Konser Katy Perry Jakarta 2018.

 

katy-perry-konser-jakarta

 

Ribuan penonton silih berganti masuk ke area Gate E di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, untuk menyaksikan konser penyanyi internasional Katy Perry (33). Para penonton yang datang didominasi oleh kaum hawa usia milenial. Sisanya adalah orangtua yang menemani anak mereka. Mereka masuk ke dalam area pertunjukkan dengan melewati pemeriksaan petugas keamanan. Sementara itu, mereka yang belum masuk masih melihat-lihat pernak-pernik yang dijual di sekitar lokasi seperti baju dan aksesoris. Adapun kedatangan perempuan yang lahir di Santa Barbara, California, pada 25 Oktober 1984 kali ini dalam rangkain Witness: The Tour untuk mempromosikan album terbarunya, Witness

Album ini dirilis pada 9 Juni 2018. Di dalamnya terdapat “Chained to The Rhythm” featuring Skip Marley, “Bon Appetit” featuring Migos “Swish Swish” featuring Nicki Minaj, “Hey Hey Hey serta “Rise” yang terpilih menjadi lagu tema Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Konser Witness: The Tour di ICE merupakan konser ketiga Katy Perry di Indonesia. Sebelumnya, ia pernah menggelar konser California Dreams Tour pada 19 Januari 2012 di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, dan konser Prismatic World Tour pada 9 Mei 2015 di ICE

 

Konser Katy Perry Sabtu (14/4) malam di Indonesia Convention Exhibition terbilang sepi. Para pengunjung sampai diperbolehkan masuk ke Festival yang lokasinya di depan panggung.

Padahal harga tiket untuk kelas itu lebih mahal dibanding Festival yang dibelakangnya.

“Harga tiketnya selisihnya sampai Rp1 juta. Saya awalnya di Festival belakang, itu harga tiketnya sekitar Rp3 juta. Tiba-tiba di tengah konser pintu ke Festival depan dibuka, disuruh masuk. Padahal yang di situ harga tiketnya Rp4 juta. Ya lumayan,” kata Agni, salah satu penonton konser ‘WITNESS: The Tour’

 

Ia mengaku tidak melihat bagian belakang. Namun di bagian depan panggung memang sepi. Setengah hall kosong. Menurutnya, hanya penonton dari Festival B dan sekitarnya saja yang dipersilakan masuk ke Festival A. Penonton VIP yang posisinya duduk di samping panggung T, tetap di tempat.

“Kalau saya jadi penonton yang beli tiket Festival A, rugi sih,” komentar Agni.

 

Apalagi, ia menambahkan, di bagian akhir konser suara sempat mati mendadak. Padahal Perry baru akan menyanyikan lagu yang katanya “khusus untuk penggemar Katy Perry di Indonesia.”

Lagu itu adalah Power, yang baru sampai awal ia nyanyikan.

“Terus tiba-tiba suaranya mati. Dia akhirnya ganti lagu menyanyikan Unconditionally,” ujar Agni. Lagu itu sendiri sebenarnya tidak ada dalam daftar yang akan dibawakan sang pelantun Roar. Perry mengatasi suasana canggung di panggung dengan mengajak penonton menyanyi.

Bukan hanya itu, Agni juga sempat terkendala manajemen tiket yang menurutnya buruk. “Setelah memegang tiket, kalau enggak bisa di-scan salah siapa? Salah mereka kan? Ini malah kita disuruh balik lagi ke booth tiket untuk menukar tiket,” katanya.

Meski begitu, Agni terpuaskan dengan konser Katy Perry secara keseluruhan. Konsep dan tata panggungnya keren, katanya. Bukan hanya itu, Katy Perry yang identik dengan gaya busana yang heboh dan unik pun memikat penonton saat pertama masuk dengan baju bernada emas.

Ia langsung menyanyikan Witness, sesuai nama konsernya.

Interaksi Perry dengan penonton pun apik, meski terkesan berulang seperti konsernya sebelumnya di Indonesia. Ia juga mengajak salah satu penonton naik ke atas panggung dan ‘belajar’ bahasa Indonesia darinya. Itu mengingatkan pada konsernya Mei 2015 lalu.

Dalam konser ‘Prismatic World Tour’ itu, Perry juga minta diajari bahasa Indonesia.
Kali ini ia memilih kata-kata umum, mulai ‘halo,’ terima kasih,’ ‘panas dan dingin,’ sampai ‘aku cinta kamu.’ Penggemar yang ditariknya ke atas panggung kebetulan berbusana senada dengannya. Penggemar bernama Jeffry Lee itu juga diajak swafoto alias selfie.

“Kalau selfie apa bahasa Indonesianya?” Perry kembali bertanya.

