Koes Plus dan perjalanan kisah mereka.

 

koes plus

 

 

 

Koes Plus adalah grup musik Indonesia yang dibentuk pada tahun 1969 sebagai kelanjutan dari grup Koes Bersaudara. Grup musik yang terkenal pada dasawarsa 1970-an ini sering dianggap sebagai pelopor musik pop dan rock ‘n roll di Indonesia. Sampai sekarang, grup musik ini kadang masih tampil di pentas musik membawakan lagu-lagu lama mereka, walaupun hanya tinggal Yon yang aktif.

Lagu-lagu mereka banyak dibawakan oleh pemusik lain dengan aransemen baru. Sebagai contoh, Lex’s Trio membuat album yang khusus menyanyikan ulang lagu-lagu Koes Plus, Cintamu T’lah Berlalu yang dinyanyikan ulang oleh Chrisye, serta Manis dan Sayangyang dibawakan oleh Kahitna.

 

Koes Bersaudara 1960 -1963

  1. John Koeswoyo – (Koesdjono) : Upright Bass
  2. Tonny Koeswoyo – (Koestono) : Lead Guitar
  3. Yon Koeswoyo – (Koesjono) : Vokal, Rhythm Guitar
  4. Yok Koeswoyo – (Koesrojo) : Vokal, Bass Guitar
  5. Nomo Koeswoyo – (Koesnomo) : Drum

Koes Bersaudara 1963 – 1968, 1977, 1986 – 1987

  1. Tonny Koeswoyo : Lead Guitar, vokal
  2. Yon Koeswoyo : Rhythm Guitar, vokal
  3. Yok Koeswoyo : Bass Guitar, Vokal
  4. Nomo Koeswoyo : Drum, Vokal

Koes Plus 1968 – 1969

  1. Tonny Koeswoyo : Lead Guitar, Keyboard , vokal
  2. Yon Koeswoyo : Rhythm Guitar , vokal
  3. Totok Adji Rahman : Bass Guitar, (Khusus Album I – Deg Deg Plas)
  4. Murry – (Kasmurry) : Drum , Vokal

Koes Plus 1969 – 1987

  1. Tonny Koeswoyo : Lead Guitar, Keyboard , vokal
  2. Yon Koeswoyo : Rhythm Guitar , vokal
  3. Yok Koeswoyo : Bass Guitar , Vokal
  4. Murry – (Kasmurry) : Drum , Vokal

Koes Plus 1989 – 1991

  1. Yon Koeswoyo : Rhythm Guitar , vokal
  2. Yok Koeswoyo : Bass Guitar , Vokal
  3. Murry – (Kasmurry) : Drum , Vokal

Koes Plus 1991

  1. Yon Koeswoyo : Rhythm Guitar , vokal
  2. Yok Koeswoyo : Bass Guitar , Vokal
  3. Murry – (Kasmurry) : Drum , Vokal
  4. Angga Koeswoyo : Guitar

Koes Plus 1992

  1. Yon Koeswoyo : Rhythm Guitar , vokal
  2. Yok Koeswoyo : Bass Guitar , Vokal
  3. Abadi Soesman : Lead Guitar , Keyboard
  4. Jelly Tobing : Drum

Koes Plus 1993

  1. Yon Koeswoyo : Rhythm Guitar , vokal
  2. Yok Koeswoyo : Bass Guitar , Vokal
  3. Murry – (Kasmurry) : Drum , Vokal
  4. Abadi Soesman : Lead Guitar , Keyboard

Koes Plus 1994 (Album “Tak Usah Kau Sesali”)

  1. Yon Koeswoyo : Rhythm Guitar , vokal
  2. Yok Koeswoyo : Bass Guitar , Vokal
  3. Murry – (Kasmurry) : Drum , Vokal
  4. Damon Koeswoyo : Lead Guitar
  5. Bambang Tondo : Keyboard (Foto Tidak Ditampilkan)

Koes Plus 1994 – 1996

  1. Yon Koeswoyo : Rhythm Guitar , vokal
  2. Yok Koeswoyo : Bass Guitar , Vokal
  3. Murry – (Kasmurry) : Drum , Vokal
  4. Najib Usman : Lead Guitar , Keyboard

Koes Plus 1996

  1. Yon Koeswoyo : Rhythm Guitar , vokal
  2. Hans “B-Flat” : Bass Guitar , Backing Vokal
  3. Murry – (Kasmurry) : Drum , Vokal
  4. Najib Usman : Lead Guitar , Keyboard

Koes Plus 1997

  1. Yon Koeswoyo : Rhythm Guitar , vokal
  2. Yok Koeswoyo : Bass Guitar , Vokal
  3. Deddy Dores : Lead Guitar

Koes Plus 1997

  1. Yon Koeswoyo : Rhythm Guitar , vokal
  2. Murry – (Kasmurry) : Drum , Vokal
  3. Bambang Tondo : Lead Guitar , Keyboard
  4. Jack Kashbie : Bass , Vokal

Koes Plus 1998 – 2004

  1. Yon Koeswoyo : Rhythm Guitar , vokal
  2. Murry – (Kasmurry) : Drum , Vokal
  3. Andolin Sibuea : Lead Guitar , Keyboard
  4. Jack Kashbie : Bass , Vokal

Koes Plus 2004 – Sekarang

  1. Yon Koeswoyo : Rhythm Guitar, Vokal
  2. Danang : Lead Guitar, Keyboard, Vokal
  3. Sony : Bass, Backing Vokal
  4. Seno : Drum

Kelompok ini dibentuk pada tahun 1969, sebagai kelanjutan dari kelompok “Koes Bersaudara”. Grup yang berasal dari Kelurahan Sendangharjo, Tuban, Jawa Timur ini merupakan alumnus SMK Negeri 1 Tuban dan pada akhirnya menjadi pelopor musik pop dan rock ‘n roll, bahkan pernah dipenjara karena musiknya yang dianggap mewakili aliran politikkapitalis. Di saat itu sedang garang-garangnya gerakan anti kapitalis di Indonesia.

 

Pada Kamis 1 Juli 1965, sepasukan tentara dari Komando Operasi Tertinggi (KOTI) menangkap kakak beradik Tony, Yon, dan Yok Koeswoyo dan mengurung mereka di penjara Glodok, kemudian Nomo Koeswoyo atas kesadaran sendiri, datang menyusul, perlu dicatat Nomo Koeswoyo senang sekali berkelana ke banyak daerah. Adik Alm Tony Koeswoyo itu rupanya memilih “mangan ora mangan kumpul” ketimbang berpisah dari saudara-saudara tercinta. Adapun kesalahan mereka adalah karena selalu memainkan lagu – lagu The Beatles yang dianggap meracuni jiwa generasi muda saat itu. Sebuah tuduhan tanpa dasar hukum dan cenderung mengada ada, mereka dianggap memainkan musik “ngak ngek ngok” istilah Pemerintahan berkuasa saat itu, musik yg cenderung imperialisme pro barat. Dari penjara justru menghasilkan lagu-lagu yang sampai saat sekarang tetap menggetarkan, “Di dalam Bui”, “jadikan aku dombamu”, “to the so called the guilties”, dan “balada kamar 15”. 29 September 1965, sehari sebelum meletus G 30 S-PKI, mereka dibebaskan tanpa alasan yang jelas.belakangan setelah Peristiwa itu berlalu,Koes Bersaudara yang masih hidup dan menginjak usia tua melakukan testimoni di depan pemirsa acara talkshow KICK ANDY (Metro TV)pada akhir 2008 bahwa di balik penangkapan mereka sebenarnya pemerintahan Soekarno menugaskan mereka dalam sebuah operasi Kontra Intelejen guna mendukung gerakan Ganyang Malaysia.

