Hari Jantung Sedunia

images-1

Yayasan Jantung Indonesia (Inggris: Indonesian Heart Foundation) adalah lembaga nirlaba yang fokus kepada peningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya upaya pencegahan Penyakit Jantung dan Pembuluh darah melalui pemasyarakatan Panca Usaha Jantung Sehat

Tujuan:

  • Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya upaya pencegahan Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah melalui pemasyarakatan Panca Usaha Jantung Sehat.
  • Turut menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas sehat sejahtera bebas penyakit jantung dan pembuluh darah.
  • Meningkatkan kemampuan masyarakat untuk menjaga kesehatan dirinya melalui penyuluhan tentang penyakit jantung dan pembuluh darah serta upaya pencegahannya..
  • Memberi bantuan operasi pada penderita kelainan/penyakit jantung tidak mampu.

 

Dalam peranannya didunia internasional Yayasan Jantung Indonesia adalah pemrakarsa berdirinya Asean Federation of Heart Foundation dan Asia Pacific Heart Network serta turut aktif dalam berbagai kegiatan internasional Federasi Jantung Sedunia seperti ; rangkaian acara Hari Jantung Sedunia dan Go Red for Women untuk mengingatkan kaum perempuan akan bahaya penyakit jantung dan pembuluh darah yang juga dilaksanakan di beberapa negara.

Yayasan Jantung Indonesia turut membantu WHO untuk menanggulangi masalah rokok sebagai faktor risiko, antara lain dalam kegiatan Southeast Asia Tobacco Control Alliance (SEATCA). berupa pawai obor beranting keliling Asia termasuk Indonesia. Kegiatan Hari Tanpa Rokok Sedunia sebagai salah satu program WHO.

 

 

Sumber

Dalam peranannya didunia internasional Yayasan Jantung Indonesia adalah pemrakarsa berdirinya Asean Federation of Heart Foundation dan Asia Pacific Heart Network serta turut aktif dalam berbagai kegiatan internasional Federasi Jantung Sedunia seperti ; rangkaian acara Hari Jantung Sedunia dan Go Red for Women untuk mengingatkan kaum perempuan akan bahaya penyakit jantung dan pembuluh darah yang juga dilaksanakan di beberapa negara.

Yayasan Jantung Indonesia turut membantu WHO untuk menanggulangi masalah rokok sebagai faktor risiko, antara lain dalam kegiatan Southeast Asia Tobacco Control Alliance (SEATCA). berupa pawai obor beranting keliling Asia termasuk Indonesia. Kegiatan Hari Tanpa Rokok Sedunia sebagai salah satu program WHO,

Dalam peranannya didunia internasional Yayasan Jantung Indonesia adalah pemrakarsa berdirinya Asean Federation of Heart Foundation dan Asia Pacific Heart Network serta turut aktif dalam berbagai kegiatan internasional Federasi Jantung Sedunia seperti ; rangkaian acara Hari Jantung Sedunia dan Go Red for Women untuk mengingatkan kaum perempuan akan bahaya penyakit jantung dan pembuluh darah yang juga dilaksanakan di beberapa negara.

Yayasan Jantung Indonesia turut membantu WHO untuk menanggulangi masalah rokok sebagai faktor risiko, antara lain dalam kegiatan Southeast Asia Tobacco Control Alliance (SEATCA). berupa pawai obor beranting keliling Asia termasuk Indonesia. Kegiatan Hari Tanpa Rokok Sedunia sebagai salah satu program WHO,

Advertisements

Hari Pariwisata Dunia

agenda-lingkungan-hidup-0927-world-tourism-daySejak tahun 1980, Organisasi Pariwisata Dunia merayakan Hari Pariwisata Sedunia setiap tanggal 27 September. Hari ini dipilih karena pada hari yang sama tahun 1970, Anggaran Dasar UNWTO (Organisasi Pariwisata Dunia) dirancang. Perancangan Anggaran Dasar ini dianggap sebagai tolak-ukur pariwisata dunia. Tujuan atas peringatan Hari Pariwisata Sedunia adalah untuk meningkatkan kesadaran akan peran pariwisata di komunitas internasional dan untuk menunjukkan dampak pariwisata akan nillai sosial, budaya, politik dan ekonomi dunia.

Pada pertemuan keduabelas di Istanbul, Turki, bulan Oktober 1997, Majelis Utama UNWTO memutuskan untuk menunjuk satu negara setiap tahun-nya untuk menjadi rumah dan bertindak sebagai rekan Organisasi dalam perayaan Hari Pariwisata Dunia. Tahun 2015, Burkina Faso menjadi tuan rumah penyelenggaraan Hari Pariwisata Dunia

 

Sumber

Nodame Cantabile, Great Anime with Classical Music Genre

 

nodame

Nodame Cantabile (Japanese: のだめカンタービレ Hepburn: Nodame Kantābire) is an anime series adapted from the manga written and illustrated by Tomoko Ninomiya, which has been serialized by Kodansha in the biweekly josei (aimed at younger adult women) manga magazine Kiss since January

2001, with publication ongoing, and collected in 21 bound volumes as of August 2008. It received the 2004 Kodansha Manga Award for shōjo manga, and is licensed in North America by Del Rey Manga, in France by Pika Édition, in Thailand by NED Comics, in Indonesia by Elex Media Komputindo, and in Taiwan by Tong Li Comics.

