Soundtrack Crazy Rich Asians part 2

crazy-rich-asians-poster-1533749856

 

 

 

 

11. Wo Yao Ni De Ai (I Want Your Love – I Want to be My Baby) – Jasmine Chen 

 

Setelah muncul pada adegan pesta Tan Hua, Jasmine Chen kembali hadir dalam film dengan menyanyikan Wo Yao Ni De Ai pada resepsi pernikahan Colin dan Araminta. Adapun, walaupun telah membuat koreografi untuk sepanjang lagu, banyak adegan dipotong termasuk dansa antara Astrid (Gemma Chan) dan Charlie (Harry Shum Jr.) yang diputuskan disimpan untuk film kedua.

12. Yellow – Katherine Ho

Pada awalnya, Yellow tidak diijinkan oleh Coldplay untuk masuk dalam soundtrack Crazy Rich Asians karena kata ‘yellow’yang mengandung konotasi negatif pada kaum Asia. Walaupun demikian, Jon M. Chu tidak menyerah dan memutuskan untuk menulis surat pribadi kepada Coldplay. Beberapa jam kemudian, ijin tersebut diberikan dan hingga saat ini lagu yang dinyanyikan kembali dalam bahasa Mandarin oleh Katherine Ho dalam film (dimainkan saat Nick melamar Rachel di pesawat) ini menjadi lagu yang paling sering diputar dari soundtrack ini.

13. Vote – Miguel

Dinyanyikan oleh Miguel, lagu Vote menjadi satu dari sedikit lagu berbahasa Inggris yang hadir dalam soundtrack Crazy Rich Asians. Adapun, Vote menjadi lagu pertama yang diputar untuk menutup kredit Crazy Rich Asians (termasuk pada adegan mid-credit scene)

14. Money (That’s What I Want) – Cheryl K (feat. Awkwafina)

Selain berperan sebagai Peik Lin, Awkwafina juga menyumbang bakat rapnya dalam lagu Money (That’s What I Want). Lagu ini diputar pada kredit usai lagu Vote yang dinyanyikan oleh Miguel.

 

Sumber

Advertisements

Soundtrack Crazy Rich Asians part 1

crazy-rich-asians-poster-1533749856

 

1. Jasmine Chen –  Waiting For Your Return

Menjadi lagu pembuka kredit Crazy Rich AsiansWaiting For Your Return pertama kali dinyanyikan oleh Zhou Xianpada tahun 1937. Selama beberapa dekade, lagu ini dinyanyikan kembali oleh banyak penyanyi termasuk Teresa Teng. Dalam film, lagu ini dinyanyikan oleh Jasmine Chen, penyanyi Jazz asal Tiongkok yang turut mengisi beberapa lagu lain dalam soundtrack ini.

2. Money (That’s What I Want) – Cheryl K

Dirilis tahun 1963, versi orisinal Money (That’s What I Want) dinyanyikan oleh Barrett Strong. Dalam film, lagu ini dinyanyikan oleh Cheryl K, penyanyi Malaysia yang pada awalnya mengikuti audisi untuk peran dalam film dengan menyanyikan lagu Mamma Knows Best (Jessie J). Adapun, dalam film Money (That’s What I Want) dinyanyikan setengah dalam bahasa Mandarin dan setengah lagi dalam bahasa Inggris.

 

3. Wo Yao Ni De Ai (I Want Your Love – I Want to be My Baby) – Grace Chang

Wo Yao Ni De Ai merupakan salah satu lagu terpopuler dari penyanyi Jazz asal Hongkong, Grace Chang atau yang dikenal dengan nama Ge Lan. Dalam film, lagu ini diputar ketika Rachel Chu (Constance Wu) dan Nick Young (Henry Golding) tiba di Singapura dan melakukan petualangan kuliner di pasar malam.

4. My New Swag – VaVa (feat. Ty. dan Nina Wang)

Selain berisi lagu-lagu pop modern yang dinyanyikan dalam bahasa Mandarin, soundtrack Crazy Rich Asians juga memuat lagu dari Ratu Rap Tiongkok, Vava yang berjudul My New Swag. Uniknya, lagu ini menggabungkan ketukan dan musik hip-hop dengan melodi tradisional Tiongkok

5. Give Me a Kiss – Jasmine Chen

Lagu kedua yang dinyanyikan oleh Jasmine Chen dalam soundtrack adalah Give Me A Kiss. Dinyanyikan versi mandarinnya oleh Zhang Lu, lagu ini merupakan adaptasi dari lagu berbahasa Inggris Patsy Cline yang berjudul Seven Lonely Days

6. Ren Sheng Jiu Shi Xi – Yao Lee

Selain Grace Chang, penyanyi asal Tiongkok terkenal lainnya yang masuk ke dalam soundtrack Crazy Rich Asians adalah Yao Lee. Lagu dari penyanyi yang mengawali karirnya pada usia 14 tahun ini diputar ketika Rachel dikenalkan kepada Shang Su Yi (Lisa Lu), nenek Nick.

