Jennie – Solo.

 

jennie-merupakan-member-pertama-blackpink-yang-mengeluarkan-album-solo-berjudul-SOLO

Jennie Kim alias Jennie Blackpink yang dikenal sebagai salah satu personel Blackpink, kini telah resmi menjadi anggota paling pertama yang bersolo karier dari grup tersebut. Judul lagu debutnya pun menggambarkan kiprahnya saat ini, “Solo”.

Berada di bawah payung YG Entertainment seperti grupnya, Jennie Blackpink merilis single “Solo” pada Senin, (12/11/2018) kemarin, waktu Korea Selatan. Bahkan, videonya sudah dirilis dan diunggah oleh akun resmi Blackpink.

Allkpop menyampaikan bahwa “Solo” ditulis oleh Teddy, produser Blackpink yang bernaung di bawah YG Entertainment. Lagu ini dikerjakannya bersama komposer 24.

Mendengarkan lagunya, “Solo” memiliki nuansa yang kental dengan warna hip-hop dan pop dengan lirik yang mudah dicerna serta melodi lagu yang gampang diingat.

Selain Jennie, YG Entertainment juga sedang menyokong para personel Blackpink lainnya untuk bersolo karier. Berikut lirik lagu Solo dari Jennie Blackpink beserta artinya dalam bahasa Inggris.

Lirik Lagu Solo dari Jennie (Bahasa Korea):

 

cheonjinnanman cheongsungaryeon

saechimhan cheok ijen jichyeo na

gwichanha

maeil mwo hae eodiya babeun jal ja

Baby jagi yeobo bogo sipeo

da bujileopseo

You got me like

igeon amu gamdong eopsneun

Love Story

eotteon seollemdo eotteon uimido

negen mianhajiman

I’m not sorry

oneulbuteo nan nan nan

bichi naneun sollo

bichi naneun sollo

I’m going solo lo lo lo lo lo

I’m going solo lo lo lo lo lo

Used to be your girl

Now I’m used to

being the GOAT

You’re sittin’ on your feelings

I’m sittin’ on my throne

I ain’t got no time

for the troubles in your eyes

This time I’m only lookin’ at me

myself and I

I’m goin’ solo

I’ma do it on my own now

Now that you’re alone

got you lookin’ for a clone now

So low

That’s how I’m gettin’ down

Destined for this and the crown

Sing it loud like

igeon amu gamdong eopsneun

Love Story

eotteon seollemdo eotteon uimido

negen mianhajiman

I’m not sorry

oneulbuteo nan nan nan

bichi naneun sollo

bichi naneun sollo

I’m going solo lo lo lo lo lo

I’m going solo lo lo lo lo lo

mannam seollem gamdong dwien

ibyeol nunmul huhoe geurium

holloin ge joha nan nadawoya hanikka

jayuroun baramcheoreom

gureum wie byeoldeulcheoreom

meolli gago sipeo balkge bichnago sipeo

bichi naneun sollo

I’m going solo lo lo lo lo lo

I’m going solo lo lo lo lo lo

 

 

Sumber

Advertisements

Konser Guns N’ Roses di Jakarta

Guns-N-Roses.jpg

 

 

Konser Guns N’ Roses di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Kamis (8/11/2018) malam, jadi pembuktian hubungan sang vokalis Axl Rose dan Slash yang semakin akrab.

Dipenuhi puluhan ribu penonton, konser Guns N’ Roses bertajuk Not in This Lifetime Tour itu memang menampilkan formasi lengkap, yakni Axl Rose, Slash, dan Duff McKagan.

Begitu juga dengan 3 personil lainnya, Richard Fortus pada rhythm guitar, Frank Ferrer pada drum dan Melissa Reese pada keyboard.

Axl Rose pun selalu memperkenalkan satu persatu personilnya dalam jeda penampilannya.

Hubungan Axl Rose dan Slash memang sempat renggang sampai akhirnya membaik. Keakraban keduanya pun terlihat saat Axl Rose memperkenalkan para personel. Giliran memperkenalman nama Slash, Axl pun menyebutnya dengan pendiam dan pemalu.

And the quiet and shy, name Slash (dan yang pendiam dan pemalu, Slash),” ucap Axl sambil merangkul Slash yang ikut tersenyum.

Tak lama kemudian, intro lagu “Patience” pun membuat penonton berteriak. Suara Axl bersiul pun mengiringi rintik gerimis yang turun.

Axl membawakan “Patience” dengan sepenuh hati. Para penonton pun terbawa suasana syahdu lagu yang bercerita tentang penantian itu.