The series was animated by J.C.Staff and produced by Fuji TV, comprising three seasons to date, with an original video animation

(OVA) released 10 August 2009. The first season, called just Nodame Cantabile, was directed by Kenichi Kasai and the second season, called Nodame Cantabile: Paris Chapter, by Chiaki Kon. Both seasons starred Ayako Kawasumi as Megumi “Nodame” Noda and Tomokazu Seki as Shinichi Chiaki. Several works of classical music were featured in each episode under the musical direction of Suguru Matsutani. The orchestral music was performed by Nodame Orchestra, which consisted of members specially selected for the live-action drama of Nodame Cantabile, with professional support from the Tokyo Metropolitan Symphony Orchestra. The

opening theme of season one was “Allegro Cantabile” by Suemitsu & The Suemith, and the ending themes were “Konna ni Chikaku de…” by Crystal Kay (episodes 1–12), “Sagittarius” by Suemitsu & the Nodame Orchestra (episodes 13–22), and “Allegro Cantabile” by Suemitsu & The Suemith (episode 23). The opening theme for the second season was “Sky High” by The Gospellers (with melody taken from the Third movement (Allegro scherzando) of Rachmaninoff’s Piano Concerto No. 2), and the ending theme was “Tokyo et Paris” (東京 et Paris, lit. “Tokyo and Paris”) by Emiri Miyamoto x solita (with variations on the theme from Ravel’s Boléro). The opening theme for season three was “Manazashi ☆ Daydream” by Yuu Sakai, and the ending theme was “Kaze to Oka no Ballad” by Real Paradis with Nodame Orchestra.

The series aired on Fuji TV and associated stations in the Noitamina time slot. The first season was broadcast in 23 episodes from 11 January to 28 June 2007, and the second season was broadcast in 11 episodes from 8 October 2008 to 18 December 2008. The opening episode of season one broke the record for audience share for its time-slot.

The first season was released on 8 DVDs between April and November 2007. The first DVD volume debuted at number 3 on the Oricon chart for anime the week it went on sale.A box set was released in February 2008 with an additional 15-minute original video animation (OVA), taking place between episodes 8 and 9. An English Dub of this Series is being aired all over Asia on Animax Asia since July 7, 2010.

Source

 

Keseruan Gathering Concert Serenata PMC 2017 Part I!!

IMG_0285.JPG

Hi! Pada 16 September 2017 kemarin, Serenata PMC baru saja menyelenggarakan event Gathering Concert 2017 Part I di Mal Ciputra, Cibubur. Seru banget acaranya!

Acara ini merupakan salah satu ajang di SPMC sebagai sarana penyaluran bakat seni dari seluruh siswa SPMC. Gathering Concert di kemas dalam bentuk kompetisi dengan beberapa kategori pemenang seperti : Solo Contest, Solo Accompaniment Contest, Solo Genre : Pop, Solo Genre : Classic, Favorite Work, dan satu kategori baru yaitu Best Outfit.

Kompetisi di Gathering Concert 2017 ini di bagi menjadi 2 part dan berbagai sesi sesuai kategori usia, karena beda usia tentu beda juga kemampuan musiknya. Gathering Concert Part II akan di laksanakan pada tanggal 28 Oktober 2017.

Selain kompetisi musik, acara ini juga di selingi berbagai kegiatan menarik dan seru seperti performance dari beberapa guest star dan teachers.

Last but not least… Selamat kepada kepada para pemenang di Gathering Concert tahun ini ya! Dan yang belum menang jangan khawatir, masih banyak event Serenata PMC yang dapat di ikuti.

IMG_0138-01.jpeg

Hari Perdamaian Internasional

Hari Damai Dunia

Hari Perdamaian Internasional (bahasa Inggris: International Day of Peace), terkadang secara tidak resmi ada yang menyebutnya Hari Perdamaian Dunia (World Peace Day), diperingati setiap tahun pada tanggal 21 September. Peringatan ini didedikasikan demi perdamaian dunia, dan secara khusus demi berakhirnya perang dan kekerasan, misalnya yang mungkin disebabkan oleh suatu gencatan senjata sementara di zona pertempuran untuk akses bantuan kemanusiaan. Hari Perdamaian Internasional pertama kali diperingati tahun 1982, dan dipertahankan oleh banyak negara, kelompok politik, militer, dan masyarakat. Pada tahun 2013, untuk pertama kalinya, hari peringatan ini didedikasikan oleh Sekretaris Jenderal PBB untuk pendidikan perdamaian, sebagai sarana pencegahan yang penting untuk mengurangi peperangan yang berkelanjutan.