Dari Koes Bersaudara menjadi Koes Plus

Dari kelompok Koes Bersaudara ini lahir lagu-lagu yang sangat populer seperti “Bis Sekolah”,“ Di Dalam Bui”, “Telaga Sunyi”, “Laguku Sendiri” dan masih banyak lagi. Koesnomo (Nomo), selain bermusik juga mempunya pekerjaan sampingan sementara Tonny menghendaki totalitas dalam bermusik yang membuat Nomo harus memilih: tetap bermusik bersama Koes Bersaudara atau keluar. Nomo memilih opsi terakhir dan diikuti oleh adiknya Koesroyo (Yok). Dengan keluarnya dua anggota Koes Bersaudara yakni Koesnomo (Nomo) dan Koesroyo (Yok), Koes Bersaudara pun usai. Tonny yang terus ingin bermusik menggamit dua musisi masing-masing oleh Kasmuri (Murry) dan Totok AR, pemain bass group Philon. Band ini memakai nama Koes Plus, artinya plus dua orang di luar dinasti Koeswoyo: Totok A.R dan Murry.

Lagu-lagu Koes Bersaudara lebih menonjolkan harmonisasi vokal ( seperti lagu “Telaga Sunyi”, “Dewi Rindu” atau “Bis Sekolah”) dibanding lagu-lagu Koes Plus. Kelompok Koes Plus dimotori oleh almarhum Tonny Koeswoyo (anggota tertua dari kelompok musik Koeswoyo). Koes Plus dan Koes Bersaudara harus dicatat sebagai pelopor musik pop di Indonesia. Sulit dibayangkan sejarah musik pop kita tanpa kehadiran Koes Bersaudara dan Koes Plus.

Tradisi membawakan lagu ciptaan sendiri adalah tradisi yang diciptakan Koes Bersaudara. Kemudian tradisi ini dilanjutkan Koes Plus dengan album serial volume 1, 2 dan seterusnya. Begitu dibentuk, Koes Plus tidak langsung mendapat simpati dari pecinta musik Indonesia. Piringan hitam album pertamanya sempat ditolak beberapa toko kaset. Mereka bahkan mentertawakan lagu “Kelelawar” yang sebenarnya asyik itu.

Kemudian Murry sempat ngambek dan pergi ke Jember sambil membagi-bagikan piringan hitam albumnya secara gratis pada teman-temannya. Dia bekerja di pabrik gula sekalian main band bersama Gombloh dalam grup musik Lemon Trees. Tonny yang kemudian menyusul Murry untuk diajak kembali ke Jakarta. Baru setelah lagu “Kelelawar” diputar di RRIorang lalu mencari-cari album pertama Koes Plus. Beberapa waktu kemudian lewat lagu-lagunya “Derita”, “Kembali ke Jakarta”, “Malam Ini”, “Bunga di Tepi Jalan” hingga lagu “Cinta Buta”, Koes Plus mendominasi musik Indonesia waktu itu.

Kiblat Musik Pop Indonesia

Dengan adanya tuntutan dari produser perusahaan rekaman, maka group-group lain yang “seangkatan” seperti Favourites, Panbers, Mercy’s, D’Lloyd menjadikan Koes Plus sebagai “kiblat”, sehingga group-group ini selalu meniru apa yang dilakukan Koes Plus, pembuatan album di luar pop Indonesia, seperti pop melayu dan pop jawa menjadi trend group-group lain setelah Koes Plus mengawalinya.

“Seandainya kelompok ini lahir di Inggris atau AS bukan tidak mungkin akan menggeser popularitas Beatles”

“Lagu Nusantara I” (Volume 5), “Oh Kasihku” (Volume 6), “Mari-Mari” (Volume 7), “Diana” dan “Kolam Susu” ( Volume 8) merajai musik pop waktu itu. Puncak kejayaan Koes Plus terjadi ketika mereka mengeluarkan album Volume 9 dengan lagu yang sangat terkenal “Muda-Mudi” (yang diciptakan Koeswoyo, bapak dari Tonny, Yon dan Yok). Disusul lagu “Bujangan” dan “Kapan-Kapan” dari volume 10. Masih berlanjut dengan lagu “Nusantara V” dari album Volume 11 dan “Cinta Buta” dari album Volume 12.

Bersamaan dengan itu Koes Plus juga mengeluarkan album pop Jawa dengan lagu yang dikenal dari tukang becak, ibu-ibu rumah tangga, hinga anak-anak muda, yaitu “Tul Jaenak” dan “Ojo Nelongso”. Belum lagi lagu mereka yang berirama melayu seperti “Mengapa”, “Cinta Mulia” dan lagu keroncongnya yang berjudul “Penyanyi Tua”. Sayang sekali di setiap album yang mereka keluarkan tidak ada dokumentasi bulan dan tahun, sehingga susah melacak album tertentu dikeluarkan tahun berapa. Bahkan tidak ada juga kata-kata pengantar lainnya. Album mereka baru direkam secara teratur mulai volume VIII setelah ditandatangani kontrak dengan Remaco. Sebelumnya perusahaan yang merekam album-album mereka adalah “Dimita”.

Pada tahun 1972-1976 udara Indonesia benar-benar dipenuhi oleh lagu-lagu Koes Plus. Baik radio atau orang pesta selalu mengumandangkan lagu Koes Plus. Barangkali tidak ada orang-orang Indonesia yang waktu itu masih berusia remaja yang tidak mengenal Koes Plus. Kapan Koes Plus mengeluarkan album baru selalu ditunggu-tunggu pecinta Koes Plus dan masyarakat umum.

Tahun 1972 Koes Plus sempat menjadi band terbaik dalam Jambore Band di Senayan. Semua peserta menyanyikan lagu Barat berbahasa Inggris. Hanya Koes Plus yang berani tampil beda dengan menyanyikan lagu “Derita” dan “Manis dan Sayang”.

Rekor Album

Dari informasi yang dikirim seorang penggemar Koes Plus, ternyata prestasi Koes Plus memang luar biasa. Pada tahun 1974 Koes Plus mengeluarkan 22 album, yaitu terdiri dari album lagu-lagu baru dan album-album “the best” termasuk album-album instrumentalia, yang dibuat dari instrument asli Koes Plus atau rekaman “master” yang kemudian diisi oleh permainan saxophone Albert Sumlang, seorang pemain dari group the Mercy’s. Jadi rata-rata mereka mengeluarkan 2 album dalam satu bulan. Tahun 1975 ada 6 album. Kemudian tahun 1976 mereka mengeluarkan 10 album. Mungkin rekor ini pantas dicatat di dalam Guinness Book of Record. Dan hebatnya, lagu-lagu mereka bukan lagu ‘asal jadi’, tetapi memang hampir semua enak didengar. Bukti ini merupakan jawaban yang mujarab karena banyak yang mengkritik lagu-lagu Koes Plus cuma mengandalkan “tiga jurus”: kunci C-F-G.