Keakraban antara Axl dan Slash memang berdampak baik. Terbukti Guns N Roses menggelar tur dunia dengan tajuk ‘Not In This Lifetime Tour in Jakarta 2018’. Konser ini bisa dibilang juga sebagai konser reuni.

Dan Jakarta merupakan kota pembuka dari konser GNR di Asia. Sesuai jadwal, mereka akan menutup konser di Asia pada 21 November 2018 di Hong Kong. Setelah Jakarta, Guns N’ Roses akan langsung terbang ke Philipina.

 

Sumber

Konser di Borobudur, Mariah Carey Bikin Penonton Histeris

 

mariah-carey-siap-konser-di-candi-borobudur-PEz

 

Mariah Carey berhasil memberikan penampilan yang mempesona dalam HIMBARA Borobudur Symphony 2018 – Mariah Carey Live in Concert di Magelang, Jawa Tengah, Selasa (6/11/2018) malam. Sekitar 6000 penonton yang memadati lapangan Lumbini, Candi Borobudur, dibuatnya histeris.

Mariah Carey membuka konsernya dengan lagu “Fly Away”. Selanjutnya, lagu “Honey” membuat penonton ikut bernyanyi bersama. Tak lupa, dengan bahasa Indonesia terbata, dia pun mengucapkan terima kasih.

Di sela-sela aksi panggungnya, Mariah Carey memuji lokasi konser yang menurutnya sangat luar biasa. Keindahan Borobudur pun menginspirasinya untuk membawakan beberapa lagu yang berbeda dari yang sudah dibawakannya di kota-kota di Asia yang sebelumnya disinggahi.

It’s such a beautiful location (Ini tempat yang indah),” ujar Mariah Carey, yang langsung disambut gemuruh penonton.

Total sebanyak 14 lagu dinyanyikan oleh Mariah carey. Beberapa di antaranya adalah “I Don’t Wanna Cry” yang diambil dari album pertamanya, juga “Don’t Forget About Us”.

Tak kalah spesial, dia membawakan “The Distance” yang merupakan lagu dari album terbarunya, Caution, yang akan dirilis 16 November mendatang.

Mariah Carey benar-benar total  dalam konser persembahan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (PT TWC) dan Rajawali Indonesia Communication sebagai event consultant. Malam itu, dia berganti kostum tiga kali. Mulai dari sequin dress selutut, gaun panjang warna hitam, dan terakhir dress berwarna emas.

Terlihat juga dari tiga busana yang dikenakannya tertutup sopan. Tampaknya, Mariah memenuhi permintaan promotor untuk tampil sopan. Mengingat, lokasi pementasan merupakan cagar budaya.

Penampilan menawan Mariah Carey pun ditutup dengan lagu “Hero”. Tak lupa, dia mengucapkan terima kasih atas keramahan Indonesia.

Thank you so much. We love you,” ujarnya.

 

 

 

Sumber

Mike Mohede

mike mohede

 

Michael Prabawa Mohede atau Mike Mohede (lahir 7 November 1983 – meninggal 31 Juli 2016 pada umur 32 tahun) adalah penyanyi Indonesia. Ia adalah pemenang pertama dari salah satu ajang pencarian bakat, yaitu Indonesian Idol 2. Mike mengikuti audisi di Jakarta, dan perjalanannya terus berlanjut hingga babak final bersama Judika. Mike adalah seorang nasrani, dan sepupu dari penyanyi Frans Mohede.

Indonesian Idol

Mike mengikuti audisi untuk Indonesian Idol musim kedua di kota Jakarta. Selama bertanding di kontes pencarian bakat bernyanyi tersebut, langkah Mike bisa dapat dikategorikan aman, sebab dalam tiap penampilannya, Mike hampir dipastikan menuai pujian dari juri. Dia hanya dua kali masuk dalam voting 3 terbawah pada babak spectacular show yang ke delapan dan kesembilan.

Daftar lagu
  • Top 24: Right Here Waiting oleh Richard Marx
  • Top 12: Pupus oleh Dewa 19
  • Top 11: Kamulah Satu-Satunya oleh Dewa 19
  • Top 10: Bahasa Kalbu oleh Titi DJ
  • Top 9: Sinaran oleh Sheila Majid
  • Top 8: Mengejar Matahari oleh Ari Lasso
  • Top 7: Nada Kasih oleh Fariz RM
  • Top 6: Crazy Little Thing Called Love oleh Queen
  • Top 5: Jadikanlah Aku Pacarmu oleh Sheila on 7
  • Top 5: Unchained Melody oleh The Righteous Brothers
  • Top 4: Enggak Ngerti oleh Kahitna
  • Top 4: Roman Picisan oleh Dewa 19
  • Top 3: Bunda oleh Potret
  • Top 3: Because Of You oleh Keith Martin
  • Grand Final: Semua Untuk Cinta (lagu baru)
  • Grand Final: Bahasa Kalbu oleh Titi DJ
  • Grand Final: Ketika Kau Menyapa oleh Marcell Siahaan

