SHVR Ground Festival 2018.

shvr2018

Tentu bagi para pecinta musik EDM konser SHVR Ground Festival 2018 tak akan dilewatkan begitu saja. Acara ini akan disemarakkan dengan sederet DJ ternama dunia yang siap untuk tampil di tiga panggunag arena.

Bertema ‘Russian Cosmic’ dengan pengisi panggung yang sudah lengkap, SHVR Ground Festival 2018 bakal menarik minat semua Generation-G untuk datang agar dihibur selama dua hari berturut–turut.

Tahun ini, SHVR Ground Festival diselenggarakan pada hari Jumat dan Sabtu, 4 dan 5 Mei 2018 mendatang di Allianz Eco Park Ancol, Jakarta.

Hype Festival selaku Promoter SHVR Ground Festival 2018 pun telah mengumumkan secara lengkap deretan nama-nama besar yang akan tampil memukau untuk festival musik yang paling ditunggu-tunggu tahun ini.

SHVR Ground Festival 2018 ingin membawa Generation-G dengan pengalaman baru di Allianz Eco Park Ancol, Jakarta di tahun ketiga ini. Allianz EcoPark Ancol akan terbagi menjadi tiga stage megah dengan tata produksi panggung, cahaya serta tata suara yang dijanjikan bakal spektakuler.

Generation-G yang datang di SHVR Ground Festival 2018 akan disuguhkan dengan berbagai aktivitas kreatif acara yang apik. Namun, perlu diperhatikan bahwa Generation-G yang datang ke festival musik ini hanyalah bagi mereka yang sudah berusia 18 tahun ke atas.

Penampilan utama konser ini akan diisi oleh Rita Ora, Cade dan FKJ. Selain itu, selama dua hari nanti, SHVR Ground Festival 2018 akan dimeriahkan dengan aksi ‘spinning’ seru dari 3LAU, Alan Walker, Alison Wonderland, Aly & Fila, Bondax, Cash Cash, Cheat Codes, Disclosure, Gareth Emery, Gryffin, Khomha, The Magician, Nicky Romero, Standerwick X Willatkinson, Andre Dunant, Dipha Barus, dan RBA.

Untuk tiketnya, Generation-G yang ingin datang bersama teman-teman berempat atau berenam bisa lebih hemat. Selain melalui online di http://www.SHVR.id tiket festival ini dapat dibeli secara offline di seluruh gerai Indomaret.

Instagram SHVR GROUND FESTIVAL 2018 di @SHVR_ID dan @hypefestivalid dengan tagar resmi #StartTheParty dan #SGF18 juga bisa diikuti.

Harga tiket SHVR Ground Festival 2018:

GA 1 hari : IDR 550,000.-

GA 2 hari : IDR 825,000.-

VIP 1 hari : IDR 1,000,000.-

VIP 2 hari : IDR 1,500,000.-

GA 2 hari Early (Entry before 7PM) : IDR 675,000.-

GA 2 hari paket Group ber-6 : IDR 3,600,000.-

GA 2 hari paket Group ber-4 : IDR 2,600,000.-

T&C Apply*

*) harga tiket sudah termasuk pajak dan tiket admin fee.

Sumber

Advertisements

Ombak K-pop di Tengah Tahun 2018!!

Yap.. oppa-oppa tampan dan eoni yang cantik-cantik siap hadir menghibur para fans mereka di jakarta^^
wahh senang ya di samperin sama “Biasnya”..
jadi siapkan yaa.. untuk beli ticketnya..^^

Berikut daftar guncangan konser K-pop dijakarta untuk pertengahan tahun 2018.

1.14U (12 Mei)

Pernah mendengar boygrup rookie 14U? Salah satu anggotanya yang bernama Loudi, ternyata berasal dari Indonesia lho

Baru-baru ini, Radiansyah Entertainment sebagai pihak promotor mengumumkan akan memboyong grup yang beranggotakan 14 orang ini untuk konser di Jakarta pada 12 Mei 2018 mendatang. Grup 14U memulai debutnya di tahun 2017 dengan mengeluarkan single pertama mereka yang berjudul Very, Very, Very di bawah naungan BG Entertainment.

Untuk sementara masih belum ada konfirmasi mengenai harga tiket dan lokasi konser, namun kabarnya tiket presale akan dijual dengan harga lebih murah. Buat para fans 14U, sering-sering pantau akun sosial media mereka ya, agar tidak kelewatan infonya!