Karena banyak jasanya dalam pengembangan musik, masyarakat memberikan tanda penghargaan terhadap prestasinya menjadi kelompok legendaris dengan diberikannya tanda penghargaan melalui “Legend Basf Award, tahun 1992.Prestasi yang dimiliki disamping masa pengabdiannya dibidang seni cukup lama, produk hasil ciptaan lagunya pun juga memadai karena sejak tahun 1960 sampai sekarang berhasil menciptakan 953 lagu yang terhimpun dalam 89 album. Prestasi hasil ciptaan lagu untuk periode kelompok Koes Bersaudara sebanyak 203 lagu (dalam 17 album),sedang untuk periode kelompok Koes Plus sebanyak 750 lagu dalam 72 album (Kompas,13 September 2001).

Salah satu anggota Koes Plus mengatakan bahwa mereka dibayar sangat mahal pada masa jayanya. Yon mengungkapkan bahwa pada tahun 1975 mereka manggung di Semarang. “Waktu itu pada tahun 1975, kami telah dibayar Rp 3 juta saat pentas di Semarang,” kenang dia. Padahal, saat itu harga sebuah mobil Corona tahun 1975 kira-kira Rp 3,750 juta. Bila dikurs saat ini bayaran tersebut kurang lebih sama dengan Rp 150 juta.(Suara Merdeka, 4 Mei 2001)

Waktu itu, Rp 3,5 juta sangat tinggi, mengingat mobil sedan baru Rp 3 juta. Jika dikurskan dengan nilai uang sekarang, jumlah itu sama dengan Rp 200 juta sampai Rp 300 juta. Jumlah penonton melimpah ruah tidak seperti sekarang, kenang Yon. (Suara Merdeka, 23 Oktober 2001).

Setelah itu popularitas Koes Plus mulai redup. Mungkin karena generasi sudah berganti dan selera musiknya berubah. Koes Plus vakum sementara dan Nomo masuk lagi menggantikan Murry, sekitar akhir 1976-an. Koes Bersaudara terbentuk lagi dan langsung ngetop dengan lagunya “Kembali” yang keluar tahun 1977. Murry bersama groupnya Murry’s Group juga cukup menggebrak dengan lagunya “Mamiku-papiku”. Tidak bertahan lama tahun 1978 kembali terbentuk Koes Plus. Lagu barunya, “Pilih Satu” juga langsung populer. Setelah itu keluar lagu “Cinta”, dengan aransemen orchestra, yang benar-benar berbeda dengan lagu Koes Plus yang lain. Kemudian populer juga album melayu mereka yang memuat lagu “Cubit-Cubitan” dan “Panah Asmara”. Tetapi Koes Plus generasi ini tidak lagi sepopuler sebelumnya. Walaupun, kalau disimak lagu-lagu yang lahir setelah 1978, masih banyak lagu mereka yang bagus.

Nasib Koes Plus kini sangat tragis. Seperti kata Yon suatu ketika bahwa Koes Plus hanya besar namanya tetapi tidak punya apa-apa. Ucapan ini memang pas untuk mewakili keadaan personel Koes Plus. Mereka tidak mendapatkan uang dari hasil penjualan kaset yang berisi lagu-lagu lama mereka. Tidak seperti para penyanyi/pemusik masa kini yang gaya hidupnya “wah” karena dari segi finansial pendapatannya sebagai penyanyi/pemusik cukup terjamin. Begitu juga bekas group-group tersohor seperti Beatles, atau Led Zeppelin, mereka hidup dengan enak hanya dari royalti kaset/VCD/CD/DVD yang mereka hasilkan. Sampai anak-anak dan istri mereka pun menikmati kelimpahan finansial ini.

Koes Plus hanya dibayar sekali untuk setiap album yang dihasilkan. Tidak ada royalti, tidak ada tambahan fee untuk setiap CD/kaset yang terjual. Maka tidak heran ketika tahun 1992 Yon harus jualan batu akik untuk menghidupi rumah tangganya. Sementara kaset dan CD lagunya masih laris terjual di Indonesia. Sekarang pun di usianya yang ke-63 Yon dan kawan-kawan (Murry beberapa kali tidak tampil karena sakit) membawa nama Koes Plus harus manggung untuk mendapatkan uang. Dengan sisa-sisa suara dan kekuatannya mereka harus menjual suara dan tenaganya. Yon memang tidak merasakan ini sebagai beban. Dia bersyukur lagunya masih dicintai orang. Tetapi kita prihatin mendengar kabar seperti ini.

 

Sumber

 

Advertisements

Selamat Hari Guru

Puisi Hari Guru Nasional Terbaik

 

 

Setiap tanggal 25 November itu diperingati sebagai hari guru. Loopers bertanya-tanya ya kenapa kok tercetus tanggal itu? Kan sudah ada hari pendidikan? Ngapain masih ada Hari Guru Nasional segala? Ini nih kupasan lengkapnya mengenai Hari Guru Nasional yang jatuh pada tanggal 25 November ini.

Perkumpulan guru sejak pemerintahan Belanda

Loopers, ternyata Hari Guru Nasional ini sudah dicetuskan sejak tahun 1994 lalu dengan tertulisnya keputusan presiden, yaitu Kepres No. 78 Tahun 1994 dan juga ditulis di UU No. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen yang menetapkan tanggal 25 November merupakan hari guru nasional yang diperingati bersamaan dengan ulang tahun PGRI. Hari Guru Nasional ini diperingati setiap tanggal 25 November setiap tahunnya namun sayangnya pada hari itu nggak ada peringatan khusus di hari penting ini. Maka dari itu, wajar aja kalau banyak orang yang belum tahu banyak tentang hari nasional ini.

Nama perkumpulan guru sebenarnya sudah ada sejak jaman pemerintahan Belanda, yang diberi nama dengan Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) pada tahun 1912. Perkumpulan ini beranggotakan guru bantu, guru desa, kepala sekolah dan lainnya. Lalu, karena para guru sangat ingin sekali mendirikan negara sendiri, mereka mengubah nama menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI) pada tahun 1932.

Terbentuknya Persatuan Guru Indonesia

Lalu, hari guru ini tercetus sejak 2 bulan setelah kemerdekaan Indonesia, yakni tanggal 24 sampai 25 November 1945. Para guru membentuk kongres guru untuk mendukung kemerdekaan Indonesia di kota Surakarta. Kongres ini merupakan tempat berkumpulnya para guru yang berjuang mempertahankan pendidikan di Indonesia ditengah penjajahan. Mereka adalah guru yang masih aktif mengajar, pensiunan para pejuang, pegawai pendidikan dan lainnya.

Tercetusnya Hari Guru Nasional

Lalu, pada tanggal 25 November 1945 mereka menyebutnya dengan nama PGRI atau Persatuan Guru Republik Indonesia. Sayangnya, belum ada keputusan resmi dari para pemerintah saat itu untuk menjadikan sebagai hari resmi nasional. Hingga pada tahun 1994, di situs resmi PGRI ini tercetuslah hari guru nasional yang diperingati setiap tanggal 25 November. Tercetusnya hari guru ini karena untuk mengenang jasa dan perjuangan para guru memperjuangkan pendidikan rakyat Indonesia dan kemerdekaan Indonesia.