Asian Idol

Setelah kemenangannya di Indonesian Idol, Mike terpilih untuk mewakili Indonesia di ajang yang bertaraf internasional, Asian Idol, setelah sebelumnya mengalahkan Delon (Runner up Indonesian Idol musim pertama), Ihsan (Juara Indonesian Idol musim ketiga) dan Rini (Juara Indonesian Idol di musim keempat) dalam babak Choose Your Idol.

Namun Mike harus rela menyerahkan gelar Asian Idol yang pertama pada Hady Mirza, juara Singapore Idol musim kedua. Setelah sebelumnya performa Mike menuai pujian dari seluruh dewan juri.

 

 

Sumber

Mariah Carey Live in Concert!

mariah-carey-siap-konser-di-candi-borobudur-PEz

 

 

 Mariah Carey, diva pop asal Amerika siap manggung di Taman Lumbini Candi Borobudur Magelang, Selasa (6/11/2018) malam ini.

Pelantun lagu ‘Hero’ ini akan manggung dalam Himbara Borobudur Symphony 2018 yang dipromotori langsung oleh BUMN PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur Prambanan dan Ratu Boko dengan menggandeng event consultant Rajawali Indonesia.

Dalam persiapannya, pihak promotor menjanjikan akan memberikan sajian yang megah dan spektakuler.

Bakkar Wibowo selaku Creative Director Borobudur Symphony 2018 menuturkan pihaknya akan menyediakan lanskap panggung sebesar 18×20 meter.

 

“Konsep akan kita buat open roof jadi penonton akan bisa menyaksikan langsung dua mahakarya yaitu Borobudur dan sang Diva Mariah Carey,” katanya dalam jumpa media di Hotel Tentrem Yogyakarta, Senin (5/11/2018).

Bigband sebanyak lebih dari 50 orang pun akan menambah kemegahan konser yang dilakukan oleh peraih lima kali penghargaan Grammy Award ini.

Tak hanya itu, persiapan lighting, sound system dan segala pendukung dalam konser eksklusif ini sudah mulai disiapkan sejak hari ini.

 

Ia menegaskan bahwa pertunjukkan Mariah Carey di Borobudur mendatang akan tampil spektakuler dan penuh dengan suguhan menarik.

“Lighting, sound system semua sudah kita siapkan, kita tunggu saja besok,” katanya.

Mariah Carey sendiri, lanjut Bakkar, dijadwalkan akan mulai melihat panggung dan melakukan cek lokasi pada Selasa pagi

 

Sementara itu, melalui postingan instagram pribadi milik CEO Rajawali Indonesia, Anas Syahrul Alimi dengan akun @anas_alimi menunjukkan persiapan panggung yang akan dijadikan lokasi Mariah Carey manggung. Tampak latar belakang panggung yakni siluet cagar budaya Candi Borobudur yang megah.

Dirut PT TWC Edy Setijono pun menjanjikan akan memberikan pengalaman yang spektakuler dengan digelarnya konser Borobudur Symphony 2018 ini.

Pihaknya meyakini dengan hadirnya diva kelas dunia di bangunan cagar budaya ini akan menunjukkan kepada dunia akan megahnya bangunan sejarah yang ada di Indonesia.

“Kita ingin ini menjadi pusat perhatian dunia bahwa di Indonesia memiliki bangunan sejarah yang begitu megah. Ini kita harapkan menjadi trigger dari potensi pariwisata yang ada di Indonesia,” katanya di kesempatan yang sama.

“Semoga event ini bisa menjadi trending dan banyak di posting oleh penonton melalui sosial media sehingga seluruh dunia akan tahu kemegahan Candi Borobudur dan pariwisata
Sumber

Chris Burnett

chriss burnett

 

 

Chris Burnett (born Christopher LeRoy Burnett on November 2, 1955) is an American saxophone player, composer, veteran of US military jazz bands and band leader. Born in Olathe, Kansas, Burnett’s family moved relatively frequently during his early childhood due to his father being a member of the active US military service. His sibling family lived at places such as: France, Michigan, and Colorado prior to settling permanently back home in the Kansas City metro area. His brother, Richie Pratt (March 11, 1943 – February 12, 2015), who was also a musician (Lionel Hampton, Junior Mance, Aretha Franklin, New York Jazz Quartet, Broadway, films, studios …), and the eldest sibling in his family continually served as a significant professional role model and mentor. Chris Burnett currently works with the Leavenworth High school Jazz And Marching band