 

2.NU’EST W (12 Mei)

Kamis sore kemarin (8/3/18), salah satu promotor yang sering membawa konser KPop ke Indonesia yaitu Mecima Pro mengonfirmasi akan mendatangkan boygrup NU’EST W untuk konser di Jakarta pada 12 Mei 2018 mendatang. NU’EST W merupakan sub-unit boygrup NU’EST yang terbentuk pada tahun 2017 kemarin setelah Hwang Min Hyun tidak bisa bergabung karena harus menjalani promosi bersama WANNA ONE hingga akhir 2018.

“Pengumuman. Konser NU’EST W ‘Double You‘ di Jakarta, 12 Mei 2018 pukul 18:30 di Kasablanka Hall. Detail tiket akan segera diumumkan #DoubleYouinJKT,” ujar Mecima Pro di akun media sosial mereka. ‘Double You’merupakan tur konser solo pertama NU’EST W. Meski sudah debut sejak tahun 2012, boygrup asuhan Pledis Entertainment ini baru kembali bersinar setelah mengikuti acara survival Produce 101 pada tahun 2017 lalu.

Gimana para LOVE (panggilan fans NU’EST), sudah siap ketemu JR dan kawan-kawan?

 

3.GOT7 – 30 Juni 2018

Kabar gembira untuk para IGOT7 di Indonesia. Sesuai janji mereka, JB, Jinyoung, Bam Bam, Mark, Jackson, Youngjae dan Yugyeom akan kembali mengunjungi fansnya di tanah air untuk ketiga kalinya melalui tur dunia mereka pada 30 Juni 2018 mendatang. Info ini tersebar melalui salah satu video trailer tur dunia yang diunggah melalui akun twitter resmi GOT7. Dalam video berdurasi 1 menit itu, diperlihatkan daftar negara beserta tanggal konser GOT7 disana.

Nampaknya, Mecima Pro kembali akan mempromotori kedatangan boygrup asuhan JYP Entertainment ini seperti tahun 2017 kemarin. Sayangnya, informasi lebih lanjut mengenai lokasi, harga tiket serta seatplan konser masih belum diumumkan oleh pihak promotor. Siap-siap nabung dari sekarang aja ya!

4.G-Friend – Bulan Juni/Juli 2018

Meski belum diumumkan secara resmi, kabarnya GFriend akan mengunjungi Indonesia juga di pertengahan tahun ini. Kabar gembira ini disampaikan oleh Felix Lee, selaku investor KPop internasional melalui akun Twitter pribadinya. Menurut Felix, GFriend akan mengadakan konser di Indonesia setelah hari raya Idul Fitri kurang lebih sekitar bulan Juni atau Juli 2018.

Setelah sukses menyelenggarakan konsernya yang bertajuk ‘Season of GFRIEND’ pada 6-7 Januari 2018 kemarin di Seoul Korea Selatan, GFriend akan memulai Tur Asia mereka pada Februari 2018 di Taiwan. Semoga Indonesia benar-benar ada di salah satu daftar negara yang dikunjungi girlgrup ini ya!

Jadi kalian para KPopers sudah memutuskan akan menonton konser siapa nih? atau masih menunggu kabar grup favorit kalian yang lain? Kabarnya boygrup EXO juga akan mengunjungi Jakarta dalam tur Elyxion mereka lho, siap-siap bangkrut ya!

 

Sumber

Konser Katy Perry Jakarta 2018.

 

katy-perry-konser-jakarta

 

Ribuan penonton silih berganti masuk ke area Gate E di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, untuk menyaksikan konser penyanyi internasional Katy Perry (33). Para penonton yang datang didominasi oleh kaum hawa usia milenial. Sisanya adalah orangtua yang menemani anak mereka. Mereka masuk ke dalam area pertunjukkan dengan melewati pemeriksaan petugas keamanan. Sementara itu, mereka yang belum masuk masih melihat-lihat pernak-pernik yang dijual di sekitar lokasi seperti baju dan aksesoris. Adapun kedatangan perempuan yang lahir di Santa Barbara, California, pada 25 Oktober 1984 kali ini dalam rangkain Witness: The Tour untuk mempromosikan album terbarunya, Witness

Album ini dirilis pada 9 Juni 2018. Di dalamnya terdapat “Chained to The Rhythm” featuring Skip Marley, “Bon Appetit” featuring Migos “Swish Swish” featuring Nicki Minaj, “Hey Hey Hey serta “Rise” yang terpilih menjadi lagu tema Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Konser Witness: The Tour di ICE merupakan konser ketiga Katy Perry di Indonesia. Sebelumnya, ia pernah menggelar konser California Dreams Tour pada 19 Januari 2012 di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, dan konser Prismatic World Tour pada 9 Mei 2015 di ICE

 

Konser Katy Perry Sabtu (14/4) malam di Indonesia Convention Exhibition terbilang sepi. Para pengunjung sampai diperbolehkan masuk ke Festival yang lokasinya di depan panggung.

