7 Fakta Penutupan Asian Para Games 2018

 

asian para games

Inilah sejumlah fakta menarik penutupan/ closing Asian Para Games di Jakarta Sabtu 13 Oktober 2018.

Pertama, Antara lain, Asian Para Games 2018 dinyatakan sebagai penyelenggaraan terbaik.

Ini pengakuan dari Presiden Asian Paralympic Committee, Majid Rashed yang mengatakan, penyelenggaraan Asian Para Games 2018 di Indonesia digelar dengan istimewa.

Kedua, Fakta menarik lainnya Wakil Presiden Jusuf Kalla mengucapkan selamat kepada para atlet China atas prestasi juara umum di Asian Para Games 2018.

China juga mengukir juara umum di Asian Games 2018 yang digelar di Palembang dan Jakarta sebelum Asian Para Games 2018 dihelat.

 

Fakta menarik ketiga, Indonesia lampau target perolehan medali

Setelah sekitar seminggu bergulir di Indonesia, ajang Asian Para Games 2018 tak terasa sudah memasuki hari penyelenggaraan terakhir pada Sabtu, 13 Oktober 2018.

Pada hari terakhir Asian Para Games 2018 ini, tercatat ada 17 medali emas yang diperebutkan pada tiga cabang olahraga (cabor) tersisa.

Ketiga cabor yang masih menggelar kompetisi pada hari ini adalah basket kursi roda (2 medali emas), balap sepeda (6), dan bulu tangkis (9).
Indonesia sendiri berhasil memaksimalkan hari terakhir Asian Para Games 2018 ini dengan menambah perolehan medali mereka pada ajang tersebut.

Kontingen bulu tangkis Merah Putih sukses menyabet 4 emas, 4 perak, dan 3 perunggu, sedangkan cabor balap sepedamenambah satu keping perak lewat Sri Sugiyanti.

Torehan tersebut berhasil membuat Indonesia mengatrol posisi mereka pada klasemen akhir perolehan medali Asian Para Games 2018.

Kontingen Merah Putih sukses bertengger di peringkat kelima sekaligus menggeser posisi Uzbekistan yang hari ini sudah tak menurunkan satu pun wakil.

Indonesia menutup perjuangan di Asian Para Games 2018 sebagai peringkat kelima dengan torehan medali 37 medali emas, 47 perak, dan 51 perunggu.

Ya, Berdasarkan website resmi Asian Para Games 2018, asianparagames2018.id, Indonesia berhasil membawa pulang total 135 medali, meliputi 37 medali emas, 47 medali perak, dan 51 medali perunggu.

Hal ini mendapat kemajuan yang signifikan jika dibandingkan dengan Asian Para Games 2014.

Pada Asian Para Games 2014, Indonesia hanya bisa membawa pulang total 38 medali saja.

Fakta Keempat, Ini Penyebab Indonesia Dapat Banyak Medali

Di ajang Asian Para Games 2014, yang terselenggara pada 18-24 Oktober 2014.

Terhitung sebanyak 23 cabor yang dilombakan.

Jika dibandingkan dengan Asian Para Games 2014, ternyata perolehan medali ini dikarenakan adanya 7 cabor yang tidak termasuk dalam perlombaan, antara lain Football-5a, Football-7a, Rowing, Sailing, Tenis meja, Kursi roda Dancesport, dan Kursi roda Rugby.

 

Sementara, untuk ajang Asian Para Games 2018, ada 15 cabor yang dilombakan.

Berkat antusias dan dukungan dari para suporter, Indonesia meraih peringkat l Adapun cabor baru dalam Asian Para Games 2018, yakni Catur dan Judo.

Fakta Kelima:  Bonus atlet Asian Para Games = Atlet Asian Games 2018

Dilansir dari pemberitaan Kompas.com, Presiden Joko Widodo menyerahkan bonus kepada atlet yang berhasil meraih medali di ajang Asian Para Games 2018 pada Sabtu (13/10/2018).

Penyerahan bonus tersebut digelar di Istana Kepresidenan, Bogor, dan dihadiri sekitar 95 atlet dan ofisial dari beberapa cabor yang terlibat di Asian Para Games 2018.

Atlet yang berhasil meraih medali emas mendapat bonus Rp 1,5 miliar serta peluang menjadi pegawai negeri sipil (PNS) atau bekerja di badan usaha milik negara (BUMN).

Sementara, untuk peraih medali perak akan mendapat bonus sekitar Rp 500 juta.

Dan untuk peraih medali perunggu, akan mendapat bonus sebesar Rp 250 juta.

Tak hanya itu, atlet yang tidak mendapatkan medali apapun juga akan mendapatkan bonus dari pemerintah sebesar Rp 20 juta.

 

Fakta Keenam: Indonesia Juara Umum Catur, Asian Para Games 2018

Tim catur Indonesia kembali menorehkan prestasi spektakuler. Lima medali emas disabet dari kategori catur cepat.

Hal ini meamstikan Indonesia keluar sebagai juara umum Asian Para Games III/2018, Jumat (12/10).

Pecatur andalan tuan rumah Edy Suryanto merebut medali emas kategori VI-B1 (netra) perorangan putra. Prestasi sama dipetik rekannya di kelompok putri Tati Karhati.

Tati mengaku puas dan senang dapat menyumbang emas bagi kontingen Merah Putih. “Senang dan lega dapat menyumbang emas. Sekarang rasanya plong. Kerja keras dan latihan berat selama menjalani persiapan terbayar sudah,” kata Tati.

Medali emas lainnya dipersembahkan dari kategori VI-B1 beregu putra dan putri serta VI-B2/B3 beregu putra.

Secara keseluruhan catur memborong 11 medali emas guna keluar menjadi juara umum cabang catur pada Asian Games III/2018.

Tak hanya itu, tim catur tuan rumah juga meraih dua perak dan tiga perunggu.

Dua medali perak diraih dari kategori VI-B2/B3 (low vision) perorangan putra atas nama Gayuh Satrio dan kategori PI (daksa) beregu putra. Sedangkan tiga perunggu diraih Carsidi di kategori VI-B1 perorangan putra, kategori VI-B2/B3 beregu putri dan kategori PI beregu putri.

Peringkat kedua cabang catur direbut Filipina dengan lima emas. Peringkat ketiga diraih Iran dengan mengolekadi empat emas.

Manajer timnas catur Indonesia Heri Isranto mengaku bangga dan salut atas capaian merebut 11 emas dan keluar sebagai juara umum di catur Asian Para Games III/2018.

“Ini capaian yang diluar dugaan. Kami semula mentargetkan empat medali emas, namun pecatur kita bermain membanggakan dengan berhasl meraih 11 emas. Saya memberikan apresiasi atas capaian ini,” jelas Heri.*

 

Fakta Ketujuh: Closing Ceremony Bertabur KPOP Stars

Selain deretan artis papan atas Indonesia, penutupan Asian Para Games 2018 semarak oleh bintang KPOP Korea Selatan.

 

Dipandu Daniel Mananta, panggung hiburan disemarakkan girl band Korea, AOA.

Selengkapnya: artis-artisnya adalah:cAry Kirana, DJ Riri Mestica, Daniel Mananta, Rio Febrian, AOA KPOP, NTRL, Cokelat, Judika, Sheryl Sheinafia, Claudya Fritsca, Naura, dan Zizi Raziq.
Sumber

Advertisements