Burnett has noteworthy college-level teaching experience as a former director of the jazz ensemble program at Missouri University of Science and Technology, formerly University of Missouri-Rolla, where he was employed as an Adjunct Lecturer in Music for more than 10 years (academic years: 1984–1990 and 1996–2000) until returning home to the Kansas City area. He was bestowed as an honorary member of Kappa Kappa Psi and Tau Beta Sigma chapters at the University of Missouri-Rolla. He was also one of the principal artist/educators featured at the First Annual Jazz Education Forum and Jazz Festival in 1998, which was held in Jefferson City, Missouri. At which, he performed with his own quartet, as well as with another stellar group composed of: Bill Cunliffe (piano), Kristin Korb (bass), and Yoron Israel, (drums). Burnett has taught several hundred students over the years. Some have gone on to study music at the college level, then engage professional careers in music as performers, recording artists or educators themselves.

Burnett’s study of the Schillinger System of Musical Composition under O’tress L. Tandy from 1983–1985, has proven to be a cornerstone of his original artistic and compositional concepts. He is the 1995 5-Star Award of Merit winner of the National Federation of Music Clubs for his original composition and arrangement for big band titled, “Daedalus”. Burnett has also stated that his main concern as a performer, who is also a legitimate composer, is to present his own original music parallel to the traditions of the generations before him. He states that approaching this goal requires that one become a teacher of sorts by developing one’s own approach to the musical language – not merely to imitate the melodic and harmonic statements of the established masters as a less mature student might be satisfied to do.

Burnett’s work around 2001, such as Time Stamps, is significant for a melding of his more mature style of writing with his ability to place emphasis on both the improvisational and composition structural aspects of jazz music. He achieves this by giving each instrumentalist the inherent responsibilities and enough freedom to create musical content over rich harmonic and melodic compositional bedrock. He continues to explore these and other concepts with his own ensembles.

Burnett is of a generation that brings much substance to American music because his is the first generation who grew up as adults with full Civil Rights and full access to the bounties of US society. He is one of the musicians of this generation who: have successfully served their country, have successfully raised families, are productive citizens, and continue to grow their gifts as an original artist. With over 150 original compositions, 30 of which are registered BMI Works, it is logical to assume that there will be much more music to investigate from Chris Burnett for many years to come. He has proven business experience, and has recorded a highly successful debut album titled, “Time Flies”. Initially influenced by the work of saxophonists Charlie Parker, John Coltrane, Cannonball Adderley and the stylings of trumpeter, Miles Davis; Burnett has also performed and been influenced by many other artists and styles of music beyond the genre of jazz.

Burnett incorporates many elements from his classical studies on saxophone and clarinet, along with his knowledge as a trained composer and arranger of music, into the current improvisational and compositional language he presents to listeners. Burnett does not believe that music is limited in the way that most of the commercial marketing of it often presents to the majority of the world. He also believes that any person of his generation and age, (or younger,) can only “get so close” to the jazz music that was made before they were born without having a direct relationship with a person who was actually living during that particular musical era. His artistic motivations are dedicated to presenting jazz music from his generational perspective and context, within a paradigm of creativity as the focus. Thus, Burnett’s own work is focused on contributing to the music of his African-American heritage and Midwest traditions in such a manner that it is approachable by most listeners, yet not so watered down to the point of having little remaining genuine artistic substance.

 

Sumber

7 Perayaan Halloween di Berbagai Belahan Dunia

Perayaan Halloween dimeriahkan setiap tanggal 31 Oktober dan telah dirayakan sejak lebih dari 2.000 tahun yang lalu, lho! Perayaan ini muncul ketika bangsa Celtic percaya bahwa pembatas antara dunia orang mati dan orang hidup telah terbuka. Akibatnya, roh jahat akan berkeliaran dan mengganggu umat manusia. Untuk menghindari ancaman tersebut, maka manusia harus memakai kostum yang menyeramkan agar roh jahat mengira manusia adalah teman mereka.

Tradisi unik ini kemudian menyebar dan rutin dirayakan setiap tahun di segala penjuru dunia dengan cara unik masing-masing. Nah, simak yuk bagaimana Halloween dirayakan di sejumlah negara berikut.