Padahal harga tiket untuk kelas itu lebih mahal dibanding Festival yang dibelakangnya.

“Harga tiketnya selisihnya sampai Rp1 juta. Saya awalnya di Festival belakang, itu harga tiketnya sekitar Rp3 juta. Tiba-tiba di tengah konser pintu ke Festival depan dibuka, disuruh masuk. Padahal yang di situ harga tiketnya Rp4 juta. Ya lumayan,” kata Agni, salah satu penonton konser ‘WITNESS: The Tour’

 

Ia mengaku tidak melihat bagian belakang. Namun di bagian depan panggung memang sepi. Setengah hall kosong. Menurutnya, hanya penonton dari Festival B dan sekitarnya saja yang dipersilakan masuk ke Festival A. Penonton VIP yang posisinya duduk di samping panggung T, tetap di tempat.

“Kalau saya jadi penonton yang beli tiket Festival A, rugi sih,” komentar Agni.

 

Apalagi, ia menambahkan, di bagian akhir konser suara sempat mati mendadak. Padahal Perry baru akan menyanyikan lagu yang katanya “khusus untuk penggemar Katy Perry di Indonesia.”

Lagu itu adalah Power, yang baru sampai awal ia nyanyikan.

“Terus tiba-tiba suaranya mati. Dia akhirnya ganti lagu menyanyikan Unconditionally,” ujar Agni. Lagu itu sendiri sebenarnya tidak ada dalam daftar yang akan dibawakan sang pelantun Roar. Perry mengatasi suasana canggung di panggung dengan mengajak penonton menyanyi.

Bukan hanya itu, Agni juga sempat terkendala manajemen tiket yang menurutnya buruk. “Setelah memegang tiket, kalau enggak bisa di-scan salah siapa? Salah mereka kan? Ini malah kita disuruh balik lagi ke booth tiket untuk menukar tiket,” katanya.

Meski begitu, Agni terpuaskan dengan konser Katy Perry secara keseluruhan. Konsep dan tata panggungnya keren, katanya. Bukan hanya itu, Katy Perry yang identik dengan gaya busana yang heboh dan unik pun memikat penonton saat pertama masuk dengan baju bernada emas.

Ia langsung menyanyikan Witness, sesuai nama konsernya.

Interaksi Perry dengan penonton pun apik, meski terkesan berulang seperti konsernya sebelumnya di Indonesia. Ia juga mengajak salah satu penonton naik ke atas panggung dan ‘belajar’ bahasa Indonesia darinya. Itu mengingatkan pada konsernya Mei 2015 lalu.

Dalam konser ‘Prismatic World Tour’ itu, Perry juga minta diajari bahasa Indonesia.
Kali ini ia memilih kata-kata umum, mulai ‘halo,’ terima kasih,’ ‘panas dan dingin,’ sampai ‘aku cinta kamu.’ Penggemar yang ditariknya ke atas panggung kebetulan berbusana senada dengannya. Penggemar bernama Jeffry Lee itu juga diajak swafoto alias selfie.

“Kalau selfie apa bahasa Indonesianya?” Perry kembali bertanya.

Perry konser selama kurang lebih dua jam di ICE BSD. Gerbang dibuka mulai pukul enam dan penonton mulai antre. Namun Perry baru benar-benar muncul sekitar pukul 9 malam.
Lagu demi lagu ia nyanyikan dengan semangat. Busana demi busana yang nyentrik ia kenakan. “Masih sopan sih busananya, kalau atasnya tertutup, bawahnya terbuka. Kalau bagian bawah terbuka, atas tertutup. Enggak buka-bukaan banget, mungkin karena di Indonesia,” komentar Agni. Efek seperti tangan raksasa dan egrang membuat tampilannya makin menarik.

Disebut-sebut, Perry membawa properti konsernya sendiri dalam pesawat khusus.