Perry konser selama kurang lebih dua jam di ICE BSD. Gerbang dibuka mulai pukul enam dan penonton mulai antre. Namun Perry baru benar-benar muncul sekitar pukul 9 malam.
Lagu demi lagu ia nyanyikan dengan semangat. Busana demi busana yang nyentrik ia kenakan. “Masih sopan sih busananya, kalau atasnya tertutup, bawahnya terbuka. Kalau bagian bawah terbuka, atas tertutup. Enggak buka-bukaan banget, mungkin karena di Indonesia,” komentar Agni. Efek seperti tangan raksasa dan egrang membuat tampilannya makin menarik.

Disebut-sebut, Perry membawa properti konsernya sendiri dalam pesawat khusus.

Di tengah konser, beberapa kali panggung mengeluarkan confetti untuk menambah semarak.

Perry mengakhiri konser dengan menyanyikan Roar. Ia kemudian turun ‘ditelan’ panggung. Namun, pemain band-nya masih ada di atas panggung itu, menandakan bahwa Perry sebenarnya akan kembali. Benar saja, ia baru benar-benar menutup konser dengan lagu Firework.

Total, ada sekitar 20-an lagu yang dinyanyikan Perry malam itu. Seperti pada konsernya sebelumnya, ia tidak tinggal lama di Indonesia, dan langsung ke negara berikutnya.

Sumber

Sumber 2

Advertisements

Katy Perry Witness The Tour

katy perry tour

 

 

 

Pada 14 April 2018 malam di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, Tangerang Selatan, penyanyi dan pencipta lagu Katy Perry (33) akan menghibur para penggemarnya lewat konser Witness: The Tour. Perry, yang menggandeng Nicki Minaj untuk melantunkan lagu “Swish Swish”, mengumumkan pada Jumat minggu lalu (16/3/2018) sejumlah hal terkait dengan konser Witness: The Tour-nya di Asia, termasuk di Indonesia.

Dalam konser tersebut, pemilik nama lengkap Katheryn Elizabeth Hudson ini akan menyajikan 11 lagu populernya. Untuk menyuguhkan lagu-lagu itu, ia akan diiringi oleh lima pemusik pendukung, termasuk pemain bas yang telah bersama Perry sejak album pertamanya, Katy Hudson (2001). Dua penyanyi latar akan pula mendukung Perry. Selain itu, ada 10 penari latar.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Katy Perry Bawa 50 Ton Perlengkapan untuk Konser Witness: The Tour”,

 

 

Sumber

Katy Perry Bergabung Dengan Tim Juri American Idol Sessi Ini.

katy-perry_

 

 

 

 

 

Kehadiran Katy Perry di American Idol 2018 membawa nuansa baru. Katy menjadi juri bersama penyanyi legendaris Lionel Richie dan penyanyi country Luke Bryan.

Pembawaan Katy Perry yang terkenal centil dan jahil ini membuat suasan ruang audisi semakin semarak. Katy sering menggoda dan menjahili peserta audisi dengan komentarnya yang konyol.

Saat Benjamin Glaze (19), seorang peserta memasuki ruang audisi. Luke Bryan dan Katy Perry menggodanya dengan menanyakan pernahkah ia mencium seorang gadis. Dengan malu-malu Benjamin Glaze mengaku dirinya belum pernah mencium atau berkencan dengan seorang gadis.

Katy yang terkejut langsung menyuruh Benjamin maju mendekatinya. Tentu ia tampak kaget dan maju malu-malu. Pada saat tak terduga Katy langsung mencium Benjamin dan membuat pemuda malang ini salah tingkah.

Benjamin menyampaikan pada The New York Times, “Aku sedikit tak nyaman, sebenarnya aku ingin menyimpan ciumanku saat aku telah memiliki kekasih. Aku ingin ini menjadi spesial.”

Karena aksi kontroversial Katy ini membuat Benjamin semakin grogi dan tak maksimal dalam audisi. Ketiga juri memberikan ‘NO’ atas penampilannya.

Media internasional dan para penonton American Idol mulai bereaksi dengan ciuman nakal Katy pada Benjamin. Banyak yang menilai aksi Katy ini termasuk pelecehan dan perbuatan tidak menyenangkan kepada Benjamin.

Namun melalui akun instagramnya, Benjamin mengatakan dirinya tak merasa dilecehkan oleh Katy. “Beberapa artikel menuliskan sesuatu yang tidak berdasarkan pernyataanku. Aku tak mengkomplain masalah ciuman itu, aku bersyukur sempat menjadi bagian American Idol,” Jelas Ben.

“Aku tak merasa dilecehkan oleh Katy Perry dan aku berterimakasih atas komen dan kritik para juri (atas penampilanku),” tandas Ben. Kira-kira Katy Perry akan membuat kegemparan apa lagi ya di American Idol tahun ini?

 

Sumber