Amerika Serikat

Perayaan Halloween

Sumber: NycgoSetiap tahunnya, perayaan Halloween di Amerika sangat meriah dan ramai diikuti oleh anak kecil dan orang dewasa. Kamu juga pasti sudah nggak asing dengan tradisi Halloween di negara ini dimana orang-orang akan mengenakan kostum-kostum seram dan berkeliling mengetuk pintu dan mengucapkan “Trick or Treat!” . Pemilik rumah kemudian membuka pintu dan memberi segenggam permen yang akan ditaruh di dalam kantung permen si pengetuk pintu.

Perayaan Halloween terbesar di Amerika ada di kota New York yang dikenal dengan sebutan The Village Halloween Parade. Setiap tahunnya, sekitar 50 ribu orang akan berpartisipasi memeriahkan acara ini dengan memakai kostum-kostum menarik. Seru ya?

Jepang

Perayaan Halloween

Sumber: Japanese ReaderKetika merayakan Halloween, penduduk Jepang akan mengadakan festival Obon. Di festival ini, mereka menyiapkan manisan, makanan yang dipercaya mampu mengundang leluhur untuk datang berkumpul bersama keluarga mereka. Di akhir festival Obon, mereka akan menyalakan api di lentera dan kemudian dihanyutkan ke sungai atau laut untuk mengirim kembali arwah leluhur.

Selain itu, Halloween juga dimeriahkan oleh para anak muda yang mengenakan kostum-kostum unik sambil berkumpul di pusat keramaian dan berteriak “Happy Halloween!”.

Austria

Perayaan Haloween

Sumber: Japanese ReaderKetika merayakan malam Halloween di Austria, penduduk akan menyiapkan roti, air, dan lampu di atas meja sebagai persembahan kepada roh yang diyakini sebagai roh keluarga dan kerabat. Roh-roh ini akan datang ke rumah sambil membawa keajaiban dan kebahagiaan untuk keluarga yang ditinggalkan, serta sekaligus memudahkan mereka untuk kembali ke tempat peristirahatan dengan damai.

Di Austria juga ada tradisi mendekorasi makam orang-orang terdekat dengan menggunakan lentera kecil serta percikan air suci untuk mendoakan mereka supaya hidup dalam damai di alam sana.

Filipina

Perayaan Halloween

Sumber: Japanese ReaderPerayaan Halloween di Filipina lebih dikenal dengan sebutan Pangangaluluwa, dimana orang-orang mengenakan kostum seram sambil menyanyikan pujian-pujian dari rumah ke rumah. Nyanyian ini bermaksud untuk mengenang kebaikan dan mendoakan roh-roh yang masih terjebak di dunia untuk bisa kembali ke Surga dengan damai.

China

Perayaan Halloween

Sumber: HolidayPleaseBlogDi China, Halloween diperingati sebagai perayaan Teng Chieh, yakni perayaan untuk orang-orang yang sudah meninggal. Di hari tersebut, warga China akan mengunjungi makam keluarga atau kerabat dengan membawa makanan, bunga, dan mendoakan mereka.

Selain itu, mereka juga membakar lentera dan kemudian menerbangkannya. Tujuannya agar roh-roh yang berkeliaran dapat kembali ke Surga sambil mengikuti cahaya api itu.

Jerman

Perayaan Halloween

Sumber: The German WayPerayaan Halloween di Jerman cukup unik. Selain menyiapkan sejumlah dekorasi horor, para penghuni rumah juga akan menyembunyikan seluruh pisau yang ada di rumahnya. Dengan melakukan itu, mereka percaya akan terhindar dari gangguan roh jahat yang bisa menyakiti mereka menggunakan pisau-pisau tersebut.

Indonesia

Perayaan Halloween

Sumber: While You On EarthNah, kalau di Indonesia sendiri, walaupun perayaannya nggak semeriah negara-negara di atas, suasana Halloween masih bisa kamu temukan di mall-mall atau cafe yang penuh dengan dekorasi bertema Halloween.

Di Indonesia, perayaan Halloween hanya dimeriahkan oleh kalangan tertentu saja. Biasanya akan ada acara-acara cosplay atau party berkonsep Halloween di sejumlah bar. Selain dekorasi ruangan, bahkan menu makanan dan minuman juga bisa diubah dengan nama dan bentuk bertema Halloween, lho!

Baca juga: Lakukan 6 Hal Ini untuk Merayakan Kemerdekaan Indonesia di Luar Negeri


Nah, itulah perayaan-perayaan Halloween unik dari sejumlah negara. Seperti yang sudah disebutkan di atas, Indonesia bukan negara yang merayakan Halloween dengan meriah. Namun, kamu masih bisa membuat sebuah pesta kostum yang dilengkapi dekorasi-dekorasi bertema Halloween. Dijamin nggak kalah seru deh!