Di tengah konser, beberapa kali panggung mengeluarkan confetti untuk menambah semarak.

Perry mengakhiri konser dengan menyanyikan Roar. Ia kemudian turun ‘ditelan’ panggung. Namun, pemain band-nya masih ada di atas panggung itu, menandakan bahwa Perry sebenarnya akan kembali. Benar saja, ia baru benar-benar menutup konser dengan lagu Firework.

Total, ada sekitar 20-an lagu yang dinyanyikan Perry malam itu. Seperti pada konsernya sebelumnya, ia tidak tinggal lama di Indonesia, dan langsung ke negara berikutnya.

Sumber

Sumber 2

The Script “Freedom Child Tour Live”

The script

 

Setelah 2011, band pop-rock asal Dublin, Irlandia, The Script kembali menjumpai penggemarnya di Indonesia. Malam ini, Selasa (10/4), mereka bakal tampil dalam konser Freedom Child Tour Live in Jakarta di The Kasablanka Hall, Mal Kota Kasablanka. Istimewanya, penampilan itu merupakan kickoff tur mereka di Asia.

Ya, Jakarta merupakan kota pertama di Asia yang dikunjungi The Script. Setelah Jakarta, rangkaian tur band yang merilis album kelimanya, Freedom Child, pada September tahun lalu itu berlanjut ke Singapura (12/4), kemudian Filipina (14/4), lantas Australia dan negara Asia lain.

Danny O’Donoughe (vokal, keyboard), Mark Sheehan (gitar), serta Glen Power (drum) mendarat di Jakarta pada Minggu sore (8/4). David Ananda, managing director Full Color Entertainment selaku promotor konser The Script Freedom Child Tour, menjanjikan pertunjukan yang spektakuler.

”Mengusung teknologi terbaru, permainan laser, hingga tata pencahayaan yang supermodern,” paparnya saat dihubungi Senin kemarin (9/4).

Tata panggung didesain sama dengan panggung konser-konser The Script di Eropa. Demi memberikan penampilan yang spektakuler itu, The Script memboyong peralatan band seberat 7 ton. ”Mereka membawa alat-alat band personal,” lanjut David.

Apakah ada permintaan spesifik dalam riders The Script? Para personel antusias dengan sajian khas Indonesia. Bisa jadi, mereka kangen dengan kunjungan sebelumnya enam tahun lalu. ”Mereka makan nasi goreng, nyoba kopi sumatera. Mereka bilang, ’Indonesian coffee is very nice’,” tuturnya.

 

 

Sumber

Iwa K Dan Hip Hopnya Di Konser Solonya.

 

 

 

iwa kSejak Rabu (4/4/2018) sore, sekitaran kawasan SCBD sudah ramai dipenuhi muda-mudi, terutama di pelataran The Pallas. Mereka beramai-ramai tak sabar menunggu konser spesial Iwa K bertajuk Batman Kasarung.

Ya, selama 25 tahun, akhirnya Iwa K kembali menggelar konser solonya. Tepat pukul 21.00 WIB, Iwa K memasuki panggung The Pallas.

Sebelumnya, melalui sound super megah, Iwa K menyampaikan kalimat pembuka.

“25 tahun menggelinding menjadi musafir hip hop, gue sangat mensyukuri. Namanya perjalanan ada belok kanan, kiri, dan jatuh terjerembab. Terima kasih Tuhan, terima kasih Tuhan semesta alam, terima kasih teman seperjalanan!” kata Iwa K

Mengenakan jubah ala petinju bertuliskan “Indonesian With Attitude” di bagian belakang, Iwa K membuat penonton yang hadir berteriak histeris. Tak lama, Iwa K membuka jubahnya yang langsung disambut lagu “Nombok Dong” sebagai pembuka.

“Manusia Malam” kemudian menyambung lagu “Nombok Dong” dan menambah kehangatan suasana malam di The Pallas.

“Jakarta Pallas! Selamat datang ke sini ya. Thank you banget, thank you Tuhan, lo bisa selamat, bisa dateng ke sini. Mungkin yang sudah pernah ngerasain energi nineties (90-an), lo mau ngerasain lagi. Yang penasaran kenapa nineties keren banget, ini saatnya!” kata Iwa K.

Lagu berikutnya, secara berturut-turut “Tikus Got” dan “Topeng” berhasil dibawakan Iwa K dengan apik.