Hari guru nasional ini dicetuskan karena para guru yang berjuang demi pendidikan Indonesia. Mereka bahkan rela kurang diperhatikan oleh pemerintah agar rakyat Indonesia dapat mengenyam bangku pendidikan yang layak. Terima kasih, Guru!

 

 

Sumber

Pemenang Ami 2017

ami awards logo

 

Siapa saja yang keluar jadi pemenang di ajang AMI Awards 2017 ini? Berikut adalah nominasi dan pemenang dari setiap kategori.

Nomine Artis Solo Wanita Pop
Agnez Mo – Sebuah Rasa (Single ‘Sebuah Rasa’)
Bunga Citra Lestari – Aku Wanita (It’s Me BCL)
Isyana Sarasvati – Cinta Pertama (EXPLORE! Special Edition)
Rossa – Cinta Dalam Hidupku (A New Chapter)
Yura Yunita – Intuisi (Single ‘Intuisi’)

Artis Solo Pria Pop
Afgan – Jalan Terus (Sides)
Anji – Bidadari Tak Bersayap (Single ‘Bidadari Tak Bersayap’)
Ari Lasso – Dunia Maya (Single ‘Dunia Maya’)
Judika – Jadi Aku Sebentar Saja (Judika)
Vidi Aldiano – Definisi Bahagia (Persona)

Duo/Grup Pop
Armada – Asal Kau Bahagia (Maju Terus Pantang Mundur)
D’MASIV – Dengarlah Sayang (D’MASIV)
Geisha – Cinta Itu Kamu (Single ‘Cinta Itu Kamu’)
Gigi – Adu Domba (Setia Bersama Menyayangi & Mencintai)
Nidj i– Bila Bersamamu (Love,Fake & Friendship)

Kolaborasi Pop
Gamaliel Audrey Cantika & The Overtunes – Senyuman & Harapan (OST. Cek Toko Sebelah – Album EP)
HiVi! Feat. Andi Rianto – Siapkah Kau ‘Tuk Jatuh Cinta Lagi’ (Kereta Kencan)
Kotak X Anggun – Teka Teki (Long Live Kotak)
Melly Goeslaw & Gita Gutawa – Memang Kenapa Bila Aku Perempuan? (Single ‘Memang Kenapa Bila Aku Perempuan?’ OST.Kartini)
RAN Feat Kahitna – Salamku Untuk Kekasihmu Yang Baru (RAN)

Pencipta Lagu Pop
Berlari Tanpa Kaki – Mikha Angelo, Reuben Nathanel (Gamaliel Audrey Cantika)
Bidadari Tak Bersayap – Ahmad Fredy (Anji)
Cinta Pertama – Isyana Sarasvati (Isyana Sarasvati)
Intuisi – Yura Yunita (Yura Yunita)
Sebuah Rasa – Dewiq, Pay (Agnez Mo)

Produser/Penata Musik Pop
Adu Domba – Gigi (Gigi)
Berlari Tanpa Kaki – The Overtunes (Gamaliel Audrey Cantika)
Bidadari Tak Bersayap – Ade Govinda, Jeje Govinda (Anji)
Cinta Itu Kamu – Geisha (Geisha)
Sebuah Rasa – Erwin Gutawa (Agnez Mo)

Album Pop
A New Chapter – Rossa
It’s Me BCL – Bunga Citra Lestari
Judika – Judika
RAN – RAN
Sides – Afgan

Artis Solo Pria/Wanita Rock/Instrumentalia Rock
Adrian Adioetomo – Tanah Ilusi (Apaan)
Bounty Ramdhan – Tragic (Single ‘Tragic’)
Edwin Marshal Syarif – Sore (Single ’Sore’)
Ervin Nanzabakri – It’s All About The Rock (Seperti Matahari)
Ilham Ansari – Berani Berbagi (Single ’Berani Berbagi’)

Duo/Grup/Kolaborasi Rock
God Bless – Damai (Cermin 7)
Gugun Blues Shelter – Hitam Membiru (Hitam Membiru)
Saint Loco Feat Iwa K & DJ Tius – Bebas (Single ‘Bebas’)
Slank – Palalopeyank (Palalopeyank)
The Changcuters – Bentrok Sinyal (Binauralis)

Album Rock
Cermin 7 – God Bless
Hitam Membiru – Gugun Blues Shelter
Long Live Kotak – Kotak
Palalopeyank – Slank
Titik Nol – Piston

Artis Jazz Vokal
Aimee Saras, Bonita, Aprilia Apsari – Tiga Dara (Aransemen Ulang Lagu Orisinil Dari Film Tiga Dara)
Dwiki Dharmawan Feat Peni Candra Rini – Lir Ilir (Pasar Klewer)
Krakatau Reunion – Cermin Hati (Chapter One)
Mike Mohede – Kaulah Segalanya (The Unforgettable)
Sri Hanuraga Trio Feat Dira Sugandi – Kicir-Kicir (Indonesia Vol 1)

Instrumentalia Jazz
Andi Bayou – Sunrise at Borobudur (Sunrise at Borobudur)
Dewa Budjana – Solas PM (Zentuary)
Dwiki Dharmawan – Frog Dance (Pasar Klewer)
Indra Lesmana Keytar Trio – Jack Swing (About Jack)
Indro Hardjodikoro – Always There (Always There)
Tohpati Bertiga – Faces (Faces)

Album Jazz
About Jack – Indra Lesmana Keytar Trio (Inline Music, Indra Lesmana & Honhon Lesmana)
Always There – Indro Hardjodikoro (Indro Hardjodikoro)
Chapter One – Krakatau Reunion (DSS Music)
Faces – Tohpati Bertiga (Tohpati)
Zentuary – Dewa Budjana (Dewa Budjana, IGN Bagus Wijaya Sentosa)

Artis Solo Pria/Wanita Soul/R&B/Urban
Andien – Belahan Jantungku (Single ‘Belahan Jantungku)
Eva Celia – Another You (And So It Begins)
Glenn Fredly – Tanda Mata (Single ‘Tanda Mata’)
Rendy Pandugo – Silver Rain (Single ‘Silver Rain’)
Tulus – Monokrom (Monokrom)

Artis Grup/Kolaborasi Soul/R&B/Urban
Gamaliel Audrey Cantika – Galih & Ratna (OST Galih & Ratna)
HiVi! – Merakit Perahu (Kereta Kencan)
Krakatau Reunion – Aku Kamu Kita (Chapter One)
Raisa & Isyana Sarasvati – Anganku Anganmu (Single ‘Anganku Anganmu’)
RAN – Mager (RAN)

Album Soul/R&B/Urban
And So It Begins – Eva Celia
Independent Pt. 2 – Rinni Wulandari
Monokrom – Tulus
Nothing Is Real – Teddy Adhitya
Senandung Senandika – Maliq & D’Essentials