7. Ni Dong Bu Dong (Do You Understand) – Lilan Chen

Lagu Mandarin abad 20 lain yang turut hadir dalam soundtrack adalah Ni Dong Bu Dong (Do You Understand) yang dinyanyikan oleh Lilan Chen. Dalam film, lagu ini diputar ketika pesta bujang yang diadakan oleh Bernard Tai (Jimmy O. Yang) untuk Colin Khoo (Chris Pang).

8. Wo Yao Fei Shang Qing Tian – Grace Chang

Dinyanyikan oleh Grace Chang, Wo Yao Fei Shang Qing Tian pertama kali hadir dalam soundtrack dari film Air Hostess (1959) Dalam film, lagu ini diputar ketika Rachel datang berkunjung ke rumah Nick untuk membuat pangsit bersama keluarga besar kekasihnya.

9. Material Girl (200 Du) – Sally Yeh

Dipopulerkan oleh Madonna, Material Girl (200 Du) dinyanyikan kembali dalam bahasa Kanton oleh Sally Yeh. Mengiringi adegan make over Rachel sebelum ke pesat pernikahan Colin, kepada Entertainment Weekly  Gabe Hilfer(supervisor musik Crazy Rich Asians)  bahwa versi cover ini cocok dengan adegan tersebut.

“Itu hanya sangat sempurna… Kami telah mencoba yang lain di sana, dan adegan tersebut pada awalnya lebih panjang dan berbeda, namun ketika kami mengkosolidasikan dan menutupinya, itu hanya terasa sangat sempurna untuk adegan ini.”

10. Can’t Help Falling in Love – Kina Grannis

Sejak awal pembuatan film, baik Jon M.Chu maupun Gabe Hilfer telah memutuskan untuk menggunakan lagu Can’t Help Falling in Love (Elvis Presley) untuk adegan pernikahan Crazy Rich Asians. Familiar dengan Kina Grannis, penyanyi keturunan Jepang-Amerika yang sebelumnya telah menyanyikan kembali lagu ini, Grannis untuk merekam kembali untuk menyesuaikan tempo dengan adegan ketika Araminta Lee (Sonoya Mizuno) menyusuri lorong pernikahan yang dialiri air.

“Itu adalah lagu pernikahan yang begitu indah, dan kami ingin menyesuaikannya untuk ketika air membanjir jalur dan sang pengantin masuk. [Kina] ingin berpartisipasi dan memiliki waktu, dan saya benar-benar merasa dia menambah elemen keanggunan dan kelas,” ungkap Hilfer kepada Entertainment Weekly.

 

Sumber

Soundtrack The Nun

the nun

You Belong to Me” is a romantic popular music ballad from the 1950s.

You Belong to Me” is credited to Pee Wee King, Chilton Price and Redd Stewart.

Price, a songwriting librarian at WAVE Radio Louisville, had written the song in its virtual entirety as “Hurry Home to Me” envisioning the song as an American woman’s plea to a sweetheart serving overseas in World War II. Afforded songwriting credit on the song mostly in exchange for their work in promoting it, King and Stewart did slightly adjust Price’s composition musically and lyrically, shifting the focus from a wartime background “into a kind of universal song about separated lovers” and changing the title to “You Belong to Me”. Price had previously had success with another hit which she had written, “Slow Poke”, under a similar arrangement with the two men.

The first 1952 recording of the song was by Joni James. She had seen the sheet music in the Woods Building in Chicago and the lyrics attracted her. She recorded the song in February, 1952, in Chicago and it was released in March on the local Sharp Records label. After she signed to MGM, it was reissued as her second single on that label on August 5, 1952, after Jo Stafford, Patti Page and Dean Martin had covered it. James’ version also was issued on M-G-M Records for national distribution. The best-known early 1952 version of the song was recorded after James’ recording by Sue Thompson on Mercury’s country label as catalog number 6407. It was soon covered by Patti Page, whose version was issued by Mercury as catalog number 5899, with “I Went to Your Wedding” (a bigger Patti Page hit, reaching No 1) on the flip side. It entered the Billboard chart on August 22, 1952, and lasted 12 weeks on the chart, peaking at No. 4.