“Ini lagu tentang kekesalan gue, kenapa sih orang pada fake semua, pada pake topeng,” lanjut Iwa K sebelum menyanyikan “Topeng”.

“Gimana tadi? Sudah lo tinggalin belom topeng lo di luar sana? Sebelum masuk sini, buka topeng lo. Jadi diri lo yang asli. Gak usah takut beda sama orang!” kata Iwa K usai membawakan lagu “Topeng” yang disambut gemuruh tepuk tangan penonton.

Tak sampai di situ, penonton yang hadir kemudian dibuat “Kram Otak” dengan lirik-lirik Iwa K. Di tengah lagu, melodi gitar Nikita Dompas semakin melengkapi kegilaan Iwa K di atas panggung.

.

 

Sumber

Celine Dion Harus Menunda Beberapa Konser.

 

 

Celine-Dion-2018-supplied-Photo-Credit-Alix-Malka-671x377

 

 

Celine Dion telah membatalkan serangkaian acara di Las Vegas untuk menjalani prosedur bedah. Kabar tersebut langsung disampaikan melalui laman Facebook-nya.

“Celine telah berurusan dengan suatu kondisi di telinga tengahnya yang dikenal sebagai Eustachian Patus, yang menyebabkan ketidak beresan pendengaran, dan membuatnya sangat sulit untuk bernyanyi,” ujar perwakilan Dion dikutip dari People, Kamis (22/3).

Dalam pernyataan tersebut dijelaskan, jika penyanyi berusia 49 tahun itu telah mengalami masalah telinga tersebut selama sekitar 12 hingga 18 bulan terakhir. Hanya saja, ketika itu masalah tersebut masih bisa diobati dengan tetes telinga.

Tapi, selama beberapa minggu terakhir,obat-obatan tersebut sudah tidak berfungsi lagi. Sehingga Dion harus mendapatkan penangan cukup serius dengan proses pembedahan agar bisa mengatasi masalah itu.

“Keberuntungan saya tidak begitu bagus akhir-akhir ini. Saya sangat menantikan untuk melakukan pertunjukan saya lagi dan ini terjadi. Saya tidak percaya itu!” ujar Dion.

Dion pun mengungkapkan permintaan maafnya karena pembatalan pertunjukan. Dia mengaku kecewa dan sangat menyesal atas masalah kesehatan yang dialaminya sehingga mengganggu waktu pertunjukan dan direncanakan pertunjukan di Las Vegas tersebut akan diganti pada 22 Mei.

 

Sumber

Kehebohan Konser The Chainsmokers

TheChainsmokersLive

 

 

Semburat warna jingga di langit sebelah barat menandakan hari menjelang malam. Tak seperti biasanya, lalu lintas Jakarta pada Jumat (29/3/2018) itu lengang. Rute Cengkareng-Kemayoran yang biasanya bisa makan waktu satu jam lebih, bisa ditempuh dalam 20 menit.

Libur akhir pekan yang panjang, sepertinya dimanfaatkan banyak warga Ibu Kota untuk pesiar ke luar kota sehingga mengurangi hiruk-pikuk di jalanan.

Namun, begitu memasuki area Jakarta International Expo–lebih populer disebut arena Pekan Raya Jakarta–di Kemayoran, Jakarta Pusat, keramaian kembali terasa. Beberapa kelompok orang, kebanyakan muda belia, tampak mulai memasuki Gedung Niaga yang terletak di area tersebut.

The Chainsmokers adalah daya tariknya. Untuk ketiga kalinya, duo pemusik dansa elektronik (Electronic Dance Music/EDM) asal Amerika Serikat itu mengadakan konser di Jakarta.

Menurut pengamatan Beritagar.id, sebagian besar penonton yang memasuki Gedung Niaga masih berusia muda, antara 20-30 tahun. Meski ada juga beberapa penonton yang datang membawa keluarga, dengan anak-anak yang masih berusia sekitar 7-12 tahun.

Gerbang telah dibuka sejak pukul 4 sore, walau kelompok yang terdiri dari Andrew Taggart dan Alex Pall itu dijadwalkan baru tampil jam 10 malam. Namun panggung tak kosong, sebab promotor Townsquare Entertainment mengundang beberapa musisi EDM lokal untuk menghibur penonton. Mereka adalah DJ Jenja, Weird Genius, Alffy Rev, dan DJ Dipha Barus.