Artis Solo Pria/Wanita Dangdut
Dedy Gunawan – Terlarang Hasratku (Single ‘Terlarang Hasratku’)
Erie Suzan – Gerimis Melanda Hati (Single ‘Gerimis Melanda Hati’)
Lesti – Egois (Single ‘Egois’)
Novi Ayla – Hanya Engkau (Single ‘Hanya Engkau’)
Weni – Engkaulah Takdirku (Single ‘Engkaulah Takdirku’)

 

Artis Solo Wanita Dangdut Kontemporer
Ayu Ting Ting – Kamu Kamu Kamu (Kamu Kamu Kamu)
Cita Citata – Bahagia Itu Sederhana (Single ‘Bahagia Itu Sederhana’)
Dewi Perssik – Indah Pada Waktunya (Semua Karena Cinta)
Fitri Carlina – Musim Hujan Musim Kawin (Single ‘Musim Hujan Musim Kawin’)
Iis Dahlia – Demi Kamu (Tum Hi Ho) (The Best of Iis Dahlia)

Artis Solo Pria Dangdut Kontemporer
Beniqno – Happy (Single ‘Happy’)
Danang – Satu Selamanya (Single ‘Satu Selamanya’)
Denias – Tak Percaya Lagi (Single ‘Tak Percaya Lagi’)
Ridho Rhoma – Mengapa (Single ‘Mengapa’)
Sodiq Monata – Rejeki Kota (Single ‘Rejeki Kota’)

Artis Duo/Grup/Kolaborasi Dangdut/Dangdut Kontemporer
2 Putri Bahar – Udah Putus Jangan Cemburu (Single ‘Udah Putus Jangan Cemburu’)
Delon & Siti Badriah – Cinta Tak Harus Memiliki (Single ‘Cinta Tak Harus Memiliki’)
Duo Anggrek – Goyang Nasi Padang (Single ‘Goyang Nasi Padang’)
Duo Serigala – Kost Kostan (Single ‘Kost Kostan’)
Julia Perez Feat D’Perez – Ku Dapat Dari Emak (The Best of Julia Perez)

Pencipta Lagu Dangdut/Dangdut Kontemporer
Bahagia Itu Sederhana – Tjahjadi Djajanata / Ishak (Cita Citata)
Engkaulah Takdirku – Adibal Sahrul (Weni)
Gerimis Melanda Hati – Adibal Sahrul (Erie Suzan)
Happy – Adibal Sahrul (Beniqno)
Indah Pada Waktunya – Dommy Allen (Dewi Perssik)

Produser/Penata Musik Dangdut/Dangdut Kontemporer
Bahagia Itu Sederhana – Tjahjadi Djajanata (Cita Citata)
Demi Kamu (Tum Hi Ho) – Pri Keyboard (Iis Dahlia)
Engkaulah Takdirku – Prikeys (Weni)
Goyang Nasi Padang – Donall (Duo Anggrek)
Ketemu Mantan – Endang Raes (Siti Badriah)

Artis Solo Perempuan Anak-Anak
Amanda – Bunga Melati (Lagu Ceria Anak Indonesia)
Angelique – 1,2,3 Ikuti Irama (Single ‘1,2,3 Ikuti Irama’)
Lyodra (Diatas Rata-Rata) – Dear Dream (Single ‘Dear Dream’)
Neona – Aduh Neik (Single ‘Aduh Neik’)
Ruth Gediana – Kaulah Idolaku (Single ‘Kaulah Idolaku’)

Artis Solo Laki-Laki Anak-Anak
Christo – Anak Indonesia (Single ‘Anak Indonesia’)
Jojo – Bunda (Lagu Anak-Anak Terbaik)
Rafi Sudirman (Diatas Rata-Rata) – Aku Suka Hari Ini (Musik Anak Diatas Rata-Rata)
Rian – Kekuatan Cinta (Lagu Anak-Anak Terbaik)
Ruri – Untuk Ibu (Satu Bintang) (Lagu Ceria Anak Indonesia)

Artis Duo/Grup/Grup Vokal/Kolaborasi Anak-Anak
Kafin & Rafi Sudirman (Diatas Rata-Rata) – Buka Puasa (Musik Anak Terbaik Diatas Rata-Rata)
Olivola & Rafi Sudirman (Diatas Rata-Rata) – Ulang Tahun (Musik Anak Terbaik Diatas Rata-Rata)
Purwa Caraka Music Studio Choir – Suka Hati (OST Surat Kecil Untuk Tuhan)
Tegar Feat Ryan Chandra – Bila Kau Sahabatku (Single ‘Bila Kau Sahabatku’)
Tere, Rian, Melitha, Tiara, Vitara, Andy – Aku Bisa (Lagu Anak-Anak Terbaik)

Pencipta Lagu Anak-Anak
1,2,3 Ikuti Irama – Arche & Joan Rampengan (Angelique)
Aku Suka Hari Ini – Budi Rahardjo (Rafi Sudirman Diatas Rata-Rata)
Bila Kau Sahabatku – Deddy Suganda Widjaja (Tegar Feat Ryan Chandra Widjaja)
Buka Puasa – Erwin Gutawa & Gita Gutawa (Kafin & Rafi Sudirman Diatas Rata-Rata)
Dear Dream – Erwin Gutawa & Gita Gutawa, Ria Leimena (Lyodra Diatas Rata-Rata)

Produser/Penata Musik Lagu Anak-Anak
1,2,3 Ikuti Irama – Arche Rampengan (Angelique)
Aku Bisa – Tito P Soenardi (Tere, Rian, Melitha, Tiara, Vitara, Andy)
Aku Suka Hari Ini – Erwin Gutawa (Rafi Sudirman Diatas Rata-Rata)
Dear Dream – Erwin Gutawa & Gita Gutawa (Lyodra Diatas Rata-Rata)
Selamatkan Lagu Anak – Ariel Nidji, Papa T Bob (#SaveLaguAnak)

Album Anak-Anak
Bandar Udara – Lovely Kids
Electronic Dance Music For Kids – Alena Gracia
Lagu Anak Legenda – Calista Amadea
OST Surat Kecil Untuk Tuhan – Purwa Caraka Music Studio Choir
Semangat Belajar – Cind3rella

Karya Produksi Kroncong/Kroncong Kontemporer/Stambul/Langgam
Indra Utami Tamsir – Bengawan Solo
Krontjong Toegoe – Kampung Toegoe
O.K. Marlubu – Kr. Betapa Indahnya
Tetty Supangat – Kidung Surgawi
Waldjinah – Panglipur Wuyung

Karya Produksi Alternatif/Alternatif Rock/Lintas Bidang
Efek Rumah Kaca – Merdeka
Elephant Kind – Beat The Ordinary
Mondo Gascaro – A Deacon’s Summer
Payung Teduh – Akad
Shaggydog feat Iwa K – Putra Nusantara

Karya Produksi Metal/Hardcore
Aftermath – Pay The Dues
DeadSquad – Pragmatis Sintetis
Edane – Hail Edan
Godless Symptoms – Kebenaran Harus Lantang Bicara
Roxx – Anthem