A cover version by Jo Stafford became the most popular version. Issued by Columbia Records as catalog number 39811, it was Stafford’s biggest hit, topping the charts in both the United States and the United Kingdom (the first song by a female singer to top the UK Singles Chart). It first entered the US chart on August 1, 1952 and remained there for 24 weeks. In the UK, it appeared in the first ever UK chart of 14 November 1952 (then a top 12) and reached number 1 on 16 January 1953, being only the second record to top such chart, remaining in the chart for a total of 19 weeks. Another cover version, by Dean Martin, released by Capitol Records as catalog number 2165, was also in play at that time. This version first entered the chart on August 29, 1952, and remained on the chart for 10 weeks, reaching No. 12. All the versions were combined in the rankings on the Cash Boxcharts, and the song reached No. 1 on those charts as well, lasting on the chart for more than half a year.

In 1958, the song crossed over into rock for the first time on the Capitol album Gene Vincent Rocks and the Blue Caps Roll. A later version of the song, by the Duprees, also made the Billboard Top 10, reaching No. 7 in 1962. It was recorded by many other pop vocalists, including Patsy Cline and Bing Crosby. A solo acoustic version was recorded by Bob Dylan for the 1992 album Good as I Been to You but was eventually left off as an out-take; the recording surfaced two years later in the soundtrack for the 1994 film Natural Born Killers.

A loop of Jo Stafford’s introduction was used by Caviar in “The Good Times Are Over” repeatedly throughout the song.

The song has also appeared on many soundtracks. Vonda Shepard’s cover was used frequently on the TV series Ally McBeal alongside romantic scenes of Ally McBeal and Billy Thomas. A version by Jason Wade was part of the soundtrack to the 2001 animated film Shrek. Singer Tori Amos also recorded the classic for the Julia Roberts film Mona Lisa Smilein 2003. Actress Rose McGowan sang it on the soundtrack for the Planet Terror segment of the 2007 film Grindhouse.

Mary Higgins Clark referenced the song throughout her novel of the same name, which was published by Pocket Books on April 1, 1999.

In the British film The Deep Blue Sea (released 2011), directed by Terence Davies, the drinkers in a London pub perform the song which later modulates into Jo Stafford’s version.

The song was also featured in the 2013 video game BioShock Infinite as part of its Burial at Sea story add-on. In the game the song is performed by the lead character Elizabeth and sung by her voice actress, Courtnee Draper (with fellow actor Troy Baker, who had previously portrayed Booker DeWitt, in said game) providing accompanying Acoustic guitar; footage of Draper performing the song in the recording studio is shown during the game’s end credits.

 

 

Sumber

Membangkitkan Kenangan 14 tahun lalu.