Usai aksi Dipha, panggung digelapkan. Penonton masih harus menunggu sekitar sejam. Sementara, semakin banyak orang memasuki area konser. Sebagian mengantre untuk membeli minuman di bagian belakang GA Festival Area. Antreannya panjang, mengular hingga sekitar empat lapis.

Akhirnya jam pada ponsel menunjukkan tepat pukul 22.00, tapi The Chainsmokers belum juga muncul. Namun penantian penonton hanya sebentar. Hanya lewat sekitar dua menit, lampu pada panggung mulai dinyalakan. Konser yang relatif tepat waktu.

Jakarta, are you ready?” teriak Andrew Taggart. Penampilannya relatif santai untuk ukuran seorang musisi kelas dunia yang sedang beraksi di panggung.

Lelaki berusia 28 tahun itu mengenakan kaus putih dan celana ketat berwarna merah. Sementara Alex Pall yang lebih banyak berdiri di belakang turntable mengenakan kaus putih, celana jeans pendek dan topi hitam.

Wajar mereka berpenampilan sederhana. Cuaca di Jakarta saat itu sangat panas. Bulan purnama bersinar terang di langit yang nyaris tanpa awan.

The Chainsmokers pun membuka penampilan mereka dengan lagu terbarunya, “Everybody Hates Me”. Penonton sama sekali belum panas, mungkin karena lagu tersebut masih terasa asing, mengingat baru dirilis pada pertengahan Maret.

Lantas, duet DJ ini memutar lagu “Dont Let Me Down” yang sempat masuk peringkat ketiga Billboard Top 100 di Amerika Serikat. Sontak kerumunan pun menggila.

Suasana semakin panas ketika Taggart dan Pall beraksi dengan lagu “Closer”, yang videonya ditonton lebih dari dua miliar kali di Youtube.

 

Taggart kemudian mengambil mikrofon, menyanyikan lagu “Paris”. Suaranya bisa dibilang biasa-biasa saja, terkadang kelemahan itu ditutupi dengan efek. Toh, vokal lelaki kelahiran Portland itu bukan jualan utama The Chainsmokers. Yang terpenting, kedua DJ ini berhasil menyihir penonton.

If we go down, then we go down together,” ribuan penonton melakukan koor setiap kali Taggart mengarahkan mikrofon kepada penonton.

Suasana semakin panas. Penonton bagai terhipnotis dengan ajakan Pall dan Taggart untuk ikut bernyanyi, mengangkat tangan, hingga melompat-lompat. Apalagi terkadang kembang api ditembakkan ke udara, menambah kemeriahan suasana.

Ada sekelompok penonton yang joget tak berhenti, hingga akhirnya lelah dan duduk di lantai.

Memang tak semua penonton ikut joget. Beberapa orang yang sepertinya hanya menemani pasangan mereka, tampak tak acuh dengan aksi Pall dan Taggart. Mungkin tidak familiar dengan lagu-lagu duo yang berdiri pada 2012 itu.

Di atas panggung, The Chainsmokers seolah mengamati ketakacuhan tersebut. Mereka lalu mendendangkan remix lagu-lagu populer seperti “Zombie” dari The Cranberries, “We Will Rock You” dari Queen, “Love Yourself” dari Justin Bieber, serta tak ketinggalan “Something Just Like This”, kolaborasi mereka dengan band ternama Coldplay.

 

Semua racikan lagu itu berhasil bikin lebih banyak penonton goyang, lompat-lompatan, dan menyanyi bersama. Hingga saat lagu “Sick Boy” selesai, Taggart mengucapkan, “Jakarta, thank you so much!

Waktu sudah menunjukkan 23.30. Lampu panggung gelap. “Sudah nih, begitu doang?”, “Lah, kelar,” dan berbagai ungkapan kekecewaan lain muncul di mana-mana. Namun sebagian penonton tahu ini hanya trik dan meneriakkan, “We want more!” berulang-ulang.

Dua menit kemudian, lampu kembali terang. Penonton pun bersorak. Beberapa yang sudah ke pintu keluar kembali bergegas ke arah panggung.

The Chainsmokers pun kembali beraksi dengan lagu “Closer”, kali ini versi yang lebih panjang. Penonton menggila. Kembang api berdentum di angkasa. Confetti dihamburkan ke arah penonton, menutup konser The Chainsmokers yang berlangsung hampir dua jam.

Jakartawe are The Chainsmokers and you are amazing, thank you!” demikian teriakan Andrew Taggart menutup konser The Chainsmokers.

 

 

Sumber