Untuk membuka hari peringatan ini, Lonceng Perdamaian PBB dibunyikan di Markas Besar PBB (di Kota New York). Lonceng tersebut dibuat dari koin-koin yang disumbangkan oleh anak-anak dari seluruh benua selain Afrika, dan merupakan hadiah dari Asosiasi Perserikatan Bangsa-Bangsa dari Jepang, sebagai “suatu pengingat atas korban manusia akibat peperangan”; pada salah satu sisinya tertulis, “Long live absolute world peace” (Panjang umur perdamaian dunia sepenuhnya)

 

sumber

Tahun Baru Hijriyah ( tahun baru Islam)

Tahun-Baru-Islam1.png

 

Tahun Baru Islam merupakan suatu hari yang penting bagi umat Islam karena menandai peristiwa penting yang terjadi dalam sejarah Islam yaitu memperingati penghijrahan Nabi Muhammad saw. dari Kota Mekkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi. Peristiwa bersejarah itu terjadi pada 1 Muharram tahun baru bagi kalender Hijriyah. Namun Tahun Hijrah Rasulullah SAW dari Mekah ke Madinah itu diambil sebagai awal perhitungan bagi kalender Hijriyah.

Kalender Hijriyah secara resmi belum dimulai ketika zaman Rasulullah S.A.W. Kalender ini hanya dimulai pada zaman Khalifah Arrasyidin kedua yaitu Umar al-Faruq R.A. Ada beberapa saran dari para sahabat untuk penetapan tanggal bagi Madinah ketika itu, ada yang mengusulkan tahun Islam dimulai ketika kelahiran Nabi Muhammad SAW, ada yang mengusulkan awal tanggal Islam ditetapkan pada hari Rasulullah diangkat sebagai nabi dan rasul tetapi pandangan yang menyarankan awal tanggal Islam pada tanggal hijrah Nabi SAW.

Penetapan ini adalah untuk mengenangkan betapa pentingnya tanggal hijrah yang menjadi perubahan paradigma dalam sejarah agama Islam yang mana pertama kali dalam sejarah Islam seorang nabi dan rasul membentuk pemerintah dengan segala kesulitan dan berhasil membuat hubungan diplomatik dengan beberapa negara serta menyampaikan dakwah Islam secara global sehingga Islam tersebar ke merata dunia.

 

 

sumber

 

Hari Palang Merah Nasional

 

Berdirinya Palang Merah di Indonesia sebetulnya sudah dimulai sebelum Perang Dunia II, tepatnya 12 Oktober 1873.Pemerintah Kolonial Belanda mendirikan Palang Merah di Indonesia dengan nama Nederlandsche Roode Kruis Afdeeling Indië (NERKAI) yang kemudian dibubarkan pada saat pendudukan Jepang.

Perjuangan mendirikan Palang Merah Indonesia (PMI) diawali 1932. Kegiatan tersebut dipelopori Dr. R. C. L. Senduk dan Dr. Bahder Djohan dengan membuat rancangan pembentukan PMI. Rancangan tersebut mendapat dukungan luas terutama dari kalangan terpelajar Indonesia, dan diajukan ke dalam Sidang Konferensi Narkai pada 1940, akan tetapi ditolak mentah-mentah.

Rancangan tersebut disimpan menunggu saat yang tepat. Seperti tak kenal menyerah pada saat pendudukan Jepang mereka kembali mencoba untuk membentuk Badan Palang Merah Nasional, namun sekali lagi upaya itu mendapat halangan dari Pemerintah Tentara Jepang sehingga untuk yang kedua kalinya rancangan tersebut kembali disimpan.

Proses pembentukan PMI dimulai 3 September 1945 saat itu Presiden Soekarno memerintahkan Dr. Boentaran (Menkes RI Kabinet I) agar membentuk suatu badan Palang Merah Nasional.

Dibantu panitia lima orang yang terdiri dari Dr. R. Mochtar sebagai Ketua, Dr. Bahder Djohan sebagai Penulis dan tiga anggota panitia yaitu Dr. R. M. Djoehana Wiradikarta, Dr. Marzuki, Dr. Sitanala, Dr Boentaran mempersiapkan terbentuknya Palang Merah Indonesia. Tepat sebulan setelah kemerdekaan RI, 17 September 1945, PMI terbentuk. Peristiwa bersejarah tersebut hingga saat ini dikenal sebagai Hari PMI.

Peran PMI adalah membantu pemerintah di bidang sosial kemanusiaan, terutama tugas kepalangmerahan sebagaimana dipersyaratkan dalam ketentuan Konvensi-Konvensi Jenewa 1949 yang telah diratifikasi oleh pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1958 melalui UU No 59.

Sebagai perhimpunan nasional yang sah, PMI berdiri berdasarkan Keputusan Presiden No 25 tahun 1950 dan dikukuhkan kegiatannya sebagai satu-satunya organisasi perhimpunan nasional yang menjalankan tugas kepalangmerahan melalui Keputusan Presiden No 246 tahun 1963.

 

sumber

 

Logo PMI Palang Merah Indonesia