Lalala Fest 2019, Berkonsep Unik.

lalala 3

Gelaran ketiga Lalala Fest telah diadakan di Orchid Forest, Cikole, Lembang. Namun sayangnya, konser musik yang mengusung tema alam ini, kembali menuai protes. Panitia bahkan dinilai tak belajar dari kesalahan dari dua gelaran sebelumnya yang diadakan pada 2016 dan 2018 lalu.

Para penonton yang datang di gelaran ketiga pada 23 Februari 2019, beramai-ramai menuliskan protesnya via akun Instagram resmi Lalala Fest, @lalala.fest. Protesnya tetap sama, sistem parkir kendaraan dan medan tempuh yang dianggap terlalu jauh dari venue konser hingga transportasi shuttle yang terbatas.

Bicara soal medan tempuh, dari keluhan penonton yang dirangkum melalui Instagram Lalala Festitu menyebutkan bahwa mereka harus berjalan kurang lebih 3 kilometer dari area parkir menuju venue konser. Bukan itu saja, mereka harus berjalan dalam situasi yang padat merayap bersama dengan ribuan penonton lainnya. Alhasil, jalan kaki pun malah menjadi padat dan terkesan macet.

Ditambah lagi dengan situasi medan yang mereka tempuh cukup menantang. Pasalnya, medan tersebut berupa tanjakan dan turunan. Belum lagi mereka harus menepi ketika ada shuttle Lalala yang lewat memecah kerumunan.

Terkait hal ini, sebenarnya pihak panitia sudah memberikan informasi jauh hari sebelumnya. Bahkan, pihak panitia sudah mengantisipasi protes ini dengan menyediakan shuttle untuk mengangkut para penonton dari area parkir menuju venue konser.

Hanya saja, jumlah shuttle tersebut memang tidak banyak. Alhasil, ribuan penonton tersebut harus antri dan menunggu shuttle berikutnya datang sekitar 10 hingga 15 menit. Ditambah, mereka harus berusaha memecah kerumunan penonton yang berjalan kaki memenuhi jalan.

Menyadari waktu mereka akan habis untuk menunggu antrian shuttle, kebanyakan dari penonton ini memilih untuk jalan kaki ke venue Lalala Fest 2019. Meskipun mereka menyadari jarak yang mereka tempuh amat jauh dan padat.

Sumber

Advertisements