eiffel-im-in-love-2
Setelah 14 tahun terlewati, rumah produksi Soraya Intercine Films menghadirkan film ‘Eiffel… I’m in Love 2’. Sama seperti film pertamanya, ‘Eiffel… I’m in Love 2’ akan kembali menampilkan perjalanan cinta Adit (Samuel Rizal) dan Tita (Shandy Aulia).
Film ini akan tayang pada 14 Februari 2018, tepat di hari Valentine.
Buat kamu yang sempat baper karena film terdahulunya, ‘Eiffel… I’m in Love’,  punya lagu-lagu dari soundtrack film pertamanya yang akan akan mengobati kerinduanmu. Melly Goeslow selaku penyanyi dan pencipta lagu bersama suaminya, Anto Hoed, memang paling tahu lagu yang tepat untuk film yang tayang di tahun 2003 ini.
1. Bercintalah Denganku
Mengertilah aku resah,
Mungkinkah aku cemburu,
Tolonglah tenangkan aku,
Putuskan dia bercintalah denganku.
Lagu ini merupakan suara hati Adit yang melihat hubungan mesra Tita dengan kekasihnya, Ergi (Yogi Finanda). Padahal, Ergi selingkuh di belakang Tita.
Buat kamu yang pernah merasakan hal ini atau sedang mengalami hal ini, lagu ini dijamin bikin kamu baper. ‘Bercintalah Dengaku’ akan mewakili perasaanmu yang kamu telah pendam sejak lama.
2. Ternyata
Terpikir olehku saat ku merenung,
Melambungkan benci tanam dihatiku,
Surtout, pense pas de mal de moi de mon romantisme,
Taimer,
si fort toujours si lain dans la folie tu vois.
Kau bisa menyayang seperti layaknya,
Pria mencintai seorang wanita.
Ternyata aku cinta dan ku takut, Kehilangan dirimu yang ku kasihi, Ternyata kau pun mencintai aku, Lebih dari yang ku fikir sebelumnya.
Di lagu ini, Melly Goeslow berduet dengan penyanyi Yann Koolkynky. Yann Koolkynky adalah sosok yang menyanyikan lirik berbahasa Prancis di lagu ini.
‘Ternyata’ lagu yang mewakili perasaan Adit dan Tita saat keduanya merasa bimbang akan perasaan mereka sendiri. Lagu ini adalah pengakuan Adit dan Tita dalam bentuk musik. Kamu sama dia begini juga, enggak?
3. Tidak Tahan Lagi
Tak tahan lagi, Ingin bertemu,
Berjuta kata,
Ingin ku ucap,
Selama kau pergi, Tak ada lagi,
Teman dalam sepiku.
Bulan mendekap,
Wajah yang murung,
Serpihan rindu,
Ingin ku sapu,
Sepiku hilang,
Saat kau hadir,
Menepis semua gundah.
Lagu ini diputar ketika Tita ingin menyusul Adit ke Prancis. Rasa tidak sabar seakan meledak di dalam dada Tita, dan Melly menjadikannya sebagai sebuah lagu bertempo cepat.
Kalau kamu, masih tahan untuk enggak ketemu dia?
4. Eiffel… I’m in Love
‘Eiffel… I’m in Love’ merepresentasikan suasana Prancis. Dan lagu ini terasa tepat dihadirkan sebagai soundtrack film besutan Nasri Cheppy tersebut karena tidak ada lagi lirik di lagu ini. Ya, lagu ini hanyalah sebuah instrumental yang mengiringi kisah Adit dan Tita saat berada di Prancis.
Di lagu ini, kamu bisa mendengar alunan musik dari alat musik seperti akordion dan klarinet
5. Pujaanku
Memetik gitar menyanyi syair yang tulus, Persembahan kalbuku, Nantikan kau di tidur lelapku, Pujaanku.
Ini dia lagu yang menjadi main soundtrack ‘Eiffel… I’m in Love’. Di lagu ini, Melly berduet dengan Kadri Mohamad atau Jimmo, seorang penyanyi rock, advokat, sekaligus vokalis band bernama The KadriJimmo.
Intro dibuka dengan permainan solo gitar yang apik dan iconic. Suara Melly yang nyaris mendesah dan berat membuat lagu ini terdengar syahdu, melahirkan nuansa romantis di antara Adit dan Tita.
Popularitas ‘Pujaanku’ bisa dibilang hampir sama dengan popularitas lagu-lagu Melly yang dijadikan soundtrack, seperti lagu ‘Ada Apa dengan Cinta?’ yang ia nyanyikan bersama Eric. Terbukti, ‘Pujaanku’ tidak kalah menarik dengan film ‘Eiffel… I’m in Love’.
Nah, kalau kamu, siapa pujaanmu?

Joseph Bishara

Joseph-Bishara

 

Joseph Bishara (born July 26, 1970) is an American composer, producer, and actor, best known for his work scoring films such as Insidious11-11-11Dark Skies, and The Conjuring. Bishara’s career began with the 1998 Biblical drama Joseph’s Gift, though he composes music for mainly horror and thriller films and has collaborated several times with director James Wan. Projects by directors John Carpenter and Joseph Zito, and musicians Ray Manzarek and Diamanda Galás have incorporated Bishara’s work. He has also functioned as a producer on Repo! The Genetic Opera and other projects.

Early endeavors

After an early influence of classical music, Bishara began experimenting with electronic and experimental music, becoming interested in Tangerine Dream. He became engrossed in horror film scores after watching the silent film The Cabinet of Dr. Caligari and the horror classic Nosferatu. In the late 1980s he became a member of the industrial band Yesterday’s Tears, which later was known as Drown. By around 1994, he was signed to a record and touring contract with Drown.

Film scoring

Although Bishara’s film score work began with the Biblical drama Joseph’s Gift in 1998, most of his subsequent work has comprised horror films like Unearthed and The Gravedancers in 2006 and Night of the Demons in 2016.

