Temu Kangen Ari Lasso, Once dan Dewa 19 di Synchronize fest 2018.

dewa-19-reuni-dengan-ari-lasso-dan-once-mekel-di-synchronize-fest-2018-U2qWc3H2RC

 

 

 

Gelaran Synchronize Fest 2018 hari terakhir, Minggu (7/10/2018) malam jadi ajang reuni bagi Ari Lasso, Dewa 19 dan Once Mekel.

Mereka mengobati kerinduan penonton terhadap lagu-lagu Dewa 19, serta formasi yang utuh.

Ari Lasso, menjadi vokalis dalam 2 lagu pembuka, yakni Restu Bumi dan Bukan Siti Nurbaya.

“Malam ini, teman-teman di Synchronize Fest akan menjadi saksi reuni yang cukup langka,” katanya.

Ahmad Dhani, pun turut beraksi di belakang keyboardnya. Penampilan mereka malam tadi dibantu oleh Adra Junaidi, gitaris Andra & The Backbone.

Ari lantas merampungkan gilirannya menjadi vokalis malam tadi, dengan membawakan ‘Satu Hati’, ‘Kirana’ ‘Cinta Kan Membawamu’, serta ‘Kangen’.

 

Lagu-lagu tersebut pun membuat penonton tak menahan diri untuk ikut bernyanyi.

Setelahnya, giliran Once naik panggung.

Ia yang mengenakan kaos hitam, langsung menyanyikan ‘Roman Picisan dan ‘Sayap Sayap Patah’ sebagai pembuka.

“Apa kabar semua? Istimewa hari ini, terima kasih teman-teman yang datang yang sudah mengikuti perjalanan Dewa dari masa (vokalisnya masih) Ari Lasso, sampai masa saya,” katanya.

Once pun tak pelit aksi jntuk berkeliling setiap sisi panggung.

Lagu ‘Dua Sejoli’, ‘Risalah Hati’ ‘Cemburu’ pun dibawakan Once dan Dewa 19.

Pada lagu Airmata yang ditujukan kepada korban gempa, Ahmad Dhani meninggalkan keyboardnya dan menyambangi sisi depan panggung. Bersama Once, ia memyelesaikan tembang tersebut.

Penampilan reuni tersebut pun ditutup dengan kolaborasi Once dan Ari Lasso, dalam lagu ‘Kamulah Satu-satunya’, dan ‘Separuh Nafas’.

Lagu Separuh Nafas pun menjadi lagu terakhir, diiringi oleh pertunjukan kembang api.

Usai tampil, para personil Dewa 19, Once Mekel dan Ari Lasso pun terlihat berfoto bersama di atas panggung.

Sumber

 

Advertisements

Synchroniza Festival 2018

 

scyn

Synchronize Fest merupakan festival musik multi-genre tahunan berskala nasional yang mengundang puluhan ribu audience untuk merayakan keberagaman jenis musik hidup di lima panggung selama tiga hari, tiga malam, menikmati suguhan 100-an pertunjukan terkurasi dari artis-artis terfavorit dan terbaik tanah air yang datang dari dekade ’70-an, ’80-an, ’90-an hingga 2000-an. Seluruh genre musik populer bakal ditampilkan di Synchronize Fest .

Mulai dari genre pop, R&B, rock & roll, blues, folk, jazz, punk, heavy metal, hiphop, reggae, ska, atau sub-genre hardcore, metalcore, death metal, grindcore, industrial rock, new wave, indie pop, alternative rock/grunge, bossa nova, komedi bahkan hingga dangdut pun akan ikut ditampilkan di pergelaran ini. Selain menikmati ratusan pertunjukan musik, Synchronize Fest juga akan menyuguhkan berbagai pengalaman terkurasi lainnya bagi para audience, di antaranya adalah Outdoor Cinema, Art & Merch Market, Records Fair hingga F&B Festival. Rincian mengenai program-program tersebut akan dijelaskan lebih lanjut dalam rilis pers berikutnya. Sejarah digelarnya Synchronize Fest sendiri terjadi pada tahun 2000. Berawal dari semangat militan sekelompok anak muda yang mempelopori festival musik elektronik hingga akhirnya sembilan tahun kemudian, pada Februari 2009, berkembang menjadi sebuah festival musik tiga hari yang menampilkan beragam aksi terbaik dari kancah hiburan musik hidup tanah air di Plaza Indonesia Entertainment X’nter, Jakarta.

scynchronize festival 1

 

scynchronize festival 2

 

scynchronize festival 3

 

 

Sumber