Karya Produksi Rap/HipHop
Adrian Khalif Feat. Dipha Barus – Made in Jakarta
Jogja Hip Hop Foundation – Sedulur
Rayi Putra – Demons
RROB Feat. Liquid Silva & Fajar J – Anik-Anik
Saykoji, Gamal Gandhi & Della MC – Ngabuburap
Young Lex Feat Gamaliel – Slow

Karya Produksi Reggae/SKA/Rocksteady
Bandung Inikami Orcheska – Matahari Jingga Bandung Utara
Dhyo Haw – Trip Malam Ini
DJ wW & Evan Virgan Feat. Ras Muhamad – Trappin’U
Shaggydog – Rock Da Mic
Tipe-X – Cerita Tahun Lalu

Karya Produksi Kolaborasi
Adrian Khalif Feat. Dipha Barus – Made in Jakarta
Dipha Barus Feat. Nadin – All Good
Gamaliel Audrey Cantika & The Overtunes – Senyuman & Harapan
Kotak X Anggun – Teka Teki
Raisa & Isyana Sarasvati – Anganku Anganmu

 

Karya Produksi Original Soundtrack
Gamaliel Audrey Cantika – Berlari Tanpa Kaki (OST Cek Toko Sebelah)
Isyana Sarasvati – Sekali Lagi (OST Critical Eleven)
Melly Goeslaw & Gita Gutawa – Memang Kenapa Bila Aku Perempuan? (OST Kartini)
Rossa – Cinta Dalam Hidupku (OST London Love Story 2)
Sheryl Sheinafia – Gita Cinta (OST Galih & Ratna)

Karya Produksi Grup Vokal
Gamaliel Audrey Cantika – Berlari Tanpa Kaki
JKT48 – JKT Festival
Purwa Caraka Music Studio Choir – Suka Hati
Trisouls – Senyummu Hanya Untukku

Karya Produksi Lagu Berbahasa Daerah
Ganti Ramon & Mira DJ – Kariang Lautan
Gitara King’s Trio – Anak Medan
Jogja Hip Hop Foundation – Sedulur
Waldjinah Feat. Asti Dewi Christianna – Kembang Kacang
Zaskia Gotik – Ora Ndueni

Karya Produksi Lagu Berlirik Spiritual Islami
Fatin – Ketika Tangan dan Kaki Bekata
Haddad Alwi & Shifa Feat. Fadly – Demi Sang Nabi
Opick – Allah Bersamamu
Slank – D.O.A
Wali – Salam 5 Waktu (New Version)

Karya Produksi Lagu Berlirik Spiritual Nasrani
Amelia Ong – Have Yourself A Merry Little Christmas
Angel Pieters – Kunyanyi Haleluya
Franky Kuncoro Feat. Sidney Mohede – Kemenangan Terjadi Disini/Engkau Raja
Gisel – Indah Pada Waktunya
Joy & Jelita Tobing – Mery’s Boy Child – O Come, All Ye Faithfull

Karya Produksi Instrumentalia
Dewa Budjana – Solas PM
Dwiki Dharmawan – Frog Dance
Gerald Situmorang – Familiar Song
Indra Lesmana Keytar Trio – Jack Swing
Indro Hardjodikoro – Always There

Karya Produksi Dance/Electronic
Andre Dunant Feat. Nadhira – Never Let You Go
Cindy Bernadette Feat. DJ Evan Virgan – Can’t Get Enough
Dipha Barus Feat. Nadin – All Good
Indah Nevertari – PHP
Soundwave – Kisah Kita

Karya Produksi Folk/Country/Balada
Adhitia Sofyan – Seniman
Armand Maulana – Sebelah Mata
Bonita & the Hus Band – Satu hari Sebelum Esok
Endah N Rhesa – Ruang Bahagia
Jason Ranti – Bahaya Komunis
Oppie & Suara Anak Bumi – Orangutan

Karya Produksi Rock Progressive
Imanissimo – Impromptu Visits
Levty Progre – Great Universe
Montecristo – A Deep Sleep
Montecristo – Nanggroe
Van Java – Lonely

Produser Album Rekaman
Dahlia Wijaya / GP Records – Independent Pt. 2
Demajors – Aransemen Ulang Lagu Orisinil Dari Film Tiga Dara
Ian antono,Rumah Musik Kita – Cermin 7
Sony Music Entertainment Indonesia – OST. Cek Toko Sebelah (Album EP)
TulusCo – Monokrom

Perancang Grafis
Forbidden Knowledge – Wok The Rock/Adrian Gufi (Eross Candra)
No Regret – Noviar Rahmat (Brigade07)
Putra Nusantara – Agan Harahap (Shaggydog)
Senandung Senandika – Abenk Alter (Maliq & D’Essentials)
Tyranation – Gilang (DeadSquad)

Tim Produksi Suara
Cinta Dalam Hidupku – Ari ‘Aru’ Renaldi / Anggi Anggoro (Rossa)
Damai – Stephan Santoso (God Bless)
Dunia Maya – Rudra (Ari Lasso)
Ku Dengannya Kau Dengan Dia – Eko Sulistiyo / Jeremiah Simanjuntak (Afgan)
Monokrom – Ari ‘Aru’ Renaldi / Rudy Zulkarnaen (Tulus)

Pendatang Baru Terbaik Terbaik
Adrian Khalif – Made in Jakarta (Single – Made in Jakarta)
Elephant Kind – Beat The Ordinary (City J)
Gloria Jessica – Dia Tak Cinta Kamu (Single – Dia Tak Cinta Kamu)
Jordy Waelauruw – With You (Single – With You)
Teddy Adhitya – In Your Wonderland (Nothing is Real)
Vira Talisa – Walking Back Home (Single – Walking Back Home)

Album Terbaik Terbaik
A New Chapter – Rossa
It’s Me BCL – Bunga Citra Lestari
Monokrom – Tulus
Senandung Senandika – Maliq & D’Essentials
Sides – Afgan

Karya Produksi Terbaik Terbaik
Bunga Citra Lestari – Aku Wanita
Dipha Barus Feat. Nadin – All Good
Gamaliel Audrey Cantika & The Overtunes – Senyuman & Harapan
Raisa & Isyana Sarasvati – Anganku Anganmu
Tulus – Monokrom

Selain penghargaan di atas, ada pula 2 kategori spesial yang diumumkan, yakni Legend Award dan Lifetime Achievement Award.

Legend Award
Harry Roesli
Benny Panjaitan
Bartje Van Houten

Lifetime Achievement Award
Fariz RM

Selamat kepada para pemenang, AMI Awards 2017.

Sejarah AMI Awards

piala ami awards

 

Anugerah Musik Indonesia (sering pula disebut AMI Awards) (dahulu BASF Awards dan HDX Awards) adalah sebuah penghargaan yang diberikan oleh Yayasan Anugerah Musik Indonesia (YAMI) dengan gagasan dari Asosiasi Industri Rekaman (ASIRI), Persatuan Artis, Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Penata Musik Rekaman Indonesia (PAPPRI), serta Karya Cipta Indonesia (KCI). Konsep penghargaan ini mengacu pada National Academy of Recording Arts and Sciences (NARAS), komite yang menyelenggarakan Grammy Awards di Amerika Serikat.

Ajang penghargaan tahunan ini pertama kali digelar pada tahun 1985. Setelah sebelas tahun digelar secara berturut-turut hingga tahun 1996, ajang penghargaan ini kemudian dihilangkan dan diganti oleh Anugerah Musik Indonesia.