He began to be the subject of more media attention with the James Wan film Insidious in 2011. The New York Times film critic Mike Hale remarked that Bishara’s score helped the film recover from some of its negative attributes such as “pedestrian camerawork”.  Writing for Howlin’ Wolf Records, Jason Comerford referred to the score as a “dense, bristling effort jam-packed with invention and energy”. The score was performed by a string quartet accompanied by Bishara producing sounds on a rusted piano using hammers, files, and other “experimental instruments” of his design. Much of the score was recorded before Wan began shooting the film, the musicians improvising some parts as they went along but following Bishara’s broad structure and concept. Bishara began sending completed recordings to Wan as he was editing the film so Wan could work the score into the film according to the structure he desired. Though film score composers are typically more involved in music placement, Bishara noted the process used on Insidious felt “free”. Bishara also acted in the film, portraying a demon that served as the film’s main antagonist.

Bishara went on to score the Darren Lynn Bousman film 11-11-11. In 2013, Bishara worked with Scott Stewart to score the science fiction horror film Dark Skies. Writing for Film Journal International, Justin Lowe referred to the score as “unnerving” but suitably within the background of the action. He then reunited with director Wan to compose the score for The Conjuring. He also portrays an entity named Bathsheba in the film. Wan’s producers gave him wide latitude to decide who he wanted to work with him on the film, so he brought back many of the crew from Insidious, including Bishara. Bishara scored the sequel to InsidiousInsidious: Chapter 2 (2013), but did not return to portray the demon.

In 2014, Bishara scored the John R. Leonetti horror film Annabelle, for which he received an ASCAP Top Box Office Films award. He next composed the score for a segment of the 2014 anthology film V/H/S: Viral, “Gorgeous Vortex”, as well as the James Wan production Insidious: Chapter 3, and another horror film, The Vatican Tapes, on which he replaced Mike Patton of Faith No More.

2016 saw Bishara score the horror thriller The Other Side of the Door and return to work with James Wan, scoring The Conjuring 2 and appearing in the film as an entity named the “Winged Creature”. He is also slated to score the 2018 installment in the Insidious film series, Insidious: The Last Key.

Production and sound design

In addition to composing, Bishara has worked in other aspects of film production, providing sound design services for John Carpenter’s Ghosts of Mars and acting as music producer for Repo! The Genetic Opera. The Ghosts of Mars project involved programming and remixing music composed by Carpenter and determining how it would be integrated into the film. In 2015, Bishara helped produce the song “Shroud” on rapper Tech N9ne’s album Special Effects.

Musical style

Bishara is known to be fond of horror, and he has stated that he favors composing for the genre above others: “It is the one that had the most energy for me. There always just seemed to be something a little bit more compelling about being on the edge of everything going away.” He is known for his avant-garde style and unique approach to instrumentation and composition that suits horror films particularly well. Music journalists have noted his disregard for horror film score conventions, employing “gut-wrenching string dissonance, haunting electronic sounds and sudden crescendoes” and using strings and percussion to create effects designed to evoke “maximum shock effect” in the listener.

Selected filmography

Composer

  • Joseph’s Gift (1998)
  • The Convent (2000)
  • Power Play (2003)
  • The Gravedancers (2006)
  • Unearthed (2007)
  • Autopsy (2008)
  • Night of the Demons (2009)
  • Insidious (2010)
  • 11-11-11 (2012)
  • Dark Skies (2013)
  • The Conjuring (2013)
  • Insidious: Chapter 2 (2013)
  • Annabelle (2014)
  • Grace: The Possession (2014)
  • V/H/S: Viral (segment, Gorgeous Vortex) (2014)
  • Insidious: Chapter 3 (2015)
  • The Vatican Tapes (2015)
  • Tales of Halloween (segments, TrickFriday the 31st) (2015)
  • The Other Side of the Door (2016)
  • The Conjuring 2 (2016)
  • The Worthy (2016)
  • Applecart (2017)
  • Insidious: The Last Key (2018)
  • The Children (2018)

Actor

  • Insidious – Lipstick-Face Demon
  • The Conjuring – Bathsheba
  • Annabelle – Demon
  • Insidious: Chapter 3 – Lipstick-Face Demon
  • The Conjuring 2 – Winged Creature
  • Annabelle: Creation – Annabelle Demon
  • Insidious: The Last Key – Lipstick-Face Demon

 

 

 

Sumber