama-sama, tetap saja itu dinilai tidak etis.

Forum Demokrasi Digital juga mengaitkan protesnya dengan UU Perlindungan Anak. Selain mempermasalahkan minimnya kontrol pose si mantan, memang tak ada batasan umur dalam acara ini

hipwee-Melupakan-Mantan.jpg Siapapun bebas membuang memori tentang mantannya via thebinde.com

Berkaitan dengan menggunakan foto orang lain, hal ini bisa saja dihubungkan dengan Hak Cipta yang diatur dalam Undang-Undang No.28 tahun 2014. Dimana dalam UU tersebut dikatakan, bahwa potret adalah karya fotografi dengan objek manusia dan merupakan salah satu ciptaan yang dilindungi dalam rezim hak cipta. Selanjutnya juga disebutkan, pencipta atau pemegang hak cipta atas karya fotografi harus mendapat izin dari orang yang dipotret ketika ingin mengikutsertakan karya dalam suatu ajang atau bahkan mempublikasikannya. Yang dijadikan persoalan tambahan ialah ketika ada foto seseorang yang berusia 18 tahun ke bawah. Seseorang di bawah usia 18 tahun memang masih menjadi subyek dalam UU Perlindungan Anak.

Panitia mengklarifikasi masalah ini dengan menyatakan bahwa area pemajangan foto ini nantinya tidak akan terbuka untuk semua pengunjung. Hanya mereka yang memang ingin berbagi foto mantannya, bisa masuk. Tiap pengunjung juga tidak diharuskan untuk membawa foto mantan. Tapi tetap saja masih ada risiko kalau foto-foto yang sudah dipajang itu nantinya akan disalahgunakan.

Yang ditakutkan lagi, kalau-kalau event ini hanya tentang mengolok-olok para mantan. Padahal tujuan utamanya untuk move on kan?

hipwee-IMG_20160213_202425-750x422.jpgMove on itu bukan balas dendam via sociotraveler.com

Disamping melanggar privasi orang lain, acara memajang foto-foto mantan ini juga tampaknya sedikit melenceng dari semangat move on. Melupakan ingatan buruk tentang sebuah hubungan atau pasangan yang membuatmu patah hati, mungkin memang diperlukan untuk kembali menemukan semangat hidup. Tapi jangan sampai motivasi move on itu berubah jadi semangat balas dendam. Memajang foto mantan untuk diperlihatkan ke publik, sepertinya merupakan gesture mengolok-olok dan menargetkan langsung mantanmu di depan banyak orang.

Acara tahun lalu mungkin tidak menuai protes karena yang dikumpulkan adalah barang-barang mantan. Meski tidak diberi nama, foto-foto yang rencananya jadi rangkaian acara tahun ini tetap saja akan mengekspos muka orang. Terlebih tanpa izin yang bersangkutan.

Kalau tahun ini kamu memang berminat seru-seruan melupakan mantan di Festival Melupakan Mantan, silakan. Tapi sebaiknya diingat dan dipikirkan juga poin-poin perdebatan di atas. Jangan sampai hubunganmu dengan mantan malah jadi makin buruk setelah kamu kepergok memajang foto mantanmu tanpa izin.

Sumber