Ajang penghargaan ini diadakan oleh produsen pita kaset BASF. Pemilihan pemenang didasarkan atas 2 kategori, yaitu kategori penjualan dan kategori artistik. Pemenang untuk kategori penjualan dipilih berdasarkan penjualan tertinggi di masing-masing genre, seperti pop, rock, dan jazz. Sementara untuk kategori artistik dipilih oleh juri khusus yang menilai pemenang berdasarkan kualitas karyanya.

AMI pertama kali digelar pada tahun 1997 dan sampai tahun 2015 telah memiliki 18 penyelenggaraan. Pada tahun 2007, AMI sempat vakum dalam penyelenggaraan. Namun, pada tahun tersebut AMI Dangdut Awards digelar untuk pertama kalinya sebagai ajang penghargaan khusus untuk kategori musik dangdut. Sayangnya, ajang penghargaan tersebut tidak pernah diselenggarakan lagi pada tahun berikutnya.

Sepanjang sejarah perhelatannya, AMI telah menambah dan menghapus berbagai kategori penghargaannya. Selain menyajikan kategori-kategori reguler seperti Album Terbaik dan Penyanyi Terbaik di berbagai bidang musik, AMI juga memberikan beberapa penghargaan khusus tanpa nominasi. Lifetime Achievement Award diberikan setiap tahunnya khusus untuk orang-orang yang berjasa dalam perkembangan musik Indonesia. AMI juga pernah menganugerahi penghargaan Artis Asing Terbaik untuk Siti Nurhaliza pada tahun 2000, serta penghargaan khusus Artis Internasional Terbaik kepada Anggun C. Sasmi pada tahun 2006 atas pencapaiannya sebagai penyanyi Indonesia dengan karier internasional yang gemilang.

Masing-masing dari tiga organisasi pendiri yaitu Asosiasi Industri Rekaman (ASIRI), Persatuan Artis, Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Penata Musik Rekaman Indonesia (PAPPRI), serta Karya Cipta Indonesia (KCI) awalnya menyumbangkan satu anggota dewan, di bawah arahan penyanyi country Indonesia, Tantowi Yahya. Di bawah dewan ini, terdapat dewan lain yang tidak terlalu kuat. Lebih jauh kemudian, terdapat divisi berdasarkan kekhususan, seperti Pemasaran, Komunikasi, dan Keanggotaan. Di tahun 2016, musisi jazz Dwiki Dharmawan menggantikan Yahya sebagai Ketua AMI.

Anugerah Musik Indonesia memberikan penghargaan dalam berbagai kategori, setiap kategorinya mencakup kontribusi spesifik dari industri musik Indonesia. Kategori dalam Anugerah Musik Indonesia (AMI) telah beberapa kali mengalami perubahan. Penghargaan tahun 2010 memiliki 35 kategori, sementara di tahun 2011 berjumlah 46 kategori. Kategori ini bertambah menjadi 49 di tahun 2017.

Penghargaan umum mencakup beberapa penghargaan yang tidak dibatasi oleh genre musik:

  • “Pendatang Baru Terbaik-Terbaik” diberikan kepada penampil (musisi) pendatang baru dengan rilis yang dapat diperhitungkan.
  • “Album Terbaik-Terbaik” diberikan kepada penampil dan tim produksi album.
  • “Karya Produksi Terbaik-Terbaik” diberikan kepada penulis/komposer dari satu lagu dan juga penampilnya.

Penghargaan lainnya diberikan pada pertunjukan dan produksi dalam genre musik yang berbeda, dan juga kontribusi lainnya seperti karya seni. Anugerah Musik Indonesia juga menyajikan penghargaan khusus yang diberikan untuk kontribusi jangka panjang bagi industri musik Indonesia seperti AMI Legend Award dan Lifetime Achievement Award (yang tidak setiap tahun disajikan).

SEJAK 2017

Umum
  • Album Terbaik-Terbaik
  • Karya Produksi Terbaik-Terbaik
  • Pendatang Baru Terbaik-Terbaik
Pop
  • Artis Solo Pop Wanita Terbaik
  • Artis Solo Pop Pria Terbaik
  • Kolaborasi Pop Terbaik
  • Artis Duo atau Grup Pop Terbaik
  • Penulis Lagu Pop Terbaik
  • Produser Rekaman Pop Terbaik
  • Album Pop Terbaik
Rock
  • Artis Solo Rock Terbaik
  • Duo atau Group atau Kolaborasi Rock Terbaik
  • Album Rock Terbaik
Jazz
  • Artis Jazz Vokal Terbaik
  • Artis Jazz Instrumental Terbaik
  • Album Jazz Terbaik
R&B/Soul/Urban
  • Artis Solo R&B/Soul/Urban Terbaik
  • Artis Duo atau Group atau Kolaborasi R&B/Soul/Urban Terbaik
  • Album R&B/Soul/Urban Terbaik
Dangdut
  • Artis Solo Dangdut Terbaik
  • Artis Solo Wanita Dangdut Kontemporer Terbaik
  • Artis Solo Pria Dangdut Kontemporer Terbaik
  • Artis Duo atau Group atau Kolaborasi Dangdut Terbaik
  • Penulis Lagu Dangdut Terbaik
  • Produser Rekaman Dangdut Terbaik
Lagu Anak
  • Artis Solo Wanita Lagu Anak Terbaik
  • Artis Solo Pria Lagu Anak Terbaik
  • Duo atau Group atau Kolaborasi Lagu Anak Terbaik
  • Penulis Lagu Anak Terbaik
  • Produser Rekaman Lagu Anak Terbaik
  • Album Lagu Anak Terbaik
Karya Produksi
  • Karya Produksi Keroncong atau Keroncong Kontemporer atau Langgam atau Stambul Terbaik
  • Karya Produksi Alternatif atau Rock Alternatif atau Lintas-Genre Terbaik
  • Karya Produksi Metal atau Hardcore Terbaik
  • Karya Produksi Rap atau Hip-hop Terbaik
  • Karya Produksi Reggae atau Ska atau Rocksteady Terbaik
  • Karya Produksi Lagu Rohani Islam Terbaik
  • Karya Produksi Lagu Rohani Kristen Terbaik
  • Karya Produksi Instrumental Terbaik
  • Karya Produksi Dance atau Electronic Terbaik
  • Karya Produksi Kolaborasi terbaik
  • Karya Produksi Lagu Tema Film (OST) Terbaik
  • Karya Produksi Grup Vokal Terbaik
  • Karya Produksi Lagu Daerah Terbaik
  • Karya Produksi Lagu Daerah Kontemporer atau Country atau Balada Terbaik
  • Karya Produksi Rock Progressif Terbaik
Teknis
  • Produser Album Rekaman Terbaik
  • Grafis Desain Album Terbaik
  • Peramu Rekam Terbaik

 

Sumber

Sejarah TNI

index

 

Sebelum Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, otoritas militer di Hindia Belanda diselenggarakan oleh (KNIL). Meskipun KNIL tidak langsung bertanggung jawab atas pembentukan angkatan bersenjata Indonesia pada masa depan, (sebaliknya berperan sebagai musuh selama Revolusi Nasional Indonesia 1945-1949), KNIL juga telah memberikan andil berupa pelatihan militer dan infrastruktur untuk beberapa perwira TNI pada masa depan. Ada pusat-pusat pelatihan militer, sekolah militer dan akademi militer di Hindia Belanda. Di samping merekrut relawan Belanda dan tentara bayaran Eropa, KNIL juga merekrut orang-orang pribumi Indonesia.

Pada tahun 1940 saat Belanda di bawah pendudukan Jerman, dan Jepang mulai mengancam akses pasokan minyak bumi ke Hindia Belanda, Belanda akhirnya membuka kesempatan penduduk pribumi di Pulau Jawa untuk masuk sebagai anggota KNIL.

Selama Perang Dunia Kedua dan pendudukan Jepang di Indonesia perjuangan rakyat Indonesia untuk memperoleh kemerdekaan mulai memuncak. Untuk mendapatkan dukungan dari rakyat Indonesia dalam perang melawan pasukan sekutu, Jepang mulai mendorong dan mendukung gerakan nasionalis Indonesia dengan menyediakan pelatihan militer dan senjata bagi pemuda Indonesia. Pada tanggal 3 Oktober 1943, militer Jepang membentuk tentara relawan Indonesia yang disebut PETA (Pembela Tanah Air). Jepang membentuk PETA dengan maksud untuk membantu pasukan mereka menentang kemungkinan invasi oleh Sekutu ke wilayah Asia tenggara.

Pelatihan militer Jepang untuk pemuda Indonesia awalnya dimaksudkan untuk menggalang dukungan lokal bagi Kekaisaran Jepang, tetapi kemudian menjadi sumber daya yang sangat berarti untuk Republik Indonesia selama Perang Kemerdekaan Indonesia tahun 1945-1949 dan juga berperan dalam pembentukan Tentara Keamanan Rakyat pada tahun 1945.

 

Sumber

Hari Palang Merah Nasional

 

Berdirinya Palang Merah di Indonesia sebetulnya sudah dimulai sebelum Perang Dunia II, tepatnya 12 Oktober 1873.Pemerintah Kolonial Belanda mendirikan Palang Merah di Indonesia dengan nama Nederlandsche Roode Kruis Afdeeling Indië (NERKAI) yang kemudian dibubarkan pada saat pendudukan Jepang.

Perjuangan mendirikan Palang Merah Indonesia (PMI) diawali 1932. Kegiatan tersebut dipelopori Dr. R. C. L. Senduk dan Dr. Bahder Djohan dengan membuat rancangan pembentukan PMI. Rancangan tersebut mendapat dukungan luas terutama dari kalangan terpelajar Indonesia, dan diajukan ke dalam Sidang Konferensi Narkai pada 1940, akan tetapi ditolak mentah-mentah.

Rancangan tersebut disimpan menunggu saat yang tepat. Seperti tak kenal menyerah pada saat pendudukan Jepang mereka kembali mencoba untuk membentuk Badan Palang Merah Nasional, namun sekali lagi upaya itu mendapat halangan dari Pemerintah Tentara Jepang sehingga untuk yang kedua kalinya rancangan tersebut kembali disimpan.

Proses pembentukan PMI dimulai 3 September 1945 saat itu Presiden Soekarno memerintahkan Dr. Boentaran (Menkes RI Kabinet I) agar membentuk suatu badan Palang Merah Nasional.

Dibantu panitia lima orang yang terdiri dari Dr. R. Mochtar sebagai Ketua, Dr. Bahder Djohan sebagai Penulis dan tiga anggota panitia yaitu Dr. R. M. Djoehana Wiradikarta, Dr. Marzuki, Dr. Sitanala, Dr Boentaran mempersiapkan terbentuknya Palang Merah Indonesia. Tepat sebulan setelah kemerdekaan RI, 17 September 1945, PMI terbentuk. Peristiwa bersejarah tersebut hingga saat ini dikenal sebagai Hari PMI.

Peran PMI adalah membantu pemerintah di bidang sosial kemanusiaan, terutama tugas kepalangmerahan sebagaimana dipersyaratkan dalam ketentuan Konvensi-Konvensi Jenewa 1949 yang telah diratifikasi oleh pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1958 melalui UU No 59.

Sebagai perhimpunan nasional yang sah, PMI berdiri berdasarkan Keputusan Presiden No 25 tahun 1950 dan dikukuhkan kegiatannya sebagai satu-satunya organisasi perhimpunan nasional yang menjalankan tugas kepalangmerahan melalui Keputusan Presiden No 246 tahun 1963.

 

sumber

 

Logo PMI Palang Merah Indonesia

Sejarah Pengesahan UUD 1945

Perumusan dan Pengesahan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.gif

Bangsa Indonesia dengan semangat pantang menyerah dan penuh pengorbanan jiwa raga akhirnya merdeka pada tanggal 17 Agsutus 1945. Semenjak itu bangsa Indonesia dapat mengatur pemerintahannya sendiri. Pada tanggal 18 Agustus 1945 PPKI berhasil mengesahkan UUD 1945.

Pada tanggal 17 Agustus 1945 Kemerdekaan Indonesia sudah berhasil diproklamirkan, namun sebagai negara merdeka, Indonesia belum memiliki kelengkapan negara. Kelengkapan negara tersebut diantaranya: dasar negara dan undang-undang dasar, presiden dan wakil presiden, serta susunan kabinet dan badan perwakilan rakyat. Untuk mengisi kelengkapan itulah maka padatanggal 18 Agustus 1945, PPKI mengadakan sidangnya yang pertama dan bertempat di Gedung Kesenian Jakarta, Jl. Pejambon. Rapat dipimpin oleh Ir. Soekarno (Ketua) dan Drs. Mohammad Hatta (wakil ketua), dengan 28 anggota. Rapat dimulai pada pukul 11.00 WIB. Setelah melalui pembahasan secara musyawarah dan mufakat, akhirnya rapat tersebut menghasilkan tiga keputusan dasar, yaitu:

  1. Mengesahkan Undang-Undang Dasar.
  2. Memilih presiden dan wakil presiden.
  3. Untuk sementara waktu presiden dibantu oleh sebuah Komite Nasional.

Undang-Undang Dasar ini merupakan hasil dari sidang BPUPKI (tanggal 10-16 Juli 1945) yang masih berupa Rancangan Undang-Undang Dasar. Pada sidang PPKI tanggal 18-8-1945, dalam pembahasan mengenai undang-undang dasar diadakan beberapa perubahan atas usul Drs. Mohammad Hatta, yaitu:

Sila pertama Pancasila menyatakan bahwa: “Berdasarkan kepada ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” diubah menjadi “Berdasarkan kepada ketuhanan Yang Maha Esa”.

Bab III Pasal 6 menyatakan, bahwa Presiden ialah orang Indonesia asli yang beragama Islam” diubah Presiden ialah o rang Indonesia asli”.

Usul tersebut didasarkan atas kepentingan dan kerukunan nasional. Dalam sidang sehari itu, Rancangan UUD disahkan dan ditetapkan sebagai UUD negara yang sekarang dikenal dengan nama UUD 1945.

Sumber